Claim Missing Document
Check
Articles

The Level of Importance of Entrepreneurial Competencies according to Entrepreneurs and Scientists Benedicta Prihatin Dwi Riyanti; Angela Oktavia Suryani; Christine Winstinindah Sandroto; Silverius Y Suharso
International Journal of Applied Business and International Management Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.701 KB) | DOI: 10.32535/ijabim.v5i1.769

Abstract

This study aimed to describe the rank of importance among 13 entrepreneurship competencies and the difference of the rank between entrepreneurs and scientists. About 47 entrepreneurs and 22 scientists gave their evaluation by giving rank from 1 to 13. The Mann-Whitney U-test showed that most of the competencies were perceived important at the same rank by the two groups, except for the competence of "Information seeking" (U-test = 722, p < 0.01; Mrank entrepreneurs = 6.36, Mrank scientist = 9.33). The top three competencies that perceived highly important by both groups are initiative, seeking and utilizing opportunities, and perseverance.
PENINGKATAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN KUNCI SUKSES WIRAUSAHA Christine Winstinindah Sandroto; Benedicta Prihatin Dwi Riyanti; Angela Oktavia Suryani; Bimo Wikantiyoso
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1917-1929

Abstract

This community service collaborates with Atma Jaya Catholic University of Indonesia with partners to relate to entrepreneurs, namely: Institut Teknologi Del (IT Del) -North Sumatra, Universitas Negeri Makasar (UNM)-South Sulawesi, and the Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 1945) - East Nusa Tenggara. Community service provides competency training and coaching clinics for entrepreneurs in the Lake Toba, Makasar, and Kupang areas to improve their entrepreneurial competencies. We believe that entrepreneurial competence is the key to entrepreneurial success. The online program aims to understand the importance of increasing entrepreneurial competence to achieve business success for entrepreneurs, provide a coaching clinic for entrepreneurs who experience obstacles during the COVID-19 pandemic, and increase insight and networking among entrepreneurs in Indonesia and learn from other entrepreneurs. Training and coaching clinics are carried out following stages preparation, implementation, and evaluation, all involving university partners. The training material explains competence and dimensions of entrepreneurial competence (the ability to see opportunities, achievement motivation, and persuasion abilities). The entrepreneurship competency training and coaching clinic were well organized as expected. If the COVID-19 pandemic has been resolved, training and coaching clinics can be carried out face-to-face. Each region in Indonesia has a different culture; if the training is carried out at the location of the entrepreneurs, the topics and methods will be more specifically adapted to the culture of the entrepreneurs who are the participants.
PELATIHAN ETOS KERJA DAN KERJA SAMA TIM DALAM DUNIA KERJA Christine Winstinindah Sandroto; Yasintha Soelasih; Sumani Sumani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2249-2254

Abstract

Di Era Industri 4.0 saat ini, terjadi banyak perkembangan dan perubahan yang begitu pesat dalam berbagai hal di masyarakat, mulai dari bidang infrastruktur, sosial budaya, teknologi, dan lain-lain yang semuanya itu akan memberikan pengaruh pada tuntutan perusahaan paa kebutuhan sumber daya manusia. Kondisi ini tentunya berdampak pada tuntutan peningkatan kualitas siswa-siswi   yang merupakan calon-calon angkatan kerja yang akan bersaing tidak hanya dengan tenaga kerja di Indonesia tetapi juga dengan tenaga kerja negara lain. Para siswa khususnya siswa yang bersekolah tingkat atas tidak cukup memiliki keterampilan intelektual secara akademik, tetapi juga mereka harus memiliki keterampilan non-akademik yang biasa disebut dengan soft skill. Pada masa sekarang sistem pendidikan sekolah formal kurang menitikberatkan soft skill karena pelajar lebih dituntut untuk memiliki kepintaran intelektual. Itu mengapa penting untuk memberikan pelatihan tambahan bagi pelajar supaya mereka bisa memiliki keterampilan yang diperlukan, antara lain kemampuan berbicara di depan umum, komunikatif, kolaboratif, dan keterampilan berpikir kritis. Salah satu soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah etos kerja dan kerjasama tim. Keduanya adalah kemampuan yang saling berkaitan dan sangat membantu jika seseorang memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, Yayasan Bulir Padi bekerjasama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya melaksanakan kegiatan pelatihan Pengenalan Soft Skill; Etos Kerja dan Kerjasama Tim dalam Dunia Kerja bagi anak bina Yayasan Bulir Padi dengan tujuan mempersiapkan mereka untuk mampu mengakses dan bersaing di dunia kerja.
STRATEGI KOMUNIKASI DI DALAM ORGANISASI Sumani Sumani; Christine Winstinindah Sandroto; Yasintha Soelasih; Rilo Pambudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.568-573

