Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh variasi temperatur dan holding time pada proses annealing leaf spring dumb truck bekas terhadap nilai kekerasan Eko Nugroho; Nurlaila Rajabiah; Tri Cahyo Wahyudi; Juda Inai
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 1 (2023): Jurnal TURBO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i1.2589

Abstract

Leaf spring is a flat plate component that is clamped together to obtain product efficiency using metal materials, sometimes requiring high hardness and wear resistance. The steel working process is highly dependent on the heat treatment process and the cooling media used to obtain good product quality. The purpose of this study was to determine the effect of variations in temperature and holding time in the process of annealing used leaf springs and trucks on hardness values. This test has been carried out with each variation, namely, temperature 450oC, 550oC, 650oC and held for 30, 60, and 90 minutes as well as the cooling process using air in the heating furnace room. Based on the data obtained, the influence of temperature media and holding time in the Annealing process of used leaf spring dumb trucks has a low hardness value at a temperature of 650°C with a holding time of 30 minutes, 60 minutes and 90 minutes, the lowest hardness value is at 90 minutes, namely 7.7 While the HRC temperature of 550°C and holding time of 90 minutes reaches 26.9HRC, the hardness value is higher and the same as 450°C with holding time of 90 minutes which reaches 30.8HRC. The influence of temperature and holding time on the annealing process of used leaf spring dumb trucks has the lowest hardness value at a temperature of 650°C with a holding time of 90 minutes, namely 7.7 HRC.
Pengaruh Variasi Waktu Celup Terhadap Ketebalan Lapisan Dan Pantulan Cahaya Pada Proses Elektroplating Tembaga Yuwono, Yuwono; Asroni, Asroni; Wahyudi, Tri Cahyo; Surono, Bambang
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3319

Abstract

Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan logam lain di dalam suatu larutan elektrolit dengan pembiasan arus listrik. Pelapisan metode elektroplating dapat menghasilkan permukaan yang memiliki karakteristik sesuai dengan logam pelapis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu pelapisan terhadap hasil pantul cahaya dan ketebalan lapisan pada plat baja karbon rendah dengan panjang 70 mm, lebar 35 mm dan tebal 3 mm. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan variasi waktu pencelupan 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Kondisi pelapisan menggunakan tembaga sebagai logam pelapis (anoda) dengan dua buah anoda yang berada di sisi kanan dan sisi kiri katoda, pada jarak antara anoda-katoda  5 cm. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan variasi waktu pencelupan elektroplating tembaga yang dilakukan, nilai pantulan cahaya dan ketebalan lapisannya meningkat, yaitu pada waktu pelapisan 5 menit mendapat ketebalan lapisan 0,27 mm dan nilai pantulan cahaya 14,2 lux. Pada waktu pelapisan 10 menit mendapat ketebalan lapisan 0,77 mm dan nilai pantulan cahaya 19,5 lux. Pada waktu pelapisan 15 menit mendapat ketebalan lapisan tertinggi 0,99 mm dan nilai pantulan cahaya tertinggi 25,1 lux
Pengaruh Variasi Panjang Pipa Kapiler Terhadap Daya Kompresor Dan Cop (Coefficient Of Performance) Ac Split ridhuan, kms; wahyudi, tri cahyo; Sutiase, I Wayan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3777

Abstract

Fungsi pipa kapiler yaitu menurunkan tekanan refrigerant dan mengatur aliran refrigerant. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh panjang pipa kapiler dengan evaporator terhadap pendinginanan ruangan dan COP serta penurunan suhu di evaporator. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimental, dengan menggunakan AC Split, daya 1 Pk , panjang pipa kapiler standar, 0,5 meter dan1 meter,refrigerant R-22, tekanan 70 Psi. Adapun hasil yang diperoleh temperatur pada panjang pipa  0,5 meter diperoleh hasil 10 ℃  .pada panjang 1 meter sebesar 8 ℃. Pengaruh panjang pipa kapiler dengan evaporator terhadap COP terjadi pada kondisi standar yaitu sebesar 4,02. Pada panjang 0,5 meter diperoleh 3,99 . Panjang 1 meter diperoleh hasil 3,8 yang mana terjadi penurunan jika dibandingkan dengan kondisi standar dan 0,5 meter. Penurunan suhu yang terjadi pada evaporator didapatkan diperoleh hasil sebesar 10 ℃  dimana terjadi penurunan jika dibandingkan dengan kondisi standar. Temperatur antara pipa kapiler dengan evaporator pada variasi 1 meter sebesar 8 ℃ yang mana terjadi penurunan dibandingkan kondisi standar dan 0,5 meter.
Pengaruh Filter Proses Elektroplating Terhadap Hasil Kekasaran Permukaan, Biaya Oprasional dan Uji Pantul Cahaya Rae, Ade; asroni, asroni; wahyudi, tri cahyo
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3778

