ANTONIUS PETRUS RUMENGAN
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, North Sulawesi, Indonesia

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ANTI PIRETIK DAN ANTI OKSIDAN DARI EKSTRAK ALGA HIJAU Boergesenia forbesii Rumengan, Antonius P.; Mantiri, Desy A.; Kepel, Billy J.; Kepel, Rene C.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alga laut yang tumbuh secara liar di pinggiran perairan merupakan salah satu tumbuhan laut yang berpotensi penting untuk industri farmasitika Indonesia. Alga hijau Boergesenia forbesii merupakan salah satu yang alga liar yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini akan diuji aktifitas ekstrak alga hijau Boergesenia forbesii apakah memiliki aktifitas antipiretik. Metode yang digunakan untuk uji antipiretik yaitu menaikkan suhu tubuh dari hewan uji dengan memberikan larutan pepton 10% dengan dosis 150 mg/kg. Kontrol positif menggunakan 1% parasitamol dengan dosis 150 mg/kg. Hewan perlakuan menggunakan ekstrak alga hijau Boergesenia forbesii 1% denga dosis 150 mg/kg. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak alga hijau Boergesenia forbesii memiliki aktifitas antipiretik. Tetapi perlu dilakukan penelitan lanjutan untuk diperoleh senyawa yang lebih murni lagi.Kata kunci: Alga, Boergesenia forbesii, antipiretik, antioksidan
ANALISIS JENIS PIGMEN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK PIGMEN XANTOFIL PADA ALGA COKLAT Sargassum polycystum (C.Agardh) Paransa, Darus S. J.; Kemer, Kurnia; Rumengan, Antonius P.; Mantiri, Desy M. H.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The separation of algae extracts in a Thin Layered Chromatography used Matsjeh method, covering plate preparation, sample application, plate development and visualization. In addition, the pigment types of brown algae, Sargassum Polycystum (C. Agardh), were β-caroten, pheofitine, chlorophyll-a and lutein. The pigment types of extracts dissolved difference were β-caroten, xanthofil (zeaxanthin and lutein), chlorophyll-a and chlorophyll-c. The antibacterial activity test used Kirby-Bauer method. Results indicated that the extracts of S. Polycystum, had antibacterial activity on four test bacteria, Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, Salmonella paratiphy b and Staphylococcus aureus.Kata Kunci: Algae, Sargassum Polycystum, pigment and antibacterial
ANTIBAKTERI DARI BEBERAPA EKSTRAK PADA ALGA COKLAT Kemer, Kurnia; Paransa, Darus S. J.; Rumengan, Antonius P.; Mantiri, Desy M. H.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biota laut memiliki khasiat farmakologi untuk dapat dikembangkan menjadi bahan sediaan farmasitika. Jenis-jenis alga laut seperti Padina australis, Halimeda opuntia, Halymenia durvillaei, dan Laurencia papillosa merupakan jenis-jenis alga yang ditemukan di perairan pesisir Pulau Nain. Perairan Pulau Nain merupakan salah satu daerah perairan di Sulawesi Utara yang memiliki sumberdaya perairan yang cukup melimpah termasuk di antaranya adalah sumberdaya alga laut. Kehadiran sumberdaya ini di ekosistem perairan intertidal sangatlah penting sebagai produsen dan karena juga kandungan komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Namun sejauh ini pemanfaatan sumber bahan bioaktif dari alga sebagai komoditas perdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Untuk itu pada penelitian ini, dilakukan uji antibakteri yang diharapkan dapat menunjukkan adanya aktivitas antibakteri di dalam alga tersebut.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ALGA Dictyosphaeria cavernosa DARI PERAIRAN TELUK MANADO Rumengan, Antonius P.; Mantiri, Desy A.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alga laut yang tumbuh secara liar di pinggiran perairan merupakan salah satu tumbuhan laut yang berpotensi penting untuk industri farmasitika Indonesia. Alga Dictyosphaeria cavernosa merupakan salah satu yang alga liar yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini akan diuji aktifitas ekstrak alga hijau Dictyosphaeria cavernosa apakah memiliki aktifitas antioksidan. Metode yang digunakan untuk uji metode untuk uji antioksidan menggunakan DPPH sebagai radikal bebasnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak alga hijau Dictyosphaeria cavernosa memiliki aktifitas antioksidan. Tetapi perlu dilakukan penelitan lanjutan untuk diperoleh senyawa yang lebih murni lagi.
ESTIMASI KANDUNGAN KARBON (C) PADA SERASAH DAUN MANGROVE DI DESA LANSA, KECAMATAN WORI, KABUPATEN MINAHASA UTARA Tidore, Fadli; Rumengan, Antonius; Sondak, Calvyn F.A.; Mangindaan, Remy E.P.; Runtuwene, Heard C.C.; Pratasik, Silvester B.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.2.2018.21529