Abstract

Komunikasi dibutuhkan dalam organisasi. Baik komunikasi internal maupun eksternal. Perusahaan perlu mengelola komunikasi dengan baik supaya tujuan perusahaan dapat tercapai. Gugah Nurani Indonesia merupakan organisasi nir laba. Dimana organisasi tersebut dalam pendanaan tergantung dari donator. Oleh karena itu mereka perlu menjalin Kerjasama yang baik dengan stakeholders. Baik para donator maupun masyarakat binaannya. Tujuannya komunikasi yang terjalin dapat mendukung kegiatan organisasi. Ada system yang jelas dalam komunikasi.
PELATIHAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Christine Winstinindah Sandroto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1419-1424

Abstract

Pelatihan meningkatkan keterampilan dalam pengambilan keputusan merupakan dilakukan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan dilaksanakan secara virtual, peserta adalah pemuda-pemudi dari keluarga marjinal di DKI Jakarta yang berada yang dibina oleh BPF dan pemateri adalah pendidik FEB UAJ. .secara daring. Pelatihan berjalan baik dan mendapat respon positif dari peserta dan tim YBP. Ke depannya pengabdian masyarakat dengan bermitra dengan YBP akan terus dilaksanakan.
PROGRAM PELATIHAN MANAJEMEN BINAAN YAYASAN GUGAH NURANI INDONESIA Yasintha Soelasih; Christine Winstinindah Sandroto; Sumani Sumani; Synthia Madyakusumawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.783-787

Abstract

Koperasi juga hingga saat ini terus berkembang dan menjadi andalan masyarakat untuk memutar roda perekonomian. Hal ini tercermin dari data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) tahun 2020 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2019. Pada tahun 2019, jumlah koperasi aktif sebanyak 123.048 unit dengan volume usaha Rp154 triliun dan jumlah anggota sekitar 22 juta orang. Sedangkan pada Desember 2020, jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit dengan volume usaha Rp174 triliun dan jumlah anggota sekitar 25 juta orang. Namun demikian, koperasi pada masa pandemi ini juga mengalami berbagai kendala untuk menjalankan usahanya. Sebagian besar koperasi mengalami pengembalian pinjaman yang terganggu, omzet menurun, penarikan simpanan, penundaan Rapat Anggota Tahunan, dan kendala lainnya. Pengembangan koperasi pun memiliki tantangan sendiri, sehingga perlu dilakukan upaya penguatan peran koperasi. Terkait dengan pengelolaan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM koperasi, penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan serta kemitraan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi adalah melalui modernisasi koperasi. Demikian juga pengurus koperasi perlu mendapat pelatihan mengenai manajemen koperasi yang baik. Mereka harus mengenali bagaimana melakukan proses pemasaran yang baik. Berkaitan dengan hal diatas, Yayasan Gugah Nurani  Indoensai dapat bekerjasama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dalam meningkatkan kinerja koperasi dan kelompok usaha di wilayah dampingan Batavia CDP.
Elements of Entrepreneur Competencies and Intention to be Entrepreneurs Christine Winstinindah Sandroto; Yussi Ramawati; Syarief Darmoyo
International Journal of Applied Business and International Management Vol 9, No 1 (2024): April 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v9i1.2864

