Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

GAMBARAN TENTANG TINGKAT PENGETAHUAN IBI HAMIL TRIMESTER III TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN Sandy, Utami Febrina; Sari, Tria Puspita
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas  adalah  komponen  penting  dalam  identitas  individu. Seksualitas  mencakup  perasaan,  sikap,  dan  perilaku  yang  dipengaruhi  secara  biologis dan budaya. Dimulai pada saat  lahir dan berlanjut sepanjang kehidupan, seksualitas membantu membentuk respon fisik, sosial, emosional, dan  intelektual individu.  Selama  hamil  sebagian  besar  responden melakukan  hubungan  seksual pada  trimester  I  (65%),  trimmester  II  (28%)  dan  trimester  III  (7%). Dari  hasil studi  pendahuluan  di  BPM  Niken  Trimustikaning  tanggal  6  Februari  2012 dilakukan  wawancara  dengan  9  orang  ibu  hamil  trimester  III  didapatkan  data bahwa 3 orang (33,33%) melakukan hubungan intim dengan pasangannya dengan dilandasi  rasa  khawatir,  cemas  dan  perut  terasa    kenceng.  4  orang  (44,44%) mengalami  penurunan  dalam  hubungan  intim  dan  2  orang  (22,22%)  tidak melakukan hubungan intim karena takut dengan keadaan janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran  tingkat  pengetahuan  ibu hamil trimester III tentang hubungan seksual selama kehamilan di BPM Niken Tri Mustikaning Sembungna, Nogosari, Boyolali. Metode  penelitian berupa  deskriptif  kuantitatif  dengan  pendekatan  waktu longitudinal. Populasi penelitian 117 orang dan diambil sampel 30 responden. Uji validitas  menggunakan  point  biserial  dan  uji  reliabilitas  menggunakan  Kruder Richarson-20. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa  tingkat pengetahuan  ibu hamil  trimester  III tentang hubungan seksual selama kehamilan cukup (53,3%), pengetahuan tentang frekuensi hubungan seksual selama kehamilan baik (80,0%), pengetahuan tentang posisi hubungan seksual selama kehamilan kurang (46,7%), pengetahuan  tentang minat hubungan seksual selama kehamilan kurang (36,7%). Kesimpulan tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang hubungan seksual selama kehamilan cukup (53,3%). Kata Kunci:  Pengetahuan,  Ibu  hamil  trimester  III,  Hubungan  seksual  selama kehamilan
Aplikasi Rekam Medis Elektronik Ibu Hamil Tominanto Tominanto; Tria Puspita Sari
Jurnal Informa : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.721 KB) | DOI: 10.46808/informa.v5i4.152

Abstract

The authority and obligations of midwife practices in Indonesia are regulated in the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.900 / Menkes / SK / VII / 2002 concerning Registration and Practice of Midwives. Delivery assistance allowed by midwives are normal and emergency deliveries, and basic health services only deal with minor cases that are within their capabilities. Implementation of midwife practice services found many problems regarding the management of medical records of pregnant women that have not been optimal, including: incomplete medical records, difficulties in searching for medical record data, less synchronous data, recording and reporting of basic health services that are often too late. This can result in a decrease in the quality of health services for pregnant mother patients until delivery. An alternative solution to this problem is to develop an electronic medical record application for pregnant women that can present a complete and accurate history of the examination and development of the health of pregnant women so as to improve the health services of pregnant women and facilitate the reporting process to related parties. The method of developing an electronic medical record application for pregnant women uses the waterfall method with stages of development: system requirements analysis, system design, implementation and system testing. The programming language used by PHP and MySQL databases. This application program consists of 1) data input for pregnant women, 2) input for examining pregnant women, 3) input medical treatment, and 4) report on examination results. The test results show that this application can store and present information about the health history of pregnant women with a valid so that it can be used as an alternative service for medical records of pregnant women that is more optimal.
Analisis Pengetahuan Dukun Bayi Terlatih dengan Pelaksanaan Perawatan Bayi Baru Lahir Tria Puspita Sari; M Maria
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.246 KB)

