Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

LITERATURE REVIEW MODEL CIRCULAR ECONOMY DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA Patdono Suwignyo; Raditya Erlang Arkananta; Moses Laksono Singgih; Ahmad Fatih Fudhla; Anda Iviana Juniani
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v4i2.122-131

Abstract

ABSTRAK Circular Economy (CE) adalah konsep yang mendorong penggunaan sumber daya yang sirkular untuk mencapai perkembangan yang sustainable. Topik CE sedang berkembang dengan pesat dan menarik perhatian berbagai pihak baik pemerintah, pelajar maupun dunia usaha dan industri. Artikel ini akan mengkaji secara kongkrit mengenai indikator-indikator untuk mengukur efisiensi ekonomi dalam konsep Circular Economy (CE). Sebuah analisis Bibliometrik juga dibangun untuk memaparkan perkembangan pendekatan CE dengan dukungan database scopus. Konsep Circular Economy ini membahas berbagai langkah dan strategi untuk menghemat fungsi dari produk, komponen, material dan lain-lainnya. Kebutuhan literature review untuk perkembangan model CE sangat dibutuhkan oleh peneliti, industri dan pemerintah. Pengembangan model CE juga perlu membahas kebutuhan tersebut dengan mempertimbangkan  dampak pada lingkungan, kompetisi ekonomi, dan kelangkaan sumber daya. Selain itu, artikel ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman CE yang kongkrit sebagai peletakan dasar pengukuran dari implementasi CE yang telah dilakukan oleh berbagai pihakABSTRACT Circular Economy (CE) is a concept that encourages the use of circular resources to achieve sustainable development. The topic of CE is proliferating and attracting the attention of various parties, including the government, students, businesses and industry. This article will examine in a concrete way the indicators to measure economic efficiency in the Circular Economy (CE) concept. Bibliometric analysis was also built to describe the CE approach's development with the Scopus database's support. This Circular Economy concept discusses various steps and strategies to save the function of products, components, materials and others. Researchers, industry and government urgently need a literature review for developing the CE model. The development of the CE model also needs to address these needs, considering the impact on the environment, economic competition, and resource scarcity. In addition, this article is also expected to provide a concrete understanding of CE as a basis for measuring the CE implementation that various parties have carried out.
Pengukuran Kinerja Desa Tanjungan Gresik Dengan Pendekatan Balanced Score Card Dini Retnowati; Gusti Adriansyah; Moch. Anshori; Ahmad Fatih Fudhla; Ika Widya Ardhyani; Asri Dwi Puspita; Gempur Santoso
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Among Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v4i1.1777

Abstract

Metode Balanced Score Card merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam proses pengukuran kinerja. Salah satu obyek yang dapat diukur adalah kinerja desa. Saat ini, desa Tanjungan yang terletak di kabupaten Gresik masih belum menjalankan seluruh program utama kementerian, hanya menjalankan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Di sisi lain, sumber daya desa masih terbatas dan belum dikelola seluruhnya. Sumber daya aparat desa juga masih minim pengalaman serta belum memiliki kemampuan manajerial yang memadai. Peran serta Perguruan Tinggi sebagai mitra pengabdian masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan gambaran kinerja desa, utamanya dengan pendekatan metode Balanced Score Card. Dari hasil pengukuran kinerja desa Tanjungan dengan metode ini memberikan gambaran bahwa desa Tanjungan masih menjalankan program desa dengan hasil yang masih belum optimal dikarenakan masih terdapat kelemahan kinerja desa pada aspek-aspek tertentu, yaitu aspek pertumbuhan dan pembelajaran serta aspek masyarakat yang masih kurang. Ini berarti program desa yang ada harus lebih ditingkatkan baik dari sisi kualitas program maupun dari sisi kuantitas program. Ke depannya, program desa Tanjungan diarahkan pada program desa menuju desa unggulan, Dengan proses pendampingan diharapkan desa dan aparatnya dapat menyusun dan mengevaluasi program-program utama kementerian menuju desa Tanjungan yang sejahtera dan mandiri.
Pemodelan Systems Dynamics pada Penanganan Sampah di Desa Penambangan Kabupaten Sidoarjo Dini Retnowati; Ahmad Fatih Fudhla; Ahmad Yani
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.141 KB) | DOI: 10.25105/jti.v11i3.13076

