Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAMBARAN SWAMEDIKASI PENGGUNAAN TANAMAN OBAT DI DESA SUNGAI GAMPA ASAHI Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2016): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.136 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v1i2.58

Abstract

Tumbuhan berkhasiat obat atau yang dikenal dengan obat herbal telah digunakan sejak dahulu kala secara turun-temurun untuk swamedikasi. Swamedikasi adalah upaya pengobatan diri sendiri menggunakan obat, obat tradisional, atau cara tradisional tanpa petunjuk ahlinya. Salah satu desa di Kabupaten Barito Kuala yang masih menggunakan tanaman obat untuk swamedikasi adalah Sungai Gampa Asahi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan  masyarakat tentang tanaman obat untuk swamedikasi di desa Sungai Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala.Jenis penelitian ini adalah penelitan deskriftif dengan metode pengambilan data menggunakan metode  non probability sampling dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini melibatkan sebanyak 178  responden dengan waktu pengambilan data dimulai dari 10 Mei sampai 02 Juli 2016. Pengambilan data yang dilakukan berupa wawancara dengan responden dan mengisi lembar observasi.Hasil dari penelitian ini berupa rekap data 12 jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat desa Sungai Gampa Asahi, adapun 12 tanaman itu adalah nangka belanda/sirsak, kembang sepatu, jahe, kunyit, belimbing wuluh, jambu biji, bamban, sambung nyawa, sambung urat, lidah buaya, asam jawa dan jeruk nipis. Kemudian  takaran yang digunakan  masih takaran tradsional yakni selembar, sebiji, serimpang dan secukupnya. Adapun alasan penggunaan obat tradisional dengan tanaman obat berdasarkan urutannya yaitu : kepercayaan, lingkungan, biaya dan terakhir pengetahuan.
UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp.) PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.755 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.83

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks yang memerlukan perawatan medis terus menerus dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial luar kontrol glikemik. Berdasarkan hasil International Diabetes Federation Atlas Sixth Edition, Indonesia pada tahun 2013 menempati urutan ke 7. Obat tradisional yang baru-baru ini dapat menurunkan kadar gula darah yang berasal dari hewan adalah semut jepang (Tenebrio Sp.). Semut jepang (Tenebrio Sp.) sebagai antidiabetes baru dalam tahap penggunaan empiris. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol semut jepang (Tenebrio Sp.) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi dengan aloksan.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu digunakan pre test and post test with control group design dengan 6 kelompok perlakuan. Tikus yang akan diberi perlakuan 3 hari sebelumnya diberikan aloksan secara intraperitonial. Pengukuran kadar gula darah hewan dilakukan pada hari ke-3, ke-6 dan ke-9 setelah perlakuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat tes strip glukosa. Penurunan kadar glukosa darah puasa dari kelompok kontrol dan kelompok uji dianalisis dengan uji General Linier Model pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil analisis dengan uji General Linier Model diperoleh nilai p (signifikansi) 0,252. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan penurunan kadar glukosa darah antar kelompok.
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI APOTEK “X” Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.728 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.90

