Soetoro Soetoro
Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA AGROINDUSTRI TEMPE (StudiKasus Pada Seorang Perajin Tempe di Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis) Cica Nurlia; Soetoro Soetoro; Sudradjat Sudradjat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 2 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.894 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.1620

Abstract

Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C pada agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi, 2) Besarnya rentabilitas pada agroindustri tempedalam satu kali proses produksi, dan 3) Besarnya penyerapan tenaga kerja pada agroindustri tempe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus.Penarikan respondendilakukan secara purposive sampling yaitu pada seorang perajin tempe di Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Hasil Penelitian pada agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi menunjukakan bahwa :1) Perajin mengeluarkan biaya sebesar Rp. Rp. 2.210.873,65,-, menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 2.950.000,-, pendapatan sebesar Rp. 739.126,35,- dan nilai R/C sebesar 1,34.2) Rentabilitas yang dihasilkan sebesar 34 persen dari total biaya yang dikeluarkan.3) Jumlah tenaga kerja yang diserap pada agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi adalah sebanyak 15 orang dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,34 persen.Kata kunci : agroindustri, rentabilitas, penyerapan tenaga kerja
ANALISIS SALURAN KELAPA (Suatu Kasus di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran) Wadin Wadin; Soetoro Soetoro; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.88 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran kelapa di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar kabupaten Pangandaran. (2) Besarnya marjin dan biaya pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran kelapa di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran (3) Besarnya bagian harga yang diterima petani (farmer’s share) kelapa.Penelitian ini dilaksanakan di Desa karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dengan menggunakan survai. Responden petani diambil secara acak sederhana (simple random sampling) diteliti sebanyak 30 orang atau 15 persen dari 202 petani, sedagkan untuk sampel lembaga pemasaran diambil dengan cara snowball sampling terhadap 1 orang pedagang pengumpul, dan 1 orang pedagang besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)Terdapat satu saluran pemasaran kelapa di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran yaitu, Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Konsumen Akhir Industri. 2) Marjin pemasaran kelapa di tingkat pedagang pengumpul Rp. 1.000,00 per butir, biaya sebesar Rp. 475,00 per butir dan keuntungan sebesar Rp. 525,00, per butir sedangkan marjinpemasaran kelapa di tingkat pedagang besar yaitu Rp. 500,00 per butir, biaya sebesar Rp. 200,00 per butir dan keuntungan sebesar Rp. 300,00 per butir. 3) Farmer’s share atau bagian harga yang diterima petani adalah 66,67 persen dari harga yang dibayarkan konsumen.Kata kunci : Saluran pemasaran, kelapa
RESPON PETANI TERHADAP KEGIATAN MODEL DESA KONSERVASI (MDK) DI KAWASAN TAMAN BURU MASIGIT KAREUMBI Mulpiadi Mulpiadi; Soetoro Soetoro; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 2, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i1.299

