Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EMPOWERMENT OF PKK COOPERATIVE JULI COT MEURAK TO INCREASE COMMUNITY INCOME IN ORDER TO SUPPORT SDGS AND ACCELERATE THE ERADICATION OF EXTREME POVERTY (P2KE) Mai Simahatie; Cut Fadhilah; Imam Malik; Ashraf Mauliddin; Nuratul Syiva; Rizaki Akbar
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 4 No. 3 (2024): November 2024 - February 2025
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v4i3.2076

Abstract

One of the strategies used to empower women is to empower "women's cooperatives" as a means of additional capital in opening micro, small and medium enterprises (MSMEs) for women. Cooperatives have a fairly large role in economic life, because cooperatives are legal entities based on family as stated in Article 33 of the 1945 Constitution. In Bireuen, there is a cooperative owned by the PKK mothers of Juli Cot Meurak Timur Village, Bireuen Regency. This cooperative is used to provide business capital loans to housewives who want to increase their business capital or open a business such as selling fried foods, selling cakes, handicrafts, and so on. Sharia cooperatives are one type of cooperative that operates based on Islamic sharia principles. The goal is to support the economic welfare of its members through savings and loan activities and business financing that is halal, free from usury, gharar (uncertainty), and maisir (speculation). This cooperative usually has several main characteristics, namely, Sharia Financing Using sharia contracts such as mudharabah (cooperation between capital owners and managers), murabahah (buying and selling with agreed profits), and musyarakah (profit sharing cooperation). Profit Sharing System Sharia cooperatives share profits based on a previously agreed ratio between members and the cooperative, not through interest. Supervision of the Sharia Board This cooperative is generally supervised by the Sharia Supervisory Board. The Board of Directors (DPS) to ensure that business activities remain in accordance with sharia principles, Focus on Islamic Values ​​Islamic cooperatives promote business ethics and values ​​such as justice, transparency, and social welfare for all members and Halal Products and Services Products or investments made must meet halal criteria, both from their source and their use
Green Accounting Analysis Based on Triple Bottom Line Theory for Sustainability Development Goals in Districts Bireuen Murni; Imam Malik
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 1 No. 2 (2022): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v1i2.181

Abstract

Phenomenon global warming or global warming has Becomes issue warm in various parts of the world so environment the company has also Becomes center attention. This thing because of the business world is one perpetrator active development through something form organizations that do activity use source power limited for reach goals that have been set. Study this aim for analyze implementation of green accounting based on triple bottom line theory for sustainability development goals in the district Bireuen. This thing conducted because existence phenomenon pollution environment in the form of garbage, flood, pollution air, poverty and unemployment. Method analysis in study this use approach qualitative, researcher collect data via documentation and interviews structured to part finance, CSR, and also part environment in the company manufactures in the district Bireuen 12 samples company . Data analysis performed by qualitative. Research results show that company manufacturing in District Bireuen has Secrete related costs with preservation environment in report finance, however still by conventional so that not yet reflects green accounting.
PENGARUH KOREAN WAVE (INDUSTRI HIBURAN) TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA FKIP, UNIVERSITAS MATARAM Devi Yuliana devi; Dea Maharani; Hafsah Hafsah; Hariyanto Supriadi; M. Yusrafli; Imam Malik
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9867

Abstract

Dalam beberapa waktu terakhir, gelombang budaya Korea atau Hallyu telah menjadi fenomena global yang memengaruhi tidak hanya hiburan, tetapi juga pola konsumsi masyarakat, terutama generasi muda di Indonesia. Musik K-pop, drama, dan gaya busana Korea kini menjadi bagian dari tren gaya hidup yang diidamkan banyak orang. Kim & Kim (2020) menegaskan bahwa konsumen muda sering mengaitkan produk dengan citra idolanya, sehingga produk tersebut menjadi simbol status dan cara mengekspresikan diri. Sementara itu, Lee (2019) menemukan bahwa pengaruh K-pop mendorong minat beli konsumen di kawasan Asia Tenggara, khususnya terhadap produk yang dipromosikan oleh selebriti Korea. Choi (2021) juga menjelaskan bahwa media sosial memegang peranan penting dalam memperluas jangkauan Hallyu dan mempercepat adopsi pola konsumsi yang emosional dan impulsif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui kajian pustaka dan wawancara mendalam, dengan temuan bahwa faktor visual, identifikasi sosial, dan keinginan meniru gaya hidup selebriti Korea merupakan pendorong utama perilaku konsumtif yang didasarkan pada emosi. Data dikumpulkan melalui wawancara serta penyebaran kuesioner kepada lebih dari 50 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa paparan konten hiburan Korea di media sosial terutama melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube memicu keinginan mahasiswa untuk membeli produk-produk yang berkaitan dengan idolanya, mulai dari album, kosmetik, hingga aksesoris fashion.
PELECEHAN SEKSUAL DAN HEGEMONI MASKULINITAS: DAMPAKNYA TERHADAP KENYAMANAN BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS MATARAM Haniza Febriani; Ida Ayu Putu Maheswari; Made Widia Cindani; Nanda Haerani; Imam Malik
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 01 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i01.9866

