Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMIJAHAN BUATAN IKAN MAS BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DI KECAMATAN HAURWANGI DAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR Ahmad Taofik; Setia Mulyawan; Cepy Slamet
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.20790

Abstract

AbstrakKecamatan Haurwangi dan Kecamatan Ciranjang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Cianjur.  Berdasarkan data EMIS Kementerian Agama tahun 2021, jumlah pesantren yang berlokasi di Kecamatan Haurwangi berjumlah 2 (dua) pondok pesantren, sedangkan di Kecamatan Ciranjang terdapat 6 (enam) pondok pesantren.  Berdasarkan data EMIS Kemenag, setiap pondok pesantren yang terdaftar dicatat potensi unggulan ekonomi.  Salah satu potensi unggulan ekonomi adalah maritime dan perikanan.  Berdasarkan hal tersebut, telah dilaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat tentang pelatihan pembenihan ikan air tawar bagi santri di pesantren yang memiliki potensi unggulan ekonomi dalam maritim dan perikanan. Metode pelatihan dibagi menjadi pelatihan teoritis yang berisi mengenai potensi dan pentingnya penyediaan benih ikan air tawar, dan pelatihan praktik yang meliputi cara pembiusan ikan hingga penetasan ikan air tawar.  Kegiatan pelatihan    dipusatkan di pondok pesantren Al-Huda Al-Musri Kecamatan Ciranjang,  santri perwakilan pondok pesantren dari Kecamatan Haurwangi dijadwalkan tanggal  19 hingga 20 Juli 2022, sedangkan santri perwakilan dari Kecamatan Ciranjang  tanggal  26 dan 27 Juli 2022.    Waktu pelaksanaan dilakukan pada malam hari, setelah shalat berjamaah Isya. Awal pembukaan kegiatan rasa keingin-tahuan para peserta terlihat biasa-biasa saja, namun setelah memasuki materi tentang prospek penyediaan benih ikan air tawar yang cukup menjanjikan, antusias para peserta terlihat meningkat, tergambar dari pertanyaan yang diajukan disela-sela pemaparan pelatihan teori.  Kesulitan yang mereka hadapi adalah saat mengambil bahan induksi menggunakan spuit tuberculin 1 ml karena kondisi botol dalam keadaan hampa, demikian juga saat memasukkan bahan induksi secara intra muscular karena harus menyelipkan jarum diantara sisik ikan, namun para peserta dapat melakukannya AbstractBoth Haurwangi Subdistrict and Ciranjang Subdistrict are administratively included in the Cianjur Regency area.  EMIS data from the Ministry of Religion Affair in 2021, showed that the number of Islamic boarding schools located in Haurwangi District is 2 (two), while in Ciranjang District there are 6 (six) Islamic boarding schools.  Each registered Islamic boarding school is recorded for its superior economic potential, such as maritime and fisheries.  According to their potential, Community Service has been carried out on freshwater fish hatchery training for santri in Islamic boarding schools that have excellent economic potential in maritime and fisheries. The training method is divided into theoretical which contains both the potential and importance of providing freshwater fish fry, and practical training which includes anesthetizing fish to hatching freshwater fish.  The training activities are centered at the Al-Huda Al-Musri Islamic Boarding School, Ciranjang District, the representative students of the Islamic boarding school from the Haurwangi District are scheduled from 19 to 20 July 2022, while the representative students from the Ciranjang District are 26 and 27 July 2022. The implementation time is carried out at night, after the Isha congregational prayer.  At the beginning of the opening of the curiosity activity, the participants looked normal, but after entering the material on the prospect of providing freshwater fish seeds which were quite promising, the enthusiasm of the participants seemed to increase, as illustrated by the questions asked on the sidelines of the theoretical training presentation. The difficulty they faced was when taking the induction material using a 1 ml tuberculin syringe because the bottle was empty, as well as when inserting the induction material intramuscularly because they had to insert the needle between the fish scales, but the participants were able to do this.  