Abstract

Intisari— Emisi karbon terbesar berasal dari residu yang ditinggalkan dari aktivitas manusia. Pada volume besar dan tak terkendali, emisi ini menjadi penyebab utama pemanasan global. Sumbangsih emisi gas buang juga bersumber dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Di negara Indonesia, yang termasuk dalam kategori negara berkembang, aktivitas masyarakat lebih banyak terakumulasi di tingkat desa. Desa Penambangan merupakan desa yang terletak di kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa timur yang memiliki luas wilayah kurang lebih 150 Ha dengan jumlah penduduk 5.816 jiwa. Pada penelitian ini dilakukan kajian dengan pendekatan system dynamics bagaimana penanganan sampah di desa tersebut. Model system dynamics yang dihasilkan bisa digunakan untuk bahan pertimbangan pemerintah desa Penambangan dalam menangani sampah. Berdasarkan simulasi model, seiring berjalannya waktu, total tingkat emisi karbon dari sampah desa meningkat rata-rata 10.8% tiap bulan. Dengan melakukan penanganan sampah organing yang lebih komprehensif, emisi karbon berkurang hingga 90.4% dibandingkan kondisi awal di level model. Abstract— The largest carbon emissions come from residues of human activities. In large and uncontrolled volumes, these cause global warming. As an accumulation, The emissions also come from the daily activities of the community. In developing countries such as Indonesia, community activities are mostly accumulated at the village level. “Penambangan” is one of villages located in Sidoarjo, East Java, which has an area of approximately 150 hectares with a population of 5,816 people. In this study, a system dynamics approach was carried out on how to handle waste in the village. The resulting model can be used by local government for consideration in handling them. Based on the model simulation, the total level of carbon emissions of the community increased by an average of 10.8% per month. By carrying out more comprehensive handling of waste, carbon emissions are reduced by 90.4% compared to the initial conditions at the model level.
Pendampingan Penyusunan Strategi Peningkatan Omset dan Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Lele di Desa Jemundo Ratna Ekasari; Moch. Anshori; Dini Retnowati; Ahmad Fatih Fudhla; Asri Dwi Puspita
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v6i1.370

Abstract

Budidaya pembesaran ikan lele sampai mencapai ukuran konsumsi merupakan salah satu usaha budidaya yang memiliki prospek pasar tinggi. Mengingat lele merupakan salah satu sumber protein yang disukai masyarakat dari berbagai kalangan usia. Peluang usaha pembesaran lele ini telah ditangkap dan dijalankan oleh beberapa warga di desa Jemundo. Namun dalam perjalanan, usahanya masih mengalami beberapa kendala, mulai dari proses budidaya hingga pemasarannya. Oleh karena itu, pada program pengabdian masyarakat kali ini, akan dilakukan pendampingan terkait penyusunan strategi peningkatan omset dan pengembangan usaha pembesaran ikan lele. Analisis strategi akan dilakukan dengan melihat kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang yang ada dan nantinya akan membantu dalam penyusunan strategi utama untuk pemasaran usaha budidaya lele ini.  Beberapa strategi berhasil dirumuskan mulai dari memperbanyak jumlah kolam untuk budidaya lele, menjalin kerjasama dengan penjual sayur, penjual ikan, mengoptimalkan promosi  kepada konsumen secara langsung melalui pemasangan banner dilokasi ataupun media sosial  serta membuat inovasi produk olahan lele seperti nugget lele atau lele siap goreng untuk meningkatkan nilai jual lele. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan dalam penerapan strategi serta evaluasi dari strategi yang dijalankan. Diharapkan dengan adanya keberlanjutan maka usaha budidaya lele mitra semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI KARDUS DENGAN PENDEKATAN LEAN DMAI DI PT KEDAWUNG CCB Santoso, Achmad Amiruddin; Fudhla, Ahmad Fatih
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 1 No. 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v1i1.39-46