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Respon petani terhadap kegiatan Model Desa Konservasi (MDK) Kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi, (2) Kendala yang dihadapi dalam kegiatan Model Desa Konservasi (MDK) Kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus, dengan mengambil kasus pada KelompokModel Desa Konservasi (MDK) di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Penarikan sampel untuk kelompok dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu pada Kelompoktani yang berada ikawasan konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi yang bernama Kelompok MDK, sedangkan sampel untuk responden dilakukan secara sensus terhadap 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Respon petani terhadap kegiatan Model Desa Konservasi (MDK) termasuk ke dalam kategori tinggi karena sebagian besar responden yaitu 90,00 persen mempunyai tingkat respon yang tinggi terhadap kegiatan MDK.2. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan Model Desa Konservasi (MDK) yaitu berkaitan dengan pemasaran hasil dari kegiatan MDK, pemasaran hasil usahatani anggrek baru sebatas memenuhi kebutuhan wisatawan di Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) dan belum dipasarkan ke luar desa, misalnya memenuhi permintaan di kota Bandung dan sekitarnya. Demikian pula pemasaran bibit tanaman tahunan baru sebatas memenuhi kebutuhan bibit di desa dan untuk kegiatan penghijauan di gunung masigit, kelompok belum berani memproduksi secara massal (besarbesaran) karena masih mempertimbangkan dan melihat kondisi saluran pemasaran. Kata kunci : respon petani, model desa konservasi, kelompok MDK
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA AREN (Studi Kasus Di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis) Ima Purnamasari; Soetoro Soetoro; Fitri Yuroh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 2 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.607 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.1625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan agroindustri gula aren di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican, 2) Faktor yang menjadi peluang dan ancaman dalam pengembangan agroindustri gula aren di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican, 3) Alternatif strategi yang harus diterapkan untuk mengembangkan agroindustri gula aren di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan perajin gula aren, dengan menggunakan daftar pertanyaan (Question). Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi-instansi terkait dan informasi dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Penarikan responden dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian menujukan bahwa: 1) Faktor kekuatan yaitu gula merupakan produk unggulan Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican, produksi mudah dilakukan, kualitas gula aren yang baik dan harga yang terjangkau, tingginya minat perajin gula aren terhadap pembaharuan teknologi dan informasi. Faktor kelemahan yaitu kurangnya permodalan, kualitas SDM yang masih kurang, Pengemasan produksi yang masih sederhana dan kurangnya promosi, lemahnya akses terhadap pasar dan lembaga keuangan, produktivitas masih rendah karena ketersediaan pohon aren yang terbatas. 2) Faktor peluang meliputi permintaan gula aren yang tinggi, kemajuan teknologi produksi, komunikasi dan informasi, adanya kebijakan pemerintah pusat untuk mengembangkan bibit, memiliki pelanggan tetap dan pembeli tetap, tersedianya sarana produksi, pangsa pasar yang masih luas, harga tinggi. Faktor ancaman meliputi terbatasnya sarana dan prasarana pemasaran, adanya pesaing daerah lain, perubahan cuaca yang ekstrim, fluktuasi harga. 3) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri gula aren di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican yaitu mempertahankan kualitas poduksi dan pengembangan pasar, minat perajin gula aren yang tinggi dengan kemajuan teknologi produksi, komunikasi, dan informasi, penganekaragaman pengemasan dan promosi gula aren untuk memaksimalkan produksi, pemberdayaan perajin untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah dalam pengembangan bibit pohon aren, mengoptimalkan produk unggulan, kualitas baik, dan harga yang terjangkau untuk menghadapi persaingan dari daerah lain, mengoptimalkan tingginya minat perajin untuk memanfaatkan sarana dan prasarana pemasaran yang tersedia, optimalisasi permodalan, akses pasar, lembaga keuangan untuk menghadapi persaingan dengan daerah lain, meningkatkan kualitas SDM untuk menanggulangi cuaca ekstrim.Kata kunci : pengembangan agroindustri, gula aren
ANALISIS RENTABILITAS PADA AGROINDUSTRI TEMPE Novalia Anggara; Soetoro Soetoro; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 1, No 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i1.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi, dan 2) Besarnya rentabilitas pada agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan mengambil kasus pada seorang perajin tempe di Desa Pawindan KecamatanCiamis Kabupaten Ciamis. Penarikan responden dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan tujuan tertentu yakni pada seorang perajin tempe di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang diperoleh secara langsung dari perajin tempe yang dijadikan responden melalui wawancara, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur-literatur dan data dari instansi atau dinas terkait yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Hasil Penelitian pada agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi menunjukkan bahwa dari bahan baku kedelai sebanyak 350 kilogram pada harga kedelai Rp. 8.500 per kilogram, menghasilkan tempe sebanyak 3.000 bungkus, dan harga jual tempe jenis (a) Rp. 2.000,- dan tempejenis (b) Rp. 5.000,- per bungkus. Dengan hasil perhitungan setelah di analisis dari penelitian sebagai berikut (1) Perajin mengeluarkan biaya sebesar Rp. 4.123.992,50, menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 6.600.000,-, dan pendapatan sebesar Rp. 2.476.007,5, (2) Rentabilitas yang dihasilkan sebesar 60 persen dari total biaya yang dikeluarkan.Kata kunci :Rentabilitas, Agroindustri Tempe
ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum L.)VARIETAS HOT BEAUTY (Studi Kasus di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis) Taufik Ridiyanto; Soetoro Soetoro; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.994 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v3i2.706

