Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK DAN LINGKUNGAN ALAMIAH BAGI DAYA TAHAN TUBUH ANAK USIA DINI Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny; Maulidya Ulfah; Nur Hamzah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v6i2.6206

Abstract

This research aims to determine the influence of physical activity and the provision of the natural environment for early childhood endurance because many schools for early childhood in Indonesia, are less optimal in the habituation of physical activities and less concerned with the natural environment. Their focus only on the children's Activities program based on the rigid curriculum, place, and learning media, with all activities held in the room. According to the interview and observation result in Daycare Tunas Mentari. The habituation of physical activity and the provision of natural environment had a significant influence on the children's body's endurance. Habituation of physical activity for early childhood must be done programmatically and become a habit; also the intervention of natural environment in schools must be done, by planting fruit trees or large trees that have the function of oxygen producers, neutralize pollution, cleanse and stabilize the air temperature, maintain clean water reserves, and control ecological, social imbalance. Types of trees and plants must be the suitability of their environment. Caring for the natural environment is very beneficial for the development and health of children, also for the sustainability of the universe and the health of the World Society
Pengembangan Buku Ajar Digital Parenting: Strategi Perlindungan Anak Usia Dini Maulidya Ulfah; Maemonah Maemonah; Sigit Purnama; Nur Hamzah; Elfann Fanhas Fatwa Khomaeny
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1773

Abstract

Penggunaan teknologi yang tidak semestinya mengakibatkan adanya digital kidnapping, cyberbulllying, child grooming, kecanduan gawai, pornografi, bahaya kesehatan dan radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa buku ajar digital parenting sebagai strategi perlindungan anak. Metode yang dipakai adalah penelitian dan pengembangan (RND) mengacu pada model pengembangan 4-D (define, design, develop dan desseminate). Produk divalidasi pakar media dan pakar ahli materi serta diuji cobakan kepada 15 orang tua anak selama 1 bulan. Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis tahap pertama dengan analisis deskriptif dan teknik analisis kualitas produk adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Pengembangan isi buku yaitu bahaya dunia online, konsep digital parenting, pengasuhan anak, bersahabat dengan media digital dan sinergi peran dari orang tua dan sekolah dalam melindungi anak. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa buku yang dinyatakan layak digunakan dengan hasil dari ahli media 85%, ahli materi 82%, pengguna 88,3% dan nilai rata-rata 85,1%.
Tontonan anak di Televisi: Paradoks dan Kontestasi Nilai Tontonan Anak di Media Televisi Nasional Nur Hamzah Hamzah; Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny; Maulidya Ulfa
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.713

Abstract

Durasi dan intensitas menonton anak yang melebihi 4 jam dalam sehari akan membuat mereka adiksi sekaligus rentan terpapar bahaya konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam acara anak yang tayang di media televisi nasional, mengeksplor nilai positif dan menggambarkan nilai negatif dalam program acara anak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek penelitian pada beberapa acara anak di media televisi nasional (Trans7, MNCTV dan TVRI). Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Untuk memeriksa keabsahan data, digunakan teknik trianggulasi dan perpanjangan waktu penelitian. Selanjutnya penelitian ini menyimpulkan bahwa ragam acara anak di televisi meliputi animasi anak dan edutainment. Kemudian terdapat nilai positif dalam tontonan anak yaitu nilai moral-spiritual, nilai sosial dan nilai budaya. Namun begitu, terdapat juga nilai negatif yakni hedonisme dan konsumerisme, nilai perilaku anti sosial serta nilai kekerasan. Secara umum penelitian menyimpulkan bahwa program anak pada televisi sebagian masih belum ramah anak.
PENERAPAN KONSEP PENDIDIKAN LUKMANUL HAKIM DALAM KELUARGA Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5630

