Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Perbedaan Metode Supervisi Klinik Dan Metode Konvensional Terhadap Keterampilan Klinis Mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Metha Solihati Rayuna; Oki Suwarsa; Insi Farisa Desy Arya
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.445 KB) | DOI: 10.58550/jka.v3i1.76

Abstract

Sikap profesional merupakan harapan masyarakat dan stakeholders terhadap profil seorang bidan. Survey tentang kinerja bidan yang telah dilakukan oleh tim Ikatan Bidan Indonesia (IBI) melalui pendekatan kualitatif menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat mengharapkan bidan yang ramah, terampil dan tanggap dibidangnya. Hal tersebut tidak terlepas dari peran dunia pendidikan bidan yang mendukung dengan memberikan pembelajaran klinik yang berkualitas salah satunya dengan menetapkan metode bimbingan klinik yang relevan dengan kondisi nyata di lahan praktik. Supervisi klinik merupakan suatu metode bimbingan yang bisa digunakan oleh dosen pada saat mahasiswa melaksanakan praktik klinik. Tujuan penelitian ini mengukur perbedaan metode supervisi klinik dan konvensional terhadap keterampilan klinis mahasiswa program studi DIII Kebidanan Kebidanan Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan rancangan non randomized control group pretest posttest design. Sampel pada penelitian adalah 24 orang mahasiswa pada kelompok perlakuan dan 24 orang pada kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney untuk mengukur perbedaan rerata antara dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara kelompok supervisi klinik dan kelompok kontrol nilai p <0,05 untuk keseluruhan keterampilan. Penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan nilai pada kelompok supervisi klinik dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Hubungan Preeklamsia Berat (PEB) Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Kelas B Kabupaten Subang Tahun 2019 Metha Solihati Rayuna; Hanny Yuli Andini; Dewi Virosi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.318 KB) | DOI: 10.58550/jka.v6i2.122

Abstract

Pengaruh pre eklampsia berat (PEB) dapat terjadi pada ibu dan janin. Preeklamsia dapat menyebabkan gangguan pada janin, salah satu diantaranya yaitu asfiksia neonatal. Di negara berkembang angka kejadian PEB berkisar antara 0,5% - 38,4% dan di negara maju angka kejadian preeklamsia berkisar 6 – 7%{Fatmawati, #12181}. Sedangkan kasus asfiksia itu sendiri menyumbang sekitar 0,92 juta kematian neonatal setiap tahun dan menjadi salah satu dari 3 penyebab kematian neonatal, dilihat dari jumlah tersebut, kasus PEB dan asfiksia masihlah cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kelas B Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional, kemudian data diuji menggunakan uji chi square (X2). Dari hasil penelitian dengan ibu bersalin sebagai subjeknya didapatkan hasil p-value=0,000 untuk itu Ha diterima dan ada hubungan antara preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum dikarenakan p-value<0,05. Dan juga didapati nilai OR=11,272, yang artinya bahwa ibu PEB 11 kali lebih berisiko melahirkan asfiksia neonatorum dibandingkan dengan ibu yang tidak PEB. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah waktu pengumpulan data dalam penelitian yang terlalu singkat, serta variabel penelitian yang kurang, sehingga penelitian ini belum maksima., Saran bagi penelitan selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah tahun penelitiannya misal tiga tahun atau lima tahun, agar jumlah sampel yang didapat lebih banyak lagi, juga dapat menambah variabel penelitiannya.
Tingkat Kecemasan Pada Ibu Premenopouse Dalam Menghadapi Menopouse di RW 09 Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong Metha Solihati Rayuna
Jurnal Medika Cendikia Vol 2 No 02 (2015): JURNAL MEDIKA CENDIKIA
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of premenopausal syndrome symptoms: depression (anxiety) caused by penunman hormone estrogen. The fall in estrogen cause a decrease in neurotransmitters in the brain, a neurotransmitter in the brain affecting mood so that if these neurotransmitters low levels, it would appear anxious feelings that trigger depression or stress. 37.9% Based on the study premenopausal women who have suffered from depression penunman estrogen levels. Low estrogen levels have an increased risk to become depressed 3.7 times greater than those who did not experience a decrease in estrogen. Im study aims to determine the level of maternal anxiety in the face of menopause prameopouse in RW 09 Village Sadang Serang District of Coblong. This research type is descriptive research. The population in this study is the mother of 09 premenopausal RW village in Serang District of Coblong Sadang as many as 47 people. The sampling technique in this research is total sampling. Research ie no anxiety (4.2%), mild anxiety (12.76%), anxiety was (49%), severe anxiety (34.04%), severe anxiety did not exist. Premenopausal mother in RW 09 Village Sadang Serang District of Coblong experiencing moderate levels of anxiety in the face of menopause as many as (49%). Suggestion : for premenopausal mothers should increase knowledge about menopause by reading leaflets, counseling by health workers, and more active in neighborhood health center to ask the elderly because it is very beneficial for oneself in the face of menopause.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester 3 Tentang Pentingnyan Pemeriksaan Kehamilan Dengan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care Masa Pandemi Covid-19 di BPM Bidan Sri Sumarni Bandung Metha Solihati Rayuna; Lia Nurwiliani; Atika Ramdini
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.831 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i1.135

