Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN JARAK TANAM PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) var. BATU KARET DI KELOMPOK TANI BUKIT BERKAH ORGANIK Dewi Salsa; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang cukup strategis untuk dibudidayakan dikarenakan komoditas ini akan dibutuhkan terus menerus diberbagai sektor khususnya kebutuhan rumah tangga. Kebutuhan akan bawang merah akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, untuk itu produksi bawang merah perlu ditingkatkan salah satunya dengan penerapan teknik budidaya yang tepat. Penerapan jarak tanam merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan produksi bawang merah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan selama Praktik Kerja Lapangan didukung oleh studi literatur yang ada dapat dikatakan bahwa jarak tanam ideal untuk budidaya bawang merah yakni 20 × 20 cm. Jarak tanam tersebut terbukti dapat menghasilkan bobot segar bawang merah sebesar 75 ton untuk luas lahan 1.300 m2 di kelompok tani Bukit Berkah Organik. Selain itu jarak tanam juga dapat mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun pertanaman, diameter umbi dan bobot segar umbi bawang merah.
APLIKASI KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) VARIETAS RIMBUN DI KELOMPOK TANI BUKIT BERKAH ORGANIK ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Moch Irsan Aria Prawira Alfarel; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik budidaya yang baik bisa menjadi salah satu usaha untuk mendapatkan produksi tanaman cabai yang maksimal terutama ketika pemeliharaan seperti pemupukan. Tujuan Praktik Kerja Lapangan ini yaitu untuk menambah wawasan mengenai teknis budidaya tanaman sayuran di Kelompok Tani Bukit Berkah Organik yang terletak di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung Jawa Barat dan secara khusus mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK phonska pada hasil tanaman cabai (Capsicum annum L). Metode yang digunakan pada Praktik Kerja Lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober - 3 Desember 2022 di Kelompok Tani Bukit Berkah Organik adalah metode observasi, wawancara, studi literatur. Hasil observasi menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK Phonska berpengaruh terhadap bobot buah tanaman cabai (Capsicum annum L.). Dosis pupuk kotoran ayam yang lebih tinggi dari dosis pupuk NPK terbukti efektif dalam meningkatkan produksi tanaman cabai (Capsicum annum L.).
TEKNIK PENYEMAIAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KELOMPOK TANI BUKIT BERKAH ORGANIK Pena Nurlindi; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga perlu adanya peningkatan produktivitas agar tetap stabil. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dalam proses budidaya, termasuk dalam proses penyemaian dalam penyediaan bibit yang baik agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik penyemaian yang dilakukan oleh petani di Kelompok Tani Bukit Berkah Organik di Kampung Cidulang, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober – November 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi dengan cara mengamati dan mempraktekan secara langsung bagaimana proses persemaian tanaman cabai oleh petani serta melakukan wawancara terhadap petani. Teknik penyemaian cawabi rawit yang dilakukan meliputi pengadaan benih bermutu, pengolahan tanah, penyemaian atau penanaman, dan pemeliharaan hingga benih siap pindah tanam. Seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan berpengaruh terhadap semaian yang dihasilkan, sehingga harus dilakukan secara teliti.
PENGGUNAAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KOMBINASI PUPUK PHONSKA DENGAN UREA TERHADAP BOBOT SEGAR TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS BATU KARET DI BUKIT BERKAH ORGANIK Rizka Aulia Khanifa; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperoleh hasil panen tanaman bawang merah yang optimal yaitu melalui pemupukan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan kombinasi pupuk NPK ponska dengan urea terhadap bobot segar tanaman bawang merah. Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober - 3 Desember 2022 di Bukit Berkah Organik Arjasari dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi literatur. Observasi dilakukan dengan pemberian pupuk kandang ayam dan kombinasi pupuk NPK Phonska dengan pupuk urea sebanyak. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang ayam dan kombinasi pupuk NPK phonska dengan pupuk urea berpengaruh terhadap bobot segar tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L). Penggunaan antara pupuk organik dan pupuk anorganik ini terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L).
BUDIDAYA TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) DI SUMBER JAYA CIBEUREUM KECAMATAN KERTASARI, BANDUNG Fildzah Rahimah; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) salah satu bahan pangan (sayur) yang digemari kalangan masyarakat. Wortel mengandung zat gizi yaitu vitamin A, B, dan C. Kondisi tanah yang cocok dalam menanam wortel yaitu gembur dan subur. Di Indonesia mampu menghasilkan wortel sebanyak 720,09 ton. Prospek pengembangan budidaya wortel di Indonesia mempunyai prospek yang baik yaitu salah satunya dapat meningkatkan pendapatan negara dengan mengurangi impor dan mempercepat lajunya pertumbuhan ekspor. Budidaya tanaman wortel di Sumber Jaya terdiri dari 5 tahapan diantaranya: pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
TEKNIK PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) DI SUMBER JAYA CIBEREUM, KECAMATAN KERTASARI, KABUPATEN BANDUNG Putri Nur Hadiyatus Solehah; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman wortel (Daucus carrota L.) menjadi tanaman yang mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat, salah satunya vitamin A yang bagus untuk kesehatan mata. Pelaksanaan PKL bertujuan untuk mengetahui salah satu tahapan dalam melakukan budidaya wortel di Sumber Jaya, Cibeureum. Hasil observasi dan praktikum yang dilakukan menunjukkan terdapat beberapa tahapan akhir setelah melakukan budidaya berupa panen dan pasca panen. Teknik panen dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan alat garpu tanah. Sedangkan pasca panen meliputi perendaman, pencucian, penyortiran dan pendistribusian. Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilakukan pada 23 Januari – 23 Februari 2023 di Sumber Jaya Cibeureum, Kecamatan Kertasari. Metode yang digunakan meliputi observasi, praktikum, diskusi dan studi literatur.
PENGENDALIAN PENYAKIT Phytophthora Infestans PADA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L. Var Granola) DI SUMBER JAYA, DESA CIHAWUK, KECAMATAN SUKAPURA Ahmad Taofik; Rika Rohmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia tanaman kentang masih perlu ditingkatkan agar hasil produksi meningkat secara kualitas dan kuantitas. Penyebab rendahnya hasil produksi kentang adalah adanya serangan penyakit Phytophthora infestans. Faktor terserangnya penyakit Phytophthora infestans adalah suhu dan kelembaban, serta teknik penyemprotan. Pengendalian terhadap penyakit Phytophthora infestans yaitu dilakukan secara sintetik dengan menggunakan fungisida. Pengendalian dilakukan dengan cara penyemprotan. Untuk mencegah terjadinya serangan penyakit yaitu memperhatikan pengolahan lahan, pemilihan bibit, pemupukan, pengobatan dan pemeliharaan. PKL ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian penyakit Phytophthora infestans secara sintetik pada tanaman kentang. PKL ini dilaksanakan sejak 23 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023 di Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah metode observasi, praktik secara langsung di lapangan, wawancara, serta di dapat berdasarkan studi literatur.
EDUKASI PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK UNTUK KELOMPOK WANITA TANI DESA SUKASIRNARASA – RANCAKALONG - SUMEDANG Taofik, Ahmad; Fitriyyah, Ita
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v10i2.36403

