Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN Lactobacillus fermentum TERENKAPSULASI PLUS MULTI ENZIM TERHADAP KECERNAAN PAKAN BURUNG PUYUH Ahmad Luayyi Nur Rozikin; M Farid Wadjdi; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat penambahan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim terhadap kecernaan pakan burung puyuh. Materi yang digunakan yaitu burung puyuh umur 17 minggu, pakan komersial, isolat bakteri Lactobacillus fermentum, multi enzim, maltodextrin, tepung maizena, dan sampel feses. Penelitian dengan metode eksperimen secara In Vivo mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan A : pakan komersial tanpa probiotik (kontrol), perlakuan B : pakan komersial + probiotik Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim 1,5 g/kg pakan, perlakuan C : pakan komersial + probiotik Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim 3 g/kg pakan, dan perlakuan D : pakan komersial + probiotik Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim 4,5 g/kg pakan. Variabel yang diamati kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik . Data yang diperoleh dianalisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan organik. Rataan kecernaan bahan kering perlakuan A : 72,09a, perlakuan B : 72,44a, perlakuan C : 72,66a, dan perlakuan D : 74,50b. Rataan kecernaan bahan organik perlakuan A : 67,87a, perlakuan B : 68,53a, perlakuan C : 69,03a, dan perlakuan D : 72,94b. Kesimpulan penelitian ini bahwa penambahan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim  sebanyak 4,5 g/kg pakan memberikan nilai rataan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik terbaik.Kata kunci : Lactobacillus fermentum, multi enzim, enkapsulasi, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik 
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN Indigofera YANG DIFERMENTASI Aspergillus niger SEBAGAI BAHAN PAKAN FINISHER AYAM JOPER TERHADAP FCR DAN BIAYA PER KILGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN Taufan Aruman; Badat Muwakhid; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk menganalisis pengaruh tingkat penggunaan campuran daun Indigofera terfermentasi terhadap Feed Convertion Ratio, dan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan ayam Joper finisher. Materi yang digunakan adalah ayam Joper jantan berumur 22 hari, dengan jumlah 80 ekor. Bahan pakan berupa Konsentrat KBR-2, jagung kuning, dicalsium phosphat, minyak kelapa, kapur, dedak halus, dan daun Indigofera terfermentasi Aspergillus niger. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, dan 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam Joper.Perlakuan yang diberikan adalah A = Pakan finisher tanpa campuran daun Indigofera terfermentasi, B = Pakan finisher yang mengandung 10% daun Indigofera terfermentasi, C = Pakan finisher yang mengandung 20% daun Indigofera terfermentasi, D = Pakan finisher yang mengandung 30%..Indigofera..difermentasi. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat penggunaan Indigofera difermentasi oleh Aspergilus niger dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR, diperoleh nilai rata – rata sebagai berikut A = 4,03a. ; B = 4,17ab. ; C = 4,23b. ; D = 4,77c. Pada nilai biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), diperoleh nilai rata – rata sebagai berikut D = Rp. 17390.74b.; C = Rp. 15787.51a.; B = Rp. 15882.23a.; A = Rp. 16856.22b.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan daun Indigofera terfermentasi hingga 10% tidak bepengaruh terhadap efisiensi pakan, tetapi dapat meminimalisir biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan dalam ransum ayam Joper fase finisher secara signifikan. Penggunaan daun Indigofera terfermentasi hingga 20% dapat menurunkan efisiensi pakan ayam Joper, tetapi secara nyata menurunkan biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan dalam ransum ayam Joper fase finisher.Kata Kunci: Indigofera, fermentasi,”Feed.Convertion.Ratio, biaya pakan per kilogram pertambahan” bobot badan,” ayam  Joper
