Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan pengetahuan ibu tentang dampak stunting sebagai upaya menurunkan angka kematian bayi Krisnita Dwi Jayanti; Dianti Ias Oktaviasari; Endah Retnani Wismaningsih; Mia Ashari Kurniasari; Dian Kumalasari; Indah Susilowati; Sri Nur Cahyati
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStunting adalah masalah Kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara serius. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Latar belakang pelaksanaan pengabdian masyarakat ini karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar tentang dampak stunting, dan menganggap stunting disebabkan karena faktor keturunan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat tentang dampak dan pencegahan stunting pada balita.  Tujuan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya. Metode yang dilakukan adalah menilai pengetahuan masyarakat serta permasalahan yang dihadapi tentang dampak dan pencegahan stunting di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Pengetahuan ibu diukur dengan menggunakan menggunakan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan pengetahuan. Berdasarkan hasil pretest dan post test yang diikuti oleh 35  responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang tingkat pengetahuan responden mengenai dampak stunting sebesar 14 responden (40%) mengerti tentang dampak stunting sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 27 responden (77,1%) yang mengerti tentang dampak stunting. 
Analisa Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan KB pada Ibu PKK saat Pandemi Covid-19 Ellatyas Rahmawati Tejo Putri; Candra Dewinataningtyas; Mia Ashari Kurnia Sari; Atik Farokah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.673

Abstract

ABSTRAKPertengahan tahun 2020 tercatat jumlah penduduk Indonesia sebesar 271,7 juta jiwa dengan tiap angka kelahiran 18 per 1000 populasi dan angka TFR 2,3. Hasil data yang diperoleh dari SDKI 2017 penggunaan KB mencakup lebih dari  60% dengan mayoritas akseptor KB PIL dimana tingkat  efektifitasnya mencapai 46%. Metode yang dilakukan BKKBN dalam mengendalikan ledakan penduduk di masa pandemik dunia Covid-19 ialah dengan penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan kepatuhan kunjungan KB ditinjau dari pengetahuan,sikap dan perilaku di Dusun Tanggung Desa Bubakan Kabupaten Pacitan tahun 2021.Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah Ibu kelompok PKK dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan dengan menggunakan kuesioner online yang dibagikan melalui whatsapp group. Hasil olah data untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku kunjungan KB menggunakan metode Uji Fisher Exact Test dengan hasil p value 0,032 ( kurang dari 0,05) yaitu ha diterima yang berarti ada pengaruh antara pengetahuan dengan kepatuhan dan untuk mengetahui hubungan sikap dengan kepatuhan kunjungan KB dengan metode Uji Fisher Exact Test didapatkan hasil p value 0,023 (kurang dari 0,05) yang berarti bahwa ha diterima yaitu ada hubungan antara sikap dengan perilaku kepatuhan. Kata Kunci : pengetahuan; sikap; kepatuhan; keluarga berencana; covid-19
PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK PANGAN DAN DIGITAL MARKETING UNTUK UMKM OLAHAN PISANG DI DESA BARENG, KECAMATAN SAWAHAN, KABUPATEN NGANJUK Reny Nugraheni; Dianti Ias Oktaviasari; Mia Ashari Kurniasari; Ratna Frenty Nur Kalim
JOURNAL OF COMMUNITY DEDICATION Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Community Dedication
Publisher : Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local food MSMEs have great potential to boost the community's economy, including in Bareng Village, Sawahan Subdistrict, Nganjuk Regency. However, limited knowledge about packaging standards, product legality, and digital marketing strategies poses a challenge in improving competitiveness. This community service activity aimed to provide training on standard-compliant food product packaging, PIRT and halal licensing, and digital marketing strategies. The implementation methods included lectures, hands-on practice, and mentoring for 40 banana-processing SME actors. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, as well as practice observations. The results showed an increase in the average knowledge of participants regarding food labelling standards from 62% to 88%. Packaging skills improved significantly, from 17 participants (41.7%) who were capable before the training to 37 participants (93.3%) who were capable after the training. In terms of digital marketing, 35 participants (86.7%) successfully created business accounts on social media and marketplaces and were able to create simple promotional content. This activity is expected to be the first step in increasing the competitiveness of banana processing MSMEs in local and digital markets.
Penerapan Gender Analysis Pathway dalam Mengatasi Pernikahan Usia Dini di Desa Margopatut Kabupaten Nganjuk Ratna Frenty Nurkhalim; Mia Ashari Kurniasari
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i2.8608

Abstract

Early-age marriages are still a serious problem in Indonesia, especially in rural areas.  In this activity we analyzed the phenomenon of early marriage in the village of Margopatut, Nganjuk district, by applying the Gender Analysis Pathway (GAP). The aim is to identify the causes of early marriage, develop a gender-responsive intervention program for the village. Through the analysis of GAP, it has been found that early marriages are still dominated by women, with some factors including poor understanding of the maturity of marriage age and family economic conditions. Recommended intervention programmes include counseling, training, selection of gender ambassadors, and advocacy for strengthening education and career training for women. We concluded that tackling early-age marriages requires a gender-responsive and sustainable approach as well as cooperation between governments, communities, and relevant institutions. This GAP analysis can be a basis for developing policies and programmes that are more effective in dealing with early-age marriages, and can be put forward in the village distribution activities
Integrasi Arisan Telur dan Ternak Ayam Petelur untuk Pencegahan Stunting Balita Dianti Ias Oktaviasari; Mia Ashari Kurniasari; Reny Nugraheni; Ratna Frenty Nurkhalim
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i4.12646

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem among under-five children, closely associated with inadequate intake of animal-based protein and limited access to nutritious food at the household level. In Bareng Village, Sawahan District, Nganjuk Regency, data from Posyandu Mambang in 2025 revealed 12 stunted children, 37 undernourished children, and 22 children with no weight gain, accompanied by low egg consumption. This community service program aimed to improve the availability and intake of animal protein among under-five children by utilizing local potential through small-scale household laying-hen farming integrated with an egg-sharing (arisan telur) mechanism at Posyandu Mambang. The program was implemented from March to November 2025 using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, including training on laying-hen management, distribution of laying hens to target families, and optimization of the egg-sharing system. Evaluation results showed that the average weekly egg consumption among children increased from 1.1 eggs at baseline to 2.4 eggs in October 2025 and reached 3.2 eggs by November 2025. The proportion of children consuming at least three eggs per week increased from 16% to 68%. In addition, the program enhanced the knowledge and skills of families and community health volunteers in poultry management and nutrition education. In conclusion, integrating an egg-sharing system with household laying-hen farming based on local resources is effective in gradually and sustainably increasing animal protein intake among under-five children and has the potential to support stunting prevention efforts in rural areas.