Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Demokratis Dengan Motivasi Berprestasi Pada Anggota UKM X Universitas X Muhammad Syahrul; Pratiwi Sakti
JURNAL PSIMAWA Vol 4 No 2 (2021): EDISI 6
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v4i2.1434

Abstract

Democratic Leadership Style is the ability to influence others to want to work together to achieve the goals that have been set by means of various activities to be carried out jointly determined by the leader and its members and open equal opportunities for its members to participate more actively so that it can generate motivation to achieve an achievement. both for the organization and for themselves. This research is conducted on members of UKM X in University X by using correlational quantitative research methods. Purposive Non-Random Sampling is used in technique . The research sample amounted to 62 persons. The research data are obtained using the democratic leadership style scale instrument based on the Lippits & White theory and the achievement motivation scale based on the MC Clelland theory. The research tets is conducted by using correlation test. The results indicates that there is a relationship between democratic leadership style and achievement motivation with a correlation value of r = 0.587; p= 0.000 (p <0.005) which indicates that there is a significant relationship between democratic leadership style and achievement motivation. This shows that the higher the democratic leadership style, the higher the achievement motivation.
MAPPING AND PHONOLOGYCAL PROCESS OF BIMANESE: PEMETAAN DAN PROSES FONOLOGIS BAHASA BIMA Pratiwi Sakti
JURNAL PSIMAWA Vol 3 No 1 (2020): EDISI 3
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v3i1.606

Abstract

Bahasa Bima adalah satu bahasa yang dituturkan oleh sekitar 610 ribu orang, namun jumlah ini belum termasuk penutur di luar pulau Sumbawa dan Indonesia. Tujuan penelitian ini yakni membuat map dengan menggunakan GIS dan mendeskripsikan proses fonologis dan perubahan leksikon diantara dua dialek. Metode campuran kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk menghitung distribus permutasi, menganalisa proses fonologis dan perubahan leksikon. Teori fonologi generatif Schane digunakan untuk menganalisa proses fonologis dan teori perubahan leksikon Crowley digunakan untuk menganalisa perubahan leksikon. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 262 perbedaan fonologis dan leksikon antara dua dialek. Ditunjukkan dengan dikonstruksinya 262 peta persebaran bunyi yang berbeda antara dua dialek. Beberapa perubahan fonologis seperti asimilasi, penambahan vocal atau konsonan yang disebut dengan epintesis, dan penghilangan vocal dan konsonan awal. Dari data temuan itu, perubahan leksikon menunjukkan perubahan yang sangat signifikan.
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PEMBERITAAN SKANDAL X DI CHANNEL YOUTUBE BBC LONDON Pratiwi Sakti; Fitra Hasri Rosandi; Junaidin Junaidin; Irma Zavitri
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi 2
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.502 KB) | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v2i1.625

Abstract

Wacana seksualitas adalah hal yang tabu dalam masyarakat Asia, umumnya masyarakat penganut agama tertentu. Namun perkembagan media terlihat pesat telah mengikis paradigm lama dan memunculkan wacana yang tanpa sekat di media sosial. Penelitian yang sederhana ini berusaha mengupas unsur mikro linguistik dan makro linguistik dalam wacana pemberitaan di channel youtube BBC London mengenai skaldal X menggunakan teori analisis wacana yang dikembangkan oleh Michel Foucolt, Norman Fairclough, dan Teun A. Van Dijk. Analisis unsur mikro dalam wacana dibutuhkan untuk mengidentifikasi kohesi dan koherensi teks. Adapun analisis wacana makro digunakan untuk melihat unsur kognisi sosial, power, dan praktik sosial budaya yang ada dalam wacana. Hasil analisis menampilkan wacana bersifat netral dan tidak memberatkan salah satu jenis kelamin bahkan tidak menonjolkan korban sebagai pihak yang dirugikan dalam wacana dengan tidak menggunakan pilihan kata victim dan lebih memilih kata pronominal bagi para korban.Kata kunci: Analisis Wacana; Mikro –makro linguistic.
Improving English Writing Skills through the Application of Audiovisual Media at Senior High School Amatollah Amatollah; Suparman Suparman; Pratiwi Sakti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i6.4294

Abstract

The author found that there was still a lack of mastery and interest of students in writing English sentences at SMAN 3 Sumbawa Besar.  This study aims to explain strategies for using audiovisual media as well as analyze the results of improving English writing skills in the use of audiovisual media. This type of research is descriptive quantitative with the data collection techniques used are observation, English writing skills test and documentation and the analysis technique used is the paired sample t-test. Based on the results of the descriptive statistical analysis test, the average score of pretest and posttest English writing was obtained by students in the control class of 50.88 and 59.56 experienced an increase in scores in the experimental class of 58.68 and 74.85, meaning that there was an increase in English writing skills after the use of audiovisual media. From the analysis of the pretest-postest paired t-test, a result of -35.098 with a sig value was obtained. hitug (2 tailed) 0.000 is smaller than the ttabel 0.05. It was concluded that there was a difference between the pretest and postest scores in the results of English writing skills before using audiovisual media and after using audiovisual media.
Hubungan Kelekatan Teman Sebaya Dengan Kematangan Sosial pada Remaja Akhir Ramida U; Pratiwi Sakti
JURNAL PSIMAWA Vol 5 No 2 (2022): EDISI 8
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v5i2.2121

