Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Utilization of Herbal Medicine and Boiled Water (Areca Catechu, Piper Betle and Garcinia Xanthochymus) To Accelerate Recovery During Early Puerperium Nurul Arriza; Windiyati Windiyati; Melyani Melyani; Luluk Handayani; Gloria Fortunata BE; Liza Erviana; Evi Evi
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i2.238

Abstract

Postnatal herbal medicine and boiled water are herbs are usually given to postpartum mothers to strengthen the body and speed up the recovery period of the uterus, speed up the cessation blood and healing perineal wounds. Method: Quasi Experimental research type Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Held at PMB Nuripah Kubu Raya on 21-27 November 2023. Total sample was 34 respondents, the respondents were divided randomly into 2 groups, postpartum mothers in intervention group were given 1x1 multivitamin and postnatal healthy herbal medicine test ingredients at a dose of 1x1 suchet (25 grams) and Postpartum mothers in control group were given 1x1 multivitamin as a comparison, the research was carried out for 7 days. Results: The intervention group had an effect on changes in uterine involution based on anteroposterior diameter (p. 0.005), changes in uterine involution based on longitudinal length (p. 0.002), the amount of locheal discharge (p. 0.003), the smell of locheal discharge (p. 0.002), reducing the pain scale (p. 0.000) and perineal wound healing (0.003). Conclusion: Healthy postpartum herbal medicine and perineal wound fluid effective accelerating early puerperium period (uterine involution, lochea and perineal wounds) with the fastest start of action compared to the control group (multivitamin).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORPRI Luluk Handayani
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.290

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek atau sangat pendek dari anak seusianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi pada masa kehamilan atau 1000 hari pertama kehidupan anak. Stunting masih menjadi permasalahan gizi global khususnya dinegara berkembang. Prevelensi stunting di Indonesia sebesar 31,8% pada tahun 2020 turun menjadi 24,4% pada tahun 2021dan mengalami penurunan menjadi 21,6% pada tahun 2022, namun angka ini masih tergolong cukup tinggi untuk mecapai target 14% pada tahun 2024. Salah satu faktor penting kejadian stunting dipengeruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu, apabila pengetahuan dan sikap ibu baik terhadap stunting dapat membantu dalam upaya pencegahan stunting pada anak. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 55 responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh hasil p-value 0,352 (p>0,05) Sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pencegahan kejadian stunting di Puskesmas Korpri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pencegahan kejadian stunting di Puskesmas Korpri. Hal ini dikarenakan usia ibu didominasi usia ideal dalam merawat anak (20-35 tahun), sebagian besar responden adalah ibu tidak bekerja sehingga lebih fokus dalam merawat dan memenuhi gizi anak.
Efektivitas Oketani Breast Massage terhadap Peningkatan Laktasi Pascapersalinan: Systematik Review Sherly Angellina; Luluk Handayani
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i1.327

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Isu kesehatan di Indonesia merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan manusia. Salah satu persoalannya adalah kurangnya pemenuhan gizi pada bayi karena kurangnya pemberian ASI, Beberapa ibu pasca melahirkan tidak langsung memproduksi ASI. Salah satu metode dalam meningkatkan produksi ASI adalah melakukan Oketani breast massage keunggulan dari metode ini adalah dapat dilakukan dirumah dan tanpa biaya selain itu juga dapat mengembalikan kontur payudara dan penampilan alami payudara. Menyusui dapat meningkatkan kedekatan (bonding) antara ibu dan bayi sekaligus mendukung pertumbuhan fisik dan mental anak secara alami Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektifitas Oketani Breast Massage terhadap peningkatan laktasi pasca persalinan. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder pada database Academi edu, Research Gate, Science Direct, PubMed dan Google Scholar . Hasil: setelah dilakukan analisis didapatkan hasil : Pijat oketani dapat merangsang kekuatan otot pectoralis untuk meningkatkan produksi ASI dan membuat payudara lebih lembut dan elastis, sehingga memudahkan bayi untuk menghisap ASI dan juga mampu memperlancar aliran darah dan limfatik menimbulkan efek berupa penurunan nyeri pada payudara dapat mengurangi kecemasan pada ibu selain itu juga dapat meningkatkan berat badan bayi karena terpenuhinya nutrisi dan meningkatkan bounding attachment antara ibu dan bayi. Kesimpulan: Oketani breast massage sangat efektif meningkatkan laktasi pascapersalinan, Oleh karena itu diharapkan tenaga kesehatan berperan penting dalam mempromosikan dan mempraktekan pijat Oketani. Abstract Research purposes: Health issues in Indonesia are one of the main issues in human development. One of the problems is the lack of nutritional fulfilment in infants due to lack of breastfeeding, some mothers after giving birth do not immediately produce breast milk. One of the methods in increasing breast milk production is doing Oketani breast massage. The advantage of this method is that it can be done at home and at no cost, besides that it can also restore the contour of the breast and the natural appearance of the breast. Breastfeeding can increase the closeness (bonding) between mother and baby while supporting the child's physical and mental growth naturally. Research methods: This type of research is literature review research. Data collection used in this research used secondary data on the Academi edu, Research Gate, Science Direct, PubMed and Google Scholar . Results: After the analysis was carried out, the results were obtained: Oketani massage can stimulate the strength of the pectoralis muscle to increase milk production and make the breasts softer and more elastic, making it easier for the baby to suck breast milk and also able to accelerate blood and lymphatic flow causing effects in the form of decreased pain in the breast can reduce anxiety in mothers besides that it can also increase the baby's weight due to fulfilment of nutrition and increase bounding attachment between mother and baby. Conclusion: Oketani breast massage is very effective in improving postpartum lactation, therefore it is expected that health workers play an important role in promoting and practicing Oketani massage.
Woolwich massage to stimulate breast milk production in postpartum mothers at Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital Aninditya Azis; Dwi Reza Wahyuni; Siska Nova Fitriani; Luluk Handayani; Nurul Arriza
Science Midwifery Vol 14 No 3 (2026): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v14i3.2435

Abstract

Breast milk is a vital source of nutrition for infants, meeting all their essential needs. Insufficient breast milk intake increases an infant's susceptibility to illness. One method to enhance the smooth flow of breast milk production is the application of Woolwich massage for postpartum mothers. This study aimed to determine the effect of Woolwich massage on increasing breast milk production in postpartum mothers. A pre-experimental research method utilizing a one-group pretest-posttest design was employed; the sample consisted of 20 breastfeeding mothers (one month postpartum) at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital between July and August 2024. The results showed that the mean score for breast milk flow was 4.80 prior to the Woolwich massage and 13.40 following the massage. Statistical analysis using the paired t-test (p-value = 0.001, ρ < 0.05) revealed a significant difference in breast milk flow before and after the administration of Woolwich massage. These findings indicate that Woolwich massage has the potential to increase breast milk production in postpartum mothers.