Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Psikoedukasi Kesiapan Sekolah pada Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak untuk Pendidikan Sekolah Dasar Widi Astuti; Dwi Iramadhani; Yara Andita Anastasya; Tri Widia Ningsih; Nurwafi Oktari
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i2.19

Abstract

Permasalahan yang sering muncul ketika anak memasuki sekolah dasar yaitu kemandirian,konsentrasi, masalah relasi sosial, masalahmotivasi, prestasi belajar rendah, tulisan besardan kasar, keliru menulis huruf dan angka,belum lancar membaca, dll, disamping ituterdapat pula masalah yang terkait dengan pola pengasuhan diantaranya mudah marah,memukul dan menyakiti teman.Mitra dalam pengabdian ini adalah TKIT Anak Shalih.Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk memberikanpsikoedukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Kemudian juga memberikan pengetahuan orang tua mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Psikoedukasi nantinya akan diberikan melalui metode ceramah, diskusi dan case study. Dalam penyelesaian masalah bagi mitra dilakukan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini yaitu diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesiapan sekolah anak. Luaran yang diharapkan dari pengabdian ini adalah publikasi media online, accepted jurnal nasional dan signed dokumen MOU.
Program Pelatihan Building Self Determination Sebagai Upaya Peningkatan Motivasi Pengajaran Anak Berkebutuhan Khusus Pada Guru SDLB di Lhokseumawe Widi Astuti; Dwi Iramadhani; Yara Andita Anastasya; Nurul Afni Sinaga; Altira
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i2.30

Abstract

Seorang guru SLB dituntut untuk memiliki keterampilan khusus dalam mengajar dikarenakan karakteristik yang dimiliki masing-masing anak berbeda dengan anak normal. Selainitu anak berkebutuhan khusus juga memiliki waktu yang lebih lama dalam memahami suatu pelajaran. Berdasarkan hasil FGD ada beberapa permasalahan yang terjadi(1) tidak semua guru SDLB berlatar belakang pendidikan luar biasa. Ketika guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa tidak berlatarbelakang pendidikan luar biasa, (2) kurang mengetahui karakteristik anak berkebutuhan khusus, (3) kurangnya motivasi internal dalam mengajar dan mendidik. Dengan permasalahan tersebut, maka penulis memiliki solusi meningkatkan motivasi pengajaran dengan program building self determination. Program building self determination memiliki tujuan untuk membentuk motivasi internal. Ryan & Deci (2017) mengungkap salah satu variabel yang memberikan efek motivasi internal pada individu adalah Self Determination. Program pelatihan building self determination terbukti dapat meningkatkan motivasi siswa dalam merencanakan karir sebesar 43.8% sebelum dan sesudah diberikan pelatihan building self determination (Muna, Iramdhani, dkk , 2022). Kegiatan pengabdian ini memberikan hasil bahwa adanya peningkatan motivasi guru sebelum dan sesudah diberikan program pelatihan sebesar 12%. Kemudian guru lebih mengenal kompetensi diri yang mereka miliki dan lebih menyadari bahwa jika dibandingkan relasi antara rekan kerja dan siswa, mereka merasa lebih penting relasi mereka dengan siswa. Kata Kunci: Motivasi Mengajar, Self Determination, Guru SLB
The Relationship Between Social Support And Culture Shock Among Overseas Students At Malikussaleh University Rini Julistia; Yara Andita Anastasya; Widi Astuti; Leni Maszura; Zurratul Muna; Chindy Novita Rahmadani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49718