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui “hubungan kelekatan teman sebaya dengan kematangan sosial pada remaja akhir di Asrama Universitas Teknologi Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Teknik Pengambilan sampel penelitian menggunakan karakteristik dengan penentuan jumlah sampel menggunakan tabel krejcie. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 remaja akhir putri. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa dua skala yaitu skala kelekatan teman sebaya dan kematangan sosial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan (korelasi) positif dan signifikan antara kelekatan aman dan kematangan sosial dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,112 dengan nilai p hitung = 0,345 / p< 0,05 yang berarti semakin tinggi kelekatan teman sebaya remaja akhir, maka kematangan sosial remaja akhir, begitupun sebaliknya. Semakin rendah kelekatan teman sebaya remaja akhir, maka semakin rendah kematangan sosial remaja akhir.
FAKTOR-FAKTOR STRES PADA IBU RUMAH TANGGA DALAM MENGHADAPI KEGIATAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) Windayani; Pratiwi Sakti
JURNAL PSIMAWA Vol 3 No 2 (2020): EDISI 4
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v3i2.1286

Abstract

This study aims to determine the factors cause stress to housewives in dealing with Learning from Home (BDR). This research method uses a qualitative descriptive method. Data collection technique uses interview, observation, and documentation techniques. Data analysis techniques, namely; data collection, data reduction, data presentation and conclusions. Then in using data validity techniques; including using triangulation source, triangulation method, and triangulation theory. In this study, the researcher uses three subjects whom are housewives aged 29-36 years and have children who are in PAUD, TK or SD. The result of the study indicates that there are symptoms of stress in housewives caused by stress factors during BDR (learning from home) activities such as irritability and decreased concentration.
Pelatihan English For Tourism bagi Masyarakat Desa Jaya Makmur Kecamatan Labangka Wirentake; Suparman; Hasrul Sani; Pratiwi Sakti
Jurnal Pengabdian Sosial Humaniora Vol 2 No 1 (2025): EDISI 3
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/abdimawa.v2i1.5762

Abstract

Pelatihan English for Tourism bagi masyarakat Desa Jaya Makmur, Kecamatan Labangka, dilaksanakan sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan desa wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar berbahasa Inggris masyarakat lokal yang terlibat secara langsung maupun yang tidak terlibat dalam sektor pariwisata. Metode pelatihan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan kombinasi ceramah, simulasi, dan praktik pelayanan kepada tamu. Peserta terdiri dari pemuda pemudi desa, anggota karang taruna, ibu-ibu pelaku UMKM, staf dan aparatur pemerintah desa. Total peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan sebanyak 30 peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi dasar bahasa Inggris, terutama dalam menyambut wisatawan dan memperkenalkan objek wisata. Pelatihan ini juga membangun motivasi dan kepercayaan diri peserta untuk terus mengembangkan diri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kapasitas masyarakat dalam mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal. Kolaborasi lanjutan antar pemangku kepentingan diperlukan guna menjaga keberlanjutan program ini
Pelatihan Structure And Written Expression Toefl Untuk Meningkatkan Kompetensi Grammar Bahasa Inggris Siswa SMA Negeri 3 Sumbawa Besar Wirentake; Liska Noviani; Umar; Yana Karisma; Suparman; Hasrul Sani; Pratiwi Sakti
Jurnal Pengabdian Sosial Humaniora Vol 2 No 3 (2026): EDISI 4
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/abdimawa.v2i3.7037

Abstract

Penguasaan tata bahasa (grammar) merupakan komponen penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam menghadapi tes Bahasa Inggris berstandar internasional seperti Test of English as a Foreign Language (TOEFL). Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengalami kesulitan dalam memahami materi Structure and Written Expression TOEFL akibat keterbatasan latihan dan pembelajaran yang masih berfokus pada kurikulum sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi grammar Bahasa Inggris siswa SMA Negeri 3 Sumbawa Besar melalui pelatihan Structure and Written Expression TOEFL. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan (training-based community service) yang bersifat partisipatif dan aplikatif. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, penyampaian materi grammar esensial TOEFL, latihan soal Structure and Written Expression, pembahasan bersama, serta evaluasi hasil pelatihan. Sasaran kegiatan adalah siswa SMA Negeri 3 Sumbawa Besar yang belum mendapatkan pembekalan khusus terkait TOEFL. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap struktur Bahasa Inggris dan kemampuan mengidentifikasi kesalahan gramatikal dalam konteks soal TOEFL. Selain itu, pelatihan ini juga berdampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris. Dengan demikian, pelatihan Structure and Written Expression TOEFL terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi grammar Bahasa Inggris siswa SMA. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model program pendampingan Bahasa Inggris yang berkelanjutan di sekolah menengah.