Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Rangka Mesin Pencetak Pelet Kapasitas 40 Kg/ Jam Ramadhan, Ferdyansyah Rohmatulloh; Fauzi, Ah. Sulhan
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i1.17721

Abstract

Most of the residents in Mangunrejo Hamlet, Bangkok Village, Gurah District, Kediri Regency, East Java Province, cultivate catfish as one of their livelihoods. Catfish Pellet Printing Machine Capacity of 40 kg/hour can be a solution to reduce the cost of catfish cultivation so as to increase the profits obtained. In designing a catfish pellet molding machine with a capacity of 40 kg/hour, among others, planning the frame design and testing, calculating the frame, making the frame and components supported by the frame. Several processes in making the frame on a catfish pellet molding machine with a capacity of 40 kg/hour include material procurement, measurement, cutting, welding, drilling, cutting, finishing, and assembling components supported by the frame, as well as testing the frame. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the type of frame material used is angled iron 6 meters 40 mm x 4 mm thick 3 mm with engine frame dimensions as follows: height 104 cm, width 104 cm, and length 119 cm. In addition, this frame is also able to support a variety of mixed materials that will be used to print pellets because because σtensile frame<σmax material that is 16,09 N/mm2 < 723,83 N/mm2.
Analisis Kalor Bioetanol Berbahan Dasar Sabut Kelapa Nadliroh, Kuni; fauzi, Ah. Sulhan; Maulidina, Miftakhul
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i2.19006

Abstract

Bioethanol is an alternative fuel that can be used as a substitute for fuel. Bioethanol can be produced from the fermentation of sugar from carbohydrates or sugar. The content of bioethanol that can be used as fuel has a minimum alcohol content of 10%. This research is a follow-up study from previous research regarding the manufacture of bioethanol made from young coconut ice seller waste, namely coconut fiber. Where the result of the result of the research is that the resulting bioethanol contains quite a lot of alkohol. The waste of young coconut ice sellers can produce bioethanol produced from the fermentation process. The aims of this research determine the calorific value of bioethanol from reflux distillation from coconut fiber. The methode is used a calorimeter bomb. Test were carried out on bioethanol derived from young coconut ice waste, namely coconut shell. The research was conducted on bioethanol from coconut fiber by going through a reflux distillation process. The results showed that the highest calorific value was produced by type C samples with 28 days of fermentation, the calorific value was 3940 cal/gram.
Analisa Pengaruh Proses Alkali Pada Komposit Serat Tebu Bermatrik Polimer Istiqlaliyah, Hesti; Fauzi, Ah. Sulhan; Nadliroh, Kuni; Mahmudi, Haris
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i2.19413

Abstract

Perkembangan material teknik terutama komposit polimer yang meliputi bahan-bahan baru (high-tech materials), proses manufaktur dan aplikasi teknik dekade ini menunjukkan peningkatan yang cukup sinifikan. Masalah yang timbul seiring dengan perkembangan teknologi bahan komposit polimer tersebut adalah bagaimana memanfaatkan bahan-bahan yang sumber ketersediaannya cukup banyak yang mampu diregenerasikan untuk mengantisipasi krisis bahan terutama jenis plastik polimer, dimana tersedianya sumber bahan dipengaruhi oleh sumber minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui. Dari sinilah timbul satu ide atau gagasan, bagaimana memanfaakan serat alam sebagai bahan penunjang atau bahan pengganti komposit yang terbuat dari polimer. Serat alam yang dipilih adalah serat bagasse, karena serat ini banyak ditemukan di sekitar kita sebagai salah satu jenis limbah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah, untuk mengetahui seberapa besar kekuatan tarik serat setelah mendapat proses treatment berupa proses alkali menggunakan cairan NaOH 5% dengan waktu perendaman 0, 120, dan 180 menit. Setelah proses treatment, serat kemudian diuji kekuatan tariknya. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai temuan atau referensi dalam rekayasa material terutama komposit, serta dapat membantu mengurangi limbah.
Analisa Perbandingan Putaran Pada Alat Pencacah Daun Kering Terhadap Hasil Cacahan Reno, Reno; Ilham, M. Muslimin; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.91

Abstract

Alat pencacah daun kering ini digunakan sebagai alat pencacah daun kering di mana daun yang sudah di cacah dengan alat tersebut akan digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Penelitian ini dilakukan dengan memodifikasi alat sebelumnya, yaitu mengubah dan membandingkan pulley supaya putaran yang dihasilkan lebih cepat dan mengurangi getaran pada mesin. Perbandingan ukuran pulley yang digunakan yaitu ada tiga macam 10:30, 15:30, 20:30, dari perbandingan pulley diatas yang cacahan lebih maksimal adalah pulley berukuran 10 cm menghasilkan cacahan rata rata 6,3 mm, tersebut sudah memenuhi kriteria dalam pupuk organik .
Modifikasi Alat Pencacah Daun Kering Dengan Penambahan Saringan Khoironi, M. Nizar; Ilham, M. Muslimin; Fauzi, Ah Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.98

