p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Ahmad Fauzi
Universitas Mulawarman

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REPRESENTASI ARAH KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH TINGKAT SMA SEDERAJAT DI KALIMANTAN TIMUR Purwoko Purwoko; Ahmad Fauzi; Laili Komariah; Lambang Subagio; Warman Warman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi arah kebijakan pendidikan yang diterapkan di Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan mutu pendidikan pada jenjang SMA/sederajat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dokumen dan wawancara mendalam terhadap pengambil kebijakan di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, kepala sekolah, serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah kebijakan pendidikan di Kalimantan Timur menekankan pada peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, dan pemerataan akses pendidikan. Kendala utama dalam implementasi kebijakan adalah ketimpangan infrastruktur antar wilayah dan kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi tenaga pendidik. Rekomendasi diberikan dalam bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan anggaran pendidikan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap program-program unggulan daerah.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN SEKOLAH BERBASIS MUTU PENDIDIKAN STUDI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS STUDI KASUS DI SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Ahmad Fauzi; Haeruddin Haeruddin; Azainil Azainil; Muhammad Ramli Buhari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan sekolah berbasis mutu pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan sekolah berbasis mutu dilakukan melalui tiga komponen utama, yaitu perencanaan strategis, pelaksanaan program mutu, dan evaluasi kinerja. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, minimnya pelatihan manajemen mutu, dan lemahnya sistem evaluasi berbasis data. Upaya peningkatan dilakukan melalui penguatan peran kepala sekolah sebagai manajer mutu, peningkatan partisipasi guru dan orang tua, serta penggunaan teknologi informasi dalam proses evaluasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan manajemen mutu pendidikan yang berkelanjutan.
STRATEGI PRODUK DAN DISTRIBUSI JASA PENDIDIKAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA: ANTARA BRANDING DAN KEBERLANJUTAN Muhlis Muhlis; Ahmad Fauzi; Widyatmike Gede Mulawarman; Nurlaili Nurlaili; Masrur Yahya
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.959

Abstract

Persaingan antar lembaga pendidikan swasta semakin ketat, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi produk dan distribusi jasa pendidikan yang diterapkan oleh lembaga pendidikan swasta dalam rangka membangun merek (branding) yang kuat dan menciptakan keberlanjutan institusi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada beberapa lembaga pendidikan swasta di wilayah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan branding sangat dipengaruhi oleh diferensiasi produk pendidikan, kualitas layanan, serta pendekatan distribusi yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan orang tua. Selain itu, keberlanjutan lembaga pendidikan erat kaitannya dengan konsistensi dalam penyampaian nilai, inovasi kurikulum, serta keterlibatan aktif dalam komunitas lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi produk dan distribusi yang efektif menjadi kunci dalam memperkuat daya saing lembaga pendidikan swasta dan memastikan keberlanjutan jangka panjangnya.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PERAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI SMA/SMK SEDERAJAT DI SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR (STUDI KASUS SMK MEDIKA SAMARINDA) Muhlis Muhlis; Ahmad Fauzi; Azainil Azainil; Dwi Nugroho; Muhammad Ramli Bukhari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi pembelajaran berbasis teknologi di SMK Medika Samarinda, Kalimantan Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses belajar mengajar di tingkat sekolah menengah kejuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam mendorong implementasi pembelajaran berbasis teknologi melalui tiga aspek utama: (1) kepemimpinan visioner dalam merancang arah dan kebijakan digitalisasi sekolah, (2) pemberdayaan guru melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi pembelajaran, serta (3) penyediaan sarana dan prasarana TIK yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran, tingkat literasi digital yang bervariasi di kalangan guru, serta pemeliharaan infrastruktur teknologi. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam menciptakan budaya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan era digital.
RELASI KEKUASAAN DAN IDIOLOGI DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA: IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH KALIMANTAN TIMUR Ahmad Fauzi; Purwoko Purwoko; Muhlis Muhlis; Warman Warman; Moh. Bahzar; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kekuasaan dan ideologi dalam sistem pendidikan Indonesia melalui implementasi kurikulum di sekolah menengah di Kalimantan Timur. Kajian ini dilandasi oleh pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan ideologi dan reproduksi kekuasaan negara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa sekolah menengah negeri dan swasta di Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen kurikulum serta kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum nasional merefleksikan ideologi dominan negara yang menekankan nilai-nilai nasionalisme, moralitas, dan kepatuhan terhadap otoritas. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum di tingkat sekolah dipengaruhi oleh dinamika lokal, kepemimpinan sekolah, dan interpretasi guru terhadap nilai-nilai ideologis yang terkandung di dalamnya. Relasi kekuasaan terlihat dalam pola top-down kebijakan pendidikan, di mana sekolah memiliki ruang terbatas untuk berinovasi sesuai konteks sosial budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih berperan sebagai arena hegemonik di mana ideologi negara direproduksi melalui proses pembelajaran, meskipun terdapat upaya resistensi dan adaptasi dari aktor-aktor pendidikan di tingkat lokal.