Abstract

Aceh merupakan salah satu daerah istimewa di Indonesia yang memiliki status otonomi khusus, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan culture shock pada mahasiswa rantau di Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik insedental sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 338orang mahasiswa rantau di Universitas Malikussaleh. Teknik pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial yang terdiri dari empat puluh sembilan aitem dan skala culture shock yang terdiri dari dua puluh enam aitem. Hasil penelitian menggunakan analisis spearman’s rho dengan nilai (r)= -0,233 dengan signifikansi (P<0.000) menunjukkan terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan culture shock yang artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah culture shock, begitu sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin tinggi culture shock pada mahasiswa rantau di Universitas Malikussaleh. Hal ini bermakna bahwa mahasiswa rantau yang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang lain dapat membantunya agar terhindar dari hal-hal negatif serta mengatasi gejala culture shock.
Sosialisasi Peer Guidance untuk Mereduksi Perilaku Bullying pada Remaja di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Naiza Ferona; Nadifatul Hawari; Nurhabibi Siregar; Nur Sakinah; Elvy Sahnur Nasution; Widi Astuti; Rizki Efrida
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren seyogyanya menjadi tempat membentuk akhlak yang mulia bagi santri, namun praktik perundungan (bullying) di lingkungan pesantren masih marak terjadi. Adapun jenis perundungan yang biasa terjadi berupa bullying fisik, verbal, ralasional serta melalui media sosial (cyberbullying) sehingga diperlukan upaya untuk mencegah dan melawannya. Pembekalan melalui psikoedukasi ini bertujuan memberikan pengenalan, pemahaman, serta penerapan cara guna mereduksi intensitas praktik bullying dan cara melawannya. Terdapat empat tahapan pada metode psikoedukasi yang dilakukan yakni; 1). Identifikasi, 2).Persiapan, 3).Pelaksanaan, 4).Evaluasi dan tindak lanjut kegiatan. Program pengabdian melalui psikoedukasi ini menghasilkan; 1). Pengetahuan pemahaman siswa tentang perundungan yang terukur dari hasil posttest dengan nilai yang memenuhi, 2). Peningkatan kesadaran siswa dengan membiasakan peka terhadap ciri - ciri perilaku perundungan dan mampu menjadi fasilitator bagi pelaku atau korban perundungan di lingkup sekolah guna membantu pihak guru, sivitas akademik dalam menciptakan iklim sekolah yang positif sehingga terbebas dari perilaku perundungan. 
The Relationship Between Self-Efficacy, Resilience, Meaning in Life, and Anxiety During the Crisis Situations Widi Astuti; Bintari Kartika Maharani; Cut Meurah Hadiah; Farah Yuliani; Fuadi, Fuja Simahara; Icha Lestari; Mellyana Br. Sembiring; Nurwafi Oktari; Rifda Hayati; Rio Zumaranto; Rusydina Sabila; Safrianti; Taufik Hidayat; Nur Afni Safarina; Maya Lestari
Jurnal Psikologi Terapan Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpt.v8i2.26266

Abstract

This study examined the relationship between self-efficacy, resilience, meaning in life, and anxiety during crisis situations like the COVID-19 pandemic. Self-efficacy is considered an important psychological resource that supports individuals in coping with stressful and uncertain situations. Using a quantitative correlational design, data were collected from participants through standardized psychological scales measuring self-efficacy, resilience, meaning in life, and anxiety. Pearson correlation analysis was conducted to test the relationships among variables. The results indicated that self-efficacy was positively and significantly correlated with resilience and meaning in life, suggesting that individuals with higher confidence in their abilities tend to show stronger adaptive capacity and a greater sense of life meaning. In contrast, the relationship between self-efficacy and anxiety was negative but not statistically significant. Aspect-level analysis showed that the magnitude, strength, and generality dimensions of self-efficacy were consistently related positively to resilience and meaning in life. These findings highlight the protective role of self-efficacy in psychological functioning during crisis situations. The study contributes to the development of psychological intervention strategies by emphasizing the importance of strengthening self-efficacy and resilience to support mental health outcomes. Future research is recommended to apply longitudinal designs and include mediating variables to better explain these relationships
Strategi Komunikasi Internal dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan PT. Indonesia Jaman Sekarang di Era Pandemi COVID-19 Laily Tsaniyah; Widi Astuti; Yulia Nanda Syafitri
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2026): Auguss: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/rxpyd717

Abstract

This study examines the internal communication strategies implemented by PT Indonesia Jaman Sekarang to improve employee work motivation during the COVID-19 pandemic. Using a descriptive qualitative approach, data were obtained through online interviews with key management informants and supported by relevant secondary sources. The findings show that the company developed an adaptive-holistic internal communication strategy consisting of two complementary dimensions. The structural-functional dimension included clearer communication flows, appropriate use of digital media, message standardization, clarification practices, vertical and horizontal communication, and direct managerial involvement. The relational-empathic dimension emphasized personal attention, team-building activities, company outings, social support, informal interaction, and managerial empathy toward employees affected by the pandemic. These strategies reduced communication barriers, strengthened trust, improved interpersonal relationships, and supported employee motivation under conditions of uncertainty. The study concludes that effective internal communication during organizational crises requires the integration of clear communication structures with relational and emotional support. This integrated approach positions internal communication as a strategic leadership capability for maintaining employee motivation, organizational cohesion, and work continuity during disruptive conditions. It also provides practical guidance for organizations facing similar disruptions.