Soetoro Soetoro
Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS USAHATANI JAGUNG (Zea Mays L) Ade Epa Apriani; Soetoro Soetoro; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 2, No 3 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i3.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) besarnya biaya dan pendapatan usahatani jagung dalam satu kali proses produksi, (2) besarnya R/C usahatani jagung dalam satu kali proses produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan mengambil kasus di Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik penarikan sampel acak sederhana sebanyak 20 persen dari 158 orang, yaitu 32 orang petani. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Besarnya biaya total (Total Cost) pada usahatani Jagung per hektar per satu kali musim tanam di Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar Rp 7.940.123,05,- yang terdiri dari biaya tetap (Fixed Cost) sebesar Rp 158.253,96,- dan biaya variabel (Variabel Cost) sebesar Rp 7.779.675,47,-. Sedangkan nilai penerimaan sebesar Rp 12.000.000,- sehingga didapat nilai pendapatan sebesar Rp 3.551.903,90,-. Besarnya nilai R/C ada usahatani Jagung per hektar per satu kali musim tanam di Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya adalah 1,51. Artinya setiap Rp 1,- biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,51,- dan pendapatan sebesar Rp. 0,51. Kata kunci : usahatani jagung
ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C PADA AGROINDUSTRI SERUNDENG KELAPA (Studi Kasus pada Perusahaan Serundeng Sari Ayam Cap Koki di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Desilia Indriyani; Soetoro Soetoro; Fitri Yuroh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.185 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1607

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) besarnya biaya dan pendapatan pada agroindustri serundeng kelapa Sari Ayam Cap Koki yang diusahakan oleh seorang pengusaha di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, (2) besarnya R/C pada agroindustri serundeng kelapa Sari Ayam Cap Koki yang diusahakan di Desa Saguling Kecamatan BaregbegKabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Besarnya biaya yang dikeluarkanpada agroindustri serundeng kelapa Sari Ayam Cap Koki yang diusahakan pengusaha di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis per satu kali proses produksi sebesar Rp.12.344.221,66 penerimaannya sebesar Rp.14.625.000,00 dan pendapatannya sebesar Rp.2.280.778,34. 2. Besarnya R/C pada Agroindustri Serundeng Kelapa Sari Ayam Cap Koki yaitu Rp.1,18 rupiah artinya untuk setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan pada agroindustriserundeng kelapa akan diperoleh penerimaan Rp.1,18 rupiah. Sehingga diperoleh pendapatan Rp.0,18 rupiah dengan demikian Agroindustri Serundeng Kelapa Sari Ayam Cap Koki menguntungkan dan layak untuk di jalankan.Kata kunci : Agroindustri, Serundeng kelapa
ANALISIS RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG (Studi Kasus Pada Perusahaan Keripik Pisang Sari Rasa di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis) Dewi Ariani Widiawati; Soetoro Soetoro; Sudradjat Sudradjat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 2 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.398 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.1622

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan dari hasil usaha agroindustri keripik pisang dalam satu kali proses produksi, 2) Besarnya nilai rentabilitas usaha agroindustri keripik pisang dalam satu kali proses produksi, 3) Besarnya penyerapan tenaga kerja pada usaha agroindustri keripik pisang dalam satu kali proses produksi.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan mengambil kasus pada perusahaan Keripik Pisang Sari Rasa di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Teknik penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan agroindustri keripik pisang Sari Rasa per satu kali proses produksi sebesar Rp. 6.377.494,00, dan besarnya penerimaan Rp. 7.500.000,00 sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 1.122.506,00. 2) Nilai rentabilitas pada agroindustri keripik pisang Sari Rasa di Desa Buniseuri sebesar 17,60 persen, yang artinya agroindustri keripik pisang dapat menghasilkan laba sebesar 17,60 persen dari modal yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi. 3) Penyerapan tenaga kerja pada usaha agroindustri keripik pisang Sari Rasa sebesar 0,39 persen, artinya tenaga kerja yang mampu diserap sebanyak 0,39 persen dari angkatan kerja di Desa Buniseuri.Kata Kunci : Agroindustri, kripik Pisang
ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI JAGUNG HIBRIDA VARIETAS BISI 2 (Zea mays Linn.) (Suatu Kasus di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis) Haris Hermawan; Soetoro Soetoro; Cecep Pardani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.53 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v3i2.717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Besarnya rata-rata biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani jagung Hibrida Varietas Bisi 2 per hektar dalam satu kali musim tanam di Desa Handapherang. 2. Besarnya rata-rata R/C pada usahatani jagung Hibrida Varietas Bisi 2 dalam satu kali musim tanam di Desa Handapherang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survai yang dilakukan di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Penarikan sampel petani dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Dengan mengambil sampel petani sebanyak 15 persen atau sebanyak 24 orang petani dari jumlah populasi  ebanyak 160 orang petani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Besarnya rata-rata biaya pada usahatani Jagung Hibrida Varetas Bisi 2 di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis sebesar Rp 7.709.032,- per hektar dalam satu kali musim tanam. Sedangkan penerimaannya adalah sebesar Rp 16.792.769,- per hektar dalam satu kali musim tanam, diperoleh dari hasil panen jagung pipilan kering sebanyak 4.939 kilogram dengan harga Rp 3.400 per kilogram. Besarnya rata-rata pendapatan pada usahatani jagung di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah sebesar Rp 9.083.737,- per hektar dalam satu kali musim tanam.2) Besarnya rata-rata R/C pada usaha tani jagung Hibrida Varetas Bisi 2 di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah sebesar 2,18. Artinya setiap pengeluaran biaya sebesar Rp 1,00 maka petani jagung akan mendapat penerimaan sebesar Rp 2,18 sehingga petani jagung memperoleh keuntungan sebesar Rp 1,18. Dengan demikian usahatani jagung di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis menguntungkan dan layak untuk diusahakan.Kata Kunci : Jagung, biaya, pendapatan, dan R/C
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE Heli Oktaviyanti; Soetoro Soetoro; Cecep Pardani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 2, No 3 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i3.273

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar, (2) Jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan seluruh modal yang di investasi dan BEP pada Agroindustri Tempe yang diusahakan oleh seorang perajin Tempe di Kelurahan BanjarKecamatan Banjar Kota Banjar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan mengambil kasus pada perajin tempe yang berada di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar. Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah secara purposive sampling yang dilakukan di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar. Responden dipilihsecara sengaja sebagai sampel dengan alasan seorang perajin tempe yang skala usahanya paling besar dibandingkan perajin yang lain, karena mengolah bahan baku paling banyak yang ada di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar. Analisis yang digunakan dalam Agroindustri Tempe ini adalah analsis kelayakan finasial yaitu dengan menggunakan rumus NPV, IRR, Net B/C,Payback Periods dan BEP. Hasil analisis menunjukkan: Hasil penelitan dari seorang perajin tempe (Bapak Yana Kardian ) selama 5 tahun adalah Nilai NPV sebesar Rp. 44.350.600,00 berarti responden memperoleh keuntungan pada tingkat bunga 12 persen sebesar Rp. 44.350.600,00 dengan jangka waktu 5 tahun, Nilai Net B/C sebesar 2,23 ini berarti setiap 1,00 modal yang digunakan pada agroindustri tempe akan memperoleh manfaat sebesar 2,23. Nilai IRR yang diperoleh sebesar 33,86 persen, berarti tingkat bunga bank maksimum yang mampu dibayar oleh responden sebesar 33,86 persen per tahun atau lebih besar dari tingkat bunga 12 persen. Dilihat dari nilai NPV, Net B/C dan IRR maka agroindustri tempe di Kota Banjar layak untuk diusahakan, karena nilai NPV nya lebih dari 0, Net B/C lebih dari 1, dan IRR nya lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku. Payback period yang diperoleh pada agroindustri tempe yang diusahakan responden (Bapak Yana Kardian) di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar dicapai pada 1 tahun 10 bulan 17 hari artinyamodal yang diinvestasikan dapat dikembalikan setelah usaha tersebut berjalan selama 1 tahun 10 bulan 17 hari, dan Break Even Point (BEP) titik impas yaitu 3 tahun 3 bulan 20 hari, artinya usaha tersebut mencapai titik impas selama yaitu 3 tahun 3 bulan 20 hari. Kata kunci : Kelayakan Finansial, Agroindustri, Tempe
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK SINGKONG (Studi Kasus Pada Perajin Keripik Singkong di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis) Yan Yan Hidayat; Soetoro Soetoro; Fitri Yuroh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.971 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri keripik singkong di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, 2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik singkong di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Penarikan responden dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada pengembangan agroindustri keripik singkong di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis terdiri dari kekuatan, kelemahan dan peluang, ancaman. Faktor-faktor yang menjadi kekuatan yaitu tersedianya cukup jumlah tenaga kerja, produksi mudah dilakukan, produk keripik singkong yang tahan lama, harga produk yang terjangkau. Sedangkan