Kecamatan Kairatu, salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Seram Bagian Barat, memiliki karakteristik geografis yang beragam. Aktivitas manusia dan dampak perubahan iklim global menimbulkan ancaman serius berupa abrasi pantai akibat gelombang pasang, angin, dan kenaikan muka air laut. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi bioregulator pada vegetasi hutan pantai, khususnya tingkat pertumbuhan pohon, dalam mengatur dan memitigasi proses biologis di wilayah pesisir Kecamatan Kairatu. Lokasi penelitian seluas 19,8 ha terbagi atas tiga jalur pengamatan dengan 495 plot, mencatat 106 jenis pohon dengan total 1.467 individu. Vegetasi hutan pantai menunjukkan variasi dominasi: Desa Kairatu didominasi Casuarina equisetifolia (370 individu), Desa Waipirit didominasi Alstonia scholaris (73 individu), dan Desa Hatusua didominasi Intsia bijuga (1.024 individu). Struktur vegetasi tersusun atas lima strata (A–E), dengan strata A hanya ditempati oleh jenis Kayu Besi (Intsia bijuga), Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata), dan Lenggua (Pterocarpus indicus), khususnya pada hutan pantai Desa Hatusua. Faktor-faktor yang memengaruhi peran bioregulator pohon sebagai mitigasi abrasi meliputi kondisi lingkungan, gangguan alam, posisi geografis, aktivitas manusia, dan interaksi antarspesies. Hasil penelitian menegaskan pentingnya vegetasi hutan pantai, terutama pohon, dalam menjaga stabilitas ekosistem pesisir serta potensinya sebagai strategi alami mitigasi abrasi.