Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Pambiwara Berbahasa Jawa Bagi Karang Taruna Desa Geneng sebagai Upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya Lokal Kasetyohani, Prastiti Tri; Roby Danisalam; Rafi Syuja Satria; Aulia Khansa Nabila; Rickra Christy Alexandra; Sava Ega Devara; Jassond Erhant Marcelino; Andra Rakha Setyawan; Aditya Dwi Cahyanto; Yusana Sasanti Dadtun; Kartiningsih Basuki
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian bahasa dan budaya daerah menjadi tantangan di tengah arus globalisasi, termasuk di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Bahasa Jawa sebagai identitas budaya lokal mulai jarang digunakan dalam acara resmi, sehingga diperlukan upaya untuk menghidupkannya kembali. Kelompok 50 KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2025, di bawah bimbingan Dr. Yusana Sasanti Dadtun, M.Hum., menyelenggarakan pelatihan pambiwara atau pembawa acara berbahasa Jawa. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat dan anggota Karang Taruna Desa Geneng sebagai peserta utama. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan keterampilan komunikasi dalam bahasa Jawa serta menumbuhkan kesadaran pelestarian budaya lokal. Metode kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, simulasi pembawaan acara, dan praktik langsung di hadapan peserta lain dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan berbicara peserta, kepercayaan diri yang lebih tinggi, serta kesadaran akan nilai budaya bahasa Jawa. Peserta mampu memahami struktur bahasa, penggunaan diksi yang tepat, dan etika pambiwara. Kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pelatihan, yaitu meningkatkan kemampuan pambiwara berbahasa Jawa sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
PENGENDALIAN HAMA TIKUS DAN WERENG MELALUI PROGRAM KKN UNS 116 UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI DESA CUCUKAN, PRAMBANAN Yusana Sasanti Dadtun, Mohammad Daffa N, Nazmina Amalina Elsa Novita Sari, Mafa Fitra Aulia, Ashila
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama tikus sawah (Rattus argentiventer) dan wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens) menjadi kendala utama dalam budidaya padi di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, karena menurunkan produktivitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan hama serta merancang strategi pengendalian terpadu yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk memetakan kondisi pertanian, penyuluhan kepada kelompok tani mengenai strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT), dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berbahan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem tanam Jajar Legowo dipadukan dengan penggunaan pestisida nabati mampu menekan populasi hama secara signifikan. Pendekatan ini juga meningkatkan pemahaman serta keterampilan petani dalam pengendalian hama berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, serta mendukung upaya peningkatan produktivitas padi dan ketahanan pangan desa.
Sociocultural Aspects of Drinking Ciu in Surakarta Yusana Sasanti Dadtun; Warto Warto; Susanto Susanto; Titis Srimuda Pitana
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 6, No 2 (2022): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v6i2.74085

Abstract

The presence of ciu is an important part of the Surakarta society's tradition. Drinking ciu serves a multifaceted symbolic function for their supporting community. the drinking habit of ciu has become a part of the drinking community's daily life, as passed down from their predecessors. The objective of this study was to discover the sociocultural aspects of ciu drinking in Surakarta's ciu drinking community. This study was designed with a qualitative method, which emphasizes the depth of information by delving into the meaning behind the symptoms. In-depth interviews were conducted with ciu drinkers, the community, producers, and government officials. The chairman and staff of Surakarta Kasunanan Palace's Traditional Council Institute (LDA), the abdi dalem, and various parties involved. Archives, newspapers, various reference books, and journal articles that discuss objects related to the research were used as written sources. The study's conclusion is drinking ciu from a review of social aspects pertaining to the existence of three groups of ciu drinkers spread throughout Surakarta, namely the Pangunci Community within the Surakarta Kasunanan Palace, the Pangunci Community outside the Surakarta Kasunanan Palace, and the Ciu drinkers outside the Pangunci Community. Drinking ciu has a special meaning, namely it is a symbol of collective identity, as it is part of the social solidarity of fellow connoisseurs in channeling the burdens of life. The various functions of ciu for the people of Surakarta are closely related to a review of the cultural aspects of drinking ciu. Apart from being passed down from generation to generation, the requirements of traditional rituals, parts of herbs to keep the body's stamina, and parts of traditional medicine ingredients are an important part of ciu's function in Surakarta's culture. Therefore, this study helps the community understand the socio-cultural phenomenon of the ciu drinking tradition in Surakarta, and it helps the government determine policies related to the ciu production system and its distribution.
Digitalisasi Katalog Arca Batu Koleksi Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk Kemudahan Akses Data Yusana Sasanti Dadtun; Aqila Sulthan Santoso; Muhammad Arfan; Muhammad Farrel Yudanta; Vincentius Brian Setyananda; Vito Iswin Nathaniel; Yohana Fransiska Hany Eka Putri; Selvio Berlianda Putra
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 3 (2026): September: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i3.6383

