Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : APTEK

Analisa Lithologi Lapisan Tanah Teluk Piyai (Kubu) - Panipahan Rokan Hilir Riau Bambang Edison; Arie Syahruddin
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 02, Juli 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v12i2.373

Abstract

Infrastructure development planning in the field of Civil Engineering must be able to accommodate the conditions of the new built environment, and must be known in detail. This can eliminate problems that will be interrelated in the future both in terms of planning and design, the final result must reflect the desires described. This research aims to conduct a geotechnical investigation to obtain detailed lithological information on soil structure in the Piyai Bay, Rokan Hilir Province Riau Methods of Implementation Research carried out includes two groups namely field testing and laboratory testing. Field testing was carried out with boring in order to get a sample to a depth of 30 meters. The results of the study of soil structure in the Piyai Bay (Kubu) - Panipahan - North Sumatra Boundary, Rokan Hilir Regency, Riau Province have a value of a relatively low base soil density based on N-SPT testing with lithology of peat to expansive soils, which have a large decrease, from field testing using core drill obtained soil lithology at a depth of 30 meters is fine silt sand, bright gray color, low plasticity to non-plastic, low water content, solid consistency until very dense . The result of monitoring graund water level (gwl) at the borehole point is 0.80 gwl.
IDENTIFIKASI PENGARUH AIR LINDI (LEACHATE) TERHADAP KUALITAS AIR DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) TANJUNG BELIT Alfi Rahmi; Bambang Edison
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 01, Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v11i1.461

Abstract

Tanjung Belit landfill waste processing operations use a controlled landfil system, this is indicated by the presenceof garbage collection ponds and leachate collection channels, but in the rainy season there is difficulty in accessingroads causing waste to be dumped outside the garbage collection pond, so that the TPA applies an open dumpingsystem trash transported is immediately disposed of and stacked on land near the landfill. Waste deposits willproduce a liquid known as lindi (leachate). This study aims to identify the effect of leachate from Tanjung BelitLandfill (TPA) on water quality around Tanjung Belit landfill. Samples were taken as many as 5 samples, namelyleachate, monitoring well water and river water around the landfill where the parameters measured were pH, DO,TDS, BOD, COD, Nitrite, Sulphate and Chloride based on PP No. 82 of 2001 and KEPMEN LH No.51 of 1995concerning Liquid Waste Quality Standards. The results of the analysis show that the leachate of Tanjung Belitlandfill affects the quality of river water and monitoring well water around the Tanjung Belit landfill but is stillclassified as lightly polluted. The influence of distance on the quality of sunagi water and monitoring well water,namely the farther the distance, the less contamination in water.
Penggunaan Palm Oil Fuel Ash (POFA) Sebagai Bahan Subtitusi Filler Pada Campuran Agregat Kelas A Bambang Edison; Hery Awan Susanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2272

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan konstruksi jalan untuk dapat mendukung repetisi beban lalu lintas adalah dengan meningkatkan kekuatan elemen struktur perkerasan jalan. Lapis pondasi agregat kelas A merupakan elemen struktur perkerasan lentur yang berfungsi menopang beban lalu lintas setelah elemen laston. Dalam spesifikasi Umum Bina Marga revisi 1 tahun 2018 disyaratkan bahwa nilai indeks plastis (PI) lapis pondasi agregat kelas A maks 6 dan nilai CBR minimumnya 90%. Permasalahan yang biasa terjadi dilapangan adalah penggunaan filler abu batu masih bercampur dengan filler yang mengandung unsur clay. Adanya unsur clay pada filler ini akan meningkatkan nilai indeks plastis (PI) dan menurunkan nilai CBR agregat kelas A. Oleh karena itu pemanfaatan abu limbah sawit atau disebut Palm Oil Fuel Ash (POFA) yang disubtitusikan pada campuran lapis pondasi agregat kelas A diharapkan dapat menjadi alternatif bahan filler dan dapat meningkatkan kekuatan elemen struktur perkerasan jalan dari parameter CBR. Metode yang digunakan melalui eksperimen dilaboratorium, desain dan pengujian bahan campuran lapis pondasi Agregat Kelas A mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga Revisi 1 Tahun 2018. Metode Pengujian CBR Laboratorium mengacu SNI 03-1744-1989. Komposisi Palm Oil Fuel Ash (POFA) divariasikan pada 0%, 10%, 15% dan 20% terhadap filler abu batu. Hasil desain CBR Agregat Kelas A tanpa rendaman dengan subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 0% menghasilkan nilai CBR 95,41% dengan kepadatan kering maksimum ((ɣdry) 2,192 gr/cm³. Untuk subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 10% menghasilkan nilai CBR 96,77% dengan kepadatan kering maksimum ((ɣdry) 2,193 gr/cm³. Untuk subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 15% menghasilkan nilai CBR 97,45% dengan kepadatan kering maksimum ((ɣdry) 2,194 gr/cm³. Sementara Agregat Kelas A subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 20% menghasilkan nilai CBR 98,735% dengan kepadatan kering maksimum (ɣdry) 2,206gr/cm³. Dapat disimpulkan bahwa subtitusi filler POFA 20% pada campuran agregat kelas A dapat meningkatkan nilai CBR sebesar 3,35 % dan kepadatan kering (ɣdry) meningkat sebesar 0,61%.
Potensi Risiko Investasi Infrastruktur Bidang Jalan dan Jembatan Di Kabupaten Rokan Hulu Bambang Edison; Arifal Hidayat
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memberikanrekomendasi strategi terkait penanganan risiko dalam pelaksanaan pembangunaninfrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Rokan Hulu. Dengan demikian,pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur jalan dan jembatan diharapkan dapat berjalansecara efektif, efisien, dan dapat meminimalisir dampak dan risiko. Pembangunaninfrastruktur jalan dan jembatan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendorongpertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun,pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan juga membawa sejumlah risiko yangmemerlukan perhatian serius. Wilayah Kabupaten Rokan Hulu memiliki karakteristikgeografis, geologis, dan sosial yang kompleks. Kondisi alam seperti potensi bencanagempa bumi, banjir, dan tanah longsor menjadi ancaman nyata yang dapatmengganggu kelancaran proyek pembangunan. Hasil kajian dapat ditarik kesimpulanbahwa potensi risiko investasi infrastruktur Jalan dan jembatan di Kabupaten RokanHulu dengan katagori lokasi terdapat 1 (satu) potensi risiko level risiko high (12), yaitubanjir musiman. Pada tingkat/level risiko ini maka diperlukan pengendalian yangsangat baik (exellent). Diperlukan tindakan urgen terhadap pemetaan daerah rawanbanjir serta analisis hidrologi yang komprehensif terkait dengan data debit limpasan(run off) maksimum yang relevan
Analisis Tanah Urugan Pada Kegiatan Proyek Rekonstruksi Peningkatan Jalan Sei Sitolang – Sialang Rindang Rismalinda; Pada Lumba; Arifal Hidayat; Bambang Edison
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i2.3552

