Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA KARANGAN NARASI EKSPOSITORIS SISWA KELAS XI SMA ISLAM PARLAUNGAN WARU KABUPATEN SIDOARJO Arkilas Y. Rahayaan; Sucipto Sucipto; Haerussaleh Haerussaleh
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa kata yang artinya yaitu; penyimpangan, pelanggaran, dan kekhilafan, kesalahan berbahasa sendiri dianggap sebagai bagian dari proses belajar-mengajar, baik belajar secara formal maupun tidak formal. Kesalahan berbahasa yang terjadi atau dilakukan oleh siswa dalam suatu proses belajar-mengajar mengimplikasikan bahwa tujuan pengajaran bahasa Indonesia belum tercapai secara maksimal sehingga masih banyak masyarakat Indonesia yang melakukan kesalahan dalam berbahasa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena data yang dianalisis berupa kata-kata atau kalimat. Sumber data berasal dari karangan narasi ekspositoris siswa kelas xi SMA Islam Parlaungan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu berupa teknik tes yang berbentuk tugas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesalahan berbahasa yang dilakukan siswa-siswi ini karena adanya pengaruh dari bahasa daerah dan beberapa dari mereka yang belum mengetahui tentang cara penulisan kosakata yang baik dan benar sesuai EBI.
ANALISIS NILAI RELIGIUSITAS DAN MAKNA DALAM TEMBANG PANGKUR SUNAN DRAJAT Lukluk Ainiyah; Kusmiyati Kusmiyati; Haerussaleh Haerussaleh
Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2019): Ksatra
Publisher : LPPM STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.783 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe Paul Ricoeur's hermaneutics on Sunan Drajat song, and analyze the religious values ​​contained in sunan drajat song. This type of research is descriptive qualitative. The data analysis technique used is Hermaneutika as the paul ricoeur interpretation system and the analysis of the value of religiosity. Based on the results of the analysis, first found the analysis of the value of religiosity of human relations with God the creator of nature, From this research it can be seen that there is a value of religiosity that contains human-human relations contained in the Sunan Drajat song, and found the semantic hermaneutika analysis / symbol and reflection from Paul Reicoer as: Singo clinching which means Man and the passions; stars and the sun which means man and pleasure
Analisis Citraan dalam Puisi ˜Perempuan yang Tergusur Karya W.S. Rendra Mochammad Dimas Adam Permana; Haerussaleh Haerussaleh; Nuril Huda
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v5i2.4688

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pencitraan dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai jenis pencitraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Data penelitian difokuskan pada data tertulis mengenai aspek pencitraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Hasil analisis terhadap puisi "Perempuan yang Tergusur" menemukan lima (5) bentuk pencitraan, yaitu: (1) pencitraan visual; (2) pencitraan auditif; (3) pencitraan olfaktori; (4) pencitraan taktil; dan (5) pencitraan gerak. Pencitraan dalam puisi "Perempuan yang Tergusur" digambarkan melalui tokoh “kau”, yaitu “perempuan yang tergusur” yang merupakan representasi dari realitas yang terjadi di kalangan masyarakat marginal yang hidup di berbagai kota besar dengan berbagai macam penderitaan dan ketidakadilan yang mereka alami.
Analisis Ikon, Indeks, dan Simbol dalam Film Di Ambang Kematian: Kajian Semiotika Luna Rindi Rahmawati; Haerussaleh Haerussaleh; Afan Faizin
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 8 No. 2 (2026): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v8i2.8537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tanda-tanda semiotika yang berupa ikon, indeks, dan simbol terdapat dalam film Di Ambang Kematian karya Azhar Kinoi Lubis dengan menggunakan kajian semiotika menurut Charles Sanders Peirce. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagaimana sumber data yang diambil berupa adegan, dialog, dan fenomena-fenomena visual dalam film tersebut. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan teknik transkripsi, lalu dianalisis dengan model triadik Peirce yang meliputi representamen, objek, dan interpretant, serta diklasifikasikan ke dalam tema-tema representatif. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa suatu sistem tanda dalam film ini terbentuk empat tema, yaitu representasi ritual pesugihan, representasi kekuatan gaib, representasi praktik pesugihan, dan representasi moralitas dalam hubungan dunia gaib supranatural dengan manusia. Tanda simbol merepresentasikan ritual dan syarat-syarat dalam pesugihan, tanda ikon dan indeks membentuk representasi kekuatan gaib, sedangkan representasi praktik pesugihan dan moralitas melalui adanya hubungan sebab-akibat antara kekayaan, penderitaan, perjanjian gaib, dan kematian didominasi oleh indeks. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tanda ikon, indeks, dan simbol memiliki keterkaitan membentuk suatu sistem tanda yang mengonstruksi ideologis bahwa menjalankan praktik pesugihan sebagai jalan untuk memperoleh harta kekayaan secara instan yang berakhir pada sebuah hilangnya kebebasan diri, penderitaan, dan runtuhnya nilai agama, kemanusiaan, agama.