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : 1) Besarnya rata-rata biaya dan penerimaan usahatani cabai merah per hektar dalam satu kali musim tanam di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. 2) Besarnya rata-rata pendapatan usahatani cabai merah per hektar dalam satu kali musim tanam di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. 3) Besarnya rata-rata R/C usahatani cabai merah dalam satu kali musim tanam di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus merupakan suatu penelitian yang bersifat mendalam mengenai suatu karakteristik tertentu dari objek penelitian, penelitian ini yaitu di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. TeknikPenarikan sampel dilakukan secara sensus terhadap petani sebanyak 30 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Besarnya biaya total sebesar Rp. 34.385.907,09, penerimaannya sebesar Rp. 57.600.000 per satu kali musim tanam, diperoleh dari rata-rata hasil produksi panen cabai merah sebanyak 6.400 kilogram dengan harga Rp. 9000 per kilogram. 2) Besarnya pendapatan sebesar Rp 73.940.928,57 per hektar per satu kali musim tanam. 3) BesarnyaR/C (Revenue Cost Ratio) yaitu sebesar Rp. 2,51 hal ini petani cabai merah telah memperoleh keuntungan yaitu sebesar Rp. 2,51.Kata Kunci :Usahatani, Cabai merah, Kabupaten Ciamis
ANALISIS PENDAPATAN DAN TITIK IMPAS AGROINDUSTRI GULA KELAPA Andi Hendarto; Soetoro Soetoro; Cecep Pardani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 1, No 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i1.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri gula kelapa per satu bulan proses produksi di Desa Sindangasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, (2) Besarnya titik impas agroindustri gula kelapa per satu bulan proses produksi di Desa Sindangasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilaksanakan denganmetode survai di Desa Sindangasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Sampel diambil sebanyak 35 orang perajin gula kelapa dari jumlah anggota populasi sebanyak 350 orang perajin dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode tabulasi, sedangkan analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan titik impas dianalisisdengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan : 1) Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh perajin gula kelapa yang berada di Desa Sindangasih sebesar Rp 1.521.175,59. 2) Besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh perajin gula kelapa adalah sebesar Rp 2.415.214,29 dan besarnya pendapatan yang diperoleh perajin gula kelapa adalah sebesar Rp 894.038,70 dalam satu bulan proses produksi. 3) Besarnya titik impas nilai penjualan agroindustri gula kelapa per satu bulan proses produksi sebesar Rp 305.591,09, titik impas volume produksi sebesar 35,95 kilogram dan titik impas harga sebesar Rp 5.355,61 per satu bulan proses produksi. Kata kunci : Gula Kelapa, Pendapatan, Titik Impas
ANALISIS SALURAN PEMASARAN BUAH DUKU (Suatu Kasus di Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis) Eman Badruzaman; Soetoro Soetoro; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.267 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v3i3.806

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) untuk mengetahui saluran pemasaran buah duku dari produsen atau petani sampai ke konsumen (2) untuk mengetahui marjin, biaya, keuntungan pemasaran buah duku. Serta (3) perbandingan harga yang diterima petani (Farmer share). Penelitian ini melibatkan 31 orang responden dari pihak petani dan 12 orang respondendari pihak pedagang perantara. Hasil Penelitian menunjukan :1. Saluran pemasaran buah duku di Desa Karanganyar terdapat tiga saluran pemasaran a) Petani buah duku Pedagang pengumpul (Desa Karanganyar) pedagang pengecer (Desa Karangkamulyan) Konsumen.b) Petani buah duku Pedagang pengumpul (Desa Karanganyar) Pedagang Besar(Pasar Ciamis) Pedagang Pengecer konsumen.c) Petani buah duku pedagang pengumpul (Desa Karanganyar)Broker Pedagang besar (Cibitung) Pedagang pengecer (wilayah Cibitung)konsumen.2. Total marjin, biaya dan keuntungan pemasaran buah duku sebagai berikut :a) Total marjin pemasaran pada saluran 1 sebesar Rp 3.700 per kilogram, pada saluran 2 sebesar Rp 4.000 per kilogram, pada saluran 3 sebesar Rp 4.400 per kilogram.b) Total biaya pemasaran pada saluran 1 sebesar Rp 1.100 per kilogram, pada saluran 2 sebesar Rp 1.655 per kilogram, pada saluaran 3 sebesar Rp 1.815 per kilogram.c) Total keuntungan pemasaran pada saluran 1 sebesar Rp 2.600 per kilogram, pada saluran 2 sebesar Rp 2.345 per kilogram, pada saluran 3 sebesar Rp 2.585 per kilogram.3. harga yang diterima petani atau Farmer share pada saluran pemasaran 1sebesar 57,47 % per kilogram, pada saluran pemasaran 2 sebesar 55,56% per kilogram, pada saluran pemasaran 3sebesar 52,63% per kilogram.Kata Kunci : Saluran, Pemasaran, Buah, Duku, Kabupaten Ciamis
ANALISIS SALURAN PEMASARAN ANGGREK PADA KELOMPOK MODEL DESA KONSERVASI (MDK) KAWASAN TAMAN BURU MASIGIT KAREUMBI Kusnadi Kusnadi; Soetoro Soetoro; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 2, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i1.300

