Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Desa Sumber Harapan sebagai Desa Sentra Tenun Songket di Kabupaten Sambas Suhendra; Andri Hidayat; Feby Nopriandy; Budi Setiawan
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2020): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i1.1253

Abstract

Desa Sumber Harapan dikenal sebagai desa wisata budaya khususnya kerajinan tenun songket. Desa ini terletak di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas Propinsi Kalimantan Barat. Letak geografis Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia sangat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat desa Sumber Harapan. Permasalahan prioritas yang dihadapi pengrajin tenun songket Sambas adalah proses produksi, pengemasan, promosi dan pemasaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian di desa Sumber Harapan adalah memperbaiki proses produksi tenun songket, memberikan bantuan pengemasan (packing) yang lebih baik, mempromosikan produk dalam berbagai kegiatan dan memasarkan kain tenun songket Sambas melalui pameran produk tenun. Mitra dalam kegiatan pengabdian di desa Sumber Harapan terdiri dari Koperasi Rantai Mawar beranggotakan, kelompok tenun Sumber Rezeki, kelompok tenun Cual Mandiri dan karang taruna Lestari desa Sumber Harapan.Kegiatan pengabdian yang dilakukan di desa Sumber Harapan adalah bantuan mesin penggulung benang tenun beserta pelatihan cara pengoperasian dan perawatannya, pelatihan desain grafis untuk kemasan, bantuan kotak kemasan produk tenun, promosi dan pemasaran melalui kegiatan pameran produk tenun dan pelatihan sablon. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan daya saing produk, perbaikan tata nilai masyarakat, peningkatan penerapan Iptek di desa dan peningkatan SDM masyarakat. Pengukuran hasil evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuisioner yang diisi oleh mitra, peningkatan harga jual produk dan jumlah transaksi yang dilakukan terhadap produk tenun.
Regional Arrangement to Increase Tourist Visits in Sumber Harapan Village, Sambas. suhendra suhendra; Sabahan Sabahan; Andri Hidayat; Feby Nopriandy; Budi Setiawan
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v4i2.4022

Abstract

Sumber Harapan Village is a cultural tourism village known for its songket weaving crafts. Another tourism potential that the village has is a large river that stretches between settlers, wooden roads along the river banks, traditional houses, customs and culture. However, the existence of supporting facilities and infrastructure is still lacking and the arrangement of the village area has not been done properly. Through the PPDM program, the team make serious efforts to solve the through various activities that have been agreed together with mitra. The results of the activities that have been carried out through this program are the creation of plant gates, environmental arrangements in front of the weaving gazebo, the arrangement of the road to the weaving gazebo, the creation of a rest place, the procurement of tourism supporting facilities in the form of canoes and fittings, and the installation of the iconic sign of the tourist village. The results of the service have a major impact on the village community of Sumber Harapan. The existence of plant gates and village icon sign becomes a new photo spot that is crowded. The existence of supporting facilities such as canoes and resting places provides convenience for visitors. Many tourist visits have an economic impact on the villagers of Sumber Harapan in the form of increasing income and potentially opening up new business opportunities such as food stalls, souvenirs or as providers of services such as homestays or guesthouse.
DESAIN ILLUSTRASI DIGITAL MOTIF KAIN TENUN LUNGGI KABUPATEN SAMBAS MENGGUNAKAN TEKNIK GAMBAR Salahuddin, Andri Hidayat
Sehati Abdimas Vol 5 No 1 (2022): Prosiding Sehati Abdimas 2022
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain Tenun Lunggi adalah kain tenun songket merupakan kain khas Sambas yang menjadi icon masyarakat Sambas. Kabupaten Sambas merupakan daerah berbusana melayu dengan kain tenun songket sebagai ciri khas kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat , pemerintahan dan kegiatan adat istiadat sehingga permintaan akan produk tenun lunggi sangat meningkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian Desa Semberang Kecamatan Sambas sebagai pusat tenun di Kabupaten Sambas, untuk teknik pengambilan data penulis melakukan observasi, studi literatur , dan wawancara. Hasil analisis kendala yang dihadapi oleh pengrajin adalah pembuatan motif bersifat konvensional menggambar pola dikertas menggunakan pensil , sehingga permintaan berkurang karena produk sulit dipreview dimana hasil produk belum terlihat, kemungkinan kesalahan pembuatan motif dan kombinasi pewarnaan bisa terjadi. Untuk mengatasi permasalahan penulis memberikan solusi membuat media desain grafis yang dikembangkan berupa desain motif illustrasi digital. Tujuan dari penelitian adalah pembuatan desain motif tenun lunggi Sambas menggunakan illustrasi digital dengan Teknik pixel art. Ciri khas gambar pixel art adalah gambar digital yang memiliki motif mozaik atau kotak-kotak pixel. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan komputerisasi desain grafis pembuatan desain motif tenun songket Sambas menggunakan illustrasi digital dapat dilakukan , konsumen dapat melihat preview motif dan warna yang diterapkan pada struktur kain sebelum kain diproduksi sehingga mempermudah koreksian terkait dengan warna motif kurang besar ,garis kurang lengkung, warna tidak sesuai motif. Dengan desain melalui ilustrasi digital komputer kesalahan produksi bisa diatasi, menghemat waktu dan biaya serta sebagai media priview sebelum produk diproduksi.
EKSPLORASI KARAKTERISTIK TENUN CUAL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT MELAYU SAMBAS DAN TANTANGAN DALAM UPAYA PELESTARIANNYA Fatihah, Nur Astri; Trisnawati, Hikmah; Hidayat, Andri; Jagat, Lang; Elviana, Vivin
Borneo : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2024): BORNEO: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/borneo.v5i1.3374

