Rini Fatma Kartika
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Hadis Tarbawi Dalam Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI SMA Rini Fatma Kartika; Siti Rohmah; N. Oneng Nurul Bariyah; Faris Rahmat Hidayat
Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Emanasi Volume 5 Edisi 1 Tahun 2022
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hadis Tarbawi yang terdapat dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran PAI di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memusatkan perhatian pada studi kepustakaan tentang analisis Hadis Tarbawi dalam Kurikulum 2013. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini dimulai dengan upaya mengklasifikasi Hadis Tarbawi dalam Kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di SMA. Untuk keperluan itu digunakan sumber data primer yaitu Kurikulum 2013 mata pelajaran PAI SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadis Tarbawi dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran PAI di SMA ada 18 hadis.
JAMINAN DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KAFALAH DAN RAHN) Rini Fatma Kartika
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v15i2.6332

Abstract

Jaminan Dalam Pembiayaan Syaiah. Jaminan diperlukan untuk melindungi bank-bank Islam dari risiko non-performing financing dan hilang keuangan lainnya yang mungkin disebabkan oleh perilaku curang (moral hazard) dari debitur. Maka jaminan dalam bentuk kontrak diperlukan, baik berupakafalahmaupunrahn untuk mengamankan posisi debitur yang curang. Meskipun penggunaan rahn dan kontrak kafalah tidak dikenal dalam pelaksanaan kontrak musyarakah dan mudarabah, akan tetapi menggunakan teori kebebasan berkontrak dimana semua pihak masih dapat kontrak di diktum utama karena prinsip dasar kontrak diperbolehkan dalam fikih muamalat selama kontrak atau persyaratan yang dibuat tidak bertentangan dengan syariah.
PENINGKATAN KOMPETENSI CALON KONSELOR PADA MAHASISWA HKI FAI UMJ MELALUI PELATIHAN KONSELING Rini Fatma Kartika; Siti Rohmah; Khasnah Saidah; Fakhrurazi Fakhrurazi; Nadia Safira
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nas.2.1.7-12

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa HKI dan penguatan kompetensi mahasiswa HKI sebagai calon konselor dalam memberikan konseling hukum keluarga Islam. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa (Andragogi), yang terdiri dari 5 langkah yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) sosialisasi/mendata peserta, 3) Pelatihan konseling (Teori dan praktik) , 4) Refleksi, 5) Pelaporan. Output yang diperoleh dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi dalam memberikan konseling Hukum Keluarga Islam dan kesiapan mahasiswa HKI sebagai calon konselor, secara skill dan mental bertambah baik sehingga mampu memecahkan permasalahan yang terjadi dan siap menjadi konselor.
Determinant Factors to become a Customer of Sharia Multifinance Companies among Indonesian Muslims Rini Fatma Kartika; Ali Idrus; Ade Suherlan
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 2 (2024): AUGUST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jes.v9i2.29345

Abstract

Sharia multifinance companies are one of Indonesia's Islamic non-bank financial industries that also utilize technological advances to facilitate people who want to apply for Islamic financing online. This study aims to analyse to analyze the determinants of awareness and intention of Indonesian muslim to become a customer of sharia multifinance companies. This study was quantitative by using questionnaire as the method of collecting data which distributed to a total of 418 respondents. The data analysed by using structural equation models with Smart PLS software. The results of this study found that religious commitment, awareness and reputation have a positive and significant impact on the intention to become a customer of sharia multifinance companies. The results of this study contribute to increase the understanding of sharia multifinance companies on the awareness and intention of Muslim in Indonesia to become their customer.
Social Security Programs in Islamic Law: A Comparative Study of Fatwa Institutions on Indonesia’s Health Insurance Sopa Sopa; Rini Fatma Kartika; Nurhadi Nurhadi; Dina Febriani Darmansyah; Taufiqurokhman Taufiqurokhman; Ma’mun Murod
Jurnal Hukum Vol 40, No 1 (2024): Jurnal Hukum
Publisher : Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jh.v40i1.37174

Abstract

This research addresses the divergence of scholarly opinions regarding the legal status of Indonesia's National Health Insurance (BPJS Kesehatan) and its implications for Sharia compliance. The controversy arises from varying arguments put forth by the Indonesian Ulema Council (MUI) and Nahdlatul Ulama as the largest Islamic organization in Indonesia, which has implications for the pro-people government program. The study aims to identify and analyze the factors contributing to the disparities in fatwas issued by MUI and NU concerning national health insurance. Additionally, it examines the role of scholars in shaping public policies to ensure their alignment with Sharia principles. The method used in thos study is by employing a descriptive-analytical approach, this research combines document studies and interviews for data collection. Qualitative analysis, guided by ushul fiqh and fiqh siyasa principles, is used to evaluate the controversies surrounding national health insurance issues. The research reveals that discrepancies in fatwa rulings are rooted in differences in the focus of study. MUI emphasizes the contractual aspect, deeming National health insurance incompatible with Sharia principles. In contrast, NU highlights the program's societal benefits, considering it Sharia-compliant due to its social insurance components. This study demonstrates that scholars' involvement in policy formulation is essential to ensure compliance with Islamic law. The divergence of fatwas regarding national health insurance underscores the need for greater scholarly input in shaping pro-people government programs. This research offers a comprehensive analysis of the national health insurance controversy from a scholarly perspective, shedding light on the critical role of scholars in policy-making processes in predominantly Muslim countries