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran anggrek dari produsen sampai ke konsumen di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang (2) Besarnya marjin, biaya dan keuntungan pemasaran anggrek dari produsen sampai ke konsumen di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus, dengan mengambil kasus pada Kelompok Model Desa Konservasi (MDK) di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Data yang dikumpulkanmeliputi data primer dan data sekunder. Penarikan sampel untuk produsen dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu pada Kelompoktani yang berada di kawasan konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi yang bernama Kelompok MDK, sedangkan sampel untuk pedagang perantara dilakukan dengan menggunakan snowball sampling method, berdasarkan snowball sampling method tersebut diketahui bahwa pedagang perantara pada saluran pemasaran anggrek dari Desa Sindulang terdiri dari 5 orang pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :(1) Saluran pemasaran anggrek dari Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang hanya terdapat satu saluran pemasaran, yaitu :Petani -> Pedagang -> Pengecer Konsumen2) Harga beli anggrek Rp. 30.000 per pot dan harga jual Rp. 40.000 per pot, sehingga diperoleh marjin pemasaran anggrek sebesar Rp. 10.000 per pot, biaya pemasaran anggrek sebesar Rp 3.520 per pot, maka diperoleh keuntungan pemasaran yaitu sebesar Rp. 6.480 per pot. Kata kunci : saluran pemasaran, anggrek, model desa konservasi
RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA AGROINDUSTRI TAHU BULAT SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN TOTAL PERAJIN (Studi Kasus pada Agroindustri Tahu Bulat Songkha di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis) Inding Supriadi; Soetoro Soetoro; Muhammad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 2 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.314 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.1626

Abstract

Pada dasarnya perekonomian Indonesia masih tetap akan mengandalkan sektor pertanian yang mampu mendukung sektor industri, oleh karena itu yang paling sesuai adalah pengolahan produk pertanian melalui pengembangan agroindustri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C pada agroindustri tahu bulat Songkha di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, 2) Besarnya nilai rentabilitas pada agroindustri tahu bulat Songkha di Desa Muktisari Kecamatan CipakuKabupaten Ciamis, 3) Besarnya penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi pendapatan agroindustri tahu bulat Songkha terhadap pendapatan perajin di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada perajin tahu bulat di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1. Biaya yang dikeluarkan perajin tahu bulat per satu kali proses produksi sebesar Rp. 31.959.080,94, diperoleh produksi 200.000 butir dengan harga jual 200 per butir sehingga diperoleh penerimaan sebesar Rp. 41.050.000, dan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 9.090.919,06, sehingga didapat R/C sebesar 1,28, artinya dari setiap Rp. 1,00 yang dikeluarkan maka diperoleh penerimaan 1,28, dan memperoleh pendapatan 0,28.2. Nilai rentabilitas yang diperoleh agroindustri tahu bulat Songkha per satu kali proses produksi sebesar 28,45 %.3. Besarnya penyerapan tenaga kerja pada agroindustri tahu bulat Songkha sebesar 2,65 %, dan kontribusi pendapatan terhadap pendapatan total perajin tahu bulat sebesar 96,63 %.Kata Kunci : Tahu Bulat, Biaya, Pendapatan, Rentabilitas, Penyerapan Tenaga Kerja, dan Kontribusi Pendapatan.