Abstract

Current developments in information technology provide significant opportunities for the preservation and dissemination of cultural heritage information, particularly stone statues classified as cultural heritage objects. The Cultural Preservation Office of the Special Region of Yogyakarta, as an institution responsible for protecting, developing, and utilizing culture, holds a collection of stone statues that requires modern data management. This study aims to design and implement the digitization of stone statue descriptive catalogs into an interactive digital flipbook easily accessible via barcode scanning. The research method used is descriptive qualitative with a literature review approach, supported by observation and documentation during an internship program at the Cultural Preservation Office of the Special Region of Yogyakarta. The process of creating this digital catalog involves several systematic stages, including detailed physical documentation of the stone statues, research and identification of historical sources, visual layout design using graphic software, document uploading to an interactive flipbook platform, and the generation of accessibility barcodes. The result of this research is a ready-to-use interactive digital catalog that is proven to be accessible to the public without physical limitations of time and space. Administratively, the implementation of this technology streamlines physical data storage and is expected to reduce print publication costs while enhancing public engagement in studying the ancestral historical heritage of the archipelago.
Co-Authors Aditya Dwi Cahyanto Amad Saeroji Andika Syahal Mahfuzh Andra Rakha Setyawan Aqila Sulthan Santoso Arina Ilma Mufida Aristri Rahma Magistra Aulia Fasa Kartisabila Aulia Khansa Nabila Aulya Zahra Kharismanty Ayu Pramudita Bagus Panji Amrullah Bambang Ratri Subagya Biruni Ahmad Dania Meisah Putri Destian Dewantoro Diana Ema Fitriani Dicky Pamungkas Dimas Muhammad Fathoni Disti Julista Sotya Putri Evi Lia Novita Sari Fadhilah Ishma Diyana Farradis Muhammad Albari' Fesha Nurrahma Niyan Kenyowati Fira Amalia Sholihah Fitri Nur Rahmawati Galuh Amalia Kus Furi Hayu Adi Darmarastri Hiero Ardra Ramadhani Intan Marsani Ira Monikha Ivonny Asya Tatristya Ixora Andini Aurellia Janet Devagaluh Athalla Jassond Erhant Marcelino Kartiningsih Basuki Kasetyohani, Prastiti Tri Khowlah Zhorifah Lia Kurniawati Lintang Nur Ulfiyah Liya Yuliyana Made Vilola Wijaya Meisyafa Setyawan Mirza Aulia Ramadhan Muhammad Arfan Muhammad Farrel Yudanta Muhammad Hanida Syahrial Hidayat Muhammad Rengga Setya Marliansyah Mustaqim Ilham Khoiri Nabila Fatharani Usmana Nandhika Rega Rohadi Novrizal Triananda Panca Amelia Putri Putri Syifa Uswatun Chasanah Rafi Syuja Satria Ranya Andien Aqmarina Rara Nurmalita Irawan Revi Prasetyarini Rickra Christy Alexandra Risqina Salsabila Syacharani Roby Danisalam Saddat Kadhafi Saka Juang Miftahul Ulum Satrio Agung Nugroho Sava Ega Devara Selvio Berlianda Putra Shofi Martasavira Dita Siti Nuraziza Sri Handayani Sudarno Sudarno Suharyana Suharyana Supariadi Supariadi Susanto Susanto Susanto Susanto Sutirta, Tundjung W. Syakira Putri Kirana Syifa Nuha Pramesti Taufik Tri Baskhoro Tiara Fadjar Ratna Puspa Titis Srimuda Pitana Tiwuk Kusuma Hastuti Tundjung Wahadi Sutirto Umi Yuliati Vincentius Brian Setyananda Vito Iswin Nathaniel Wangsit Rozikin Warto Warto Yohana Fransiska Hany Eka Putri Yora Ahyalina Yuliani Yusmiarni Yuyun Rahayu Zakiyyah Afrahas Sholikhah