Abstract

Semakin ketatnya dalam dunia industri, semua pekerjaan dituntut semakin cepat dan tepat. Salah satunya adalah proses produksi daur ulang, Pada umumnya proses daur ulang di buat guna mengurangi polusi atau sampah dan di lakukan untuk membuat barang yang tidak mempunyai nilai ekonomis menjadi berharga atau berguna. Melihat adanya peluang untuk dibuat dan diinovasi dari proses daur ulang maka Alat pencacah daun kering otomatis cukup praktis dan efisien untuk digunakan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan perancangan. Perancangan penambahan saringan pada alat pencacah daun kering ini difokuskan dalam kebutuhan hasil cacahan daun kering yang merata sama, lebih lembut dan efisien. Modifikasi perancangan alat ini dibuat untuk menghasilkan cacahan dengan ukuran yang memenuhi kriteria pembuatan kompos dengan ukuran lubang saringan 7 mm.
Perancangan dan Perakitan Mesin Pencacah Bulu Ayam Ma’arif, Faizzal; Ilham, M. Muslimin; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.100

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas program pengolahan limbah bulu ayam, dalam memanfaatkan limbah bulu ayam yang ada di sekitar kita menjadi pupuk organik yang bisa dimanfaatkan di sektor pertanian, untuk mengetahui efektivitas pemberian solusi dari program pendaur ulang limbah bulu ayam yang membantu peternak dalam memanfaatkan limbah bulu ayam menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan dalam program ini adalah mesin pencacah bulu ayam. Pengumpulan bulu ayam dari peternak akan didaur ulang menjadi pupuk organik, yang bermanfaat di sektor pertanian. Proses pendaur ulangan limbah bulu ayam ini diharapkan bisa mengurangi pencemaran. Manfaat dari penelitian ini bukan mengatasi pencemaran limbah bulu ayam, melainkan dapat mengurangi pencemaran limbah bulu ayam. Perancangan ini menghasilkan mesin pencacah bulu ayam setiap 60 menit mampu mencacah bulu ayam sebanyak 30 kg, ketajaman pisau pencacah mampu digunakan memotong dalam waktu 5 jam/hari.
SAMPAH PLASTIK DIRUBAH MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK (CAIR) MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS Sulistiono, Sulistiono; Fauzi, Ah. Sulhan; Nuryosuwito, Nuryosuwito
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.463

Abstract

Produksi plastik global meningkat selama bertahun-tahun karena banyaknya aplikasi plastik di banyak sektor. Permintaan terus menerus dari plastik menyebabkan akumulasi limbah plastik di TPA menghabiskan banyak ruang yang berkontribusi terhadap masalah lingkungan. Meningkatnya permintaan plastik menyebabkan pelepasan minyak bumi sebagai bagian dari bahan bakar fosil yang tidak terbarukan karena plastik adalah bahan berbasis minyak bumi. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan studi terhadap karakteristik pirolisis, material sampah plastik dengan katalis alam Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Dari hasil proses pirolisis diketahui bahwa volume cairan tertinggi dicapai dengan waktu pemanasan pada reaktor selama 180 menit, sedangkan berat jenis tertinggi dicapai dengan waktu pemanasan selama 60 menit, kemudian viskositas minyak terendah didapat dengan waktu pemanasan selama 360 menit menunjukkan bahwa waktu pemanasan pada reaktor dengan penambahan katalis mampu mempengaruhi tingkat kualitas minyak hasil dari proses pirolisis dalam aspek volume cairan, berat jenis serta viskositas dengan demikiaan bahwa jenis bahan baku sangat mempengaruhi hasil produk dan kualitas produk cair dan gas. Sampah plastik dapat menghasilkan fraksi cairan tertinggi. Paduan katalis mengurangi fraksi cairan dan meningkatkan fraksi gas. Sampah plastik di kotamadya dapat diolah dengan proses pirolisis menjadi bahan bakar alternatif dengan nilai lebih tinggi dari pada produk biomassa.
Analisa Sifat Mekanik Baja St 41 Pada Proses Pack Carburizing Menggunakan Media Arang Tempurung Kelapa Sawit Dengan Variasi Holding Time Mufarrih, Am.; Istiqlaliyah, Hesti; Fauzi, Ah. Sulhan; Wibowo, Aris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.469