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SITRAT DAN KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM PETARUNG MAGON Lutfi Hakim; Sunaryo sunaryo; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen pada suhu ruang dalam pengencer sitrat dan kuning telur terhadap kualitas spermatozoa ayam Magon. Materi yang digunakan adalah pengencer sitrat dan kuning telur, semen ayam Magon umur 12 bulan. Metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuanadalah lama penyimpanan (menit) yaitu P0= 0, P1= 30, P2= 60 dan P3= 90. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diamati adalah kualitas spermatozoa meliputi : konsentrasi, motilitas, viabilitas dan abnormalitas sprematozoa. Data yang diperoleh dianalisis varian dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan semen padasuhu ruang dalam pengencer Sitrat dan kuning telur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas spermatozoa. Nilai rata-rata (%) konsentrasi (106) P0 = 322,4 ; P1= 285,0 ; P2 = 254,0 dan P3= 229,4. motilitas P0= 77,4 ; P1= 54,00 ; P2= 46,20 dan P3= 34,00. viabilitas (%) adalah P0= 45,40 ; P1= 41,6 ; P2= 41,0 dan P3= 35,4. abnormalitas (%) adalah P0= 10,00 ; P1= 13,40 ; P2=14,00 dan P3= 19,00. Kesimpulan adalah lama penyimpanan semen pada suhu ruang dalam pengencer sitrat dan kuning telur berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa dan penyimpanan semen sampai 60 menit masih layak digunakan untuk Inseminasi Buatan.Kata Kunci : Ayam Magon, lama penyimpanan, kualitas semen, pengencer
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN Lactobacillus fermentum TERENKAPSULASI PLUS MULTI ENZIM DALAM PAKAN TERHADAP PERSENTASE DAN BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAGING BURUNG PUYUH Siti Khoirun Ni’mah; Umi Kalsum; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat penambahan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim dalam pakan terhadap persentase dan bagian bagian karkas daging burung puyuh. Materi penelitian ini adalah probiotik Lactobacillus fermentumplus multi enzim yang di enkapsulasi, pakan komersil dan burung puyuh betina fase layer umur 90 hari.  Metode yang dipakai yaitu Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Penambahan probiotik Lactobacillus ifermentumplus multi enzim terenkapsulasi pada pakan yaitu perlakuan A = Pakan Komersil, perlakuan B = Pakan Komersil + 0,15 % probiotik, perlakuan C = Pakan Komersil + 0,3% probiotik, dan perlakuan D = Pakan Komersil + 0,45 % probiotik. Variabel yang diukur yaitu persentase karkas idan persentase bagian-bagian karkas meliputi persentase dada, punggung, sayap dan paha. Data penelitian dianalisa menggunakan analisis ragam satu arah dengan program Ms.Excel. Hasil penelitan menunjukkan bahwaipenambahaniprobiotikiLactobacillus fermentum plusimultiienzim yang dienkapsulasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan persentase bagian-bagian karkas. Rata-rata persentase karkasi(%) adalah A1= 50,26; A2i= 46,86; A3 = 51,27; A4 = 52,47.iRata–rata persentase bagian dada (%) yaitu A1 = 45,01; A2 = 41,81; A3 = 42,60; A4 = 43,94, persentase bagian punggung (%) yaitu A1 = 20,43; A2 = 19,06;iA3 = 21,69; A4i= 19,49, persentase bagian sayap (%) yaitu A1i=i10,71;iA2 =i12,75;iA3i=i11,49 dan A4 = 11,32, persentase bagian paha (%)iyaituiA1i= 23,85;iA2i= 26,38;iA3i= 23,74;iA4i=i25,25.iKesimpulan penelitianiiniiadalahipenambahan probiotik Lactobacillus fermentum plus multi enzim terenkapsulasi hingga 0,45i% dalam pakanipadaiburungipuyuhiumuri90 hariitidakiberpengaruh terhadap karkasidanibagian-bagianikarkas.Kata kunci :Probiotik, multi enzim,ienkapsulasi, karkas, bagian-bagian karkas