Abstract

Pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap layanan kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini, terjadi penurunan kunjungan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan bayi, balita dan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa hubungan antara pengetahuan ibu hamil trimester 3 tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan dengan frekuensi kunjungan Antenatal care di masa pandemi covid-19 di BPM Bidan Sri Sumarni Bandung. Metode penelitian ini adalah cross sectional menggunakan kuisioner dan catatan kunjungan. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden dengan quota sampling. Analisa data menggunakan Spearman Rank Test diperoleh hasil p value 0, 293 dengan significant 0, 621. Maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang dengan > 2 kali kunjungan sebanyak 19 responden (86,4%), berpengetahuan cukup dengan >2 kali kunjungan sebanyak 2 responden (100%) dan berpengetahuan baik dengan > 2 kali kunjungan hanya 1 responden (100%). Diharapkan ibu hamil lebih memperdulikan kesehatan kandungannya dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan /antenatal care sesuai dengan masa kehamilan untuk menurunkan AKI dan AKB.
Hubungan Usia Ibu Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Puskesmas Ibrahim Adjie Tahun 2021 Rayuna, Metha Solihati; Ganesa, Rena; Lestari, Lara Santi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i2.216

Abstract

Berat badan lahir rendah didefinisikan sebagai bayi yang lahir kurang dari 2500 gram. Salah satu faktor terjadinya berat badan lahir rendah yaitu usia ibu. Studi pendahuluan pada bulan Januari sampai Maret 2022 telah dilakukannya 76 persalinan terdapat, 5 diantaranya BBLR dan diantaranya tidak BBLR, kejadian BBLR lebih banyak dialami oleh ibu yang berusia 20-23 tahun dan 33-39 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kejadian BBLR. Metode penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan tehnik total sampling 336 orang. Uji analisis yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasilnya usia ibu dengan kategori berisiko (<20 tahun dan >35 tahun) mengalami BBLR sebanyak 21 orang (21,6%) dan tidak mengalami BBLR sebanyak 76 orang (78,4%), dan untuk kategori tidak berisiko (20-35 tahun) mengalami BBLR sebanyak 13 orang (5,4%) dan tidak mengalami BBLR sebanyak 226 orang (94,6%). Hasil uji statistik yang didapatkan hasil uji chi-square diperoleh p-value 0,000<taraf signifikan (0,05), menunjukan ada hubungan antara hubungan usia ibu dengan kejadian BBLR. Diharapkan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu meminimalisir terjadinya BBLR.
Efektivitas Hipnoterapi Lima Jari Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Rayuna, Metha Solihati; Prima , Ernita
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v10i2.260

Abstract

Angka kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapai persalinan masih cukup tinggi. Menurut Kemenkes RI angka kejadian kecemasan pada masa kehamilan di Indonesia mencapai 373.000 kasus yaitu diantaranya sebanyak 107.000 atau 28,7% mengalami kecemasanmenjelang proses persalinan. Berbagai pengobatan dan intervensi telah digunakan untuk membantu ibu hamil mengatasi kecemasan ini salah satunya dengan terapi hipnosis. Hipnoterapi lima jari adalah jenis self hypnosis yang memiliki efek relaksasi yang besar padapikiran, mengurangi ketegangan dan menghindari stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hipnoterapi lima jari terhadapkecemasan ibu hamil trimester III di PMB S Kota Bandung Tahun 2024. Penelitian ini merupakan study case literature review. Data yangdiperoleh dengan cara mengukur kecemasan menggunakan kuesioner PRAQ-2. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 2 orang ibu hamil yang mengalami kecemasan yang diberikan intervensi berupa hipnoterapi lima jari selama 7 hari kemudian dievaluasi pada hari ke 1, 4 dan 7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang diberikan hipnoterapi lima jari mengalami penurunan kecemasan dari berat skor 37 menjadi ringan dengan skor 20, sedangkan pada responden 2 tidak terdapat penurunan tingkat kecemasan. Hipnoterapi lima jari efektif untuk menurunkankecemasan pada ibu hamil trimester III. Disarankan pada ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan untuk mengaplikasikan hipnoterapi lima jari dalam mengurangi kecemasan menjaelang persalinan.
Pengaruh Tehnik Counterpressure Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Pada Persalinan Ibu Bersalin Kala I Di Klinik Bidan Nyanyas Tahun 2024 Solihati Rayuna, Metha; Sari , Fitriana; Juvita Sitepu, Tenang
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.349

Abstract

Labor is the process of opening and thinning the cervix, as well as uterine contractions, and the fetus descends into the birth canal, causing pain in labor. One of the efforts to reduce labor pain is the counterpressure technique. This study aims to determine the effect of counterpressure techniques to reduce labor pain in first-time laboring mothers at the Nyanyas Midwife Clinic, Arcamanik City, Bandung, 2024. This study used a quasy experiment (pseudo experiment) with a Two-Group Pre-Postest design. The sampling method in this study used total sampling of active phase I laboring mothers. The results showed that the counterpressure technique was more effective for reducing pain levels in active phase laboring women.
Pengaruh Jahe Merah Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMPN 20 Bandung: The Effect of Red Ginger on Reducing Pain Levels Dysmenorrhea in Adolescent Girls at SMPN 20 Bandung Fairus Anwa, Angelicha; Solihati Rayuna, Metha; Juvita Sitepu, Tenang
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.367

