Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Pemahaman Pajak dan Hambatan Pembayaran terhadap Kepatuhan Pajak UMKM di Kota Bandung Alwiansah, Alfin; Firmansyah, Rizky; Sanuri, Sanuri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5226

Abstract

Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang berperan penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Keberhasilan sistem perpajakan, khususnya sistem self-assessment yang diterapkan di Indonesia, sangat bergantung pada tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai sektor yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional masih menunjukkan tingkat kepatuhan pajak yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman pajak dan hambatan pembayaran pajak terhadap kepatuhan pajak UMKM di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain verifikatif. Populasi penelitian meliputi 50 pelaku UMKM di Kota Bandung yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemahaman pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pajak UMKM, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman pelaku UMKM terhadap peraturan, perhitungan, serta prosedur pembayaran dan pelaporan pajak, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pajaknya. Sebaliknya, hambatan pembayaran pajak tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepatuhan pajak. Namun, secara simultan pemahaman pajak dan hambatan pembayaran pajak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa faktor kognitif berupa pemahaman pajak memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan hambatan administratif dalam membentuk kepatuhan pajak UMKM. Oleh karena itu, upaya peningkatan kepatuhan pajak UMKM perlu difokuskan pada peningkatan literasi dan pendampingan perpajakan secara berkelanjutan.
Pembentukan Budaya Hukum di Pondok Pesantren dalam Perspektif Maqasid Shari’ah Mubarok, Nafi; Sanuri, Sanuri
Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Vol 28 No 2 (2025): Al-Qanun, Vol. 28, No. 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alqanun.2025.28.2.218-230

Abstract

Juvenile delinquency is not a new phenomenon; in fact, it tends to increase and is a concern. On the other hand, Islamic boarding schools are considered capable of being an important instrument that can be used as a tool to solve adolescent problems, which in this context is minimizing and anticipating juvenile delinquency. This paper presents a framework for analyzing the formation of legal culture in Islamic boarding schools, drawing on the theory of Maqasid Shari'ah. The results of this paper are that the formation of legal culture in Islamic boarding schools is achieved by consistently strengthening the power of conscience, coupled with faith, to lead to good things, so that education is not only the transfer of knowledge but also forms people with high awareness, by improving the aspect of discipline. Furthermore, from the perspective of the theory of maqasid al-shari'ah', legal culture in Islamic boarding schools can be understood, one of which is the relationship between kiai and santri from the perspective of  hifz al-din, which has a significant contribution to legal culture in Indonesia. This is because kiai, as educators and role models, help instill deep religious values in students. In addition, Kiai, as educators and role models, help instill deep religious values in students.