Abstract

Abstract: Parenting and education for early childhood, in the era of Industrial 4.0 and the era of Society 5.0,  can not be done with conventional and classical approaches, because in this era occurs a rapid industrial revolution (speed), change suddenly, Unfriendly with slowly, and unpredictable, which produces many sophisticated industrial products, and also affects the social change drastically.  This research uses an explanation method based on library research, with the following steps: Identifying, reviewing, studying, analyzing, and syntactic the implementation of the family education concept Based on Q.S. Lukman (31): 12-19. Family education concepts based on Lukmanul Hakim that can be applied are as follows: (1). Introducing the creator (2). Introducing the origin of humans and their own (3). Teaching science as the basis of argumentation, (4). Introducing the law of causality, (5). Training and making habitual to prayer, (6). Training and making habitual to amar ma`ruf nahi munkar, (7). Training the patience, (8). Training to caring for others, (9). Training the children not to be arrogant or humble (10). Training the children live modestly, (11). Training children for good manners or politeness. The methods and models used are adapted to the material to be delivered.Keywords: Education Concept, Lukmanul Hakim, Family Abstrak: Pengasuhan dan pendidikan anak di era Industri 4.0 dan Era Society 5.0 tidak dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional dan klasikal, karena pada era ini terjadi sebuah revolusi industri yang sangat cepat (speed), berubah mendadak (suddent change), tidak bersahabat dengan yang lambat (unfriendly with slowly), masa depan yang susah untuk diprediksi (unpredictable), yang menghasilkan banyak produk hasil industri yang canggih (sophisticated) dan berdampak pula pada perubahan sosial masyarakat yang drastis.  Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif didasarkan pada  studi pustaka (library Research), dengan langkah-langkah sebagai berikut : Mengidentifikasi, Mengkaji, Mendalami, Menganalisis dan sintaksis penerapan konsep pendidikan Lukmanul Hakim berdasarkan pada Q.S. Lukman (31):12-19 pada keluarga. Konsep pendidikan Lukmanul Hakim yang dapat diterapkan dalam keluarga, adalah sebagai berikut: (1) Mengenalkan pengetahuan tentang sang pencipta; (2) Mengenalkan pengetahuan tentang diri dan asal usul manusia; (3) Mengajarkan ilmu pengetahuan sebagai landasan argumentasi dalam menjalani kehidupan; (4) Mengenalkan dan mengajarkan kepada anak pengetahuan tentang hukum sebab akibat (hukum kausalitas); (5) Melatih dan membiasakan sholat; (6) Melatih dan membiasakan beramar maruf nahi munkar; (7) Melatih dan membiasakan anak untuk bersabar; (8) Melatih dan membiasakan anak untuk memiliki kepedulian kepada sesama; (9) Melatih  dan membiasakan anak untuk tidak memiliki sifat sombong dan angkuh; (10) Melatih dan membiasakan anak untuk hidup bersahaja; (11) Melatih dan membiasakan anak untuk memiliki sopan santun. Adapun metode dan model yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan.Kata Kunci: Konsep Pendidikan, Lukmanul Hakim, Keluarga
PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI MENURUT Q.S. LUKMAN : 13 – 19 Elfan Fanhas F Kh; Gina Nurazizah Mukhlis
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3a (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.666 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3a.1032

Abstract

Penguatan pendidikan karakter menjadi program prioritas pemerintah Indonesia dalam membenahi sistem pendidikan nasional  sebagai antisipasi terhadap munculnya gejala-gejala runtuhnya moral dan lunturnya nilai-nilai agama dan susila di masyarakat, hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Perpres Nomor. 78 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Anak Usia Dini (AUD) berada pada fase keemasan (the golden age) dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia baik secara fisik, emosi, sosial, dan spiritual, sehingga untuk mendapatkan hasil yang epektif dan optimal, maka pendidikan karakter harus dimulai sejak AUD. Al-Qur`an sebagai pedoman hidup umat Islam telah mengajarkan dan menggambarkan bagaimana pendidikan karakter harus diajarkan kepada anak sebagai bekal yang utama dan fundamental dalam menjalani kehidupan di dunia, untuk dapat memahami bagaimana pendidikan karakter tersebut, dapat digunakan metode bayani yang meliputi : identifikasi nash al-qur`an yang akan dikaji, identifikasi nash al-Qur`an yang berkaitan, dan memahami nash al-qur`an secara tekstual dan kontekstual. Dengan menggunakan metode bayani, maka pendidikan karakter menurut Q.S Lukman : 13-19, sebagai berikut : melatih dan membiasakan sikap loyal, hormat, syukur, kritis, rasa ingin tahu, ramah, tanggungjawab, disiplin, berani, sabar, peduli kepada sesama, tidak sombong, hidup bersahaja, serta sopan santun. Apabila pendidikan karakter  menurut Q.S Lukman : 13-19 dilaksanakan oleh orang tua dalam mendidik anaknya, sebagaimana Lukman kepada anaknya maka dekadensi moral dapat diminimalisir dan masyarakat Indonesia akan mencapai kejayaan dan kemuliaannya. Kata Kunci : Pendidikan Karakter; Anak Usia Dini (AUD); Q.S. Lukman : 13-19.
PENGARUH GERAKAN SHOLAT DHUHA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA UNSUR KESEIMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Ridwan Nurhadi; Maesaroh Lubis; Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2022): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v6i1.1874