Abstract

Pelayanan  kefarmasian merupakan pelayanan  kesehatan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu, dimana apoteker sebagai  bagian  dari tenaga  kesehatan  mempunyai  tugas  dan  tanggung jawab  dalam  mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasaan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek “X” Jl.Kuripan berdasarkan 5 dimensi dan untuk mengetahui faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien.Penelitian ini bersifat deskriptif dimana penelitian ini akan menggambarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek “X” dan faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Populasi adalah semua pasien yang berkunjung di Apotek “X”. Sampel penelitian ini adalah semua pasien yang membeli obat dengan resep di Apotek “X” yang berjumlah sebanyak 112 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan persentase tiap jawaban yang diberikan oleh responden. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat tingkat kepuasan pasien untuk setiap butir pertanyaan pada masing-masing dimensi.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek “X” berkualitas cukup memuaskan dan faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien pada dimensi reliability yaitu kepastian jadwal pelayanan, kecepatan dan ketanggapan petugas dalam pelayanan, dimensi responsiveness yaitu kepastian lama pengerjaan resep, respon petugas apotek terhadap keluhan/pertanyaan pasien, dimensi assurance yaitu kualitas dan mutu obat yang diberikan, pemberian informasi obat yang lengkap dan jelas, pengetahuan petugas apotek tentang obat, dimensi emphaty yaitu keramahan dan kesopanan petugas apotek, kesediaan petugas apotek dalam meminta maaf kepada pasien, dan dimensi tangibles yaitu sarana dan prasana apotek, penampilan petugas apotek.
EFEK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DARAH TIKUS PUTIH JANTAN Ratih Pratiwi Sari; Novia Ariani; Dwi Rizki Febrianti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.786 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.115

Abstract

Setiap manusia memiliki asam urat, karena asam urat merupakan substansi yang normal berada di dalam tubuh. Apabila kadarnya melebihi nilai batas normal dinamakan hiperurisemia. Hiperurisemia yang dibiarkan terus-menerus tanpa pengobatan akan berkembang menjadi gout. Prevalensi angka kejadian penyakit asam urat (hiperurisemia) semakin meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara maju maupun negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek penurunan kadar asam urat pada tikus putih jantan dengan pemberian ekstrak etanol Semut Jepang (Tenebrio Sp).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre test and post test with control group design. Penelitian ini menggunakan hewan uji sebanyak 12 ekor tikus putih jantan yang secara acak dibagi menjadi 3 kelompok terdiri dari kelompok I (kontrol negatif)  diberi aquadest, kelompok II (kelompok perlakuan) diberi ekstrak etanol Semut Jepang 2,3 mg/kgBB dan kelompok III (kontrol positif) diberi Allopurinol 27,15 mg/kgBB secara per oral. Hewan uji diinduksi dengan kalium oksonat 300mg/kgBB selama 6 hari secara intraperitoneal selama 6 hari sebelum perlakuan. Kadar asam urat hewan uji diukur dengan menggunakan alat tes strip asam urat.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol Semut Jepang (Tenebrio Sp)  dengan dosis 2,3 mg/kgBB tidak memiliki efek penurunan kadar asam urat pada tikus putih jantan.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.878 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.132

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghancuran terhadap jaringan atau organ tubuh karena gaya hidup yang tidak sehat dimana salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus. Jumlah Penderita yang semakin melonjak dari tahun ke tahun dan pengobatan yang mahal mendorong sebagian masyarakat mencari pengobatan alternatif. yang banyak digunakan sebagai obat tradisional adalah pare (Momordica Charantia). Buah Pare banyak mengandung metabolit sekunder yang diduga dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan berbagai mekanisme kerja. Hal ini lah yang medasari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak buah pare dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit dan mendapatkan dosis optimal ekstrak etanol buah pare yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit.Sampel penelitian adalah buah pare (Momordica charantia L.) yang terdapat di Kecamatan Bati-bati yang berumur ±3 bulan. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 ekor mencit putih jantan berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 20-40 g. Metode yang digunakan adalah tes toleransi glukosa oral dengan lima kelompok perlakuan yaitu kontrol positif (metformin 90mg/kgBB), kelompok ekstrak etanol buah pare 50mg/kgBB, 75mg/kgBB dan 100mg/kgBB serta kelompok kontrol negatif (aquadest 0,5ml/20grBB).Hasil penelitian menunjukkan buah pare mengandung alkaloid dan steroid. Pemberian ekstrak etanol buah pare pada dosis 75 mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit putih (Mus Musculus) secara signifikan P<0,05. Dengan demikian, ekstrak etanol buah pare dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah pada mencit putih jantan.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PETAI CHINA (Leucaena leucocephala) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA Ratih Pratiwi Sari; Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.673 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.136