Abstract

Keberadaan dukun bayi tidak bisa lepas dari kehidupan msyarakatyang jauh dari fasilitas kesehatan dan pentingnya memahami aspekpsikologis dan sosiokultural pada ibu hamil dan yang akan bersalin.Dukun bayi merupakan sebuah ilmu turun temurun yang didasarkanpada pengalaman saja tanpa didasari ilmu praktek yang jelas,pengetahuan tentang fisiologi dan patologi dalam perawatan bayi barulahir sangat terbatas, jika timbul komplikasi dukunsecara medis belummengetahui penanganan yang tepat.. Dukun bayi di PuskesmasJuamantono Karaganyar terdapat 12 orang yang aktif melakukanperawatan bayi baru lahirselama 0-7 hari, masyarakat mengetahuikunjungan neonatal dilakukan tenaga kesehatan, namun karena dukunbayi dianggap tidak hanya memberi pertolongan teknis melainkanemotional security kepada ibu lewat doa dan sudah menjadi tradisi.Tujuan penelitian untuk menganalisa pengetahuan dukun bayi terlatihdengan pelaksanaan perawatan bayi baru lahir. Metode penelitianmenggunakan metode korelasi dan jenis penelitian kuantitatif dengantehnik sampilng total sampling sebanyak 12 dukun bayi di PuskesmasJumantono Karanganyar. Instrumen penelitian ini menggunakankuesioner, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ChiSquare. Hasil : Tingkat pengetahuan responden dalam kategori baikyaitu (83,3%). Pelaksanaan perawatan bayi baru lahir menunjukkanresponden melaksanakan perawatan bayi baru lahir yaitu (83,3%).Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan Chi Squaremenunjukkan data bahwa nilai sig (0.014) <α (0,05) jadi H0 ditolak.Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara tingkatpengetahuan dukun bayi terlatih dengan pelaksanaan perawatan bayibaru lahir.
KETRAMPILAN KADER POSYANDU BALITA TENTANG STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) Tria Puspita Sari; Rusiana Sri Haryanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.997 KB)

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan balita berlangsung sangat cepat sebagai landasan perkembangan berikutnya yang menentukan masa depan anak. Sekitar 5-10% anak di bawah 5 tahun diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Sebagian besar balita dapat mengalami masalah perkembangan apabila tidak dilakukan pemeriksaan dengan instrument standar. Pemantauan tumbuh kembang anak usia dini merupakan bagian dari tugas kader posyandu.. Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas anak dan merupakan salah satu program dari Kemenkes RI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketrampilan kader posyandu balita tentang Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif , dengan pengambilan sample total sampling dari kader posyandu balita Margi sehat 1 dan 2 RW 04 Kadipiro Surakarta yang berjumlah 21 responden. Instrument penelitian berupa ceklist dan analisis yang digunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 21 kader (100%) mempunyai ketrampilan kurang. Ketrampilan kader tentang SDIDTK dinyatakan kurang karena kader tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang secara lengkap, yaitu hanya melakukan sebatas pengukuran berat badan dan tinggi badan. Pengukuran SDIDTK yang dilakukan oleh kader sesuai standar penilaian tumbuh kembang yaitu pengukuran BB, TB, Lingkar kepala, KPSP,TDD dan TDL. Kesimpulan ketrampilan kader tentang SDIDTK dinyatakan kurang sehingga diharapkan adanya pelatihan dan pendampingan kader dalam pemantauan SDIDTK.
Motivasi Remaja Putri terhadap Sadari, Breast Examination, Vaginal Examination dan Gizi Remaja dalam Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi Tria Puspita Sari; Rusiana Sri Haryanti; Nevia Zulfatunnisa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.152 KB)