PENGARUH PEMBERIAN MSG DALAM PAKAN TERHADAP PRESENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER PERIODE FINISHER Ryan Azzahra; Sunaryo Sunaryo; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan MSG (monosodium glutamat) terhadap presentase karkas dan presentase lemak abdominal. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri 4 perlakuan dan 4 ulangan,Perlakuan meliputi pengunaan MSG sebagai Feed adittif pakan broiler finisher dengan perlakuan P0 = Pakan komersil 100%, P1 = Pakan komersil+ MSG 2 gr/kg pakan , P2 = Pakan komersil+MSG 3 gr/kg pakan dan P3 = Pakan komersil+MSG 4 gr/kg pakan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa penggunaan MSG berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap presentase karkas ayam broiler umur 35 hari. Adapun rataan presentase karkas yang diperoleh P0 65,75%a, P1 69,25%b, P2 70,25%b, P3 70,25%c. Sedangkan penggunaan MSG tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap presentase lemak abdominal. Rataan presentase lemak abdominal selama penelitian adalah P0 0,15% P1 0,12% P2 0,14% P3 0,27%. Penelitian disimpulkan bahwa penggunaanfeed adittif MSG dalam pakan meningkatkan produktifitas broiler. Penambahan MSG 4 gr/kg pakan memiliki respon terbaik terhadap kuantitas dan kualitas produksi broiler.Kata kunci :monosodium glutamat, feed adittif,presentase karkas,  presentase lemak abdominal. 
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN MAGGOT SEBAGAI SUMBER PROTEIN HEWANI DALAM CAMPURAN RANSUM AYAM PETELUR JANTAN PERIODE FINISHER TERHADAP KONSUMSI, PBB, DAN KONVERSI Eko Wahyu Fauzul Adha; Sunaryo sunaryo; Muhamad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh kegunaan maggot sebagai bahan pakan finisher ayam petelur jantan terhadap konsumsi, pertambahan berat badan (PBB) dan konversi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, dedak halus, Vitmix, bungkil kedelai, Maggot BSF fase larva umur 13 hari dan ayam petelur jantan 80 ekor dengan umur 22 hari. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan, perlakuan penelitian ini adalah pemberian campuran maggot dengan presentase yang berbeda pada ayam petelur jantan periode finisher yang meliputi kontrol P0 = pakan komersial broiler finisher, perlakuan ransum campuran dengan penggunaan maggot umur 13 hari P1 = 15%, P2 = 20%, P3 =25%. Variabel yang diamati konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian maggot pada ayam petelur jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, miliki pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Rata – rata nilai konsumsi P0 = 1864,50 P1 = 1844,00 P2 = 1847,00 P3 = 1837,00. Rerata nilai penambahan bobot badan (g) P0 = 635,30b P1 = 522,35a P2 = 563,85a P3 = 616,53b. Rata-rata nilai konversi pakan P0 =2,94a, P1 =3,53b, P2=3,28b, P3 =2,98a. Kesimpulan penelitian bahwa pemberian maggot umur 13 hari pada ayam petelur jantan tidak memiliki pengaruh atas penggunaan konsumsi pakan tetapi berpengaruh pada PBB dan konversi pakan. Penggunaan maggot umur 13 hari dalam ransum sebesar 25% tidak berbeda dengan ransum broiler finisher. Katakunci : Maggot, Konsumsi, Pertambahan bobot badan, Konversi, Petelur jantan
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN PROBIOTIK ENKAPSULASI Lactobacillus salivarius PLUS MIKROMINERAL DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT DAN KOMPONEN TELUR PUYUH Umar Sahid; Umi Kalsum; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian,,ini bertujuan mengetahui dan menganalisa pengaruh probiotik Lactobacillus salivarius enkapsulasi plus mikromineral dalam pakan terhadap bobot dan komponen telur puyuh. Materi yang digunakan adalah probiotik Lactobacillus salivarius dan burung Puyuh umur 120 hari sebanyak 320 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa statistik rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap,,masing-masing ulangan menggunakan 20 ekor burung puyuh, dengan perlakuan A= pakan tanpa probiotik, B= 0,2 %, C= 0,4 %, dan D= 0,6 %. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi pemberian probiotik, perlakuan A= tanpa probiotik, B= 0,2%, C= 0,4%, dan D=0,6%. Setiap unit percobaan terdiri dari 20 ekor burung puyuh. Variabel yang diamati adalah berat telur dan komponen telur meliputi: berat putih telur, berat kuning telur, dan berat kerabang telur. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat bobot telur dan bobot putih telur. Rataan nilai (gram) pada perlakuan A = 11.055a, perlakuan B = 11.919bc, perlakuan C = 11.783b, dan perlakuan D = 12.146c. Rata-rata berat putih telur puyuh (gram) perlakuan A = 5.639a perlakuan B = 6.348b perlakuan C =6.248b dan perlakuan D =6.375b. Penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat kuning telur dan kerabang telur puyuh. Rata-rata berat kuning telur puyuh (gram) perlakuan A = 3.855 perlakuan B = 3.975 perlakuan C =3.929 dan perlakuan D = 4.162. Rata-rata berat kerabang telur puyuh (gram) pada perlakuan A = 1.549 perlakuan B =1.595 perlakuan C =1.609 dan perlakuan D =1.608. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik Lactobacillus salivarius berpengaruh positif terhadap bobot telur dan berat putih telur. Pemberian probiotik LS 0,2% telah dapat meningkatkan bobot telur dan bobot putih telur.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PROBIOTIK Lactobacillus Fermentum PLUS MIKROMINERAL TERENKAPSULASI DALAM PAKAN BROILER PERIODE FINISHER TERHADAP KONSUMSI, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, FCR DAN BIAYA PERKILOGRAM BOBOT BADAN Fathorrahman Fathorrahman; Sunaryo Sunaryo; Muhamad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat penambahan probiotik lactobacillus fermentum plus mikromineral terenkapsulasi dalam pakan broiler periode finisher terhadap konsumsi, penambahan berat badan, FCR dan biaya perkilogran pertambahan bobot badan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah probiotik lactobacillus fermentum, mikromineral, pakan komersial, broiler jenis kelamin jantan dengan rata-rata bobot badan 937 gram umur 22 hari sebanyak 128 ekor. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan pada tiap unit percobaan terdiri dari 8 ekor broiler. Perlakuan yang diberikan P0= Pakan komersial tanpa penambahan probiotik, P1 = pakan komersial + probiotik enkapsulasi lactobacillus fermentum 0,4%, P2 = pakan komersial + probiotik enkapsulasi lactobacillus fermentum 0,6%, P3 = pakan komersial + probiotik enkapsulasi lactobacillus fermentum 0,8%. Data konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, FCR dan biaya perkilogram pertambahan bobot badan dianalisis menggunakan ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemberian probiotik lactobacillus fermentum plus mikromineral terenkapsulasidalam pakan broiler tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan biaya per kilogram pertambahan bobot badan. Pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan FCR. Rata-rata konsumsi pakan tiap perlakuan adalah P0 = 1902,50gr, P1 = 1925,00gr, P2 = 1955,00gr, dan P3 = 2970,00gr dan Rata-rata pertambahan bobot badan tiap perlakuan adalah P0 = 977,40agr , P1 = 1037.10abgr , P2 = 1072,45bcgr , dan P3 = 1131,05cgr dan Rata-rata FCR tiap perlakuan adalah P3 = 1,74agr, P2 =1,82abgr, P1 =1,86bcgr, P0 = 1,95c dan Rata-rata biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan tiap perlakuan adalah P0 = Rp13.809,50, P1 = Rp13.609,90, P2 = Rp13.579,83, P3 = Rp13.162,85. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik lactobacillus fermentum plus mikromineral terenkapsulasi tingkat 0,8% sebagai pakan tambahan berpengaruh terbaik terhadap performa broiler periode finisher.