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Biji petai cina (Leucaena leucochepala) diyakini masyarakat sebagai salah satu tanaman obat yang mampu mengobati DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol biji petai china dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit dan mendapatkan dosis optimal ekstrak etanol biji petai china yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan (Mus musculus) yang diinduksi glukosa.Subjek penelitian berupa mencit putih jantan berjumlah 25 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, terdiri atas kelompok 1 yang diberikan metformin 90mg/kgBB, kelompok 2, 3, 4 yang diberikan ekstrak biji petai china dengan dosis 125mg/kgBB, 250mg/kgBB dan 500mg/kgBB serta kelompok 5 yang diberi aquadest 0,5ml/20gramBB. Seluruh kelompok diinduksi glukosa dengan dosis 2gr/kgBB yang menyebabkan mencit putih jantan dalam keadaan hiperglikemik. Pemeriksaan kadar glukosa darah pada menit ke- 0, 15, 45 dan 60.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan ekstrak etanol biji petai china dengan dosis 500mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan secara signifikan. Nilai signifikansi pada uji GLM yang diperoleh 0,001 (P < 0,05) dengan kadar rata-rata glukosa akhir 114,120mg/dL. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji petai china dapat menurunkan kadar glukosa darah.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT ARI BUAH JENGKOL (Pithcelobium jiringa) SEBAGAI BIOLARVASIDA NYAMUK (Aedes aegypti L.) Noverda Ayuchecaria; Nida Munirah; Amaliyah Wahyuni; Eka Kumalasari; Ratih Pratiwi Sari; Siska Musiam
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2019): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.787 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v4i1.288

Abstract

Larvasida is still the first line in the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease caused by Aedes aegypti L. mosquitoes. Indonesia itself as a tropical country has many beneficial plants, one of which is Pithcelobium jiringa pericarp. Until now, the use of pericarp is still lacking even though jengkol fruit peels contain secondary metabolites such as flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids, which have larvacidal effects. The purpose of this study was to determine the activity of ethanol extract of Pithcelobium jiringa pericarp as biolarvasida of Aedes aegypti L. mosquitoes from LC50 values. The treatment concentration used in this study was concentrations of 10%, 30%, and 50%. Temephos 1% is used as a positive control. The concentration was then tested on 20 Aedes aegypti L. larvae. The results showed that there was a treatment effect (sig <0.05) on the number of larval deaths, which from the results of Tuckey's analysis showed that 30% and 50% concentrations and 1% Temephos showed significant differences in the number of test larvae deaths. The results showed that the extract was effective as biolarvasida of Aedes aegypti L. mosquitoes. The results of probit analysis showed LC50 extract to Aedes aegypti L. larvae was 20.4716% which is a low toxin group in aquatic environments.
COMPARISON THE REAL COST WITH INA-CBG’S PACKAGE TARIFF AND ANALYSIS ON THE FACTORS INFLUENCING THE REAL COST FOR DIEBETES MELLITUS INPATIENTS USING JAMKESMAS IN RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Ratih Pratiwi Sari; Fita Rahmawati; I Dewa Putu Pramantara
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.95