Abstract

ABSTRAK Pelecehan seksual di kampus merupakan persoalan serius yang berdampak pada kenyamanan dan semangat belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pelecehan seksual, menganalis praktik budaya Hegemoni maskulinitas, dampaknya, serta mengevaluasi peran kampus dalam mengatasinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian ini menemukan bahwa macam-macam dan bentuk pelecehan yang terjadi meliputi permainan kekuasaan, pelecehan tertutup, dan berbentuk fisik, lisan, dan isyarat. Mayoritas responden memahami pelecehan sebagai tindakan fisik, verbal, dan non-verbal, dan sebagian besar pernah mengalaminya langsung. Pelaku umumnya adalah dosen atau senior yang menyalahgunakan otoritas, didorong oleh praktik Hegemoni Maskulinitas. Dampak psikologis korban meliputi stres, ketakutan, hingga trauma, yang mengganggu proses belajar. Budaya diam dan normalisasi candaan seksual turut memperkuat relasi kuasa. Meskipun kampus memiliki mekanisme pelaporan, banyak korban enggan melapor karena takut, malu, dan adanya stigma. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pelecehan seksual merupakan bagian dari struktur sosial yang tidak setara, dan penanganannya membutuhkan reformasi struktural dan kultural. Oleh karena itu, disarankan agar kampus memperkuat sosialisasi lembaga PPKS, menyediakan layanan pelaporan yang ramah korban, serta mengintegrasikan pendidikan gender guna menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas kekerasan.
DAMPAK KONTROL ORANG TUA DAN IMITASI TEMAN SEBAYA TERHADAP KECANDUAN GADGET PADA ANAK USIA DINI DI DESA SUKARARA KECAMATAN SAKRA BARAT KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sahuniwati; Mashyuri; Imam Malik; Sumitro
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 01 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i01.11563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui dampak kontrol orang tua terhadap kecanduan gadget pada anak usia dini di desa sukarara kecamatan sakra barat kabupaten lombok timur, dan 2) mengetahui dampak imitasi teman sebaya terhadap kecanduan gadget pada anak usia dini di desa sukarara kecamatan sakra barat kabupaten lombok timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dengan sumber data subjek dan informan penelitian yang ditentukan dengan teknik puposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisi data kualitatif model Miles dan Humberman dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Dampak kontrol orang tua terhadap kecanduan gadget pada anak usia dini di Desa Sukarara Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur adalah pola kontrol otoriter, permisif, dan demokratis. Pada pola kontrol otoriter meskipun mampu menanamkan disiplin, pola ini berpotensi meningkatkan ketergantungan gadget pada anak usia dini apabila tidak disertai pendekatan emosional yang hangat. Sedangkan pada pola kontrol permisif cenderung paling berisiko memicu kecanduan gadget, karena anak usia dini tidak memiliki batasan waktu dan kontrol diri yang memadai dalam penggunaan gadget. Sementara pada pola kontrol demokratis lebih efektif dalam mencegah kecanduan gadget, karena anak usia dini dilatih untuk bertanggung jawab, memahami batasan, dan mengembangkan kontrol diri dalam penggunaan gadget. 2) Dampak imitasi teman sebaya terhadap kecanduan gadget pada anak usia dini di Desa Sukarara Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur maka dampak imitasi teman sebaya terhadap kecanduan gadget pada anak usia dini data penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola yang menunjukkan indikasi adannya pengaruh imitasi dalam penggunaan gadget oleh anak usia dini sehungga pola ini mengarah kepada kecanduan gadget.