Abstract

Pemahaman remaja khususnya remaja putri tentang kesehatan reproduksi merupakan bekal dalam berprilaku sehat, namun tidak semua remaja putri memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi. Bagi remaja putri kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui antara lain Sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi bagi Remaja. Hal tersebut sangatlah penting dilakukan remaja putri karena mengingat banyaknya kejadian remaja yang terkena kanker payudara dan masalah kesehatan reproduksi lainnya seperti keputihan, dismenorhea dan anemia. Remaja dengan usia 15-20 tahun memiliki kecenderungan terkena kanker payudara. Oleh karena itu dengan melakukan sadari akan menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sampai 20% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi remaja putri terhadap sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi remaja dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta sejumlah 30 siswa. Teknik sampling menggunakan total sampling, Instrument penelitian berupa kuesioner tertutup dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 33% siswi di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi sedang, dan 67 % mempunyai motivasi kuat dalam melakukan pemeliharaan kesehatan reproduksi. Meskipun sebagian besar mempunyai motivasi yang cukup tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, hasil survey diperoleh masih banyak siswi yang belum menerapkan sadari, breast examination dan vaginal examination di kehidupan sehari-hari. Kesimpulan sebagian besar siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Untuk meningkatkan motivasi remaja putri dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, perlu adanya dukungan dari orang tua dan pihak sekolah, sehingga dari hasil tersebut diharapkan adanya penyuluhan atau peer education tentang pemeliharaan kesehatan reproduksi pada remaja putri khususnya dalam menerapkan teknik sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi pada remaja.
Gambaran Loving Touch Baby Massage terhadap Pola Tidur Batita Rusiana Sri Haryanti; Tria Puspita Sari; Wiwik Puspita Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.985 KB)

Abstract

Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Saat tidur pertumbuhan otak mencapai puncaknya dan hormon pertumbuhan diproduksi tiga kali lebih banyak dibandingkan pada saat bangun, Namun kenyataannya dalam suatu penelitian ditemukan 51,3% bayi mengalami gangguan tidur, 42% bayi tidur malam dan tidur siangnya. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tidur balita adalah dengan pijat bayi. Pijat bayi yang dilakukan untuk mengurangi masalah pada anak, seperti susah tidur, berat badan kurang/ tidak meningkat, sakit persendian, gangguan dalam perkembangan dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola tidur balita setelah dilakukan baby massage (pijat bayi). Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel 50 balita di baby smile Karanganyar dengan kriteria tertentu yang sudah di tentukan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hasil 16% balita tidak mengalami riwayat gangguan tidur dan 84% balita mengalami riyawat ganggguan tidur berupa lama tidur berkurang, bayi terbangun semalam lebih dari 3 kali dengan waktu lebih dari satu jam untuk tidur kembali, dan tidur tidak nyenyak. Setelah dilakukan loving touch baby massage, 96 % balita dengan gangguan pola tidur mengalami perubahan pola tidur yang lebih baik dan 4 % balita mengalami pola tidur yang tetap. Kesimpulan penelitian ini adalah Pola tidur balita setelah dilakukan loving touch baby massage,mengalami perubahan yang lebih baik yaitu frekuensi tidurnya teratur, tidur lebih lama dan kualitas tidurnya lebih nyenyak.
KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III MENGHADAPI PERSALINAN DAN PRAKTEK MENYUSUI DI ERA PANDEMI COVID -19 Nur Hidayah; Tria Puspita Sari; Wiwik Puspita Dewi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.537 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i4.551

