Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EDUKASI PROGRAM MENGENAL DAN MENGELOLA EMOSI CEMAS PADA LANJUT USIA Dian Novita Siswanti; Rohmah Rifani; Muh Daud; Rahmat Permadi; Putri Mayangsari
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pada lansia sering kali muncul dalam bentuk kekhawatiran yang berlebihan, ketegangan otot, gangguan tidur, dan gejala fisik lainnya yang tidak mudah diidentifikasi sebagai masalah psikologis.Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu Wanita lanjut usia dalam mengenal dan mengeola emosinya sehingga dapat menangani kecemasannya. Metode yang digunakan adalah metode psikoedukasi dalam bentuk cemarah dan diskusi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa 25 peserta Wanita lanjut usia berumur 60 tahun ke atas nampak antusiasi mengikuti program dan aktif berdiskusi. Dari program diketahui bahwa peserta mulai mengenal penyebab dan cara mengelola emosinya saat meghadapi kecemasan.
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI STRATEGI MENGATASI STRES KERJA PADA KARYAWAN PT PLN IP UBP TELLO Dian Novita Siswanti; Intan Serafine Londong Allo; Lisa Triwahyuni Latumahina; Achmad Yoga Issaniyah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah organisasi perusahaan, peran karyawan merupakan faktor yang sangat vital dalam mencapai dan menjalankan fungsi serta tujuan perusahaan sehingga perlu untuk dikelola dengan baik. Stres merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, setiap orang pernah mengalami stres. Stres kerja mengacu pada keadaan tegang yang berpengaruh terhadap pikiran, emosi, serta kondisi fisik seseorang yang kemudian berdampak pada kemampuan karyawan dalam mengadapi lingkungan dan pekerjaannya. Stres kerja dapat bersumber dari berbagai hal seperti lingkungan fisik di tempat kerja, tingkatan individu, dan stres kerja yang bersumber dari kelompok dan organisasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai strategi mengatasi stress kerja. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu melalui psikoedukasi dengan menggunakan zoom meeting. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon, sebuah metode uji nonparametrik untuk membandingkan dua sampel terkait atau berpasangan. Hasil Uji Wilcoxon yang dilakukan menunjukkan p = 0,003< 0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil skor pre-test dan post-test. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan pemahaman peserta psikoedukasi terkait stategi mengatasi stres kerja sebelum dan sesudah mengikuti psikoedukasi yaitu terjadi peningkatan pemahaman strategi mengatasi stres kerja pada peserta psikoedukasi. Hal ini menunjukkan bahwa psikoedukasi ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan karyawan terkait stress kerja. Sehingga, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan kegiatan psikoedukasi ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman karyawan terkait stress kerja.
Intervensi Token Ekonomi “Bintang Kemandirian” Untuk Kemandirian Anak Fitriah Gita Maharani Hasanuddin; Dian Novita Siswanti; M. Daud
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13724

Abstract

Penelitian ini berfokus pada program "Bintang Kemandirian" yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian anak-anak usia 7-10 tahun dalam menyelesaikan tugas rutin di rumah. Subjek penelitian adalah seorang anak berusia 8 tahun, yaitu W, yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas harian seperti berpakaian, merapikan mainan, dan menyelesaikan tugas sekolah. Intervensi menggunakan sistem token ekonomi untuk mendorong perilaku positif melalui penghargaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, dan checklist untuk mengukur frekuensi perilaku target sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemandirian W, dengan frekuensi berpakaian sendiri, merapikan mainan, menyelesaikan tugas sekolah, dan membantu pekerjaan rumah tangga yang meningkat. Intervensi ini efektif dalam memotivasi W untuk menjadi lebih bertanggung jawab dan mandiri, serta menunjukkan potensi strategi ekonomi token dalam membentuk kebiasaan positif pada anak. Temuan ini menyarankan bahwa keterlibatan aktif orang tua dan evaluasi rutin program dapat meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi terstruktur dalam mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab anak.
Evaluasi Robustness Model Prediktif Psychological Well-Being Bidan: Peran Konflik Peran Ganda dan Stres Kerja Dian Novita Siswanti; Muhammad Daud; Novita Maulidya Jalal; Adinda Maulidya Khaerunnisa; A.Khaerunnisa Amjadah Zahra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13737

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi robustness model prediktif psychological well-being pada bidan dengan menelaah pengaruh konflik peran ganda dan stres kerja. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 350 bidan sebagai responden dan mengukur tiga konstruk utama melalui instrumen psikometrik yang tervalidasi. Analisis dilakukan melalui Multiple Hierarchical Regression untuk menguji kontribusi konflik peran ganda dan stres kerja terhadap psychological well-being. Selain itu, studi ini mengintegrasikan Simulasi Monte Carlo untuk menilai sensitivitas model terhadap variasi distribusi data, serta Analisis Bayesian guna meningkatkan akurasi estimasi parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik konflik peran ganda maupun stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being, dengan nilai R² kurang dari 1%. Hal ini menandakan bahwa kesejahteraan psikologis bidan dipengaruhi oleh variabel lain di luar dua prediktor tersebut, seperti dukungan organisasi, efikasi diri, resiliensi, maupun faktor lingkungan kerja. Model prediktif dinilai belum robust untuk mendukung prediksi akurat dalam kondisi nyata, sehingga penelitian lanjutan disarankan menggabungkan pendekatan pemodelan yang lebih kompleks dan inklusif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan.
Studi Pengaruh Program Peningkatan Dimensi Spiritualitas Terhadap Peningkatan Kesehatan Mental Kelompok Lansia Di Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala Makassar Muhammad Daud; Dian Novita Siswanti; Jalal, Novita Maulidya; Adinda Maulidya Khaerunnisa; A.Khaerunnisa Amjadah Zahra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13738