Abstract

Dismenore merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami oleh remaja putri yang ditandai dengan nyeri pada saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jahe merah dapat membantu menurunkan nyeri dismenore karena memiliki kandungan analgesik didalamnya. Sehingga penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengaruh pemberihan ekstrak jahe merah terhaddap penurunan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode Quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri di SMP Negeri 20 Bandung yang  mengalami dismenore sebanyak 67 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan hanya 25 siswi yang bersedia menjadi responden. Data diolah dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Variabel independen adalah jahe merah, variabel dependennya adalah penurunan tingkat nyeri dismenore. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh jahe merah terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore dengan nilai p = < 0,001. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh jahe merah terhadap remaja putri di SMP Negeri 20 Bandung Dysmenorrhea is one of the most common complaints experienced by female adolescents, characterized by menstrual pain that can interfere with daily activities. Red ginger is known to help reduce dysmenorrhea pain due to its analgesic properties. This study aims to determine the effect of red ginger extract on reducing the level of dysmenorrhea pain among female adolescents. The research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of all female students at SMP Negeri 20 Bandung who experienced dysmenorrhea, totaling 67 individuals. The sampling technique used was total sampling, but only 25 students agreed to participate as respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The independent variable was red ginger, while the dependent variable was the level of dysmenorrhea pain. The results showed a significant effect of red ginger on reducing dysmenorrhea pain, with a p-value of < 0.001. Based on these findings, it can be concluded that red ginger has a significant effect in reducing dysmenorrhea pain among female adolescents at SMP Negeri 20 Bandung.
Hubungan Indeks Masa Tubuh Prahamil Dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir Di PMB Wita Purnama Ciparay Periode Januari-Desember Tahun 2024: The Relationship Between Pre-Pregnancy Body Mass Index and Newborn Weight at the Wita Purnama Ciparay PMB in the January-December 2024 Period Zahrah Syauqina, Salvia; Solihati Rayuna, Metha; Yuli Andini, Hanny
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.369

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) prahamil memiliki peran penting terhadap luaran neonatal, khususnya berat badan bayi saat lahir. IMT rendah pada ibu hamil berhubungan dengan meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang dapat berdampak pada tingginya morbiditas dan mortalitas neonatal. Sebaliknya, IMT yang berlebihan dapat menyebabkan makrosomia, sehingga meningkatkan risiko komplikasi persalinan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara IMT prahamil dengan berat badan bayi baru lahir di PMB Wita Purnama, Ciparay. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 orang ibu hamil yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data IMT prahamil diperoleh dari rekam medis antenatal care, sedangkan data berat badan bayi diperoleh segera setelah persalinan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi variabel, serta bivariat menggunakan uji chi-square untukmengetahuihubungan antara IMT denganberat badanbayibarulahir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 ibu (26%) memiliki IMT kurang, 26 ibu (52%) memiliki IMT normal, dan 11 ibu (22%) mengalami kelebihan berat badan. Sementara itu, 8 bayi (16%) lahir dengan BBLR, sedangkan 42 bayi (84%) lahir dengan berat badan normal. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara IMT prahamil dengan berat badan bayi baru lahir (p < 0,05). Kesimpulannya, IMT prahamil berhubungan erat dengan berat badan bayi yang dilahirkan. Oleh karena itu, pemantauan dan pengelolaan status gizi ibu selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah kelahiran bayi dengan BBLR maupun makrosomia, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal Pre-pregnancy Body Mass Index (BMI) plays an important role in neonatal outcomes, particularly birth weight. Low BMI in pregnant women is associated with an increased risk of low birth weight (LBW), which can lead to high neonatal morbidity and mortality. Conversely, excessive BMI can cause macrosomia, thereby increasing the risk of complications during delivery. This study was conducted to analyse the relationship between pre-pregnancy BMI and newborn weight at PMB Wita Purnama, Ciparay. This was an analytical observational study with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 50 pregnant women selected using purposive sampling. Pre-pregnancy BMI data were obtained from antenatal care medical records, while newborn weight data were obtained immediately after delivery. Data analysis was performed univariately to examine the distribution of variables and bivariately using the chi-square test to determine the relationship between BMI and newborn weight. The results showed that 13 mothers (26%) had low BMI, 26 mothers (52%) had normal BMI, and 11 mothers (22%) were overweight. Meanwhile, 8 babies (16%) were born with LBW, while 42 babies (84%) were born with normal weight. Statistical analysis showed a significant relationship between pre-pregnancy BMI and newborn weight (p < 0.05). In conclusion, pre-pregnancy BMI is closely related to the weight of the newborn. Therefore, monitoring and managing the nutritional status of mothers during pregnancy is very important to prevent the birth of babies with LBW or macrosomia, as well as to support optimal foetal growth and development.