Abstract

The Anxiety of Third Trimester Pregnant Women Facing Childbirth and Breastfeeding Practices in the Era of the Covid-19 PandemicBackground: based on data from the Ministry of Health (Kemkes), there were 2,179 pregnant women who died. From this data, almost 18% of deaths are due to Covid-19. Anxiety in pregnant women can arise, especially in the third trimester of pregnancy until delivery. Based on data from the Indonesian Obstetrics and Gynecology Association (POGI) from January to April 2021, 536 pregnant women were exposed to COVID-19. A total of 16 people could not be saved. Pregnant women have a higher risk of exposure to COVID-19 than ordinary people. Objectives: :  This study aims to describe the anxiety of third trimester pregnant women facing childbirth and breastfeeding practices in the era of the covid-19 pandemic. Methods: The research design used was observational with a descriptive design. The number of samples is 13 third trimester pregnant women, and are willing to be respondents. Sampling technique with purposive sampling. Analysis and interpretation of data according to the calculation of the variable. Results: 84% of respondents did not feel anxious, 8% of respondents experienced mild anxiety, and 8% of respondents experienced severe anxiety when dealing with childbirth and breastfeeding practices in the era of the covid-19 pandemic. Conclusion: there are still pregnant women in the third trimester who experience mild and severe anxiety in dealing with childbirth and breastfeeding practices in the era of the covid -19 pandemic.
Perbedaan Siklus Menstruasi Akseptor KB Pil Dan Injeksi Kombinasi Ratnasari Ratnasari; Tria Puspita Sari
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 4 No. 1 (2019): Maret : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v4i1.230