Abstract

Global warming is one of the environmental issues related to climate change. Coastal blue carbon ecosystems such as mangrove and seagrass have ability to combat global warming. Mangrove ecosystem has an important ecological function in efforts to mitigate global warming, by carbon storage. This study was done in Lansa Village mangrove forest and focused on mangrove leaf litter. The purpose of this study was to estimate carbon content in mangrove leaf litter. Leaf litter samples were collected by using a 1x1 m2 litter trap, which was made of black nylon with a mesh size of about 0.2 cm, 8 traps were put under mangrove trees canopy, with a height of 1.5 m above sea level or at the highest tide. The samples were taken and observed every 7 days. The samples were analyzed by using Dry-Ash Method. The results showed that the average litter production of gram wet weight (Gbb) and gram dry weight obtained during the study were 122.97 gbb m2/28 days, 4.39 gbb m2/28 days, 47.69 gbk m2/28 days, 1.83 gb m2/day. The average of mangrove leaf litter biomass is 30.12 g m2. The highest amount of carbon storage in mangrove litter was 19.30 gram C. The average value of the percentage of carbon content of all plots was 31.38% per day. Based on these results the estimated amount of carbon removal in mangrove leaves was 2.16 t C ha-1 y-1 or 337.18 t C y-1.and 1,237.45 t CO2 y-1.Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting dalam upaya mitigasi pemanasan global, yakni sebagai penyerap dan penyimpan karbon Hutan mangrove juga memiliki peran sebagai penyerap karbon dioksida (CO2) dari udara sehingga sangat berguna untuk mitigasi perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untung mengestimasi kandungan karbon pada serasah daun mangrove di hutan mangrove Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. penelitian ini dilakukan menggunakan metode litter trap yang berukuran 1x1 m2, yang terbuat dari nylon berwarna hitam dengan ukuran mata jaring (mesh size) sekitar 0,2 cm, sebanyak 8 buah dipasang di bawah kanopi pohon mangrove, dengan ketinggian 1,5 m di atas permukaan air laut atau pada pasang tertinggi untuk menampung jatuhnya serasah dan diamati setiap 7 hari. Hasil penelitian diperoleh rata-rata produksi serasah gram berat basah (Gbb) dan gram berat kering yang didapat selama penelitian, sebesar 122,97 gbb/m2/28hr, 4,39 gbb/m2/hr, 47,69 gbk/m2/28hr, 1,83 gbk/m2/hr. rata-rata biomassa serasah daun mangrove sebesar 41,07. Jumlah simpanan karbon tertinggi pada serasah mangrove sebesar 19,30 gram C. Nilai rata-rata persentase kandungan karbon dari semua plot adalah sebesar 31,38% per hari, berdasarkan hasil penelitian jumlah estimasi kandungan karbon yang tersimpan pada serasah daun mangrove 2,16 ton/ha/tahun.
Telaah Sitotoksik Dari Ekstrak Karang Lunak Nephtea sp. Rumengan, Antonius P.; Mangindaan, Remy E. P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.3.2013.4009