Abstract

Until now, livestock waste, both cows and sheep, in Sukasirnarasa Village has not been managed optimally, and in fact tends to be a source of environmental pollution. According to these condition, educational activities were carried out on the use of livestock manure through magot cultivation for the Kelompok Wanita Tani (KWT) in Sukasirnarasa Village, Rancakalong District, Sumedang Regency. The service method used is Community Based Participatory Research (CBPR). There were 40 (forty) KWT members who took part in this activity. The educational background of the participants was elementary school 9 people (22.5 %), junior high school 23 people (57.5 %), high school 7 people (17.5 %) and bachelor's degree 1 person (2.5 %). A total of 25 participants, equivalent to 62.5%, stated that they already knew about black soldier flies (BSF), while the remaining 15 people (37.5%) did not know. Twenty-eight participants (70%) stated that they did not know the potential of cow dung other than as fertilizer, and 29 people (72.5%) did not know the potential of BSF in bioconversion. Most of the participants provided very important answers to all the questions asked. The training activities and use of cow dung were enthusiastically attended by members of the Sukasirnarasa Village KWT
EKSTRAK BIJI SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI PENGENDALI HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA BUDIDAYA KAILAN (Brassica oleracea) VAR ALLBOGLABRA Taofik, Ahmad
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6534

Abstract

Spodoptera litura, juga dikenal sebagai ulat grayak, merupakan serangga hama bagi berbagai tanaman termasuk hama kailan (Brassica oleracea). Ekstrak biji sirsak (Annona muricata) (EBS) memiliki sifat insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji in vitro maupun in vivo mengenai efek EBS terhadap Spodoptera litura dan Brassica oleracea var. Allboglabra. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2023. Perlakuan terdiri dari K0 = Kontrol (tanpa EBS), K1 = 1 % EBS, K2 = 2 % EBS, K3 = 3 % EBS, K4 = 4 % EBS, K5 = 5 % EBS. Parameter pengamatan terdiri dari mortalitas S. litura in vitro (%), mortalitas S. litura in vivo (%), intensitas serangan S. litura (%), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot segar tanaman (g), dan indeks panen. Data yang diperoleh dianalisis ragam, bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menujukkan bahwa mortalitas S. litura in vitro dan in vivo meningkat mengikuti konsentrasi EBS dan waktu setelah aplikasi. Konsentrasi EBS 1% sudah efektif dalam mengendalikan mortalitas S. litura. Meningkatnya konsentrasi EBS berdampak menurunkan intensitas serangan S. litura. Kecuali indeks panen, parameter pertumbuhan tanaman kailan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, dan bobot kering kailan tidak dipengaruhi oleh konsentrasi EBS
Oxidative Stress Status in Heat Shock Sheep Controlled Shearing and Ascorbyl Palmitate Administration Taofik, Ahmad; Yusuf, Muhammad
Jurnal Peternakan Vol 21, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i1.26951

Abstract

Indonesia has very hot temperatures and high humidity, making it unfavorable for sheep whose covered with thick fur. Shearing enlarges and accelerates heat dissipation from the sheep's body, giving antioxidants that help reduce the negative effects of excessive free radical production.  Ascorbic acid is an antioxidant but is easily decomposed when it enters the digestive system of ruminants. Ascorbyl palmitate (AP) is ascorbic acid in the form of an ester which is insoluble in water. The aim of this study was to analyze the effect of shearing and administration of AP antioxidants on oxidative stress conditions in Padjadjaran sheep subjected to heat shock.   The shaving treatment consisted of not shaving (s0) and shearing (s1),and the treatment of giving the antioxidant ascorbyl palmitate consisted of not being given (a0) and being given (a1).  Sheep were subjected to shearing, their hair was trimmed until ± 10 mm in length was left, and sheep as object of study were treated with ascorbyl palmitate at a dose of 400 mg head-1 day-1. The combination treatment was not shaved – not given the antioxidant ascorbyl palmitate (s0a0), only shaved (s1a0), only given the antioxidant ascorbyl palmitate (s0a1), and sheared – given the antioxidant ascorbyl palmitate (s1a1).  Heat shock is given by exposing the sheep to the sun. The oxidative stress observed and analyzed was the profile of endogenous antioxidants consisting of superoxide dismutase (SOD), catalase (CAT), glutathione peroxidase (GSH-Px) and malondialdehyde (MDA). The results showed that the combination of shearing and Ascorbyl Palmitate had a significant effect (p<0.05) on the levels of SOD, CAT and GSH-Px in Padjadjaran sheep receiving heat stress.  The conclusion from this study, the shearing treatment and the administration of Ascorbyl palmitate, both independently and in combination, had a beneficial effect on Padjadjaran sheep.