Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Identifikasi Cacat Produk Dan Kerusakan Mold Pada Proses Plastic Injection Molding Hanifah Widiastuti; Saprin Epraim Surbakti; Fedia Restu; Muhammad Hasan Albana; Ihsan Saputra
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.34 KB) | DOI: 10.30871/jatra.v1i2.1805

Abstract

Mold (cetakan) merupakan perkakas pada proses injection molding untuk membuat produk dari plastik. Akibat penggunaan selama proses produksinya, mold ini dapat mengalami kerusakan yang mengakibatkan terjadinya cacat pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai cacat produk yang sering terjadi akibat kerusakan pada mold serta bagian dari mold yang rusak pada proses plastic injection molding di perusahaan manufaktur Batam. Dari pengumpulan data yang dilakukan selama satu bulan, maka didapatkan bahwa cacat produk yang terjadi berkaitan dengan rusaknya mold adalah cacat flash (material sisa) dengan persentase sekitar 92% dan 8% colour streaks. Bagian mold yang mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan cacat flash tersebut adalah sub insert (45,45%), insert (27,27%), slider (18,18%), dan ejector pin (9,09%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa cacat produk yang sering terjadi akibat kerusakan mold adalah flash dan cacat flash banyak disebabkan oleh kerusakan mold pada bagian sub insert.
Conversion of Heat Energy from Cooling Water of Diesel Engine to Electrical Energy Using Thermoelectric Generator Albana, Muhammad Hasan
Makara Journal of Technology Vol. 22, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research objective is to convert heat from the radiator fluid of a diesel engine to electrical energy by utilizing a thermoelectric generator (TEG). The TEG consists of 20 semiconductors (TE modules) and is equipped with a heat sink. The research shows that using the TEG, the heat of radiator fluid can be converted to electrical energy, although the electricity generated is small. The maximum electrical voltage generated by the TEG when modules were connected in series was 10 volts. When the TE modules were connected in parallel and series-parallel, the maximum voltages generated were 2.11 and 2.53 volts, respectively. The maximum electric current generated by the TEG when the modules were connected in series-parallel was 128 mA. When the modules were connected in series and parallel, the maximum electrical currents generated were 108.3 and 69.7 mA, respectively. The series circuit is the best choice for the TEG because it produced the highest electrical power. The TEG efficiency in this study was 5%–7.1%. The voltage and electric current generated by the TEG will be higher if the temperature difference between the hot and cold sides of the semiconductor is higher. The use of this TEG did not reduce the performance of the test engine cooling system or radiator system.
PEMODELAN DAN ANALISIS EYEBOLT TERHADAP BEBAN DAN SUDUT ANGKAT MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT ANALYSIS Fathurrahman; Widiastuti, Hanifah; Albana, Muhammad Hasan
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v6i2.2556

Abstract

Eyebolt berperan sebagai bagian dari komponen pengangkatan peralatan yang dibutuhkan dalam proses pemindahan peralatan berat. Meskipun demikian, eyebolt memiliki potensi kegagalan yang tinggi akibat dari ketidaksesuaian standar sudut pengangkatan yang akhirnya berakibat pada kerusakan eyebolt. Penelitian ini akan memfokuskan kepada analisis pembebanan terhadap eyebolt dari variasi sudut pengangkatan yang diberlakukan. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk pengaplikasian Eyebolt dalam aktivitas pengangkatan komponen peralatan berat di kemudian hari. Simulasi Finite Element Analysis (FEA) merupakan metode numerik komputasi untuk mengetahui perilaku suatu material atau struktur ketika diberi pembebanan. Dalam penelitian ini akan mensimulasikan tiga skenario pembebanan dengan variasi sudut berbeda, yaitu 90°, 75°, 45°, dan 30° terhadap Eyebolt Australian Standard 2371:2018 for eyebolt grade 4. Parameter yang diamati dalam penelitian kali ini berfokus pada perbandingan dari faktor deformasi material, factor of safety, tegangan dan regangan yang mempengaruhi aspek kesuksesan pengangkatan.
Implentasi Manajemen Waktu Dan Kehidupan Berasrama Terhadap Kedisiplian Taruna Dalam Dinas Jaga ALBana, Muhammad Hasan
Jurnal Cakrawala Bahari Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Cakrawala Bahari
Publisher : Politeknik Pelayaran Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70031/jkb.v8i2.165

Abstract

This study was motivated by the importance of discipline among cadets while performing guard duty in a maritime vocational education environment, where time management and dormitory conditions are considered dominant factors influencing disciplinary behavior. The main objective of this study was to evaluate the extent to which time management and dormitory conditions contribute to the level of discipline among cadets while performing guard duty at the West Sumatra Maritime Polytechnic. This study uses an explanatory method with a quantitative approach. All cadets were included in the population, while sampling was conducted randomly to obtain 100 respondents. The main data were collected through a structured questionnaire and analyzed using multiple linear regression, accompanied by validity and reliability tests, F-tests, t-tests, and coefficient of determination analysis. The findings show that time management has a positive and significant effect on cadet discipline, with a regression coefficient of 0.195 and a significance of 0.035. In addition, the dormitory environment also has a significant positive effect, with a regression coefficient of 0.241 and a significance of 0.000. The F test results show a significance of 0.000, indicating that both independent variables simultaneously affect cadet discipline. The adjusted R² value of 0.971 indicates that 97% of the variation in cadet discipline is explained by these two factors, while the remaining 3% is influenced by other factors outside the model. The practical implication is that strengthening time management training and dormitory guidance is very important in shaping cadet discipline.
Kolaborasi Strategis Politeknik Negeri Batam-Industri: Pelatihan Magnetic-Penetrant Testing untuk Siswa SMKN Batam Albana, Muhammad Hasan; Ariyanto, Nugroho Pratomo; Arifin, Nurul Laili; Ningsih, Tiwi Gustria; Adicita, Yosef; Dewi, Ifti Luthviana; Setiawan, Oki; Rusdwinanto, Chandra Defta; Ismail, Muhammad
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25276

Abstract

Industri strategis di Kota Batam, seperti galangan kapal dan migas, membutuhkan sumber daya manusia terampil di bidang Uji Tak Rusak (Non-Destructive Testing - NDT). Namun, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) seringkali menghadapi kesenjangan kompetensi di bidang spesifik ini. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pelatihan Magnetic Testing (MT) dan Penetrant Testing (PT) bagi siswa SMKN. Kegiatan ini dirancang sebagai kolaborasi strategis antara Politeknik Negeri Batam, praktisi industri, dan empat SMKN di Kota Batam, dengan melibatkan 19 siswa sebagai peserta. Metode pelatihan mencakup penyampaian teori, demonstrasi, dan sesi praktik langsung, dengan evaluasi keberhasilan program yang difokuskan pada analisis kuesioner kepuasan dan persepsi manfaat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, di mana 100% peserta memberikan respon positif terhadap seluruh aspek pelatihan. Analisis kualitatif juga mengonfirmasi bahwa peserta merasa lebih kompeten dan percaya diri untuk melakukan pengujian NDT dasar setelah mengikuti kegiatan. Simpulannya, pelatihan ini terbukti efektif sebagai model implementasi program "link and match" yang tidak hanya meningkatkan kepuasan tetapi juga kompetensi praktis siswa, sehingga berpotensi meningkatkan daya saing mereka untuk memasuki dunia industri.