faktor-faktor yang menjadi kelemahan yaitu keterbatasan permodalan, pengemasan produk masih sederhana, kualitas SDM yang masih kurang, dan promosi masih kurang. Faktor-faktor yang menjadi peluang yaitu, pangsa pasar yang masih luas, permintaan semakin meningkat, cuaca tidak mempengaruhi produksi, ketersediaan bahan baku, Lokasi perusahaan strategis Faktor-faktor yang menjadi ancaman yaitu, persaingan dari industri sejenis, kurang adanya peran dari pemerintah, kenaikanharga sarana produksi, meningkatnya tarif transfortasi Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik singkong diKecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis yaitu mempertahankan kualitas produksi dan pengembangan pasar, meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan, mempertahankan kontinuitas produksi untuk memenuhi permintaan, optimalisasi Kualitas SDM untuk memenuhi permintaan produk, diversifikasi produk untuk memenuhi pangsa pasar, meningkatkan promosi dengan memanfaatkanlokasi perusahaan yang strategis, pengelolaan tenaga kerja, keseragaman harga jual dengan peran serta pengawasan pemerintah, penganekaragaman pengemasan dan diversifikasi produk untuk bersaing dengan Industri sejenis, menjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam menyikapi permodalanKata Kunci : swot, agroindustri
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM (Studi Kasus Pada Perusahaan Margi Mulyo di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap) Erpan Hermawan; Soetoro Soetoro; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i3.807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apa saja faktor internal dan eksternal pemasaran yang dihadapi oleh usaha jamur tiram Margi Mulyo, (2) strategi pemasaran apa saja yang dapat diterapkan oleh usaha jamur tiram Margi Mulyo, (3) Strategi pemasaran alternatif mana yang diprioritaskan oleh Margi Mulyo dalam kaitannya dengan aspek pemasaran sehingga dapat mengembangkan kegiatan usaha jamur tiram tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa observasi, kuesioner, wawancara dan diskusi, sedangkan data sekunder dilakukan melalui studi pustaka. Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan konsep manajemen strategi melalui analisis tiga tahap perumusan strategi, yaitu tahap pemasukan, tahap pemaduan dan tahap pengambilan keputusan. Alat bantu analisis yang digunakan untuk merumuskan strategi tersebut adalah matriks IFE dan EFE padatahap pemasukan, matriks IE dan SWOT pada tahap pemaduan dan pada tahap pengambilan keputusan menggunakan matriks QSP.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1. Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal pemasaran, faktor-faktor lingkungan internal pemasaran jamur tiram Margi Mulyo yaitu: (1) kualitas produk baik, (2) bahan baku tidak terbatas, (3) harga jual terjangkau, (4) produk tidak menggunakan bahan kimia, (5) lokasi produksi strategis, (6) mudah diserang hama sciarid (lalat jamur), (7) daya simpan pasca panen tidak tahan lama, (8) kapasitas produksi belum maksimal, (9) terbatasnyamodal, (10) proses produksi belum menggunakan teknologi, sedangkan faktor-faktor lingkungan eksternal pemasaran jamur tiram Margi Mulyo yaitu: (1) trend gaya hidup sehat secara vegetarian, (2) permintaan pelanggan meningkat, (3) teknologi semakin berkembang, (4) jamur tiram dapat diolah menjadi produk turunan, (5) limbah baglog merupakan salah satu bahan baku utama pupuk bokhasi, (6) adanya pesaing dari produk sejenis, (7) kenaikan biayabahan baku, (8) kondisi iklim dan cuaca yang tidak menentu, (9) jenis penyakit jamur tiram semakin meningkat, (10) naiknya biaya distribusi.2. Hasil perumusan strategi pemasaran berdasarkan Matriks IE, perusahaan Margi Mulyo berada pada sel II (posisi growth strategy) yang merupakan pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Implikasi strategi yang paling sesuai diterapkan adalah strategi intensif, yaitu dengan melakukan penetrasi pasar. Sedangkan dari hasil matriks SWOT, diperoleh enam alternatif strategi, yaitu: (1) menjaga dan meningkatkan kualitas produk, (2) meningkatkan nilai tambahdengan melakukan pengolahan produk sisa dan pemanfaatan limbah baglog dari hasil produksi, (3) memaksimalkan produksi guna meningkatkan pangsa pasar, (4) pemanfaatan teknologi dalam proses produksi yang semakin berkembang, (5) menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pemasok bahan baku dan konsumen, dan (6) menjalin kerjasama dengan pemerintah (Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap). 3. Berdasarkan Matriks QSP, urutan prioritas alternatif strategi tersebut adalah: (1) menjaga dan meningkatkan kualitas produk, (2) Meningkatkan nilai tambah dengan melakukan pengolahanproduk sisa dan pemanfaatan limbah baglog dari hasil produksi, (3) pemanfaatan teknologi dalam proses produksi yang semakin berkembang, (4) memaksimalkan produksi guna meningkatkan pangsa pasar, (5) menjalin kerjasama dengan pemerintah (Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap), dan (6) menjaga dan meningkatkan hubungan baik denganpemasok bahan baku dan konsumen.Kata Kunci: jamur tiram, Kabupaten Cilacap, strategi pemasaran