Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Zarah

KAJIAN BIOAKTIFITAS DAN ANALISA KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI TUMBUHAN Hornstedtia scyphifera var. fusiformis DENGAN HPLC (High Performance Liquid Chrimatography) Santoni, Adlis; Efdi, Mai; Suhada, Akmel
Jurnal Zarah Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Zarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.33 KB)

Abstract

Hornstedtia scyphifera var. fusiformis merupakan tumbuhan endemik dari famili Zingiberaceae yang tersebar di Sumatera. Tumbuhan ini  mengandung beberapa metabolit sekunder seperti fenolik, flavonoid, saponin, triterpenoid, steroid dan alkaloid. Pengujian Bioaktifitas meliputi uji antioksidan dan antibakteri. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metoda DPPH. Sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus (bakteri gram positif) dan Escherichia coli (bakteri gram negatif). Hasil analisa aktitifitas antioksidan dari ketiga ekstrak, diperoleh bahwa ekstrak metanol menunjukkan aktifitas antioksidan yang paling aktif dengan IC50 = 51,8943 mg/L dibandingkan dua ekstrak lainnya. Ketiga esktrak Hornstedtia scyphifera var. fusiformis memberikan aktivitas antibakteri, selanjutnya esktrak n-heksan dan etil asetat pada konsentrasi 500 ppm memiliki zona hambat 10 mm terhadap bakteri Escherichia coli  dan Staphylococcus aureus memiliki zona hambat 10,3 mm. Untuk mengetahui jumlah senyawa metabolit sekunder  yang terkandung dalam  tumbuhan ini dilakukan analisa dengan HPLC.
KAJIAN BIOAKTIFITAS DAN ANALISA KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI TUMBUHAN Hornstedtia scyphifera var. fusiformis DENGAN HPLC (High Performance Liquid Chrimatography) Santoni, Adlis; Efdi, Mai; Suhada, Akmel
Jurnal Zarah Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.33 KB) | DOI: 10.31629/zarah.v5i2.205

Abstract

Hornstedtia scyphifera var. fusiformis merupakan tumbuhan endemik dari famili Zingiberaceae yang tersebar di Sumatera. Tumbuhan ini mengandung beberapa metabolit sekunder seperti fenolik, flavonoid, saponin, triterpenoid, steroid dan alkaloid. Pengujian Bioaktifitas meliputi uji antioksidan dan antibakteri. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metoda DPPH. Sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus (bakteri gram positif) dan Escherichia coli (bakteri gram negatif). Hasil analisa aktitifitas antioksidan dari ketiga ekstrak, diperoleh bahwa ekstrak metanol menunjukkan aktifitas antioksidan yang paling aktif dengan IC50 = 51,8943 mg/L dibandingkan dua ekstrak lainnya. Ketiga esktrak Hornstedtia scyphifera var. fusiformis memberikan aktivitas antibakteri, selanjutnya esktrak n-heksan dan etil asetat pada konsentrasi 500 ppm memiliki zona hambat 10 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus memiliki zona hambat 10,3 mm. Untuk mengetahui jumlah senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tumbuhan ini dilakukan analisa dengan HPLC.
PENENTUAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL, SIFAT ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK KULIT BATANG RENGAS (Gluta renghas L.) Emil Salim; Adlis Santoni; Nindi Antika Febriana
Jurnal Zarah Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Zarah
Publisher : Jurnal Zarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v8i2.2416

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan jumlah kandungan fenolik total, sifat antioksidan dan toksisitas dari ekstrak kulit batang rengas (Gluta renghas L.). Sampel kulit batang rengas diekstraksi secara bertahap menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol pada temperatur ruang. Jumlah kandungan fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteau, sifat antioksidan ditentukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-pycrilhydrazil), dan sifat toksisitas ditentukan dengan metode BSLT (Brine Shimp Lethality Test). Ekstrak metanol kulit batang rengas memiliki kandungan fenolik total paling tinggi (20,042 mg GAE/g ekstrak kering) dibandingkan ekstrak etil asetat dan n-heksan. Sifat antioksidan dari ekstrak metanol dan etil asetat tergolong sangat kuat dengan nilai IC50 12,252 mg/L dan 48,151 mg/L secara berturut-turut, sedangkan ekstrak n-heksan besifat lemah dengan nilai IC50 206,06 mg/L. Sifat toksisitas kulit batang rengas menunjukkan bahwa semua ekstrak bersifat toksik, dimana ekstrak metanol memiliki sifat toksisitas paling kuat dengan nilai LC50 54,113 mg/L. Senyawa aktif dari ekstrak kulit batang rengas ini selanjutnya dapat dilakukan isolasi untuk mengetahui strukturnya.