Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

Analisis kesulitan menulis permulaan pada peserta didik kelas I SDN 3 tugu kecamatan cihideung Nurshinabani Suryana; Cece Rakhmat; Deni Chandra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.22684

Abstract

ABSTRACT Beginning writing is a writing skill that is taught to students in the early stages, namely in classes I and II. The aim of this research is to analyze the difficulty of beginning writing in class I students at SDN 3 Tugu, Cihideung District. This research uses descriptive qualitative research methods. The data collection techniques used by researchers are tests, observations and interviews. Based on the results of observations and interviews conducted by researchers regarding students who had difficulty writing at the beginning, the researchers analyzed 5 aspects of writing letters A-Z using uppercase and lowercase letters, writing words according to pictures, copying sentences correctly and accurately, and writing words and sentences using the imla/method. dictation 4 out of 6 students namely SN, SA, RMS, and RA could not write the beginning while AP and AY were quite able to write the beginning. There are 2 factors that cause students to have difficulty in writing beginnings, namely internal factors and external factors. Key words : writing, writing beginnings ABSTRAK Menulis permulaan merupakan kemampuan menulis yang diajarkan pada siswa di tahap awal yaitu dikelas I dan II. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis kesulitan menulis permulaan pada peserta didik kelas I SDN 3 Tugu Kecamatan Cihideung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif desktriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan tes, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti mengenai peserta didik yang kesulitan menulis permulaan peneliti menganalisis 5 aspek menuliskan huruf A-Z menggunakan huruf kapital dan huruf kecil, menuliskan kata sesuai gambar, menyalin kalimat dengan benar dan tepat, serta menuliskan kata dan kalimat dengan metode imla/dikte 4 dari 6 orang peserta didik yaitu SN, SA, RMS, dan RA belum bisa menulis permulaan sedangkan AP dan AY cukup bisa menulis permulaan. Ada 2 faktor yang menyebabkan peserta didik kesulitan dalam menulis permulaan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kata kunci : menulis, menulis permulaan
Upaya meningkatkan kreativitas peseta didik dalam pembelajaran seni rupa terapan melalui penerapan teknik cap pelepah pisang kelas II SDN Karangtengah Yevira Yuliana; Riza Fatimah Zahrah; Deni Chandra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i2.28964

Abstract

This study aims to improve students' writing skills through the implementation of the Outdoor Learning model in Indonesian language learning. The research method used is classroom action research (CAR), which consists of planning, action, observation, and reflection in each cycle. The subjects of this study were 25 students, consisting of 15 female and 10 male students. Based on the research results, students had difficulty writing poetry due to their limited writing skills. They struggled to find ideas to turn into poems. The results of this study indicate that students' writing skills improved through the use of the Outdoor Learning model. In the first cycle, the average score was 63.04%, with 15 students reaching the minimum mastery criteria and 10 students not yet meeting it, amounting to 40% and categorized as high. In the second cycle, the average score increased to 71.33%, with 18 students reaching mastery and 7 students not yet meeting it, amounting to 28%, and categorized as very high.   Keywords: Writing Skills, Outdoor Learning Method, Indonesian Language Learning
Transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial di era Kurikulum Nasional Deni Chandra; Riga Zahara Nurani; Agus Ahmad Wakih; Bila Fadilah; Ari Rizki Fauzi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.30460

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang mengintegrasikan kearifan lokal serta nilai-nilai psikososial dalam pembelajarannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, mengidentifikasi potensi integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial, serta mengembangkan model bahan ajar berbasis kearifan lokal yang relevan dengan karakteristik peserta didik pada era Kurikulum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV–V di lima sekolah dasar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih dominan berpusat pada teks dan belum optimal menanamkan nilai-nilai psikososial serta budaya lokal. Bahan ajar hasil pengembangan yang mengintegrasikan nilai empati, tanggung jawab, dan gotong royong dengan konten budaya lokal terbukti meningkatkan keterlibatan emosional siswa dan efektivitas pembelajaran. Rata-rata hasil uji coba menunjukkan peningkatan 24% pada aspek keterampilan literasi dan 31% pada indikator nilai-nilai psikososial siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal secara lebih luas untuk mendukung profil pelajar Pancasila di sekolah dasar.