Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KESPERA

Penyuluhan Kader Posyandu dan Deteksi Dini Stunting pada Balita dalam Upaya PencegahanStunting Di Desa Wonorejo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati Dwi Puji Astuti; Yeni Rusyani; Ratna; Luluk Dermawan
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.41

Abstract

Abstrak Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang mayoritas terjadi pada balita di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia masih sangat tinggi yaitu mencapai 32,8% pada balita. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya stunting antara lain kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi sebelum, saat hamil dan setelah melahirkan sehingga dapat menyebabkan  berkurangnya dalam pengasuhan anak. Salah satu Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati yang cukup banyak masalah stunting adalah Desa Wonorejo. Pengabdian masyaraka ini menggunakan metode penyuluhan kader posyandu dan deteksi dini stunting melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan pada balita. Hasil deteksi dini stunting pada balita didapatkan sebanyak 10 responden mengalami gizi kurang (83,3%) dan 2 responden normal (16,7%). Gizi kurang karena ada 2 faktor yaitu faktor internal antara lain usia, jenis kelamin dan jumlah asupan gizi balita sedangkan faktor eksternal seperti pola asuh orang tua, faktor ekonomi keluarga dan kondisi lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu sebagian besar kader belum sepenuhnya memahami pentingnya stunting sehingga pengukuran berat badan dan tinggi badan tidak rutin dilaksankan pada saat kegiatan posyandu. Kesimpulan: Kader posyandu harus mengukur berat badan dan tinggi badan secara rutin setiap bulan dan mencatat pengukurannya di KMS serta dari pihak puskesmas juga diharapkan rutin untuk memantau dan membina kader. Kata Kunci: balita, kader, stunting   Abstract Stunting is a chronic nutritional problem that mostly occurs in toddlers in Indonesia. The prevalence of stunting in Indonesia is still very high, reaching 32.8% among children under five. One of the factors that causes stunting includes the mother's lack of knowledge about health and nutrition before, during pregnancy and after giving birth, which can lead to reduced child care. One of the Tlogowungu sub-districts, Pati Regency which has quite a lot of stunting problems is Wonorejo Village. This community service uses the method of counseling posyandu cadres and early detection of stunting through measuring body weight and height in toddlers. The results of early detection of stunting in toddlers showed that 10 respondents were malnourished (83.3%) and 2 respondents were normal (16.7%). Malnutrition is caused by 2 factors, namely internal factors including age, gender and the amount of nutritional intake of toddlers, while external factors such as parenting patterns, family economic factors and living environmental conditions. Therefore, most cadres do not fully understand the importance of stunting, so weight and height measurements are not routinely carried out during posyandu activities. Conclusion: Posyandu cadres must measure their weight and height regularly every month and record their measurements in the KMS and the puskesmas is also expected to routinely monitor and develop cadres.   Keywords: toddlers, cadres, stunting
DETEKSI DINI STUNTING PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS TLOGOWUNGU Ulin Nafiah; Yeni Rusyani; Erlangga Mandala Sakti; Florianus H.M Mawo
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.42

Abstract

Abstrak Masalah gizi jika tidak ditangani akan menimbulkan masalah lebih besar, bangsa Indonesia dapat mengalami lost generation. Indonesia merupakan negara dengan urutan ke–17 dari 117 negara yang memiliki masalah gizi kompleks stunting, wasting dan overweight. Kejadian  stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% tahun 2017 dan 30,8% pada tahun 2018. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita mengenai deteksi dini stunting pada bayi dan balita,. kegiatan dilakukan pada tanggal 18 April 2024 dengan tiga agenda, pemeriksaan antopometri, penimbangan berat badan, pembagian doorprise, dan pemberian penyuluhan dan evaluasi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tlogowungu, Kecamatan Tlogowungu, kabupaten Pati. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi dan balita. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pemeriksaan antopometri menggunakan tikar stunting dan stutur meter, timbangan berat badan dan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan lembar balik. hasil: kegiatan pendampingan telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari ibu dan balita. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini stunting pada bayi dan balita..   Kata kunci : gizi, deteksi dini, balita, stunting, lost generation   Abstract If nutritional problems are not addressed, they will cause bigger problems, the Indonesian nation could experience a lost generation. Indonesia is the 17th country out of 117 countries that has complex nutritional problems of stunting, wasting and overweight. Stunting is a major nutritional problem facing Indonesia. Based on Nutritional Status Monitoring (PSG) data over the last three years, it has increased from 2016, namely 27.5% to 29.6% in 2017 and 30.8% in 2018. The aim of this community service is to increase the knowledge of mothers of babies and toddlers regarding early detection of stunting in babies and toddlers. The activity was carried out on April 18 2024 with three agendas, anthropometric examination, body weight weighing, door prize distribution, and providing counseling and evaluation. Health education is carried out in the Tlogowungu Community Health Center area, Tlogowungu District, Pati Regency. The target of the activity is mothers who have babies and toddlers. The methods used in this activity are anthropometric examinations using stunting mats and stucture meters, weight scales and health education using leaflets and flip sheets. results: mentoring activities have been implemented and received a good response from mothers and toddlers. There was an increase in the knowledge of mothers of babies and toddlers after providing outreach about early detection of stunting in babies and toddlers.   Keywords: nutrition, early detection, toddlers, stunting, lost generation