Abstract

Sambas Traditional Weaving Craft is one of Indonesia's cultural riches and heritages that has high artistic and cultural value. Sambas Traditional Weaving Craft is a source of livelihood for the local community, as well as an important representation of cultural identity and historical heritage for the Sambas Malay community. This study aims to identify the characteristics of Sambas Cual Weaving and identify challenges in its preservation efforts. The approach used is qualitative research with data collection methods through observation, semi-structured in-depth interviews, and secondary data collection (document studies). Informants were selected purposively. The results of the study show the unique characteristics of Sambas Cual Weaving, which include aspects of its distinctiveness and differences, manufacturing techniques, motifs and patterns as well as the texture and color of the fabric. The main challenges faced in efforts to preserve Sambas Cual Weaving include: ageing craftsmen and increasingly rare skills, declining interest from the younger generation, challenges in economic feasibility and sustainability, and previous knowledge and skills that are not perfectly inherited.
Pendampingan Sertifikasi Indikasi Geografis Tenun Cual Sambas sebagai Upaya Perlindungan Warisan Budaya dan Penguatan Reputasi Produk Khas Kabupaten Sambas Nur Astri Fatihah; Andri Hidayat; Hikmah Trisnawati; Lang Jagat
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.4062

Abstract

Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat memiliki ragam kekayaan alam dan budaya yang khas. Namun belum ada satu pun produk khas lokal yang terdaftar dalam perlindungan indikasi geografis. Salah satu produk lokal yang memiliki potensi untuk didaftarkan indikasi geografisnya adalah produk tenun khas melayu Sambas. Reputasi kain tenun tradisional Sambas terutama kain songket sudah dikenal hingga mancanegara. Namun, tenun cual tidak memiliki reputasi dan image brand yang sama dengan kain songket Sambas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan reputasi produk tenun cual Sambas sekaligus melestarikannya sebagai warisan budaya adalah melalui indikasi geografis. Permasalahannya, kelompok Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Cual Sambas yang terdiri dari pengrajin dan pengusaha tenun seringkali tidak memiliki kapasitas, sumber daya, waktu, dan pemahaman yang cukup untuk menyusun dokumen tersebut. Untuk membantu MPIG Tenun Cual Sambas,  dilakukan kolaborasi tim pengabdi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sambas dan kanwil Kementerian Hukum RI Kalimantan Barat untuk mendampingi pendaftaran hingga sertifikasi indikasi geografis produk Tenun Cual Sambas.Pendampingan berlangsung selama hampir 2 tahun mulai dari pembentukan tim, sosialisasi, pendampingan penyusunan Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis, asistensi, pemeriksaan substantif, revisi dokumen, hingga diperoleh sertifikat dan diserahterimakan kepada MPIG Tenun Cual Sambas.