Abstract

Elektroplating merupakan teknik pelapisan logam dengan memanfaatkan prinsip elektrolisis, di mana satu logam dilapisi dengan logam lain dalam larutan elektrolit mempergunakan arus listrik, serta menghasilkan lapisan yang lebih seragam, adhesi yang kuat, dan tampilan permukaan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh filter terhadap hasil kekasaran permukaan, biaya oprasional serta nilai pantul cahaya pada proses elektroplating. Metode penelitian yang dipergunakan ialah metode eksperimental diamana,material dengan ukuran 70 mm x 35 mm x 3 mm dilakukan proses elektroplating selama 30 menit setelah itu dilakukan pengujian kekasaran permukaan, uji pantul cahaya serta mengitung biaya oprasional. Hasil dari pengaruh filter terhadap nilai kekasaran didapatkan nilai (Ra) 0,219 µm (filter digunakan) serta (non-filter) dengan nilai Ra 0,376 µm. Sedangkan biaya oprasional untuk sekali peroses pelapissan pada elektroplating yakni sebesar Rp 52.145. Nilai reflektansi cahaya terdapat korelasi positif antara kebersihan larutan elektrolit dan nilai reflektansi lapisan, di mana semakin bersih larutan elektrolit, semakin tinggi nilai reflektansinya
Structural Equation Modeling Based Partial Least Square of Student Misconceptions in Estimating Probability Distribution Parameters Wardhani Utami Dewi; Tri Cahyo Wahyudi; Miftahul Irfan
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 10, No 3 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v10i3.38398

Abstract

Students' misconceptions in estimating the parameters of probability distribution are still an important problem in learning statistics in universities. Most previous studies have examined partial misconceptions from cognitive aspects, so the structural relationship between concept understanding, learning experience, learning motivation, and problem-solving skills in explaining misconceptions has not been widely analyzed in an integrated manner. This study aims to develop and validate a structural model that explains the factors that influence student misconceptions in estimating probability distribution parameters using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. This study uses an explanatory quantitative design involving 200 students who have studied probability distribution and parameter estimation in several universities in Lampung Province. Data was collected through a Likert scale questionnaire that measured five latent constructs, namely concept comprehension, learning experience, learning motivation, problem-solving skills, and student misconceptions. The analysis was carried out through the evaluation of the measurement model (loading factor, composite reliability, and average variance extracted), structural model testing using the bootstrapping technique, and evaluation of the overall suitability of the model. The results showed that concept comprehension (β = 0.74) and learning experience (β = 0.82) had a significant effect on problem-solving skills. Problem-solving skills further affect learning motivation (β = 1.92), while learning motivation affects the level of student misconception (β = 0.67). The developed model was able to explain 65% of the variation in problem-solving skills and 88% of the variation in student misconceptions. This research contributes in the form of a SEM-PLS model that integrates cognitive and affective factors in explaining the emergence of statistical misconceptions, as well as providing an empirical basis for the development of more effective statistical learning strategies to reduce student misconceptions.
Pemberdayaan sekolah melalui implementasi sistem manajemen energi dan analisis berbasis artificial intelligence di SMK Muhammadiyah 3 Ambulu Asroful Abidin; Riyanto Setiawan Suharsono; Tri Cahyo Wahyudi; M. Kun Abdur Rohman; Yongky Eka Prasetiyo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38926

Abstract

Abstrak Sekolah menengah kejuruan memiliki karakteristik konsumsi energi listrik yang tinggi akibat penggunaan peralatan praktik, laboratorium komputer, serta perangkat multimedia pembelajaran. Namun, sebagian besar sekolah belum memiliki Sistem Manajemen Energi (SME) yang terstruktur dan terdokumentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan SMK Muhammadiyah 3 Ambulu melalui implementasi Sistem Manajemen Energi berbasis SNI ISO 50001:2018 serta integrasi analisis berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung rekomendasi efisiensi energi. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah civitas akademika SMK Muhammadiyah 3 Ambulu, dengan melibatkan partisipasi aktif 15 orang peserta yang terdiri dari 5 guru dan 10 siswa. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan observasi, energy review, pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa aplikasi perhitungan energi, sosialisasi dan pelatihan, penyusunan SOP energi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki kebijakan energi, baseline energi, indikator kinerja energi (EnPI), serta identifikasi Significant Energy Use (SEU). Kegiatan sosialisasi meningkatkan literasi energi dan kesadaran budaya hemat energi. Program ini mendukung penguatan kapasitas kelembagaan sekolah menuju model Smart Green School yang adaptif terhadap teknologi digital dan berkelanjutan. Kata kunci: sistem manajemen energi; artificial intelligence; efisiensi energi; sekolah vokasi; pengabdian masyarakat Abstract Vocational high schools are characterized by high electricity consumption due to the use of practical equipment, computer laboratories, and multimedia learning devices. However, most schools do not yet have a structured and documented Energy Management System (SME). This community service activity aims to empower SMK Muhammadiyah 3 Ambulu through the implementation of an Energy Management System based on SNI ISO 50001:2018 and the in     ;tegration of Artificial Intelligence (AI)-based analysis to support energy efficiency recommendations. The target partners in this activity are the academic community of SMK Muhammadiyah 3 Ambulu, involving the active participation of 15 participants consisting of 5 teachers and 10 students. The implementation method is carried out in a participatory manner through the stages of observation, energy review, development of Appropriate Technology (TTG) in the form of an energy calculation application, socialization and training, preparation of energy SOPs, and monitoring and evaluation. The results of the activity show that the school has an energy policy, energy baseline, energy performance indicators (EnPI), and identification of Significant Energy Use (SEU). The socialization activity increases energy literacy and awareness of an energy-saving culture. This program supports strengthening the institutional capacity of schools towards a Smart Green School model that is adaptive to digital and sustainable technology. Keywords: energy management systems; artificial intelligence; energy efficiency; vocational schools; community service
DESAIN DAN PEMBANGUNAN SEPTICK TANK PB. TANGKAS DESA RATNA CHATON KECAMATAN SEPUTIH RAMAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Leni Sriharyani; Tri Cahyo Wahyudi; Dias Septa Nugroho
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4945