Abstract

Telaah aktivitas sitotoksik merupakan langkah awal dalam pencarian senyawa baru yang potensial sebagai antitumor, antara lain berasal dari bahan hayati laut. Karang lunak berpotensi dalam penyediaan substansi bioaktif yang memiliki aktivitas sitotoksik. Sampel karang lunak Nephtea sp diekstraksi dengan pelarut methanol, kemudian dipartisi dengan menggunakan pelarut etil asetat, heksan dan kloroform. Ekstrak dari hasil ekstraksi dan partisi diuji aktivitas sitotoksiknya pada sel telur bulu babi Tripneustes sp. Pengamatan untuk ekstrak metanolik menghambat perkembangan embrio pada perlakuan setelah fertilisasi hanya memperlambat perkembangan embrio bulu babi sedangkan untuk fraksi larut etil asetat, heksan dan kloroform dari kedua perlakuan memiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi dengan menghambat perkembangan embrio bulu babi Tripneustes sp. Karang lunak Nephtea sp mengandung senyawa yang memiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi. Untuk itu perlu dilakukan pemurnian senyawa lebih lanjut.
Analisis antibakteri alga Padina australis Hauck di Perairan Teluk Totok dan Perairan Blongko Puasa, Elsian; Mantiri, Desy; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.19517

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bioaktivitas antibakteri pada alga Padina australis Hauck di Perairan Teluk Totok dan Perairan Blongko. Alga P. australis Hauck  adalah makro alga yang termasuk dalam golongan alga coklat (Phaeophyta), hidup melekat pada substrat keras. Lokasi pertama pengambilan sampel yaitu Teluk Totok di Minahasa Tenggara merupakan muara dari sungai Totok, tempat  buangan  limbah hasil pengolahan emas. Lokasi kedua Perairan Blongko Minahasa Selatan merupakan perairan yang relative bersih. Metode yang digunakan untuk analisis antibakteri adalah metode resazurin. Metode ini adalah menguji oksidasi reduksi. Indikator resazurin, warna biru dalam kondisi teroksidasi akan berubah menjadi resofurin warna merah muda. Metode ini digunakan untuk menentukan Konsentrasi Hambatan Minimum. Nilai yang diperoleh, dianalisis melalui Spektofotometer Multiskan-Go. Hasil penelitian menunjukan bahwa alga P. australis Hauck dari Perairan Teluk Totok, mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus pada plate sumur pertama sampai sumur ketiga dengan nilai konsentrasi hambatan/MIC 1210,0 ppm. Demikian juga alga dari Perairan Teluk Totok terdapat aktivitas antibakteri pada bakteri gram negatif Escherichia coli, pada plate sumur pertama dengan nilai konsentrasi hambatan/MIC 4840,0 ppm. Sedangkan pada alga P. australis dari Perairan Blongko tidak ditemukan senyawa antibakteri.
Antibakteri Dari Ekstrak Karang Lunak Nephtea sp. Rumengan, Antonius P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.3.2013.4010

Abstract

Biota laut sangat berpotensi memberikan senyawa bioaktif untuk kepentingan  farmasitika. Salah satunya adalah karang lunak,  yang telah dilaporkan memproduksi metabolit sekunder sebagai mekanisme pertahanan diri mereka. Karang lunak yang setelah sering menjadi obyek penelitian, tetapi bioaktifnya masih terbuka untuk dipelajari. Penelitian ini difokuskan pada senyawa antibakteri yang dihasilkan oleh karang lunak sebagai langkah awal untuk mendapatkan obat antibiotik baru. Sampel karang lunak (Nephtea sp.) diambil dari perairan Malalayang. Sampel diekstraksi dengan etanol, dan diuapkan untuk mendapatkan ekstrak etanolik. Ekstrak etanolik ini diuji apakah memberikan positif atau efek negatif sebagai  antibakteri. Selanjutnya ekstrak dipartisi dengan etil asetat, butanol, dan heksan untuk menyelidiki aktifitas antibakterinya berdasarkan polaritas masing-masing pelarut. Setiap fraksi diuji aktivitas antibakteri setelah pelarut diuapkan. Uji antibakteri digunakan bakteri Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak dilakukan dua konsentrasi yaitu 1 ml dan 0,01 ml dari masing-masing fraksi ke dalam media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada zona bening  pada konsentrasi 1 ml, tetapi jauh di bawah diameter zona bening kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa setiap fraksi tidak memiliki efek antibakteri yang baik pada bakteri uji.
Uji Aktivitas Antioksidan pada Makro Alga Coklat Hydroclatrus clathratus (C. Agardh) Hower dan Padina minor Yamada Paraeng, Pricilia; Mantiri, Desy; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.4.2.2016.14082

