Yudi Darlan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. Dr. Junjunan No. 236 Bandung-40174, Indonesia.

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAS BIOGENIK DAN UNSUR MINERAL PADA SEDIMEN DELTA KAPUASKALIMANTAN BARAT Yudi Darlan; Sahudin Sahudin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4275.226 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.222

Abstract

Gas metan biogenik merupakan gas metan yang terbentuk akibat aktivitas anaerobik. Gas biogenik yang terdapat di daerah penelitian merupakan gas biogenik yang terdapat pada sedimen Kuarter. Sedimen Kuarter yang mengalasi daerah telitian terdiri atas perselingan pasir dan lempung yang mengandung unsur pembentuk mineral dan material organik. Pada sumur bor BH-3 yang mengandung gas biogenik, kandungan bakteri metanogenik sebesar 1,5% dari total bakteri umum, kandungan karbon total sekitar 4%, unsur utama, unsur logam berat, dan unsur tanah jarang (REE) mengalami perubahan yang signifikan. Pada sumur BH-1, BH-2, dan BH-4 kandungan unsur-unsur tersebut tidak menunjukkan perubahan yang mencolok. Penelitian ini adalah untuk memahami keberadaan gas biogenik di daerah Delta Kapuas dengan melihat keragaman sedimen dan unsur pembentuk mineral Kata kunci: gas metan biogenik, bakteri metanogenik, karbon total, unsur utama, unsur logam berat, unsur tanah jarang, Delta Kapuas, Kalimantan Barat Biogenic methane was formed by anaerobic activity. The biogenic gas was found in the Quaternary sediments in the study area. This sediments consist of alternating sand and clay that contain the element-forming minerals and organic material. Analysis metanogenik bacteria(1,5%), total carbon content(4%), major elements, heavy metals, and rare earth elements (REE) in borehole BH-3 containing biogenic gas is significantly changing. In the borehole of BH-1, BH-2, and BH-4 content elements do not show significant changes. This research is to understand the existence of biogenic gas in the Kapuas Delta region by looking at the diversity of sediment and mineral-forming elements. Keywords: biogenic methane, bacteria metanogenik, total carbon, major elements, heavy metal elements, rare earths, Delta Kapuas, West Kalimantan
KANDUNGAN KONSENTRAT EMAS PLASER DI PERAIRAN BAYAH KABUPATEN LEBAK Udaya Kamiludin; Yudi Darlan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 3 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.541 KB) | DOI: 10.32693/jgk.5.3.2007.140

Abstract

Ekstraksi emas berdasarkan hasil amalgamasi terhadap konsentrat gisik pasir (sand beach) pada muka gisik (beach face) menunjukan bahwa di pantai Bayah dan sekitarnya mengandung emas (Au) lantak (bullion) berkisar 6 – 71 ppb dan ikutannya, perak (Ag) 4 – 47 ppb. Kadar tertinggi kandungan emas ditemukan pada muka gisik di daerah pantai Bayah dan terendah di Cihara. Hasil penambangan memperlihatkan semakin besar jumlah berat contoh asal maka kandungan emas dan ikutan yang didapat semakin besar walaupun dalam berat konsentrat yang relatif sama. Adanya penyimpangan kadar emas di pantai Bayah, selain hasil rombakan sumber batuan yang dibawa oleh aliran sungai Cimandur, diduga berasal pula dari lautan dekat pantai yang dibawa oleh gelombang laut. Daerah mineralisasi batuan berupa urat kuarsa, bijih silika dan skarn merupakan komplek Kubah Bayah yang terletak di sebelah utara daerah penelitian. Kata kunci : Gisik berpasir, muka gisik, emas letakan, amalgamasi, hasil penambangan, urat kuarsa, pantai Bayah dan sekitarnya. Gold extractions based on the amalgamation process resulted from the sand beach concentrate of the Bayah beach and its vicinity, contain gold (Au) bullion 6 - 71 ppb and its association, silver (Ag) 4 - 47 ppb. The highest and the lowest of gold content in each samples are found at the Bayah and Cihara beach areas. Result of the traditional gold mining show that the greater bulk sample, hence the greater gold content and its association eventhough in the same weight of concentrate. The occured gold anomalies in Bayah coast is resulted of source rock brought by Cimandur stream, probably deposited in the marine environment brought by wave near the coast. Rock mineralization took the form as quartz veins, ore silica and skarn represent Dome Bayah complex located in the north of research area. Keyword: Sand beach, beach face, gold placer, amalgamation, result of mining, quartz veins, Bayah and its vicinity.
KARAKTERISTIKA PANTAI DALAM PENENTUAN ASAL SEDIMEN DI PESISIR bAYAH KABUPATEN LEBAK, BANTEN Deny Setiady; Yudi Darlan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.081 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.223