Abstract

Kapasitas produksi di PT. Kedawung Setia CCB masih belum sesuai target akibat adanya kegagalan produksi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan pendekatan lean DMAI untuk dapat memenuhi target yang diharapkan. Tahapan metode ini dimulai dengan mengidentifikasi waste yang paling berpengaruh diantara 4 waste yang ada. Kemudian membuat dekripsi sistem dan pareto chart dilanjutkan dengan analisa, RCA dan FMEA untuk mengetahui akar penyebab masalah dan nilai tertinggi RPN. Dari hasil pengolahan data diperoleh, defect sebagai waste yang paling berpengaruh. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 126 terdapat pada jenis defect berupa karton rusak akibat dari penataan sheet yang kurang maksimal dan mesin yang sering rusak. Oleh karena itu, pada tahap improve perlu dilakukan pemeliharaan mesin. Dari hasil penelitian diperoleh waktu rata-rata pemeliharaan korektif (MCT) pada mesin printing adalah 1,2 jam dan waktu pemeliharaan preventive adalah 1 jam . Waktu rata-rata diantara kerusakan atau MTBF ialah 142,85 jam yang berarti mesin akan mengalami kerusakan setelah rata-rata beroperasi selama 142,85 jam atau 5,9 hari dan nilai ini juga menunjukkan umur operasi mesin.
APLIKASI METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PERSEDIAAN BAHAN PENOLONG REAGEN DENGAN PEMAKAIAN DAN WAKTU TUNGGU TAK TENTU Fudhla, Ahmad Fatih; SN, Susilowati Indah
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 2 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v2i1.43-48

Abstract

Bahan penolong reagen pada industri sabun dan produk-produk pembersih digunakan untuk menguji kualitas produk. Jika persediaan habis, maka kualitas hasil produksi tidak terkontrol. Sistem persediaan bahan reagen yang saat ini berjalan di PT. ABC, belum tertata dengan bagus. Pengecekan form pemakaian dilakukan dengan tidak terjadwal sehingga persediaan bahan reagen tersebut sering mengalami stockout yang mengakibatkan kerugian cukup besar. Pada penelitian ini, metode EOQ diaplikasikan untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Pemakaian bahan reagen dan Lead Time bersifat fluktuatif dan tidak menentu. Setelah dilakukan simulasi dengan data pemakaian selama 2018, metode EOQ bisa mengurangi terjadinya stockout, sehingga total potensi penghematan mencapai 84% dibandingkan sistem yang berjalan saat ini.
PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA DIVISI PACKING PRODUK RACK TROLLEY DENGAN METHOD TIME MEASUREMENT (MTM) Khoir, Muhammad Fathul; Fudhla, Ahmad Fatih; Santoso, Gempur
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 4 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v4i2.96-101

Abstract

The work system is the most important thing in the company, especially in manufacturing companies that produce various kinds of kitchen utensils made from stainless steel 402 and stainless steel 201 according to market demand. Of the many existing products, there are products with the highest demand level but take a long time in the packing division, which only has one station. The MTM (Method Time Measurement) method is used to map work movements that focus on work elements in the packing division with mobile gastronomic rack trolley observation products. After observing and measuring, this division has two light work elements but the processing time is quite long, the sandpaper work element is 9.48 minutes with the clean lab work element 8.13 minutes so that in total there are 9 work elements with a time of 53 minutes, by combining the sandpaper and lab work elements. clean with rework mapping, the result is 9.97 minutes and there is a balance of workload between right-hand movement and left-hand movement, from combining these elements, the work element in the packing division becomes more maximal, namely 8 work elements with 37 minutes per product.
SIX SIGMA IMPLEMENTATION IN "MONOSODIUM GLUTAMATE" PRODUCTION SYSTEMS Retnowati, Dini; Purnomo, Yudo; Fudhla, Ahmad Fatih
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v5i1.68-76

Abstract

Sebagai upaya untuk menjadi perusahaan yang kompetitif, PT GCK Indonesia sebagai salah satu produsen Monososium Glutamat di Indonesia, harus terus melakukan peningkatan sistem di segala sektor. Termasuk sistem produksi. Penelitian ini melakukan analisis perbaikan sistem produksi dan menelusuri produk cacat dengan penerapan metode Six Sigma. Data yang digunakan berasal dari hasil produksi selama enam bulan. Berdasarkan tahapan pengukuran, cacat produk memiliki nilai sigma sebesar 3,23 dengan nilai DPMO sebesar 275.586,22. Faktor manusia dan mesin adalah penyebab utama cacat. Perbaikan dilakukan dengan memperbaiki sistem perawatan mesin dan melengkapi prosedur operasi standar untuk setiap aktivitas kritis di lini produksi. ABSTRACTIn order to gain competitive advantages, PT GCK Indonesia, as one of the Monosodium Glutamate producers in Indonesia, must continuously improve the system in all fields. Including the production system. This study used the Six Sigma method, which analyzed product defects. Data used comes from production results for six months. Based on the measurement stages, the product defect had a sigma value of 3.23 with a DPMO value of 275,586.22. Human and machine factors are the leading causes of defects. Improvements are made by correcting the machine maintenance system and completing standard operating procedures for each critical activity.
LITERATURE REVIEW MODEL CIRCULAR ECONOMY DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA Suwignyo, Patdono; Arkananta, Raditya Erlang; Singgih, Moses Laksono; Fudhla, Ahmad Fatih; Juniani, Anda Iviana
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 4 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v4i2.122-131

