Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEBERLANJUTAN FINANSIAL TEKNOLOGI (FINTEK) SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN KOMODITAS SAYURAN DI KABUPATEN GARUT Karyani, Tuti; Djuwendah, Endah; Yudha, Eka Purna; Supriyadi, Ery; Arifin, Zainal
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.58895

Abstract

AbstrakFinansial teknologi adalah jasa keuangan dan teknologi yang beberapa tahun ini sudah merambah  ke sektor pertanian, terutama untuk komoditas sayuran yang termasuk dalam tanaman musiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberlanjutan dari  finansial teknologi (fintek) dan usahatani yang dibiayainya. Salah satu Kabupaten yang sudah ada implementasi fintek adalah Kabupaten Garut yaitu untuk komoditas cabai. Metode penelitian yang digunakan ialah stratified random sampling sebanyak 146 orang di 2 kecamatan sentra cabai yaitu Kecamatan Pasirwangi dan Cikajang. Alat analisis yang digunakan ialah  Multi Dimensional Scaling (MDS) Rapfish yang mengukur keberlanjutan berdasarkan 5 dimensi, yaitu  dimensi ekonomi,  sosial, lingkungan dan dimensi kelembagaan yang didasarkan pada Indikator fintech dengan teknik ordinasi dari Software RAPFISH (Rapid Appraisal Technique for Fisheries). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi sosial dan ekonomi indeks keberlanjutannya termasuk pada status cukup berkelanjutan, sedangkan untuk dimensi lingkungan, teknologi dan kelembagaan masih  pada status kurang berkelanjutan. Oleh karena itu perlu diperbaiki atribut-atribut yang masih lemah untuk semua dimensi terlebih untuk dimensi lingkungan, teknologi dan kelembagaan. Selain itu yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan adalah infrastruktur, literasi digital dan pengawasan yang ketat dari pemerintah dalam mengawal fintek ini agar optimal perannya dalam mendukung keberlanjutan pembangunan pertanian di perdesaan.Kata kunci: Finansial Teknologi, Keberlanjutan,  Multi Dimensional Scalling (MDS), Rapfish. AbstractFinancial technology is a financial and technological service that has penetrated the agricultural sector in recent years, especially for seasonal vegetable commodities. This study aims to measure the level of sustainability of financial technology (fintek) and the farms it finances. One of the districts that has implemented fintech is Garut Regency, namely for chili commodities. The research method used was stratified random sampling of 146 people in 2 sub-districts of chili centers, namely Pasirwangi and Cikajang sub-districts. The analytical tool used is Multi Dimensional Scaling (MDS) Rapfish which measures sustainability based on 5 dimensions, namely economic, social, environmental and institutional dimensions based on fintech Indicators with ordination techniques from RAPFISH (Rapid Appraisal Technique for Fisheries) Software. The results show that the social and economic dimensions of the sustainability index are included in the moderately sustainable status, while the environmental, technological and institutional dimensions are still in a less sustainable status. Therefore, it’s necessary to improve the attributes that are still weak for all dimensions, especially for the environmental, technological and institutional dimensions. In addition, what needs to be improved and enhanced is infrastructure, digital literacy and strict supervision from the government in overseeing this fintech to optimize its role in supporting the sustainability of agricultural development in rural areas. Keywords: Financial Technology, Sustainability, Multi Dimensional Scaling (MDS), Rapfish.
ADAKAH HUBUNGAN PARTISIPASI ANGGOTA DENGAN KEBERHASILAN KOPERASINYA? Tuti Karyani; Elly Rasmikayati; Ery Supriyadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4672