Abstract

Karakteristika pantai di daerah penelitian terdiri atas pantai bertebing dan pantai landai. Pantai landai dicirikan oleh morfologi datar berupa pasir lepas, sedangkan pantai bertebing dicirikan oleh morfologi bergelombang disusun oleh batuan keras yang masif, seperi batuan intrusif, batupasir dan konglomerat. Data bor yang diperoleh dari 10 lokasi di sepanjang pantai Bayah, menunjukkan bahwa bagian atas merupakan sedimen lanau-pasirsedang dengan ketebalan antara 50 cm sampai 110 cm, sedangkan sedimen pasir kasar terdapat di bagian bawah dengan ketebalan antara 120 cm sampai 210 cm. Kata Kunci: Karakteristika pantai, sedimen, Bayah, Banten Coastal characteristics in the study area consists of the cliff and gentle coasts. The gentle coasts are characterized by flat morphology and placer sand sediments. While the cliff coasts are characterized by an undulated morphology composed by massive hard rocks. Drilled data from 10 locations along Bayah coastal area, indicate that the upper part consists of silt-sand sediments with 50-110 cm in thickness, while coarse sand sediment found at the bottom part with 120-210 cm in thickness. Keyword: coastal characteristics, sediment, Bayah, Banten
LINGKUNGAN PENGENDAPAN SEDIMEN PERANGKAP GAS BIOGENIK DI DELTA SUNGAI KAPUAS KALIMANTAN BARAT Hananto Kurnio; Yudi Darlan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.029 KB) | DOI: 10.32693/jgk.7.2.2009.173

Abstract

Lingkungan pengendapan delta Sungai Kapuas di Kalimantan Barat terdiri dari dataran delta atas, dataran delta bawah dan lingkungan marin. Pada wilayah pesisir, dataran delta bawah terdiri dari kanal cabang (distributary channels), rawa (swamp) pada pulau-pulau delta dan pantai. Lingkungan pengendapan marin terdiri muka delta (delta front) dan prodelta; dengan lingkungan muka delta sedimen bersifat pasiran karena mengendapkan muatan sedimen (bed load) dari sungai, sedangkan pada lingkungan prodelta, sedimen yang diendapkan bersifat suspensi pada paparan dengan pengaruh proses marin lemah. Reservoar pasir pada kanal cabang dan pantai purba delta Sungai Kapuas merupakan tempat akumulasi gas biogenik. Kata kunci: lingkungan pengendapan delta, gas biogenik, Sungai Kapuas Deltaic deposition environment of Kapuas River in Western Kalimantan is consisted of upper delta plain, lower delta plain and marine environment. Within coastal zone, lower delta plain can be classified into distributary channels, swamp, deltaic islands and coasts. Marine environment is composed of delta front and prodelta; with delta front environment characterized by sandy sediments derived from river bed load. While prodelta sediments are suspension materials deposited in shelf of weak marine influences. Sand reservoirs at paleo distributary channels and paleo coasts of Kapuas River delta is the media for biogenic gas accumulations. Key words: deltaic deposition environments, biogenic gas, Kapuas River
KETERDAPATAN EMAS DAN PERAK DALAM SEDIMEN PERMUKAAN DASAR LAUT DI PERAIRAN BAYAH DAN CIHARA, BANTEN SELATAN Maman Surachman; Yudi Darlan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 3 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.319 KB) | DOI: 10.32693/jgk.5.3.2007.141

Abstract

Sedimen permukaan dasar laut di daerah penyelidikan lebih dari 95 % terdiri atas material sedimen klastik hasil rombakan dari batuan di daratan (terrigenous sediment). Berdasarkan teksturnya, sedimen daerah telitian dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis : pasir lanaun, pasir, lanau pasiran, dan pasir sedikit kerikilan. Secara lateral, pasir lanauan merupakan sedimen yang paling luas sebarannya. Berdasarkan ukuran butirannya, komposisi sedimen di daerah telitian didominasi oleh ukuran pasir halus, pasir sangat halus dan lanau. Di blok timur, kadar emas dalam sedimen berkisar antara 0,1 – 0,54 ppm, namun umumnya < 0,3 ppm. Kadar perak berkisar antara 5,62 -30,85 ppm, umumnya < 15 ppm. Di blok barat, kadar emas berkisar antara 0,11 – 0,57 ppm, namun umumnya >0,3 ppm. Kadar perak antara 7,43 – 28,35 ppm, namun umumnya > 15 ppm. Emas dan perak dalam sedimen terutama diperkirakan berasal dari mineralisasi primer yang terdapat di daerah hulu S. Cimadur dan daerah hulu S. Cihara. Kata Kunci : Emas, perak, sedimen, Bayah & Cihara. Submarine surficial sediments of the investigated area consist of more than 95 % land derived sediments. Based on textural classification the sediments are divided into 4 units: silty sand, sand, sandy slit and slightly gravelly sand. Laterally silty sand are the widest distribution. Based on grain size analyses, the composition of the sediment consists of fine sand, very fine sand and silt grain sizes. The Gold (Au) content within the sediment of the east block area ranges beetwen 0,1 – 0,54 ppm, but generally less than 0.3 ppm. The Silver (Ag) content ranges between 5,62 - 30,85 ppm, but generally less than 15 ppm. In west block area, Au content within sediment ranges between 0,11 – 0,57 ppm, but generally > 0,3 ppm. The Ag content ranges between 7,43 – 28,35 ppm, but generally > 15 ppm. The occurrence of Au and Ag within sediments of the investigation area are mainly estimated from primary gold mineralization areas which are located in upstream areas of Cimadur and Cihara Rivers. Keyword : Gold, silver, sedimen, Bayah & Cihara