Abstract

This study aims to determine the effect of the elements of entrepreneurial competencies on entrepreneurial intention in two big cities in Indonesia, namely Jakarta and Balikpapan. The population in this study are business people, both entrepreneurs and those who work in creative industries in Jakarta and Balikpapan. The number of respondents in Jakarta and Balikpapan was 305 and 162. The sampling technique used was convenience sampling. Hypothesis testing shows that the elements of achievement, personal maturity, and orientation to others partially positively and significantly influence the entrepreneurial intention of respondents in Jakarta. Meanwhile, individual achievement, thinking, and problem-solving positively and significantly influence the entrepreneurial intention of respondents in Balikpapan. 
PELATIHAN SOFT SKILLS CARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS BAGI SISWA-SISWI ANAK BINA BULIR PADI Sandroto, Christine Winstinindah; Soelasih, Yasintha; Sumani, Sumani
MINDA BAHARU Vol 8, No 1 (2024): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v8i1.6023

Abstract

Tujuan pelatihan untuk membekali anak bina BP dalam pengetahuan dan keterampilan berpikir kritis. PKM dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metoda PKM melalui pelatihan yang keberhasilannya akan diukur dengan melihat peningkatan dalam pengetahuan (yang diukur dari membandingkan hasil pre-test dan post-test materi) serta keterampilan (yang diukur dari hasil workshop yang harus memenuhi standar nilai kelulusan). Tujuan pelatihan ini tercapai yang dapat dibuktikan dari penilaian pre-test dan post-test materi, dimana untuk tiap indikator yang dinilai, nilai post-test lebih tinggi dari nilai pre-test materi pada range 7,9-24,4%. Sedangkan dari hasil workshop melalui diskusi kelompok dan presentasi, semua kelompok dapat memenuhi standar nilai kelulusan minimal untuk workshop oleh FEB-UAJ dan BP ditetapkan adalah 70, dimana nilai tiap-tiap kelompok di atas nilai 70. Saran ke depannya dilakukan pendampingan berkelanjutan sebagai tindak lanjut pelatihan.
The Effect of Job Satisfaction and Gender on the Relationship between Employee Engagement and Intention to Leave in PT X: A Moderated Mediation Analysis Yeni Risdayanti; Christine Winstinindah Sandroto
International Journal of Applied Business and International Management Vol 5, No 3 (2020): December 2020
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v5i3.737

Abstract

This study aims to determine the effect of job satisfaction and gender on the relationship between employee engagement and intention to leave. The population in this study were all employees of PT X. The 121-sample size was determined by Slovin formula. The study used convenience sampling for the sampling technique. The data obtained were analyzed with Simple Mediation Model with Macro Process. The research findings contended that job satisfaction is proven to mediate the relationship between employee engagement and intention to leave which moderated by gender.
The Level of Importance of Entrepreneurial Competencies according to Entrepreneurs and Scientists Benedicta Prihatin Dwi Riyanti; Angela Oktavia Suryani; Christine Winstinindah Sandroto; Silverius Y Suharso
International Journal of Applied Business and International Management Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v5i1.769

Abstract

This study aimed to describe the rank of importance among 13 entrepreneurship competencies and the difference of the rank between entrepreneurs and scientists. About 47 entrepreneurs and 22 scientists gave their evaluation by giving rank from 1 to 13. The Mann-Whitney U-test showed that most of the competencies were perceived important at the same rank by the two groups, except for the competence of "Information seeking" (U-test = 722, p < 0.01; Mrank entrepreneurs = 6.36, Mrank scientist = 9.33). The top three competencies that perceived highly important by both groups are initiative, seeking and utilizing opportunities, and perseverance.