Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang bangun mesin pemeras parutan kelapa kapasitas 100kg/jam Tegar Dwi Aprilianto; AH.Sulhan Fauzi; Kuni Nadliroh
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/5epwwh94

Abstract

Mesin pemeras santan kelapa merupakan sebuah mesin yang digunakan untuk memeras santan kelapa yang terdapat pada parutan kelapa. Mesin ini tersusun atas motor bakar sebagai penggerak yang dilengkapi dengan kopling yang bertujuan untuk mengurangi kecepatan putaran dari motor. Kemudian putaran tersebut ditransmisika oleh bearing,pulley, belt, yang kemudian akan menggerakkan poros ulir (screw press). Berdasarkan perhitungan dalam perencanaan, dan diameter ulir pada poros (secrew press) adalah 130 mm dengan daya motor bakar 5,5HP. Berdasarkan penelitian, diperlukan putaran rendah untuk memeras santan kelapa hal ini dimaksudkan agar perasan tersebut lebih optimal.Pemerasan santan kelapa dilakukan cukup 1 kali karena kandungan santan dalam parutan kelapa sudah terperas seluruhnnya. Dengan sistem ini dapat mempercepat proses produksi serta lebih efisien dari segi ekonomi
RANCANG BANGUN RANGKA DAN SISTIM PENGGERAK MESIN PEMARUT DAN PEMERAS KELAPA Zakaria Muzaki Alifudin; Ah.Sulhan Fauzi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/wfj2h564

Abstract

Kelapa merupakan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi, di mana salah satu produk turunannya yang paling banyak dibutuhkan adalah santan. Proses pemarutan dan pemerasan kelapa secara konvensional memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun rangka mesin pemarut dan pemeras kelapa terintegrasi yang kokoh, stabil, dan aman digunakan untuk skala industri kecil atau UMKM. Rangka mesin dirancang menggunakan material besi siku berdimensi 50x50x3 mm dengan sistem penggerak menggunakan motor bakar.
PEMBUATAN WADAH DAN PENGADUK MESIN PENGHALUS ADONAN GETUK PISANG Wahyu Surya Gemilang; AH Sulhan Fauzi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/75wtk764

Abstract

Getuk pisang merupakan produk pangan tradisional yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Namun, proses produksi pada skala usaha mikro rumahan masih banyak dilakukan secara manual, terutama pada tahap penghancuran dan penghalusan bahan. Kondisi tersebut menyebabkan waktu kerja relatif lama, kapasitas produksi terbatas, beban kerja operator tinggi, serta tekstur adonan yang belum selalu seragam. Artikel ini bertujuan menyajikan rancangan wadah dan pengaduk pada mesin penghalus adonan getuk pisang dengan memperhatikan aspek higienitas, keamanan pangan, kemudahan pembersihan, dan efektivitas proses penghalusan. Metode yang digunakan adalah pendekatan rekayasa teknik dengan model rancang bangun, meliputi studi literatur, observasi proses produksi, penentuan desain, pembuatan komponen, perakitan, uji coba, pengambilan data, analisis, dan validasi produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa wadah berbentuk silinder berbahan stainless steel 304/304L sesuai untuk ruang proses karena food grade, tahan korosi, mudah dibentuk, dan mudah dibersihkan. Pengaduk tipe paddle atau frame blade berbahan stainless steel 316/316L dinilai sesuai karena memiliki ketahanan korosi lebih tinggi dan mampu bekerja melalui gaya tekan, gesek, serta adukan untuk menghasilkan adonan yang lebih homogen. Integrasi kedua komponen tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kebersihan produk, serta menghasilkan adonan getuk pisang yang halus dan seragam.