Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MODEL FIXED-BED SEMI-FLOW SEBAGAI REAKTOR DALAM PROSES HIDRORENGKAH (STUDI KASUS: PERENGKAHAN KATALITIK DARIMINYAK KULIT JAMBU METE /CNSL): FIXED-BED SEMI-FLOW MODEL AS A DEEP REACTOR HYDRO CRACKING PROCESS (CASE STUDY: CATALYTIC CRACKING OF OIL CASHEW CASHEW SKIN / CNSL) Darma Santi
JISTECH: Journal of Information Science and Technology Vol 7 No 1 (2015): Pebruari 2015
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study of the reactor in the hydrocracking process still needs to be investigated. This related tothe control effort can be done in hydrocracking reaction with laboratory scale, which is catalytic andreactor functions. This review presents the performance of the reactor in residual percentage (%w/w)with the minimum is 1.78% for feed : catalyst ratio (6), and the percentage of conversion CashewNut Shell Liquid/CNSL that was carried out with the flow rate of H2 at 20 ml/min, the temperature of400oC and variation of the feed : catalyst ratio. The conversion products presented in liquid (themaximum is 65.31% for feed : catalyst ratio (6)), solid/coke (the maximum is 4.38% for feed : catalystratio (6)) and gas (the maximum is 49.35% for feed : catalyst ratio (2)).
Penerapan Pakan Ikan Modifikasi Berbahan Baku Ampas Sagu di Kampung Udapi Hilir Kabupaten Manokwari Santi, Darma; Tururaja, Tresia Sonya; Morin, Jacson Victor; Langsa, Markus Heryanto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.67652

Abstract

Potensi limbah pengolahan sagu berupa ampas sagu di daerah Manokwari Provinsi Papua Barat perlu terus digali untuk memberikan nilai tambah limbah sekaligus dapat memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga kampung, khususnya peternak lele. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak lele tentang pemanfaatan limbah di sekitar yang berpotensi sebagai bahan baku pakan alternatif. Selain itu, (2) mengetahui nilai pertumbuhan panjang mutlak, bobot mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan lele serta kualitas air kolam uji. Metode dalam pengabdian ini dilakukan melalui kolam uji sebagai percontohan penerapan pakan menggunakan ampas sagu. Selain itu, dilakukan uji kualitas air kolam uji serta pengukuran bobot, panjang dan jumlah ikan hidup untuk mengetahui perkembangan ikan. Berdasarkan hasil pengamatan dan pendampingan yang telah dilakukan dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani lele untuk memanfaatkan ampas sagu sebagai alternatif subtituen dedak. Nilai pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,02 gram atau sebesar 80,48%, dan nilai pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan sebesar 2,17 cm atau sebesar 31,36%. Tingkat kelangsungan hidup ikan lele sebesar 88%. Kualitas air kolam menunjukkan parameter temperatur dan pH pada kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan ikan, yaitu pada 27,5-28,5°C dan pH 7,02-7,51. Data hasil riset ini menunjukkan potensi ampas sagu sebagai substituen bahan baku pakan ikan lele. Kata kunci : ampas sagu;  pakan ikan; Udapi Hilir;  Manokwari