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae) Terhadap Penggunaan Kombinasi Pupuk Kotoran Kambing dan Pupuk NPK 16-16-16 Taofik, Ahmad
Jurnal Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v9i2.244

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae) is a vegetable with thick, dark green leaves and crunchy stems, often used in Asian cooking. This plant is adaptable to a variety of growing conditions, making it suitable for the home gardening, and it is relatively easy to cultivate with the ability to grow in a various of climates. Most farmers still rely on synthetic fertilizers in kailan cultivation. Using organic fertilizer can improve soil health and reduce the risk of accumulation of dangerous chemicals in the food. The research aims to study the substitution of synthetic NPK fertilizer with goat manure.   The experiment is the method used, consisting of 6 treatments and repeated 5 times.  The treatments consisted of A: Control (no fertilizer), B: 100% dose of goat manure, C: 75% dose of goat manure + 25% dose of NPK fertilizer, D: 50% dose of goat manure + 50% dose of fertilizer NPK, E: 25% dose of goat manure + 75% dose of NPK fertilizer, F: 100% dose of NPK fertilizer. The research variables consisted of soil analysis, goat manure analysis, plant height, number of leaves, leaf area, plant fresh weight, plant dry weight, and shoot root ratio. The data obtained were analyzed of variance using data analysis data processing in the Excel program, if they were significantly different, continued with Duncan's multiple range test.  Based on the results obtained, it was concluded that goat manure could be used as a substitute for synthetic fertilizer
IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH BATU KARET (Allium ascalonicum) DAN TINDAKAN PENGENDALIANNYA DI BUKIT BERKAH ORGANIK, ARJASARI, JAWA BARAT Dadan Ramdani; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan komoditas hortikultura penting dan memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Adanya serangan hama dan penyakit menjadi kendala dalam proses budidaya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui hama dan penyakit yang menyerang bawang merah serta tindakan pengendaliannya di Bukit Berkah Organik, Arjasari, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penyusunan kajian ini yaitu : Observasi, Wawancara dan Study literatur. Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan pada 3 Oktober – 3 Desember 2022. Hasil kajian menunjukan bahwa hama yang menyerang tanaman bawang merah yaitu Ulat bawang (Spodoptera exigua), Ulat grayak (Spodoptera litura) dan Lalat penggorok daun (Liriomyza chinensis), sedangkan penyakit yang menyerangnya yaitu mati pucuk oleh cendawan Phytophthora sp. dan embun bulu oleh jamur Peronospora destructo.
PENERAPAN JARAK TANAM PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) var. BATU KARET DI KELOMPOK TANI BUKIT BERKAH ORGANIK Dewi Salsa; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang cukup strategis untuk dibudidayakan dikarenakan komoditas ini akan dibutuhkan terus menerus diberbagai sektor khususnya kebutuhan rumah tangga. Kebutuhan akan bawang merah akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, untuk itu produksi bawang merah perlu ditingkatkan salah satunya dengan penerapan teknik budidaya yang tepat. Penerapan jarak tanam merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan produksi bawang merah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan selama Praktik Kerja Lapangan didukung oleh studi literatur yang ada dapat dikatakan bahwa jarak tanam ideal untuk budidaya bawang merah yakni 20 × 20 cm. Jarak tanam tersebut terbukti dapat menghasilkan bobot segar bawang merah sebesar 75 ton untuk luas lahan 1.300 m2 di kelompok tani Bukit Berkah Organik. Selain itu jarak tanam juga dapat mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun pertanaman, diameter umbi dan bobot segar umbi bawang merah.
APLIKASI KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) VARIETAS RIMBUN DI KELOMPOK TANI BUKIT BERKAH ORGANIK ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Moch Irsan Aria Prawira Alfarel; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik budidaya yang baik bisa menjadi salah satu usaha untuk mendapatkan produksi tanaman cabai yang maksimal terutama ketika pemeliharaan seperti pemupukan. Tujuan Praktik Kerja Lapangan ini yaitu untuk menambah wawasan mengenai teknis budidaya tanaman sayuran di Kelompok Tani Bukit Berkah Organik yang terletak di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung Jawa Barat dan secara khusus mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK phonska pada hasil tanaman cabai (Capsicum annum L). Metode yang digunakan pada Praktik Kerja Lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober - 3 Desember 2022 di Kelompok Tani Bukit Berkah Organik adalah metode observasi, wawancara, studi literatur. Hasil observasi menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK Phonska berpengaruh terhadap bobot buah tanaman cabai (Capsicum annum L.). Dosis pupuk kotoran ayam yang lebih tinggi dari dosis pupuk NPK terbukti efektif dalam meningkatkan produksi tanaman cabai (Capsicum annum L.).