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan kontrasepsi yang digunakan oleh wanita perlu mempertimbangkan pengaruh metode tersebut terhadap fungsi reproduksi sekaligus kesejahteraan umum. Alat kontrasepsi pil dan suntikan mempunyai permasalahan atau efek samping paling utama yaitu gangguan pola haid. Hasil studi pendahuluan pada akseptor KB pil dan suntik kombinasi didapatkan 2 dari 5 akseptor KB Pil Kombinasi mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Sedangkan akseptor KB Injeksi Kombinasi 1 dari 5 orang mengalami siklus haid yang tidak teratur. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan siklus menstruasi akseptor KB pil dan injeksi kombinasi. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan Survey Analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Puskesmas Kerjo. Sampel yang diambil adalah akseptor KB pil dan injeksi kombinasi. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 60, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik analisa data pada analisis bivariat menggunakanT test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan siklus menstruasi akseptor KB pil kombinasi mayoritas normal (90%). Sedangkan siklus menstruasi pada akseptor KB injeksi kombinasi mayoritas juga normal (90%). Analisa bivariat padaperbedaan siklus menstruasi akseptor kb pil dan injeksi kombinasi menunjukkan nilait hitung lebih kecil dari t tabel (0,192 < 1,67065). Sehingga tidak ada perbedaan siklus menstruasi antara KB pil dan injeksi kombinasi. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan siklus menstruasi akseptor KB pil dan injeksi kombinasi.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N DI PUSKESMAS BANYUANYAR SURAKARTA: COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE IN NY. N AT BANYUANYAR PUSKESMAS, SURAKARTA Bunga Anjelia Permata Sari; Tria Puspita Sari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 11 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: AKI di Surakarta 2018 terjadi penurunan 4,0% kasus tidak melebihi angka yang diharapkan 52,28%, AKB di Surakarta tahun 2018 menunjuk angka 3,2%. Puskesmas Banyuanyar pada ibu hamil dengan 666 jiwa, persalinan 636 jiwa dan kelahiran bayi 606 jiwa. Upaya untuk menindak lanjuti AKI dan AKB menggunakan pendekatan Contynuity Of Care (COC). Tujuan: Untuk melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dari kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB di Puskesmas Banyuanyar. Metode Penelitian: Desain penelitian digunakan Case Study Research (Studi Kasus). Pengumpulan data pada metode penelitian menggunakan, observasi, wawancara, pemeriksaan, dan pendokumentasian. Subjek Ny. N G2P1A0 usia 28 tahun tempat penelitian Puskesmas Banyuanyar, waktu 11 Maret sampai 27 Mei 2022. Hasil: Asuhan Kehamilan Ny. N usia 28 tahun G2P1A0 dengan standa asuhan 10T. Selama kehamilan Ny. N mengalami keluhan nyeri punggung dan kesemutan. Asuhan untuk mengatasi keluhan dengan bodi mekanik. Asuhan persalinan dengan KPD ditolong oleh bidan Kala I selama 7 jam dengan metode balon kateter da induksi, kala 2 selama 12 menit ditemukan perenium kaku dilakukan episiotomy dan lilitan tali pusat, kala 3 selama 8 menit perdarahan ±50cc, pemantauan kala 4 selama 2 jam normal. Selama nifas kunjungan sesuai standar 4 kali keluhan mules, asuhan diberikan tentang involusi uteri dan jahitan terbuka, diberikan terapi salep bioplacenton® dan personal hygine. Asuhan BBL sesuai standar kunjungan 3 kali ditemukan masalah pusar menonjol, Asuhan dengan menjaga kebersihan pusar dan asuhan lain yang dibutuhkan. Pada asuhan KB Ny. N memilih KB suntik progestin setelah menstruasi. Simpulan: Selama pendampingan, peneliti memberikan asuhan yang sesuai dengan kebutuhan klien sehingga masalah dapat teratasi dan tidak ditemukan kesenjangan. Background: AKI in Surakarta 2018 saw a decrease of 4.0% of cases not exceeding the expected figure of 52.28%, AKB in Surakarta in 2018 pointed to a figure of 3.2%. Banyuanyar Health Center in pregnant women with 666 people, delivery of 636 people and birth of 606 babies. Efforts to follow up on AKI and AKB using the Contynuity Of Care (COC) approach Purpose: To carry out comprehensive obstetric care for Mrs. N from pregnancy, childbirth, BBL, puerperium and birth control at the Banyuanyar Health Center. Research Methods: The research design used Case Study Research (Case Study). Data collection on research methods using, observation, interviews, examinations, and documentation Result: Pregnancy Care Mrs. N aged 28 years G2P1A0 with a standard of 10T care. During pregnancy Mrs. N experienced complaints of back pain and tingling Upbringing to overcome complaints with the mechanical body. Childbirth care with KPD was helped by kala I midwives for 7 hours with the catheter balloon method and induction, when 2 for 12 minutes it was found that stiffenium was carried out episiotomy and umbilical cord winding, time 3 for 8 minutes bleeding ±50cc, monitoring kala 4 for 2 normal hours. During the puerperium visit according to the standard 4 times complaints of mules, care was given about uterine involution and open stitches, given bioplacenton® ointment therapy and personal hygine. BBL upbringing according to the standard of 3 visits found prominent navel problems. BBL care was carried out according to standard visits 3 times, it was found that the problem of the navel was prominent, the care was by maintaining the cleanliness of the navel and providing other needed care. In the care of KB Mrs. N chose progestin injection contraception after menstruation.Conclusion: During the mentoring, the researcher has provided care that is in accordance with the client's needs so that problems can be resolved and no gaps are found in theory and practice.
Efektivitas Pelatihan Kader Posyandu dalam Pengisian Buku KMS di Posyandu Remaja Klaten Nur Hidayah; Tria Puspita Sari; Annisa Cesaaria
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 11 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v11i2.283

Abstract

Background:One of the duties of Posyandu cadres in Posyandu activities is to keep records. Conditions in the field are that there are still many posyandu cadres who do not know how to fill in the KMS book. So far, the cadres have received training on the MCH Handbook. The approach used is conventional. Purpose:This study aims to determine the effectiveness of training for youth posyandu cadres in completing the MCH handbook. Methode: This type of research is pre-experimental, with a one-group pre-test-post-test group design. The population in this study were all posyandu cadres in Lemahireng Pedan Klaten Village, consisting of 10 people. Sampling technique with total sampling. Result: Data analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test, obtained P = 0.006 (p <0.05) so that there is a significant difference in the knowledge of cadres before and after being given training in filling out the Health Card book (KMS). Keywords: Training, Cadre, KMS Book