Abstract

Masyarakat PB. Tangkas Desa Ratna Chaton Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah sebagian besar berprofesi sebagai petani. Pengetahuan dan ketrampilan masyarakat sangat rendah terutama tentang desain septick tank dan pembangunan septick tank yang sesuai standar kesehatan. Masih banyak masyarakat yang membangun septick tank yang asal-asalan, tidak sesuai standar, tidak faham jarak minimum septick tank ke sumur gali, Hal inilah yang dapat mencemari air tanah dan mencemari sumur gali yang airnya dikonsumsi sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdi dari Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Univeritas Muhammadiyah Metro, masyarakat dibekali dengan pengetahuan desain septick tank yang baik dan benar. Selain itu juga masyarakat diberi kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung pembangunan septick tank yang sesuai dengan gambar desain dan sesuai dengan standar kesehatan dengan didampingi oleh tim pengabdi. Hasil dan dampak nyata program pengabdian ini sangat terlihat jelas dari peningkatan pengetahuan masyarakat dan peningkatan ketrampilan dalam praktek membuat konstruksi septinktank. Harapan kedepannya adalah bukan hanya masyarakat Desa Ratna Chaton Kecamatan Seputih Raman saja yang bisa mendapatkan program pendampingan seperti ini, tetapi bisa meluas ke seluruh Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah. Sehingga masyarakat bisa hidup sehat tanpa ada pencemaran air dengan bakteri e-coli. 
Pendampingan Desain Perencanaan dan Pembuatan Halte Sampah Botol Plastik di Kampung Ratna Chaton Tri Cahyo Wahyudi; Leni Sri Haryani; Isnan Rinanda; Ziddan Alwi Asy'ari; Aria Arnan Meylano; Riky Andika Noor Efendi; Ifan Dewangga; Syahrul Hamid; Ikhsan Afandi Kurniawan; Adi Satria
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i2.4968

Abstract

Permasalahan sampah plastik, khususnya botol plastik sekali pakai berbahan Polyethylene Terephthalate (PET), telah menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan global maupun lokal karena karakteristik materialnya yang sangat sulit terurai secara alami di alam. Di wilayah Kampung Ratna Chaton, Kecamatan Seputih Raman, minimnya infrastruktur pengumpulan sampah yang spesifik mengakibatkan limbah botol plastik seringkali mencemari lahan terbuka, pemukiman, hingga menyumbat saluran irigasi pertanian warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pendampingan dalam desain perencanaan serta pembuatan unit "Halte Sampah Botol Plastik" sebagai sarana edukasi visual dan fasilitas pengumpulan sampah terpilah yang efisien bagi komunitas desa. Metode pelaksanaan yang diterapkan meliputi tahapan observasi lapangan secara partisipatif, diskusi terfokus bersama perangkat kampung, perancangan desain teknis berbasis material logam yang tahan lama, proses fabrikasi mekanik (pemotongan, pengelasan, dan pengecatan), hingga instalasi fisik serta sosialisasi masif kepada masyarakat. Hasil utama dari program ini adalah tersedianya satu unit fasilitas penampungan botol plastik yang estetik dan fungsional di lokasi strategis kampung. Dampak nyata dari program ini terlihat pada peningkatan kesadaran warga dalam memilah sampah botol plastik sejak dari sumber rumah tangga, yang secara signifikan mengurangi beban pencemaran lingkungan lokal. Melalui keberadaan halte sampah ini, botol plastik yang terkumpul secara terorganisir dapat dikelola lebih lanjut menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi atau disalurkan ke bank sampah. Secara keseluruhan, program ini berhasil menciptakan model pengelolaan sampah berbasis partisipasi komunitas yang berkelanjutan, meningkatkan kebersihan desa, dan menjadi langkah awal transformasi budaya masyarakat menuju pola hidup bersih dan modern di pedesaan.