TEKNIK PENYEMAIAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KELOMPOK TANI BUKIT BERKAH ORGANIK Pena Nurlindi; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga perlu adanya peningkatan produktivitas agar tetap stabil. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dalam proses budidaya, termasuk dalam proses penyemaian dalam penyediaan bibit yang baik agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik penyemaian yang dilakukan oleh petani di Kelompok Tani Bukit Berkah Organik di Kampung Cidulang, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober – November 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi dengan cara mengamati dan mempraktekan secara langsung bagaimana proses persemaian tanaman cabai oleh petani serta melakukan wawancara terhadap petani. Teknik penyemaian cawabi rawit yang dilakukan meliputi pengadaan benih bermutu, pengolahan tanah, penyemaian atau penanaman, dan pemeliharaan hingga benih siap pindah tanam. Seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan berpengaruh terhadap semaian yang dihasilkan, sehingga harus dilakukan secara teliti.
PENGGUNAAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KOMBINASI PUPUK PHONSKA DENGAN UREA TERHADAP BOBOT SEGAR TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS BATU KARET DI BUKIT BERKAH ORGANIK Rizka Aulia Khanifa; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperoleh hasil panen tanaman bawang merah yang optimal yaitu melalui pemupukan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan kombinasi pupuk NPK ponska dengan urea terhadap bobot segar tanaman bawang merah. Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober - 3 Desember 2022 di Bukit Berkah Organik Arjasari dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi literatur. Observasi dilakukan dengan pemberian pupuk kandang ayam dan kombinasi pupuk NPK Phonska dengan pupuk urea sebanyak. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang ayam dan kombinasi pupuk NPK phonska dengan pupuk urea berpengaruh terhadap bobot segar tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L). Penggunaan antara pupuk organik dan pupuk anorganik ini terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L).
BUDIDAYA TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) DI SUMBER JAYA CIBEUREUM KECAMATAN KERTASARI, BANDUNG Fildzah Rahimah; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) salah satu bahan pangan (sayur) yang digemari kalangan masyarakat. Wortel mengandung zat gizi yaitu vitamin A, B, dan C. Kondisi tanah yang cocok dalam menanam wortel yaitu gembur dan subur. Di Indonesia mampu menghasilkan wortel sebanyak 720,09 ton. Prospek pengembangan budidaya wortel di Indonesia mempunyai prospek yang baik yaitu salah satunya dapat meningkatkan pendapatan negara dengan mengurangi impor dan mempercepat lajunya pertumbuhan ekspor. Budidaya tanaman wortel di Sumber Jaya terdiri dari 5 tahapan diantaranya: pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
TEKNIK PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) DI SUMBER JAYA CIBEREUM, KECAMATAN KERTASARI, KABUPATEN BANDUNG Putri Nur Hadiyatus Solehah; Ahmad Taofik
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman wortel (Daucus carrota L.) menjadi tanaman yang mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat, salah satunya vitamin A yang bagus untuk kesehatan mata. Pelaksanaan PKL bertujuan untuk mengetahui salah satu tahapan dalam melakukan budidaya wortel di Sumber Jaya, Cibeureum. Hasil observasi dan praktikum yang dilakukan menunjukkan terdapat beberapa tahapan akhir setelah melakukan budidaya berupa panen dan pasca panen. Teknik panen dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan alat garpu tanah. Sedangkan pasca panen meliputi perendaman, pencucian, penyortiran dan pendistribusian. Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilakukan pada 23 Januari – 23 Februari 2023 di Sumber Jaya Cibeureum, Kecamatan Kertasari. Metode yang digunakan meliputi observasi, praktikum, diskusi dan studi literatur.
PENGENDALIAN PENYAKIT Phytophthora Infestans PADA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L. Var Granola) DI SUMBER JAYA, DESA CIHAWUK, KECAMATAN SUKAPURA Ahmad Taofik; Rika Rohmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia tanaman kentang masih perlu ditingkatkan agar hasil produksi meningkat secara kualitas dan kuantitas. Penyebab rendahnya hasil produksi kentang adalah adanya serangan penyakit Phytophthora infestans. Faktor terserangnya penyakit Phytophthora infestans adalah suhu dan kelembaban, serta teknik penyemprotan. Pengendalian terhadap penyakit Phytophthora infestans yaitu dilakukan secara sintetik dengan menggunakan fungisida. Pengendalian dilakukan dengan cara penyemprotan. Untuk mencegah terjadinya serangan penyakit yaitu memperhatikan pengolahan lahan, pemilihan bibit, pemupukan, pengobatan dan pemeliharaan. PKL ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian penyakit Phytophthora infestans secara sintetik pada tanaman kentang. PKL ini dilaksanakan sejak 23 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023 di Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah metode observasi, praktik secara langsung di lapangan, wawancara, serta di dapat berdasarkan studi literatur.