Abstract

ABSTRAK Circular Economy (CE) adalah konsep yang mendorong penggunaan sumber daya yang sirkular untuk mencapai perkembangan yang sustainable. Topik CE sedang berkembang dengan pesat dan menarik perhatian berbagai pihak baik pemerintah, pelajar maupun dunia usaha dan industri. Artikel ini akan mengkaji secara kongkrit mengenai indikator-indikator untuk mengukur efisiensi ekonomi dalam konsep Circular Economy (CE). Sebuah analisis Bibliometrik juga dibangun untuk memaparkan perkembangan pendekatan CE dengan dukungan database scopus. Konsep Circular Economy ini membahas berbagai langkah dan strategi untuk menghemat fungsi dari produk, komponen, material dan lain-lainnya. Kebutuhan literature review untuk perkembangan model CE sangat dibutuhkan oleh peneliti, industri dan pemerintah. Pengembangan model CE juga perlu membahas kebutuhan tersebut dengan mempertimbangkan  dampak pada lingkungan, kompetisi ekonomi, dan kelangkaan sumber daya. Selain itu, artikel ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman CE yang kongkrit sebagai peletakan dasar pengukuran dari implementasi CE yang telah dilakukan oleh berbagai pihakABSTRACT Circular Economy (CE) is a concept that encourages the use of circular resources to achieve sustainable development. The topic of CE is proliferating and attracting the attention of various parties, including the government, students, businesses and industry. This article will examine in a concrete way the indicators to measure economic efficiency in the Circular Economy (CE) concept. Bibliometric analysis was also built to describe the CE approach's development with the Scopus database's support. This Circular Economy concept discusses various steps and strategies to save the function of products, components, materials and others. Researchers, industry and government urgently need a literature review for developing the CE model. The development of the CE model also needs to address these needs, considering the impact on the environment, economic competition, and resource scarcity. In addition, this article is also expected to provide a concrete understanding of CE as a basis for measuring the CE implementation that various parties have carried out.
Pemodelan Systems Dynamics pada Penanganan Sampah di Desa Penambangan Kabupaten Sidoarjo Retnowati, Dini; Fudhla, Ahmad Fatih; Yani, Ahmad
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v11i3.13076

Abstract

Intisari— Emisi karbon terbesar berasal dari residu yang ditinggalkan dari aktivitas manusia. Pada volume besar dan tak terkendali, emisi ini menjadi penyebab utama pemanasan global. Sumbangsih emisi gas buang juga bersumber dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Di negara Indonesia, yang termasuk dalam kategori negara berkembang, aktivitas masyarakat lebih banyak terakumulasi di tingkat desa. Desa Penambangan merupakan desa yang terletak di kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa timur yang memiliki luas wilayah kurang lebih 150 Ha dengan jumlah penduduk 5.816 jiwa. Pada penelitian ini dilakukan kajian dengan pendekatan system dynamics bagaimana penanganan sampah di desa tersebut. Model system dynamics yang dihasilkan bisa digunakan untuk bahan pertimbangan pemerintah desa Penambangan dalam menangani sampah. Berdasarkan simulasi model, seiring berjalannya waktu, total tingkat emisi karbon dari sampah desa meningkat rata-rata 10.8% tiap bulan. Dengan melakukan penanganan sampah organing yang lebih komprehensif, emisi karbon berkurang hingga 90.4% dibandingkan kondisi awal di level model. Abstract— The largest carbon emissions come from residues of human activities. In large and uncontrolled volumes, these cause global warming. As an accumulation, The emissions also come from the daily activities of the community. In developing countries such as Indonesia, community activities are mostly accumulated at the village level. “Penambangan” is one of villages located in Sidoarjo, East Java, which has an area of approximately 150 hectares with a population of 5,816 people. In this study, a system dynamics approach was carried out on how to handle waste in the village. The resulting model can be used by local government for consideration in handling them. Based on the model simulation, the total level of carbon emissions of the community increased by an average of 10.8% per month. By carrying out more comprehensive handling of waste, carbon emissions are reduced by 90.4% compared to the initial conditions at the model level.