Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Artinara

PKM: Pelatihan Kader PKK dalam Pembinaan Ketrampilan Mengolah Sampah “Kreasi Sampah Kresek Menjadi Hiasan” di Kota Bekasi Sari, Afrina; Maring, Prudensius
Artinara Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Artinara Juni 2022
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/art.v1i02.51

Abstract

Sampah menjadi masalah utama diseluruh Kota di Indonesia. Kota Bekasi termasuk penyandang masalah sampah urutan ke 6 diseluruh Kota di Indonesia. Wali Kota Bekasi telah mencanangkan gerakan pengolahan sampah untuk mencari solusi permasalahan sampah di Kota Bekasi. Rukun Warga (RW) 26 adalah tempat yang dipilih TIM pengabdian pada Masyarakat Universitas Budi Luhur. Tim akan mengadakan pengabdian dalam memberikan solusi pemecahan masalah sampah yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan pengolahan sampah kering dalam hal ini pengolahan sampah kantong kresek menjadi hiasan yang bermanfaat seperti bros, bunga dan hiasan dinding. Metode yang digunakan adalah metode observasi saat mencari lokasi yang akan dipilih untuk dijadikan tempat pengabdian. dan menggunakan metode wawancara dengan informan ketua RW 26, dan akhirnya diputuskan untuk memberikan pelatihan pengolahan sampah kering, karena pengolahan sampah basah sudah pernah didapat warga RW 26 dari dinas kota Bekasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat menjelaskan 4 hasil sebagai berikut: 1. bahwa dari data kader PKK RW 26 berjumlah 83 orang. yang menghadiri kegiatan pelatihan sebanyak 49 orang Kader PKK dan petugas RT dan RW juga menghadirinya sebanyak 12 orang. Jadi total peserta lebih kurang 61 orang peserta pelatihan.2. Pelatihan yang diberikan ada 2 jenis pelatihan yaitu 1). Pelatihan membuat bunga dari kantong plastik. 2). Pelatihan membuat gantungan kunci dari plastik bungkus kopi.3. Berdasarkan pengukuran pengetahuan masyarakat peserta pelatihan. yang diukur adalah pengetahuan dalam pemilahan sampah antara sampah organik dan an organik serta sampah berbahaya terdapat bahwa 40% kader PKK masih ragu menentukankan antara sampah organik dan sampah anorganik. tetapi sudah mampu menjelaskan sampah berbahaya. 4. Pelatihan yang berhasil dan mampu dilaksanakan adalah bunga dari plastik dan gantungan kunci serta bros sebagai hiasan.
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DAN MANAJEMEN BAITUL MAAL WA TAMWIL DALAM MENINGKATKAN FUNGSI MASJID AL-ARRAF Afrina Sari; Hermansyah, Hermansyah
Artinara Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Artinara Oktober 2024 (In Press)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/art.v2i2.99

Abstract

Remaja masjid di RW 26 kelurahan Kaliabang Tengah, perlu dilakukan pembinaan karena baru dibentuk dalam fungsi kepengurusan Rukun Warga. Pembinaan kepada remaja dilakukan untuk memberikan kegiatan yang terkait dengan Komunikasi antar pribadi dalam masyarakat dan mengarahkan remaja lebih kreatif. PKM pembinaan pada remaja masjid bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang komunikasi antar pribadi dalam memahami peran majelis taklim dalam meningkatkan kegiatan masjid. . Kegiatan majlis taklim masjid Alarraf selama ini di Kelola oleh sebagian masyarakat, rata-an dari mereka bekerja sehingga kegiatan dilakukan sebulan sekali. Pembinaan kepada remaja dimaksudkan agar remaja masjid aktif di masjid dan berkegiatan dalam masjid. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan dan penyuluhan cara komunikasi antar pribadi dalam masjid tentang peran majelis taklim. Kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini dilakukan dengan metode: 1) memberikan ceramah tentang peran majelis taklim dalam masyarakat. 2) memberikan pengetahuan tentang cara komunikasi antar pribadi dalam masyarakat. 3) Pelatihan tentang manajemen Baitul mall dalam masjid. Pelatihan dan penyuluhan ini dilakukan selama 2 hari yakni pada tgl 24-25 juni 2023. Hasil pelatihan dan Penyuluhan adalah keaktifan remaja di masjid semakin bertambah. Remaja menjadi mengerti pentingnya cara komunikasi antar pribadi dalam masyarakat. Selain itu remaja juga sudah melakukan kegiatan yang bermanfaat dan sudah banyak menggunakan masjid dan ikut memamurkan masjid. Kegiatan masjid Alarraf semakin padat dengan remaja nya.