Sayatman Sayatman
Departemen Desain Komunikasi Visual Fakultas Desain Kreatif Dan Bisnis Digital Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pengembangan Desain Kemasan Produk UMKM Olahan Hasil Laut di Kecamatan Paciran Kab. Lamongan dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing dan Perluasan Pemasaran Sayatman; Nugrahardi Ramadhani; Rabendra Yudistira
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.699 KB)

Abstract

Kabupaten Lamongan memiliki area penangkapan ikan laut cukup besar yang terpusat diperairan laut Jawa, yakni di wilayah Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran. Potensi ini ditunjang dengan adanya Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong dan empat tempat pendaratan ikan (TPI) yang tersebar di wilayah pesisir Weru, Kranji, Labuhan dan Lohgung. Hasil tangkapan nelayan tersebut selain langsung dijual dalam bentuk ikan segar juga ada yang diolah melalui proses pemindangan, pengeringan dan pengasapan. Khususnya di Paciran, sebagian para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga ada yang memprosesnya dalam berbagai produk olahan, seperti; aneka macam kerupuk (krupuk ikan, krupuk cumi-cumi, krupuk rajungan), aneka olahan ikan teri, terasi, abon ikan, abon rajungan, tepung ikan, bakso ikan dll. Namun kecenderungan UMKM yang terlalu fokus pada aspek produksi, menyebabkan aspek pengemasannya sendiri terabaikan. Hal tersebut tentu berpengaruh pada lemahnya daya saing produk dan sulitnya melakukan pengembangan penjualan ke pasar-pasar modern yang mensyaratkan pengemasan dengan standar tertentu. Program ini bermaksud memberikan pembinaan dan pengembangan desain kemasan produk UMKM olahan hasil laut di Kecamatan Paciran Kab. Lamongan agar mereka lebih memahami aspek pengemasan produk yang memenuhi standar komoditas konsumsi. Setidaknya ada tiga manfaat penting yang diperoleh jika penerapan desain kemasan dilakukan dengan benar. Pertama, memberi perlindungan optimal terhadap isi/produk dari kemungkinan kerusakan oleh faktor luar. Kedua, sebagai sarana identifikasi dan informasi yang efektif bagi konsumen. Ketiga, dapat meningkatkan image (citra) produk di mata konsumennya. Program pengabdian kepada masyarakat ini, juga sejalan dengan rencana strategis Balitbang Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat nelayan/pesisir. Kedepan diharapkan produk-produk UMKM di Kecamatan Paciran dapat lebih berdaya saing dan dapat mengembangkan pemasaran produknya secara lebih luas.
Gerakan 1000 Desain Kemasan Produk OPOP Jawa Timur (One Pesantren One Product) Sayatman, Sayatman; Noordyanto, Naufan; Dwitasari, Putri; Hakim, Primaditya
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.518

Abstract

Pondok Pesantren selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, juga berfungsi sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi. Salahsatu upaya pemerintah Jawa Timur dalam rangka pemberdayaan ekonomi pesantren adalah melalui program OPOP (One Pesantren One Product), dimana setiap Pondok Pesantren diharapkan dapat menghasilkan sedikitnya satu produk unggulan yang siap dipasarkan. Cukup banyak produk-produk hasil kreativitas pesantren yang memiliki potensi ekonomis dan berpeluang untuk dikembangkan pemasarannya. Namun demikian sebagian dari produk-produk tersebut belum ditunjang dengan kemasan yang baik dan optimal. Program pengabdian kepada masyarakat (Abmas) ini bertujuan membantu produk-produk tersebut supaya semakin baik dan berkualitas dari sisi kemasannya sehingga akan semakin memiliki daya saing di pasar. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan santri dan koperasi pondok pesantren. Target sasaran dari kegiatan ini adalah UKM pesantren yang terafiliasi dalam Program OPOP Jawa Timur. Program kegiatan ini juga sejalan dengan program Abmas ITS dalam menciptakan atmosfer yang kondusif bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sesuai kompetensinya di masyarakat. Sesuai skala prioritas, dari kegiatan ini sudah dihasilkan 200 desain logo merek brand dan lebih dari 240 buah desain kemasan yang sudah diserahkan secara simbolik kepada Sekjen OPOP Jawa Timur.
Pengembangan Desain Kemasan Makanan Olahan Ikan Laut Produksi UKM Dinny Home Industry guna Membangun Citra Kuliner Unggulan Pesisir Madura Noordyanto, Naufan; Sayatman, Sayatman; Ramadhani, Nugrahardi; Darmawan, Yurif Setya; Soewito, Bambang Mardiono; Prasetyo, Didit
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.831

Abstract

Desa Branta Pesisir, terletak di wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Pamekasan, Madura, Provinsi Jawa Timur, dikenal akan sumber daya lautnya yang melimpah, terutama dalam pemasaran ikan laut segar atau kering. Di antara kurang lebih 180 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Branta Pesisir, UKM Dinny Home Industry adalah industri rumahan yang mengolah dan memasarkan makanan laut. Produk utama UKM Dinny adalah ikan krispi dan rambak kulit ikan, namun kemasannya generik, sehingga kurang dikenal dan tidak mencolok di pasar. Desain kemasan tidak mencerminkan kualitas, harga, dan karakter produk sebagai kuliner pesisir asal Madura dengan baik. Kemasan yang kurang persuasif juga menghambat penjualan dan kepercayaan diri pemilik untuk memamerkan produknya di festival atau event kuliner. Karena itu, Tim Pengabdi dan UKM Dinny sepakat bahwa permasalahan ini menjadi prioritas karena kemasan adalah bagian integral dari program pemasaran UKM, yang memengaruhi daya saing di pasar dan kelangsungan usaha. Dengan kegiatan abmas berbasis produk ini, tim pengabdi mengembangkan desain kemasan yang representatif dan media promosi untuk mengenalkan produk dan kemasan yang baru. Kegiatan ini mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menciptakan pekerjaan yang layak (SDG 8), dan mendorong pola konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), yang sangat penting terutama pasca pandemi Covid-19.