Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sistem keamanan pengiriman data pada perangkat pemantauan kualitas udara (CO2) Nivika Tiffany Somantri; Fadhil Aulia Rahman; Sofyan Basuki; Hajiar Yuliana; Atik Charisma; Adesena Permana
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v6.i1.2026.35-48

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) telah berperan penting dalam pemantauan kualitas udara, terutama untuk mengukur konsentrasi gas karbon dioksida (CO2). LoRa, dengan jangkauan luas dan konsumsi daya rendah, menjadi solusi efektif untuk pengiriman data di daerah sulit dijangkau. Namun, tantangan utama adalah keamanan pengiriman data. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan keamanan pengiriman data LoRa pada sistem pemantauan kualitas udara melalui penerapan enkripsi AES (Advanced Encryption Standard). Dalam penelitian ini dirancang suatu sistem enkripsi dan dekripsi keamanan data yang di implementasikan ke perangkat node sensor sebagai pangambil data sensor kualitas CO2 dan pengrim data dalam bentuk ciphertext, serta perangkat gateway yang akan menerima enkripsi data lalu mengubahnya kembali menjadi plaintext, dilengkapi juga nilai RSSI dan SNR sebagai indikator kulitas pengiriman setiap data yang diterima dalam komunikasi LoRa. Pengujian sistem keamanan komunikasi data pada LoRa dengan algoritma AES 128-bit mode ECB berhasil mengamankan data yang dihasilkan oleh sensor MQ-135 untuk mengukur kadar CO2. LoRa mampu mengirimkan data dalam jarak 50 hingga100 meter secara NLOS, namun kualitas pengiriman data menurun pada jarak lebih jauh, dengan paket loss mencapai 70% pada 150 meter dan 90% pada 250 meter. Nilai RSSI dan SNR juga memburuk seiring dengan peningkatan jarak, dengan nilai -110dBm hingga -112dBm untuk RSSI dan -10dB hingga -11dB untuk SNR pada jarak 150 hingga 250 meter. Pengujian kualitas udara di lingkungan urban menunjukkan rata-rata CO2 sebesar 361,5 PPM, yang masih jauh dari ambang batas 1000 PPM yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, menunjukkan kondisi udara yang aman.
Pemodelan Fault Current Limiter pada Software ETAP Untuk Mengatasi Arus Gangguan Hubung Singkat di Gardu Induk Ciganea Dede Furqon Nurjaman; Ahmad Daelami; Fauzia Haz; Naftalin Winanti; Nivika Tiffany Somantri
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol. 9 No. 1 (2026): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.9.1.9-14

Abstract

Gangguan dalam sistem ketenagalistrikan merupakan suatu ketidaknormalan dalam sistem yang dapat membuat sistem ketenagalistrikan tersebut tidak aman dan handal dalam penyaluran energi listrik. Gangguan terbesar dalam sistem jaringan tenaga listrik adalah gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat ini dapat menghambat penyaluran energi listrik kepada konsumen dan dapat merusak peralatan listrik. Untuk mengurangi hal tersebut maka perlu adanya pembatas arus gangguan hubung singkat. Metode yang dilakukan dengan pemodelan pemasangan reaktor resistif dibagian busbar, penyulang, dan generator sistem ketenagalistrikan Gardu Induk Ciganea menggunakan aplikasi ETAP. Pemodelan yang dilakukan dengan menggunakan data diagram satu garis Gardu Induk Ciganea, data luas penampang penghantar dan panjang penghantar antar penyulang, data generator dan transformator, serta data rekap gangguan hubung singkat yang pernah terjadi. Dengan pemasangan reaktor pembatas arus ini, arus gangguan hubung singkat diharapkan akan cepat tereduksi dengan penyetelan impedansi resistif yang disesuaikan dengan hasil arus gangguan hubung singkat yang dihasilkan pemodelan. Selain itu, kelemahan pemasangan reaktor pembatas arus ini dapat mengakibatkan susut tegangan. Susut tegangan yang dianjurkan tidak lebih dari 5 % dari tegangan nominal untuk jaringan tegangan menengah. Setelah pemodelan, diharapkan dengan pemasangan reaktor pembatas arus ini dapat memperkecil arus ganggun hubung singkat dan melindungi peralatan listrik dari kerusakan.