Abstract

Koperasi merupakan pilar dalam perekonomian Indonesia, Harapannya koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama anggotanya. Salah satu koperasi yang ada dan masih aktif di Indonesia adalah Koperasi Produsen Kopi Margamulya (KPKM). Koperasi ini berangggotakan para produsen kopi di margamulya kabupaten bandung. Dengan daya produksi ceri kopi hingga 650 ton, Potensi koperasi ini sangatlah besar, Namun diketahui bahwa hanya  30 ton saja ceri kopi yang diproduksi menjadi kopi. Hal ini menujukan bahwa KPKM masih belum berjalan secara optimal. Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk mendeskripiskan Tingkat partisipasi anggota terhadap KPKM dan faktor keberhasilan koperasi tersebut serta mengidentifikasikan hubungan antara partisipasi anggota koperasi dengan keberhasilan koperasinya. Penelitian ini disajikan menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisioner  dan   digunakan Chi-Square test sebagai alat analisis datanya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anggota koperasi dalam dua dimensi, sebagai pemilik dan pengguna, menunjukkan variasi yang signifikan. Partisipasi sebagai pemilik cenderung rendah, dengan sekitar > 50% anggota berpartisipasi rendah hingga sangat rendah. Lebih dari 60% partisipasi anggota koperasi sebagai pengguna menunjukkan partisipasi yang tinggi dalam memanfaatkan jasa koperasi. Keberhasilan usaha koperasi dinilai baik Meskipun sebagian besar anggota merasa koperasi telah memenuhi kebutuhan mereka, terdapat masalah dalam permodalan karena mayoritas anggota tidak meningkatkan simpanan mereka. Simpanan Hasil Usaha (SHU) juga menunjukkan mayoritas anggota tidak mengalami peningkatan dan pembagian SHU sering tidak tepat waktu. Tingkat partisipasi anggota koperasi sebagai anggota berpengaruh signifikan terhadap permodalan koperasi dan efektivitas pemenuhan kebutuhan dan unit usaha koperasi. Kata kunci: keberhasilan; koperasi; margamulya; pasrtisipasi; produsen kopi.
Pemetaan Multi Risiko Bencana Bagi Perencanaan Penyediaan Infrastruktur Mitigasi Di Kawasan Amfiteater Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Chaidir, Nour; Hindersah, Hilwati; Rustidja, Ery Supriyadi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i2.3982

Abstract

Kawasan Amfiteater Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang tersusun akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Benua Eurasia memiliki kerawanan gempa, pergerakan tanah, dan tsunami. Karena adanya beberapa ancaman bahaya dalam satu Kawasan tersebut, diperlukan suatu pendekatan yang mempertimbangkan lebih dari satu bahaya di tempat tertentu dan keterkaitan di antara bahayanya, termasuk kejadian simultan atau kumulatif dan interaksi potensial mereka. Dengan demikian, diperlukan pemetaan dan penentuan skala prioritas bagi perencanaan penyediaan infrastruktur mitigasi melalui pendekatan multi risiko bencana. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk analisis spasial dan analisis hubungan untuk memetakan tingkat bahaya, kerentanan, tingkat risiko, dan risiko multi ancaman yang ada di lokasi penelitian, serta analisa skenario tingkat risiko yang di mitigasi dalam penyediaan infrastruktur mitigasi. Hasil analisis mengindikasikan: 1) dari 9 ancaman bencana terdapat 6 ancaman bencana yang memlliki tingkat Risiko Multi Ancaman yang tinggi, 2) tingkat risiko yang dimitigasi (skala prioritas) dalam penyediaan infrastruktur mitigasi, adalah: bencana gempa bumi, tsunami, banjir, cuaca ekstrim, banjir bandang, tanah longsor, gelombang ekstrim dan abrasi, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan, 3) Sistem proteksi (mitigasi struktural) prasarana mitigasi bencana berupa: a) meningkatkan infrastruktur hijau, b) penyediaan infrastruktur mitigasi hadapi dan mitigasi hindari. The Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Amphitheater area which is composed by the collision of the Indo-Australian plate and the Eurasian plate is prone to earthquakes, ground movements, and tsunamis. Due to the presence of multiple hazard threats in a single Area, an approach is needed that takes into account more than one hazard in a given location and the interrelationships between the hazards, including their simultaneous or cumulative occurrences and their potential interactions. Thus, it is necessary to map and determine the priority scale for planning the provision of mitigation infrastructure through a multi-disaster risk approach. This study applies a quantitative approach using Geographic Information Systems (GIS) for spatial analysis and connection analysis to map the level of hazard, vulnerability, risk level, and multi-threat risk in the research location, as well as scenario analysis of the level of risk that is mitigated in providing mitigation infrastructure. The results of the analysis indicate: 1) Of 9 disaster threats, there are 6 disaster threats that have a high level of Multi Threat Risk, 2) Mitigation risk level (priority scale) in the provision of mitigation infrastructure, namely: earthquakes, tsunamis, floods, weather extreme floods, landslides, extreme waves and abrasion, drought, and forest and land fires. 3) Protection system (structural mitigation) for disaster mitigation infrastructure in the form of: a) increasing green infrastructure, b) providing mitigation infrastructure, namely mitigating to face and mitigate to avoid.