Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Distribusi

INOVASI PUBLIK PERSPEKTIF TRIPLE HELIX: STUDI DI KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Firmansyah; Agus Suman
Distribusi - Journal of Management and Business Vol. 9 No. 2 (2021): Distribusi, September 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/distribusi.v9i2.160

Abstract

Development innovation is now an instrument that continues to be driven by the central government towards local governments in Indonesia. With innovation, the limitations of development can work even with a limited budget. This study describes the development and innovation constraints of triple helix based in Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province. Data related to all innovations was obtained from the interview process with the Sumbawa Regency Bappeda and several other sources. From each innovation will be selected that contains the triple helix element from each of these innovations. O'Samawa is an innovation model in the form of a community formed based on an MoU between the Sumbawa Bappeda, UTS (Sumbawa Technology University) and business people. The goal of O'Samawa is to facilitate businesses to increase product and packaging capacity, facilitate access to capital and market networks. Activities that have been carried out in O`Samawa are training, product exhibitions, seminars, building a joint store (shop) and building an online market website.
PROSES INKUBASI START-UP DI BADAN RISET INOVASI DAERAH (BRIDA) PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Orchidamoty Orchidamoty; Hesya Nungki Nabila; Muhammad Firmansyah
Distribusi - Journal of Management and Business Vol. 11 No. 1 (2023): Distribusi, March 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/distribusi.v11i1.287

Abstract

Inkubasi merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan start-up. Beberapa institusi, seperti kampus dan pemerintah daerah, berupaya melakukan upaya inkubasi untuk mempercepat lahirnya bisnis-bisnis baru. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk lembaga baru untuk menangani inkubasi bernama BRIDA (Badan Riset Inovasi Daerah). Pertanyaannya adalah apakah proses inkubasi ini sejalan dengan konsep inkubasi yang sudah ada sebelumnya. Kajian dilakukan secara kualitatif dengan meninjau literatur mengenai proses inkubasi dan melakukan wawancara dengan pengelola BRIDA dan anggota tenant di BRIDA. Hasil studi menunjukkan bahwa proses inkubasi di BRIDA sesuai dengan standar proses inkubasi start-up berdasarkan literatur. Tahapannya terdiri dari pra inkubasi, inkubasi dan pasca inkubasi. Setelah inkubator terbentuk, ditetapkan pengelola inkubator bisnis yang terdiri dari ketua, mentor, dan coach/asisten.