Abstract

The problem usually found in the Jamkesmas (Society Health Insurance) realization is the difference between the real cost and INA-CBGs package tariff for patients using Jamkesmas, especially in inpatient department. This study was to find out how much the margin between the real cost and the INA-CBG’s package tariff and the factors influence the real cost, and to know the suitability of drug indications in diabetes mellitus inpatients using Jamkesmas in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. This study was analytical observation. The data were taken retrospectively from the Jamkesmas claim files and patients’ medical record. Subjects were patients with diabetes mellitus type 2.The research object included the claim files and the medical record of the diabetes mellitus patients using Jamkesmas in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta during period of July 2010 – May 2012 with the diagnosis code INA-CBGs E-4-10-I, E-4-10-II, and E-4-10-III. The data were analyzed descriptively. Moreover, One sample test statistical analysis was conducted to find the difference between the real cost and INA-CBGs tariff and the ifference between hospital LOS and INA-CBGs package LOS. In addition,bivariate correlation test and regression linier test were used to study the relation among the factors that affect the real cost. The result of the study showed that the difference between the real costand INA-CBGs package tariff of the diabetes mellitus Jamkesmas patients with the severity level I was Rp 5,325,126 in 2 episodes of cares; severity level II was Rp -22,411 in 10 episodes of care, and severity level III was Rp -3,038,240 in 12 episodes of care. The factors that affect the real cost of treatment of patients with the severity level II were cost of clinical pathology examination, blood, and drug/medical cost, while in patient with severity level III werethe cost of visite, service in dialysis department, clinical pathology examination and drug/medical cost. From the analysis between the used drug and indication, it was found that 22 episodes of care was appropriate with the diagnosis and 2 episodes of care was not fit with the diagnosis.Keywords: Jamkesmas, INA-CBG’s, diabetes mellitus, cost components, indication of suitability
Combination of Bawang Dayak Extract and Acarbose against Male White Rat Glucose Levels Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari; Siska Musiam
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i2.1703

Abstract

Diabetes is a chronic metabolic disease with signs of increased blood glucose levels. Type 2 diabetes is common diabetes in adults. Bawang dayak is one of the plants believed to have the efficacy of curing various types of diseases. The purpose of this study was to find out the comparison of hypoglycemic effects between combinations of bawang dayak extract and acarbose with single acarbose. This study was an experimental study using 32 white mice divided into two groups. Group one was given a combination of bawang dayak at a dose of 100 mg/kg BW and acarbose at a dose of 40 mg/100 g BW, while group two was given acarbose at a dose of 40 mg/100 g BW. Treatment is administered after the test animal is induced with dexamethasone at a 1 mg/kg BW dose dissolved in NaCl 0.9% subcutaneously for 12 days. Measurement of glucose levels was carried out using a glucometer. Data retrieval was carried out every three days for 15 days after previously fulfilled for +10 hours. Blood glucose level data were analyzed with the General Linear Model test. The combination of bawang dayak-acarbose onion extract had a greater decrease in blood glucose levels than single acarbose. Average reduction in blood glucose levels for D+3; D+6; D+9; D+12; and D+15 was 187.31; 168.56; 140.81; 119.81; and 102.56 mg/dl, respectively. The General Linear Model test results showed a p <0.05 value that significantly impacted blood glucose levels between groups.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR RHODAMIN B PADA KUE BERWARNA MERAH DI PASAR ANTASARI KOTA BANJARMASIN Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v1i1.16

Abstract

Rhodamine B is a synthetic dye used to dye the textile industry. Rhodamine B is presence in food can cause poisoning, skin irritation, lung irritation, eye irritation, throat irritation, nasal irritation, and cause liver damage if exposed to high concentrations. Samples taken from the red cake seller in the Antasari Banjarmasin market. This research is a descriptive study. The sampling technique used was accidental sampling. Rhodamine B on a method of identification of samples using Thin Layer Chromatography and Visible spectrophotometry. Samples were prepared using the absorption method wool. The resulting solution will be used as identification in Thin Layer Chromatography using silica gel GF 254 plates with a mobile phase of n-butanol : ethyl acetate : ammonia (10:4:5). Rhodamine B assay performed visible spectrophotometry at a wavelength of 544 nm.Results of identification were putri ayu cake, Apam cake, Kukus cake A, Bolu cake, Singkong cake, and Kukus cakes B, shows that 1 positive samples containing Rhodamine B is a Apam cake. After that, the assay of Rhodamine B was performed in the sample apam  cake and obtained for 0,4229 ± 0,1157 mg of Rhodamine B in 1 piece of red cake