Abstract

Makro alga cokelat merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif, seperti antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang dapat melawan pengaruh bahaya dari radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil metabolisme oksidatif, yaitu hasil dari reaksi-reaksi kimia dan proses metabolik yang terjadi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan pada alga cokelat Hydroclathrus clathratus (C. Agardh) Hower dan Padina minor Yamada yang diambil dari perairan Tongkeina kota Manado dan perairan Selat Lembeh kota Bitung dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil. Hasil penelitian dari ekstrak pigmen dalam PE pada makro alga H. clathratus (C. Agardh) Hower dan P. Minor Yamada memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak dalam etanol. Semakin kecil nilai absorban maka semakin tinggi nilai inhibisi dimana aktivitas antioksidan pada ekstrak semakin tinggi. Ekstrak yang digunakan memiliki nilai inhibisi yang mendekati dengan nilai inhibisi Kontrol yang digunakan yaitu asam askorbat dan tokoferol.
Karakteristik komunitas mangrove desa Motandoi kecamatan Pinolosian Timur kabupaten Bolaang Mongondow Selatan provinsi Sulawesi Utara Paruntu, Carolus; Windarto, Agung; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.2.2017.16619

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan sumber daya alam daerah pesisir yang  mempunyai manfaat sangat luas baik secara ekologis, ekonomis, maupun sosial. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan karakteristik atau struktur komunitas mangrove di desa Motandoi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara.  Parameter struktur komunitas mangrove yang diukur adalah kerapatan spesies, frekuensi spesies, luas areal tutupan, nilai penting suatu spesies dan keanekaragaman spesies.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode line transect kuadrat yang telah dicatat pada form mangrove, diolah lebih lanjut untuk memperoleh data spesies, kerapatan spesies, frekuensi spesies, luas areal tutupan, nilai penting suatu spesies dan keanekaragaman spesies. Selain data primer, diperoleh juga data sekunder dengan penulusuran pustaka. Hasil menunjukkan bahwa ada tiga spesies yang ditemukan, yaitu Rhizophora mucronata dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 85,19%; 45,45%; 97,81%; 228,45%; 0,14; 0,07; 0,73, Rhizophora apiculata dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 10,37%; 36,36%; 1,45%; 48,18%; 0,24; 0,11; 0,01, dan Bruguiera gumnorrhiza dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 4,44%; 18,18%; 0,74%; 23,37%; 0,14; 0,07; 0.00.  Vegetasi mangrove di desa Motandoi didominasi oleh tiga spesies yang berasal dari family Rhizophoraceae, yaitu  Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata dan Bruguiera gumnorrhiza, namun spesies yang paling dominan adalah Rhizophora mucronata.  Tidak ditemukannya beberapa spesies yang diperkirakan hadir di lokasi penelitian, bukan berarti mereka tidak ada sama sekali, tetapi bisa disebabkan karena survei ini tidak secara khusus dirancang untuk menemukan seluruh spesies mangrove.