Abstract

Baja mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi di zaman sekarang. Baja dimanfaatkan sebagai alat potong, roda gigi ataupun komponen mesin yang sering terjadi kontak antara komponen satu dengan komponen lainnya, sehingga perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki sifat mekanik baja. Sifat mekanik dapat diukur berdasarkan nilai kekerasannya. Baja St 41 mempunyai karakteristik mudah dibentuk, ketangguhan dan keuletan yang tinggi, tetapi kekerasannya rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi holding time terhadap kekerasan dan kedalaman difusi baja St 41 setelah dilakukan proses pack carburizing menggunakan media arang tempurung kelapa sawit. Variabel bebas penelitian ini adalah variasi holding time sebesar 30, 45 dan 60 menit. Pengambilan data kekerasan menggunakan pengujian kekerasan Rockwell sedangkan pengambilan data kedalaman difusi menggunakan Mikroskop. One Way ANOVA digunakan untuk menganalisa data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan variasi holding time terhadap kekerasan dan kedalaman difusi. Peningkatan holding time akan meningkatkan kekerasan dan kedalaman difusi. Peningkatan kekerasan baja maksimum dicapai pada holding time 60 menit dengan peningkatan sebesar 56,1% dibandingkan tanpa dilakukan holding time.
SAMPAH PLASTIK DIRUBAH MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK (CAIR) MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS Sulistiono, Sulistiono; Fauzi, Ah. Sulhan; Nuryosuwito, Nuryosuwito
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.488

Abstract

Produksi plastik global meningkat selama bertahun-tahun karena banyaknya aplikasi plastik di banyak sektor. Permintaan terus menerus dari plastik menyebabkan akumulasi limbah plastik di TPA menghabiskan banyak ruang yang berkontribusi terhadap masalah lingkungan. Meningkatnya permintaan plastik menyebabkan pelepasan minyak bumi sebagai bagian dari bahan bakar fosil yang tidak terbarukan karena plastik adalah bahan berbasis minyak bumi. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan studi terhadap karakteristik pirolisis, material sampah plastik dengan katalis alam Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Dari hasil proses pirolisis diketahui bahwa volume cairan tertinggi dicapai dengan waktu pemanasan pada reaktor selama 180 menit, sedangkan berat jenis tertinggi dicapai dengan waktu pemanasan selama 60 menit, kemudian viskositas minyak terendah didapat dengan waktu pemanasan selama 360 menit menunjukkan bahwa waktu pemanasan pada reaktor dengan penambahan katalis mampu mempengaruhi tingkat kualitas minyak hasil dari proses pirolisis dalam aspek volume cairan, berat jenis serta viskositas dengan demikiaan bahwa jenis bahan baku sangat mempengaruhi hasil produk dan kualitas produk cair dan gas. Sampah plastik dapat menghasilkan fraksi cairan tertinggi. Paduan katalis mengurangi fraksi cairan dan meningkatkan fraksi gas. Sampah plastik di kotamadya dapat diolah dengan proses pirolisis menjadi bahan bakar alternatif dengan nilai lebih tinggi dari pada produk biomassa.
Mixer Pencampuran Media Tanam Untuk Pembibitan Pratama, Angga Eka; Fauzi, Ah. Sulhan; Ilham, M. Muslimin
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1076

Abstract

Proses pencampuran media tanam untuk pembibitan merupakan bagian penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan benih menjadi bibit yang siap ditanami. Pemilihan bahan tanam (bibit) dan pemahaman terhadap sifat dan karakteristik bibit merupakan faktor penting keberhasilan budidaya pengembangan tanaman. Salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan pembibitan adalah kemampuan menyediakan tanah dan pupuk untuk bibit dalam jumlah yang cukup dengan pencampuran yang baik. Sistem pencampuran yang digunakan pengusaha budidaya tanaman pembibitan dilakukan manual oleh tenaga manusia. Perancangan ini bertujuan membuat alat mixer pencampuran media tanam untuk pembibitan. Metode perancangan yang digunakan yaitu perancangan produk. Adapun prosedur perancangannya terdiri dari observasi, pembuatan produk mesin mixer pengaduk disesuaikan dan dibandingkan dengan desain dan perancangan mesin mixer kemudian diperoleh hasil dan ditarik kesimpulan. Hasil dari perancangan ini adalah desain dan gambar kerja mesin mixer pengaduk ini dibuat dengan kontruksi yang simple dan khusus pada mata pisau pengaduknya menggunakan bentuk baling-baling pisau mixer. Serta spesifikasi mesin mixer pengaduk dengan rincian berikut ; (a) dimensi mesin mixer dengan panjang 80 mm x lebar 50 mm x tinggi 120 mm; (b) kapasitas tabung mixer maksimal 25 liter; (c) Daya Motor Listrik 1 Hp, (d) Gear Box 1:4 Wpa (e) Gear dan Rantai, sehingga dinyatakan aman / baik.