Abstract

Tanah urugan adalah tanah yang digunakan untuk menambah volume atau ketinggian padasuatu struktur bangunan terutama pada jalan raya, tanah urugan digunakan untuk timbunandasar pada sebuah pekerjaan peningkatan jalan dan pada pembuatan jalan baru, hal inidilakukan pada struktur bawah jalan untuk mendapatkan level yang di butuhkan,permukaan yang rata, serta peningkatan stabilitas tanah. Indonesia memiliki lahan gambutseluas 20 juta hektar dimana berada di empat pulau yaitu Pulau Sumatera (35%), Pulau Kalimantan (32%), Sulawesi (3%) dan Papua (30%). Tanah gambut di pulau sumaterakhususnya di Propinsi Riau berjumlahsekitar 4,04 juta hektar atau sekitar 56,1% dari total keseluruhannya .Untuk mendapatkan tanah urugan yang baik perlu dilakukanpengujian terlebih dahulu, Pengujian yang dilakuna menggunakan standart AmericanAssociation of State Highway and Transportation Officials Classification dengan jenis A7-6(yangmaterialnyalolassaringannomor200lebihdari35%,batascairminimal41%, indekplastisitas(PI)minimal11,denganmaterialyangdominanadalahtanahberlempung) dari prasyarat yang pada American Association of State Highway and TransportationOfficials Classification M145 dan CH ( Lanau dan lempung memiliki batas cair lebih dari50% lolos saringan nomor 200) pada Unified, yang harus memiliki nilai California BearingRatio 6% bila diuji dengan American Association of State Highway and TransportationOfficials Classification T 193. Tanah urugan yang memiliki kadar air maksimum 8,13%,berat jenis gabungan 2.564gr/cc, kepadatan kering maksimum 1.873 gr/cc, berat isi1,87gr/cc, Liquit Limit(LL) 31,00 , Platic limit (PL) 19,28 dan plastic Indek (PI) 11,72telah sesuai Dari hasil pengujian sampel tanah urugan yang ada didapatkan hasil yangsesuai dengan atandar pengujian yang ada pada Association of State Highway andTransportation Officials Classification dan unified.
Prediksi Retak Perkerasan Jalan Pada Campuran Cold Mix Asphalt (CMA) Lapis Aus Susanto, Hery Awan; Bambang Edison; Dani Nugroho Saputro
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2423

Abstract

Cold Mix Asphalt dikenal sangat ramah lingkungan namun memiliki beberapa kerugian, salah satunya adalah menurunnya kekuatan dari perkerasan jalan itu sendiri. Dengan menurunnya kekuatan pada perkerasan jalan, akan sangat memungkinkan bila terjadi retak. Retak dapat disebabkan apabila tegangan tarik yang terjadi pada lapisan aspal melampaui tegangan tarik maksimum yang mampu ditahan oleh perkerasan tersebut. Penelitian ini membahas tentang prediksi retak pada lapis AC-WC campuran cold mix asphalt menggunakan variabel temperatur dengan suhu 50, 60, 70o C durasi rendaman selama 2, 4, dan 6 jam. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah eksperimental, dimana untuk memprediksi retak perkerasan jalan digunakan alat ITS (Indirect Tensile Strength). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ITS untuk masing-masing besarnya temperatur 25, 50, 60, 70 oC rata-rata sebesar 291,99, 227,31, 187,84, dan 148,2 kPa. Sedangkan untuk rendaman selama 0, 2, 4, 6 jam didapatkan rata-rata sebesar 291,99, 261,78, 230,54, dan 210 kPa. Dapat disimpulkan bahwa dengan bertambahnya temperatur dan lamanya rendaman, akan meningkatkan potensi retak yang terjadi pada perkerasan tersebut.