Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Geografi

PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA m roli; ahyuni aziz; fitriana Syahar
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.912 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/25

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Teori Butler tahun 1980 dari Model Tourism Area Life Cycle ( TALC) Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah objek wisata andalan Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Objek Wisata Lembah Harau, Objek Wisata Batang Tabik, Objek Wisata Pusako Rumah Gadang, dan Objek Wisata Kapalo Banda. Jenis analisi data yang digunakan adalah analisis data sekunder (ADS) dan Scoring Model dari Gunn dan Model TALC sebagai alat ukur dalam penelitian yaitu perkembangan objek wisata ditahap Eksplorasi (exploration), Tahap keterlibatan (involvemento), Tahap Pengembangan (development), Tahap Konsolidasi (Consolidation), Tahap kestabilan (stagnation), Tahap penurunan kualitas (decline), dan Tahap peremajaan kembali (rejuvenate). Data yang diolah yaitu data sekunder yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil temuan peneliti diperoleh: 1) Tahap perkembangan objek wisata ditinjau dari aspek jumlah kunjungan dan sarana prasarana yaitu a) Objek Wisata Lembah Harau berada di Tahap Kestabilan (Stagnation), b) Objek Wisata Batang Tabik berada pada Tahap Konsolidasi (Consolidation), c) Objek Wisata Pusako Rumah Gadang berada pada Tahap Penurunan Kualitas ( Decline), d) Objek Wisata Kapalo Banda berada pada Tahap Keterlibatan (Involvement). 2) Jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2007 sampai 2014 terbanyak terjadi di Objek Wisata Lembah Harau 1.023.617 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4,8, Objek Wisata Kapalo Banda 499.612 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 2,2, Objek Wisata Batang Tabik 447.096 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 3,2 , Objek Wisata Pusako Rumah Gadang 9.708 dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4. Dapat disimpulkan perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota masih butuh perhatian khusus seperti kegiatan pemberdayaan SDM yang berkualis agar pengelolaan terlaksana dengan baik serta pemeliharaan sarana prasarana agar objek wisata tersebut dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, baik bagi pemerintah maupun masyarakat
KLASIFIKASI KUALITAS PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DI KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI Sri Bening Pratiwi; Triyatno Triyatno; Fitriana Syahar
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.004 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/436

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research are (1) describe the quality parameters of settlement, (2) analyze the distribution of quality of settlements, (3) test the accuracy of interpretation Quickbird. Methods used for the quality of settlements is scoring and overlay. Accuracy of interpretation used confusion matrix method. Based on research result show that (1) the quality parameter of the settlements is the density of the settlements has a medium quality of 120 Ha, the pattern of the building layout has a bad quality of 182 Ha, tree protective settlement has a bad quality of 233 Ha, the road width has bad quality the extent of 207 Ha, the condition of residential road has good quality which is 204 Ha, and the residential location variable has medium quality which is 91 Ha. (2) the distribution of settlement quality in the subdistric Mandiangin Koto Selayan for the medium quality of settlements are having an area of 125 Ha, the quality of bad settlements has an area of 118 Ha. The medium quality of the settlements is the most in the village Kubu Gulai Bancah while the bad quality is the most in the village Campago Guguak Bulek. (3) test image accuracy using confution matrix produce accuracy of image that is 94,73%.
ANALISIS KECENDRUNGAN SPASIAL (SPATIAL TENDENCY ANALYSIS) KOTA PADANG MELALUI PENDEKATAN KENAMPAKAN FISIKAL MORFOLOGI (SEBAGAI BASIS DATA DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN KERUANGAN) Arie Yulfa; Fitriana Syahar
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.367 KB)

Abstract

Abstrak Pengembangan wilayah adalah berbagai upaya mengubah kondisi yang ada menjadi lebih baik dengan maksud mengatasi masalah-masalah diantaranya terkait pengalokasian sumberdaya, persebaran penduduk, penyediaan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecendrungan spasial (spatial tendency analysis) Kota Padang akibat proses perkembangan wilayah kota, melalui perembetan kenampakan fisikal morfologi meliputi : permukiman, persawahan, pertegalan dan hutan serta kecepatan perubahan kenampakan fisikal morfologi tersebut. Analisis kecendrungan spasial memiliki peran yang sangat penting dalam perencanaan pengembangan wilayah sebab memberikan informasi tentang kecendrungan perkembangan wilayah dalam kurun waktu tertentu, khususnya penambahan atau pengurangan penggunaan lahan tertentu. Peran penting lainnya adalah sebagai basis data dalam pengambilan kebijakan dan keputusan dalam rangka upaya mitigasi bencana untuk daerah rawan bencana berdasarkan pendekatan keruangan dan pertimbangan pengembangan wilayah terkait daya dukung lahan. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah menggunakan data – data sekunder berupa citra satelit dan data perubahan penggunaan lahan menurut jenisnya. Analisis data citra dengan teknik overlay untuk melihat kecendrungan melalui kenampakan visual dan analisis prediksi kecepatan penambahan maupun pengurangan dari kecendrungan spasial yang terjadi.