Abstract

Sholat adalah sebuah gerakan yang dimulai dari gerakan berdiri kemudian membungkuk sehingga tangan sampai pada lutut, dilanjutkan dengan berdiri kembali dengan tuma’ninah atau khusuk. Secara teoritis dengan melakukan gerakan Sholat Dhuha dengan frekuensi, intensitas dan durasi dalam latihan kebugaran dapat memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan motorik kasar anak terutama pada unsur keseimbangan. Seperti gerakan berdiri, takbiratul ihram, rukuk, sujud, dan salam ini akan memberikan stimulus yang baik bagi keseimbangan anak baik secara jasmani maupun rohani. Untuk melatih keseimbangan salah satunya dapat dilatih dengan menggunakan kegiatan stork stand untuk melatih keseimbangan statis dan kegiatan modifikasi bass tes untuk melatih keseimbangan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan gerakan sholat Dhuha terhadap perkembangan motorik kasar pada unsur keseimbangan tubuh anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental design dengan menggunkan desain penelitian time series desain. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 anak, diantaranya 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Sebelum pengambilan data sample peneliti terlebih dahulu melakukan kegiatan pretest sebanyak 4 kali uji pretets untuk melihat berapa jumlah anak yang memiliki nilai konsisten dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan pretest. Setelah melakukan uji pretest sebanyak 4 kali peneliti langsung menarik data untuk dijadikan sampel, dari data pretest yang mempunyai nilai konsiten berjumlah 10 orang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, perbandingan antara nilai pretest sebelum diberikan perlakuan dan nilai postest setelah diberikan perlakuan terdapat peningkatan nilai yang cukup signifikan yaitu Rafa memiliki selisih angka 40 dengan presentasi peningkatan 127 %, Hana memiliki selisih angka 25 dengan presentasi peningkatan 115%, Restu memiliki selisih angka 38 dengan presentasi peningkatan 123%, Dewi memiliki selisih angka 45 dengan presentasi peningkatan 130%, Faisal memiliki selisih angka 19 dengan presentasi peningkatan 111%, Aqyla memiliki selisih angka 30 dengan presentasi peningkatan 117%, Fadlan memiliki selisih angka 43 dengan presentasi peningkatan 128%, Elsa memiliki selisih angka 26 dengan presentasi peningkatan 115%, Abdan memiliki selisih angka 25 dengan presentasi peningkatan 115%, Dinda memiliki seslisih angka 31 dengan presentasi peningkatan 120%.
SENI DAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 1 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 1, Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.005 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i1.246

Abstract

Abstract The presence of the Study Program of Drama, Dance and Music (Sendratasik) in Muhammadiyah University (PTM) becomes a challenge as well as an opportunity for the development of da'wah amar ma`ruf nahi munkar, especially the pros and cons of religious scholars (fuqahau fi diin) with artistic and cultural laws. Muhammadiyah as an Islamic movement and da'wah amar ma`ruf nahi munkar with the spirit of tajdid to carry out its movement in various aspects of human life, namely: education, health, social, economic, arts and culture, and other aspects, even KH Ahmad Dahlan as founding father using art in his dakwah. By using descriptive method, then art and culture in Muhammadiyah perspective of law is allowed, even can become fardu if in framework of da'wah amar maruf nahi munkar. As for norms and values that must be held firmly in running art and cultural activities, do not lead or cause damage (fasad), danger (dharar), iniquity (Ishyan), and distancing themselves from Allah (baid anillah).
KENALKAN, SENANGKAN, BIARKAN, DAN BIASAKAN (KSB2) SEBAGAI UPAYA MENANAMKAN KARAKTER GEMAR MEMBACA ANAK USIA DINI Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny; Siti Anisah
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.317 KB) | DOI: 10.17977/um053v2i1p18-25