PENGARUH POLA PEMBERIAN YAKULT DALAM AIR MINUM PASCA PERIODE BROODING TERHADAP PERFORMA BROILER Moch. Luqman Harits; Sunaryo Sunaryo; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pola pemberian yakult dalam air minum pasca periode brooding terhadap performa broiler ditinjau dari pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah yakult, broiler 160 ekor umur 15 hari, air minum dan pakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.  Setiap unit percobaan terdapat 10 ekor ayam yang diberi yakult dengan dosis 100ml/liter air minum. Perlakuan penelitian adalah P0= tidak diberi yakult, pemberian yakult secara 3 hari berturut-turut kemudian dibedakan berdasarkan selang waktu P1= 3 hari, P2= 5 hari, P3=7 hari. Pemberian yakult pada broiler dengan cara lewat air minum. Data dianalisis ragam (Anova) kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah pola pemberian yakult berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan nilai konversi pakan. Rata-rata pertambahan bobot badan yaitu P0=1,51gab, P1=1,60gb, P2=1,47ga, P3=1,42ga. Nilai rata-rata FCR yaitu P0= 1,70c, P1= 1,55a, P2=1,62b, P3= 1,64b. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pemberian yakult dalam air minum pada broiler pasca periode brooding dapat mempengaruhi pertambahan bobot badan dan nilai FCR, dan pola pemberian yakult dalam air minum pasca periode brooding secara periodik selama 3 hari berselang 3 hari memberikan respos terbaik terhadap performa broiler.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) DAN MULTI ENZIM DALAM AIR MINUM TERHADAP BOBOT DAN KOMPONEN TELUR PUYUH Faisal Tanjung; Umi Kalsum; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh penambahan sari daun mengkudu plus multi enzim terhadap bobot dan komponen telur puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian inigg antara lain : Burung puyuh layer umur 6 bulan berjumlah 320 ekor, sari daun Morinda citrifolia, dan multi enzim. Metode eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 dan 4 ulangan. Penambahan campuran sari daun mengkudu plus multi enzim dalam air minum meliputi, perlakuan A= pemberian air minum tanpa sari daun mengkudu plus multi enzim, B= pemberian air minum setiap 1 liter + 3 ml sari daun mengkudu plus multi enzim, C= pemberian air minum setiap 1 liter + 6 ml  sari daun mengkudu plus multi enzim, dan D= pemebrian  air minum setiap 1 liter + 9 ml sari daun mengkudu plus multi enzim. Jumlah setiap unit percobaan sebanyak 20 ekor burung puyuh. Variabel yang diamati adalah bobot telur dan komponen telur meliputi: bobot putih telur puyuh, bobot kuning telur puyuh, dan bobot cangkang telur puyuh. Hasil penelitian diperoleh bahwa sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum terhadap bobot telur dan putih telur berpengaruh nyata atau (P<0.05). Rataan bobot telur (gram) pada perlakuan A = 11,08a , B = 11,12a, C =11,64b,dan D = 11,73b. Rata-rata bobot putih telur puyuh (gram) perlakuan A = 5,85a, B = 6,26ab,  C = 6,41b, dan D =6,51b. Penambahan sari daun mengkudu terhadap bobot kuning telur dan kerabang telur puyuh tidak berpengaruh nyata atau (P>0,05). Rata-rata bobot kuning telur puyuh (gram) perlakuan A = 3,69, B = 3,74, C =3,77 dan  D = 3,78. Rata-rata bobot kerabang telur puyuh (gram) pada perlakuan A = 1,5, B =1,53, C =1,54 dan  D =1,44. Dapat disimpulkan bahwa pemberian sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum terhadap bobot telur dan bobot putih telur berpengaruh positif. Dengan sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum 6 ml telah dapat meningkatkan bobot telur dan bobot putih telur. Kata kunci : Ternak puyun, multi enzim, sari daun Morinda citrifolia, bobot putihr, bobot telur    telur, bobot kuning telur dan bobot kerabang