Abstract

Penelitian ini merupakan studi yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Upaya Peningkatan Spiritual dapat efektif meningkatkan kesehatan mental Kelompok Lansia di Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala Makassar..Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan skala Kesehatan mental dalam bentuk skala likert. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan teknik analisis yakni analisis uji-t untuk melihat perbedaan Kesehatan mental lansia sebelum dan setelah pemberian program Peningkatan Dimensi Spiritualitas pada lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dpat bermanfaat bagi Kelompok Lansia di Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala Makassar dalam mendukung Kesehatan mental lansia.
Membangun Komunikasi Efektif dengan Memahami Emosi Anak Usia Dini St. Aisyah Humairah Solihin; Asdalifa; Mayangsari, Putri; M. Daud; Dian Novita Siswanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12223

Abstract

Peran kakak damping di lingkungan daycare menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan orang tua bekerja terhadap layanan pengasuhan anak usia dini. Kakak damping berperan tidak hanya sebagai pendamping aktivitas, tetapi juga sebagai figur yang dapat membentuk keterikatan emosional yang aman dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi efektif yang responsif terhadap emosi anak dapat memperkuat hubungan antara kakak damping dan anak di daycare. Program psikoedukasi dirancang sebagai intervensi untuk meningkatkan kompetensi komunikasi kakak damping melalui pemahaman tahapan perkembangan kognitif, bahasa, dan emosi anak usia dini. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi ceramah interaktif, tayangan video, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang empatik dan disesuaikan dengan kondisi emosional anak mampu meningkatkan kualitas interaksi, membangun rasa aman, serta mendukung perkembangan keterampilan sosial dan bahasa anak. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi kakak damping untuk membentuk lingkungan daycare yang suportif secara psikososial dan holistik bagi tumbuh kembang anak usia dini.
Hubungan antara Kelekatan Teman Sebaya dengan Regulasi Emosi pada Mahasiswa di Fase Emerging Adulthood Rifdah Lathifah; Dian Novita Siswanti; Eka Sufartianinsih Jafar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5176

Abstract

Masa peralihan memiliki potensi untuk menyebabkan individu kesulitan dalam meregulasi emosi, khususnya emosi negatif yang tidak terkendali dalam durasi dan intensitasnya. Individu yang tidak mampu meregulasi emosi dapat mengakibatkan pemilihan coping emosi yang salah seperti memaki, mengumpat, merokok, melampiaskan kemarahan kepada orang sekitar, melukai diri, hingga melakukan upaya bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Subjek dalam penelitian berjumlah 401 orang dengan kriteria mahasiswa aktif dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kelekatan teman sebaya dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam meregulasi emosi dengan lebih memahami emosi dan mengembangkan strategi untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi yang dimiliki.
SEMINAR PEREMPUAN BERDAYA DAN BERKARYA: MENJADI IBU HEBAT, ANAK SEHAT BERPRESTASI Dian Novita Siswanti; Daud, Muh.; Jalal, Novita Maulidya; Jafar, Eka Sufartianinsih; Khaerunnisa, Adinda Maulidya
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui perannya sebagai ibu dalam keluarga. Namun, tuntutan peran ganda dan tekanan sosial di era digital berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan dan kesejahteraan psikologis ibu. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran perempuan dalam pengasuhan anak melalui seminar “Perempuan Berdaya dan Berkarya: Menjadi Ibu Hebat, Anak Sehat Berprestasi”. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi diri. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Desember 2025 dengan melibatkan perempuan, khususnya ibu, sebagai peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pola asuh yang efektif, pentingnya kesehatan anak, serta peran ibu dalam mendukung prestasi akademik anak. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya self-care dan manajemen peran ganda. Program ini tidak hanya memberikan dampak pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan perilaku peserta. Dengan demikian, seminar ini efektif sebagai upaya pemberdayaan perempuan dan berpotensi meningkatkan kualitas pengasuhan serta perkembangan anak secara berkelanjutan.
Antara Bakti dan Beban: Filial Piety Dewasa Awal pada Keluarga Lansia Muhammad Alfatih Firnanda; Muhammad Fadly Ananda; Zaskia Aulia Irwan; Dian Novita Siswanti; Eka Sufartianinsih Jafar
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 5 (2026): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i5.1142

Abstract

Meningkatnya populasi lansia di Indonesia menjadikan peran dewasa awal sebagai pengasuh keluarga semakin relevan untuk dikaji. Filial piety sebagai nilai budaya yang berakar dari tradisi dan ajaran agama memainkan peran sentral dalam membentuk motivasi dan perilaku perawatan dewasa awal terhadap orang tua lansia. Literature review ini bertujuan untuk memetakan temuan terkini mengenai hubungan antara dewasa awal dan filial piety pada keluarga dengan lansia di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap 30 artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, DOAJ, ResearchGate, dan portal jurnal nasional SINTA, yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa filial piety tetap menjadi nilai dominan dalam perawatan lansia meskipun ekspresinya bergeser ke bentuk yang lebih kontemporer. Religiusitas, rasa syukur, dan dinamika gender memengaruhi ekspresi filial piety, sementara peran sebagai caregiver berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis. Dukungan sosial dan fungsi keluarga terbukti menjadi faktor protektif yang penting bagi caregiver.