Abstract

The character of fond  reading is one of the characters that the government wants to build, this is marked by the issuance of Perpres (Presidential regulation) Number. 78 Year 2017 on Strengthening the Character Education. To develop the character of fond reading is not easy, like turning your palm, but it needs a long process that must be started from early childhood. With the descriptive method, the author described one of PAUD Terpadu Tunas Mentari programs in its efforts to instill the character of fond reading in early childhood through KSB2 program. The impacts of implementing the program are: (1) Children feel happy and enthusiastic when they are invited to the regional library, (2). Children after returning from the regional library, will tell about what they read; (3). Children ask their parents to buy picture books; (4). Children language skills increase, with increasing mastery of new vocabulary Karakter gemar membaca adalah salah satu karakter yang ingin dibangun oleh pemerintah, sebagaimana dituangkan dalam perpes No. 78 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Untuk membangun karakter gemar membaca tidak dapat dilakukan mendadak secara tiba-tiba, tetapi perlu proses panjang yang harus dimulai sejak anak usia dini. Dengan metode deskriptif, penulis menggambarkan  salah satu program PAUD Terpadu Tunas Mentari Kota Tasikmalaya dalam upayanya menanamkan karakter gemar membaca pada anak usia dini melalui program   Kenalkan, Senangkan, Biarkan, dan Biasakan (KSB2). Dampak implementasi program tersebut adalah : (1) Anak merasa senang dan antusias ketika akan diajak ke perpustakaan daerah, (2). Anak setelah pulang dari perpustakaan daerah akan bercerita tentang apa yang ada di buku; (3). Anak meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan buku bergambar; (4). Kemampuan kebahasaan anak meningkat, dengan bertambahnya penguasaan kosakata baru .
The Concept of Family Education According to Q.S Lukman: 13-19 Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Proceedings of The ICECRS Vol 1 No 2 (2017): Science for Social Welfare and Justice
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.599 KB) | DOI: 10.21070/picecrs.v1i2.1427

Abstract

Human Being is created by Allah in a state of not knowing anything, but equipped with the senses and minds as tools to be able in receiving knowledge, and also established the concepts and norms which forms the basis of educational process. The occurrence of moral decadence in Indonesian young generation is always associated with the bad education system used, so it is need a systematic and comprehensive effort to understand the nature of human beings and how to educate them based on the references from Allah as the creator. Al-Qur'an gives many examples of good educational process, such as contained in Q.S. Lukman: 13-19. To understand about the educational process can be used a bayani method which includes: identifying the nash of al-qur`an to be studied, identifying the corresponding Nash of Al Qur’an, and understanding the Nash of Al Qur’an textually and contextually. By using Bayani method, the concept of family education based on Q.S Lukman: 13-19, as follows: introducing Allah as a creator and the origin of human being, teaching science as the basis of argumentation, introducing the law of causality (Cognitive aspect), training and making habitual on praying and Amar maruf nahi munkar (Psychomotor aspect), training the patience, caring for others, humble, modest life, and politeness (Affective aspect). The affective aspect in the concept of family education based on Q.S Lukman: 13-19 is dominant about 45.46%, if this concept is used by parents in educating their children, the problem of moral decadence in this country can be minimized.
Metode Bercakap-Cakap Bagi Anak Usia Dini: METODE BERCAKAP-CAKAP BAGI ANAK USIA DINI Elfan Fanhas F Kh
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2016): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.185 KB)

Abstract

Early Childhood is a golden age phase to transformation of basic knowledge and basic value, but few among us understand and take advantage of that opportunities cause lack of knowledge and method to educate early childhood. Al-Qur`an as a way of life for all mankind from his creator give an over view about an effective learning methods based on the characteristics of early childhood, that is chatting methods. Based on descriptive analysis of Al-Qur`an surah Al-Baqarah 30-33 it`s contains dialogue between Allah S.W.T., with angels about the first creation of human being. Chatting methods are as follows : (1). Do stimulation or impulse of curiosity (2). Answer the questions untill the child stopped to ask (3). Give a new insights in your answer (4). Concrete your answers (5). Give the questions back.