Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROSES INKUBASI START-UP DI BADAN RISET INOVASI DAERAH (BRIDA) PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Orchidamoty Orchidamoty; Hesya Nungki Nabila; Muhammad Firmansyah
Distribusi - Journal of Management and Business Vol. 11 No. 1 (2023): Distribusi, March 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/distribusi.v11i1.287

Abstract

Inkubasi merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan start-up. Beberapa institusi, seperti kampus dan pemerintah daerah, berupaya melakukan upaya inkubasi untuk mempercepat lahirnya bisnis-bisnis baru. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk lembaga baru untuk menangani inkubasi bernama BRIDA (Badan Riset Inovasi Daerah). Pertanyaannya adalah apakah proses inkubasi ini sejalan dengan konsep inkubasi yang sudah ada sebelumnya. Kajian dilakukan secara kualitatif dengan meninjau literatur mengenai proses inkubasi dan melakukan wawancara dengan pengelola BRIDA dan anggota tenant di BRIDA. Hasil studi menunjukkan bahwa proses inkubasi di BRIDA sesuai dengan standar proses inkubasi start-up berdasarkan literatur. Tahapannya terdiri dari pra inkubasi, inkubasi dan pasca inkubasi. Setelah inkubator terbentuk, ditetapkan pengelola inkubator bisnis yang terdiri dari ketua, mentor, dan coach/asisten.
PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PELATIHAN DAN PEMBINAAN KEWIRAUSAHAAN UKM BIDANG PARIWISATA DI KAWASAN PESISIR PANTAI CEMARA LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Masrun Masrun; Akhmad Jufri; Titi Yuniarti; Muhammad Firmansyah; Suprianto Suprianto
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Abdimas Independen, November 2020
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v1i2.15

Abstract

Pelatihan yang dilaksanakan ini merupakan wujud dari pelaksanaan Tri dharma Perguruan Tinggi yang berupa pengabdian pada masyarakat, dengan tema “Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pelatihan Dan Pembinaan Kewirausahaan UKM Bidang Pariwisata Di Kawasan Pesisir Pantai Cemara Lembar Kabupaten Lombok Barat”. Adapun tujuan kegiatan pelatihan dan pembinaan adalah membantu mengembangkan kemampuan pengusaha kecil mikro yang meliputi: membangun motivasi untuk berusaha, meningkatkan akses pasar dan menyiapkan masyarakat usaha kecil untuk menyesuikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan yang cepat dan tidak pasti. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah melalui metode: ceramah untuk menyampaikan materi yang telah ditentukan, Tanya jawab/diskusi dan setelah pelatiahanpeserta akan dibina oleh tim pelaksana pengabdian. Berdasarkan hasil pengamatan selama pelatihan berlangsung, hampir seluruh peserta yang hadirmemberikan tanggapan positif (baik) pada materi pelatihan. Dengan melalui pelatihan dan pembinaan, peserta telah membawa perubahan yang meningkat, walaupun tidak signifikan dari kondisi sebelum dengan sesudahnya. Dari kondisi hasil tersebut, maka dapat direkomendasikan hal penting yaitu peserta pelatihan ini diharapkan ditindaklanjuti dengan kegiatan pendampingan, pemagangan dan studi banding ditempat pengusaha/perusahaan yang sukses.
PENYULUHAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA DI DESA KURANJI DALANG KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT Wahidin Wahidin; Muhammad Irwan; Muhammad Firmansyah; Endang Astuti
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Abdimas Independen, Nopember 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v2i2.62

Abstract

Desa umumnya memiliki kekayaan alam melimpah sehingga dapat menjadi modal untuk pengembangan ekonomi dan pariwisata. Desa Kuranji Dalang adalah salah satu desa yang memiliki keunggulan tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain pantai, penangkaran penyu dan pegunungan yang menawan. Disamping itu ada produk lokal yang diproduksi masyarakat Kuranji Dalang namun masih bermasalah dalam pemasaran. Diperlukan perencanaan yang baik untuk mengelola potensi wisata. Beberapa tahapan penyuluhan tersebut terdiri dari, 1) Perencanaan pembangunan jangka menengah (RPJM) desa dari aspek teoritis dan 2) perencanaan pengembangan bisnis yaitu aspek produksi (barang dan jasa), aspek distribusi, komersialisasi dan pengembangan pasar
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDES) DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA DESA DI DESA GEGELANG KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Emi salmah; Sahri; Iwan Harsono; Masrun; Muhammad Firmansyah
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Abdimas Independen, Mei 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v3i1.140

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Gegelang ini bertujuan untuk 1). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemerintah Desa Gegelang tentang tata cara Penggalian dan Pemetaan Potensi desa, 2). Penyusunan Gagasan Dusun dan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Desa dan 3) Pertanggungjawaban Dana Desa. Kegiatan ini diharapkan ada tambahan pengetahuan dari para penyusun RPJMDes, agar bisa menyusun RPJMDes dengan menggali potensi dan pemetaan potensi desa sesuai visi dan misi kepala desa Bentuk dari kegiatan adalah pelatihan dan ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi (Tanya jawab) secara interaktif untuk mempertajam pokok permasalahan yang disampaikan, yang dipandu oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram. Hasil pelatihan / penyuluhan telah menambah pengetahuan dan wawasan mereka tentang bagaimana cara menyusun RPJMDes terutama dalam menggali dan pemetaan potensi desa yang harus dikaitkan dengan visi dan misi kepala desa serta pertanggungjawaban dana desa. Target capaian kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian perangkat desa dalam menyusun RPJMDes dan pertanggungjawaban dana desa di masa yang akan dating. Pelatihan dan penyuluhan seperti ini perlu terus ditingktakan dan dikembangkan kearah yang lebih luas secara intensif dan kontinyu, sehingga aparatur desa, tokoh masyarakat dan khususnya Kades, Sekdes dan BPD dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara penyusunan RPJMDes dan pertanggungjawaban dana desa sesuai pedoman yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah ( yang sering diperbaharui sesuai perkembangan dan masukan dari masyarakat ). Apabila RPJMDes disusun dengan baik dan benar maka pembangunan di desa akan berjalan dengan baik dan mengalami perubahan yang berdampak pada bergeraknya ekonomi desa dan terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat.
Dampak Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Terhadap Penurunan Daya Saing Destinasi Wisata Senggigi: Pendekatan Kuantitatif Berbasis Persepsi Stakeholder Sulastri Rahayu Dewi; Muhammad Firmansyah
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 2 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i2.10420

Abstract

The rapid development of the Mandalika Special Economic Zone (KEK) has given rise to the phenomenon of decreasing the competitiveness of the Senggigi tourist destination as a tourist area that developed earlier. This research aims to analyze the impact of the development of the Mandalika SEZ on reducing the competitiveness of the Senggigi tourist destination by considering the perceptions of tourism stakeholders. The research approach used was quantitative by distributing questionnaires to 115 respondents consisting of Business Actors, Government/Private, Academics, Community, and Media/Influencers. Data analysis was carried out using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The research results show that promotion and competition variables have a significant effect on destination competitiveness, while facilities and accessibility do not have a significant effect. The coefficient of determination (R²) value of 0.641 indicates that the exogenous construct has strong explanatory power regarding endogenous variables. These findings confirm that adaptive promotional strategies and increasing competitiveness based on collaboration are the keys to the revitalization of Senggigi amidst the dominance of the Mandalika SEZ development.