Co-Authors , Esther D. Angkouw Adnan S Wantasen Agung Windarto Ajrin Y Nusi Andika Muhammad Andreas Marbun Angkouw , Esther Dellayani Ari B Rondonuwu Ari B. Rondonuwu Ari Berty Rondonuwu Bella R. Lelewa Billy J. Kepel Billy T. Wagey Billy Th Wagey Billy Wagey Billy Wagey Bonde, Alis Febri Boneka, Farnis B. Boneka Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Calvyn F.A Sondak Carolus P Paruntu Carolus P Paruntu Carolus P Paruntu Carolus P. Paruntu CAROLUS PAULUS PARUNTU Carolus Paulus Paruntu Carolus Paulus Paruntu Chatrien A. L. Sinjal Christian Palit Christine Kondoy Christine Kondoy Cosme B. De C. Da Costa Cristio Singon Daisy Monica Makapedua Darus S. Paransa DARUS SAADAH JOHANIS PARANSA Dedy Octavian Siahaan, Dedy Octavian Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deiske. A. Sumilat Deislie R. H. Kumampung DESY MARIA HELENA MANTIRI Dias Diasasthisa Eko S Wibowo ELVI SISKA MANDIANGAN Elvy Ginting Elvy L. Ginting, Elvy L. Elvy Like Ginting Erlangga, Muhammad Erly Y Kaligis Erly Y. Kaligis Esry T Opa Esther D. Angkouw Farnis B Boneka Farnis B Boneka Farnis B. Boneka Farnis B. Boneka Fernando Gultom, Fernando Firdaut Ismail Fitje Losung Frans Lumuindong George L Pandeirot Gerardus M Tiolong Ginting, Elvy Like Grathia Charity Grevo S. Gerung Gustaf N. Mamangkey Hariyani Sambali Hengky J Sinjal Hermanto Manengkey Hermanto W.K. Manengkey Inayah Inayah Indri Manembu Indri S Manembu Indri S. Manembu Inneke Rumengan Irmalita Tahir James J.H Paulus Jane Mamuaja Jans Lalita Johan Tumiwa Joice R.T.S.L Rimper Joice R.T.S.L. Rimper Joshian N. W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshua W.T. Mailoor Joudy Sangari Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Khusnul Hotimah Kurnia Kemer, Kurnia Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Laurentius Th X Lalamentik Lidya Magdalena Luturkey, Maureen Fenesya Mahmud, Maudy Rusmini Mandei, Kania F.A. Mantiri, Desy M. H Maykel R Munaimbala Medy Ompi Medy Ompi Medy Ompi Meiske Salaki Mikhael A Maramis Muhammad Zhaqif Ambarak Musak, Putra N Gustaf Mamangkey N. Gustaf F. Mamangkey Najamuddin N Natalie D Rumampuk Natalie D. C. Rumampuk Natalie Rumampuk Nebuchadnezzar Akbar Nego E. Bataragoa Noldy G F Mamangkey Noldy G.F Mamangkey Noviantika Rumengan Nurdin Jusuf Olivio E. De Jesus Soares Paraeng, Pricilia Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paulus, James Ping A. Angmalisang Ping Astony Angmalisang Ping Astony Angmalisang Puasa, Elsian Putra Musak Rangan, Jety Remy E. P Mangindaan Renaldy Alexander Marpaung Rene Charles Kepel, Rene Charles Reynaldo Mangore Rignolda Djamaluddin Rignolda Djamaludin Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. B. Tangkery Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Romario Pohos Rosita Lintang Royke M. Rampengan Royke M. Rampengan Rumampuk, Natalie Detty C. Runtuwene, Heard C.C. Ruru, Ricky Andreas Rustam Effendi Paembonan Sandra O. Tilaar Sandra Tilaar Sandra Tilaar Sanjay Gagu Sarif Hidayat Sarifudin Tidore Silvester B Pratasik Siolimbona, Abdul Ajiz Stefano Juliander Suwarsono Stenly Wullur Stephanus Mandagi Stevania M Runtuwene Sumilat, Deiske Adeleine Suria Darwasito Suria Darwisito Suria Darwisito Surya Darwisito Suzanne L. Undap Tambunan, Rose Agustin Tidore, Fadli Tirsa Lumbu Trezya Pangemanan Undap , Suzanne Lydia Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Verisandria, Rio Victoria E. N. Manoppo Victoria EN Manopo Vildo Kasenda Vinsensius V. Makawaehe Wendy Alexander Tanod Werianty Liony Zeak Winda Mercedes Mingkid Yogo Pamungkas, Yogo Zulhan A Harahap