Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrohut

Pemanfaatan Ragi Tape dalam Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Melalui Teknik Fermentasi Leha Abudu; Kamaruddin Kamaruddin; Fauzia Hulopi
Jurnal Agrohut Vol 11 No 2 (2020): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v11i2.126

Abstract

Virgin Coconut oil (VCO) adalah minyak kelapa yang dibuat dari kelapa segar tanpa pemanasan dan tanpa pemurnian dengan bahan kimia. Salah satu metode yang digunakan dalam pembuatan VCO adalah fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ragi tape dalam pembuatan VCO melalui teknik fermentasi. Tujuan kedua adalah menetapkan komposisi ragi tape yang menghasilkan VCO terbanyak. Bahan utama penelitian adalah daging buah kelapa yang telah di parut dan diperas hingga menghasilkan santan. Berikutnya santan di letakkan di dalam wadah yang telah diberi lubang di bagian bawah dan dibiarkan selama 2 jam. Skim yang telah terpisah dari santan di bagian bawah dibuang dan menyisakan krim santan di bagian atas. Krim santan (1000 ml) selanjutnya di beri ragi tape dengan tiga perlakukan, yaitu 5, 10 dan 15 gram. Proses fermetnasi berlangsung selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragi tape terbukti bisa dimanfaatkan untuk membuat VCO dengan teknik fermentasi. Hasil VCO tertinggi diperoleh dari penambahan 10 gram ragi tape menghasilkan VCO sebanyak 160.2 ml.
Brown Seaweed (Sargassum polycystum L) Extract Utilization to Improve Cucumber (Cucumis sativus L.) Crop Yield on Acidic Dry Soil Hadidjah Latuponu; Amuria Amuria; Yenni Sofyan; Fauzia Hulopi
Jurnal Agrohut Vol 12 No 1 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i1.134

Abstract

Dewasa ini upaya penemuan bahan hayati sebagai pupuk dan pembenah tanah dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan marginal terus ditingkatkan. Seiring lahan subur makin sempit akibat alih fungsi ke non pertanian dan terdegradasi akibat penggunaan pupuk buatan secara intensif. Dampak buruknya tidak bisa diabaikan. Produktivitas tanah semakin menurun. Namun demikian dengan ditemukannya berbagai bahan hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hara untuk tanaman sekaligus memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah. Maka masalah tersebut dapat ditanggulangi. Perhatian terarah ke rumput laut coklat (Sargassum polycystum L.) yang secara ekonomis kurang menguntungkan sebagai bahan baku pangan fungsional. Jenis rumput laut ini dapat dimanfaatkan sebagai substrat menyubur tanah. Tujuan penelitian mempelajari pengaruh ekstrak rumput laut coklat sebagai sumber hara tanaman dan bahan padatnya sebagai amelioran tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak berbahan rumput laut coklat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman Timun yang diaplikasikan di tanah kering masam.
Pengaruh pemberian larutan tembaga terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) Asmi Ode; Fauzia Hulopi; Pebrywati Watimury; Sriyati Sampulawa; Farida Bahalwan; Wa Nirmala; Abdullah Derlean
Jurnal Agrohut Vol 14 No 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan tembaga terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (H. annuus L.). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 konsentrasi perlakuan logam Cu yaitu P0: 0 mg/L, P1: 100 mg/L, P2: 200 mg/L dan P3: 500 mg/L, dengan 5 ulangan untuk setiap perlakuan sehingga didapatkan 20 sampel tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan merendam biji bunga matahari kultivar dalam wadah berisi air hangat selama semalam kemudian ditanam pada polybag. Tanaman dipelihara secara intensif hingga berumur 2 minggu setelah tanam dan dilakukan aplikasi Cu. Logam Cu yang digunakan berupa garam CuSO4.5H2O. Pemberian larutan Cu dilakukan setelah tanaman mengalami aklimatisasi selama 1 minggu (tanaman berumur ± 5 minggu). Cu yang diaplikasikan berupa garam CuSO4.5H2O yang mengandung kurang lebih 25% ion Cu. Garam tersebut dilarutkan dalam aquades sebanyak 1L sesuai konsentrasi dan diberikan 4 kali dalam jangka waktu 2 minggu hingga larutan Cu habis. Larutan Cu sebanyak 250 ml disiramkan ke tanah disekitar tanaman secara hati-hati agar tidak kontak langsung dengan batang tanaman. Pada perlakuan kontrol tidak dilakukan penyiraman garam CuSO4.5H2O. Setelah pemberian Cu, dilakukan pengamatan dan pengukuran parameter pertumbuhan. Parameter pertumbuhan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar tanaman. Data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk gambar dan pengukuran akan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANAVA) dan diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan Cu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari. Semakin tinggi konsentrasi Cu mengakibatkan terhambatnya tinggi tanaman, penurunan jumlah daun, dan terhambatnya pemanjangan akar tanaman.