Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tantangan Muhammadiyah dalam Inovasi Pendidikan Islam : Menyongsong Era Digitalisasi dengan Pengetahuan yang Berkualitas Tiana Dwi Marisa; Dewi Sinta; Pandu Ardiansyah; Astika Nurul Hidayah
Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Maret : Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/moral.v2i1.572

Abstract

Muhammadiyah is an Islamic movement with the preaching of Amar Makruf Nahi Munkar which is based on Islamic faith and is based on the Qur'an and As-Sunnah. Many things drive the progress of this Muhammadiyah organization, such as the vision-mission, educational concept, goals, and curriculum that are mutually continuous so that Muhammadiyah can process well in the life of society. In Islamic education there are challenges that must be faced by Muhammadiyah because considering the development of Islam is very fast and also flexible and always relevant from time to time. One of the challenges to the development of Islamic education is the advancement of technology. The advancement of science and technology (iptek) requires all parties to be competent so as not to be eroded and crushed by the times. The negative and positive impacts of technological progress must be addressed with the right innovation. Innovation that can be applied by the Muhammadiyah organization is through the field of education. Education is a process that can shape human beings such as potential, personality, intelligence, noble morals, self-control, religion and skills needed in oneself and society.
Siti Walidah : Pelopor Emansipasi dan Pendidikan Perempuan Dalam Muhammadiyah Syahla Sri Dhiya Ulhaq; Alvira Fitriani; Najwa Qholivia Putri; Dzulfikar Rafi; Hanafiah Hanafiah; Laila Nur Az Zahro; Astika Nurul Hidayah
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v2i1.486

Abstract

Siti Walidah, or Nyai Ahmad Dahlan, became an important figure in fighting for women's education and emancipation through the establishment of the 'Aisyiyah organization. Siti Walidah's struggle was based on the patriarchal cultural conditions in the past that limited women's access to education and social roles. Siti Walidah, through her progressive thinking, tried to change this paradigm by establishing a women's organization under Muhammadiyah that emphasized the importance of education, empowerment, and gender equality. This study aims to analyze the thoughts and contributions of Siti Walidah in shaping the role of women, especially through education and empowerment, and to trace its impacts that are still felt today. The research method used is qualitative with a historical approach, through literature studies of primary documents such as the archives of Muhammadiyah and 'Aisyiyah, as well as the biography of Siti Walidah. The data were analyzed descriptively-interpretively to understand the social, cultural, and religious contexts that underlie her struggle. The results of the study show that through the 'Aisyiyah organization, Siti Walidah promoted women's education, opposed discriminatory practices such as forced marriage, and developed various social and economic empowerment programs. Another significant contribution was the establishment of educational institutions, such as TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal and Aisyiyah University.
Perjanjian Pranikah sebagai Mekanisme Hukum Pengatur Harta dan Pelindung Hak Pascaperceraian M. Ghufron Fazacholil; Rakha Nindya Sugondo; Nabila Noviana Putri Rahmadani; Angelika Rusydina Putri; Laura Ayu Putri Henindra; Dafina Al-Yuan Nurhaliza Putri Setiadin; Astika Nurul Hidayah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i3.1441

Abstract

Perjanjian pranikah mengatur harta perkawinan dan melindungi perempuan serta anak pascaperceraian, berdasarkan UU No. 1/1974 dan Putusan MK No. 69/PUU-XIII/2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum perjanjian pranikah terhadap pengelolaan dan pembagian harta, serta efektivitasnya dalam menjamin perlindungan hukum bagi pihak-pihak yang rentan setelah perceraian. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif dengan menelaah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui analisis kualitatif berbasis interpretasi normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pranikah memberikan kepastian hukum atas pemisahan harta, tanggung jawab keuangan, dan hak asuh anak, sekaligus mencegah konflik yang dapat merugikan salah satu pihak. Perjanjian ini juga menjadi alat perlindungan sosial yang mampu mendukung keadilan, transparansi, dan kesejahteraan dalam kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, penting bagi calon pasangan suami istri untuk memahami urgensi perjanjian pranikah sebagai mekanisme preventif dalam membangun keluarga yang berkeadilan dan berkelanjutan
Perkawinan Dini dalam Perspektif Hukum Nasional dan Internasional: Dampak Empiris Terhadap Struktur Keluarga di Indonesia Labibah, Kaila Nindia; Febria Valentina; Valencia Sherly Moyna; Anindira Falah Qurrota A'yun; Imel Sesa Erliyawati; Astika Nurul Hidayah
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 2 (2025): Journal Evidence Of Law (Agustus)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i2.1320

Abstract

Perkawinan dini di Indonesia merupakan fenomena sosial kompleks yang melintasi batas-batas struktural masyarakat, membutuhkan kajian komprehensif untuk memahami akar permasalahan dan implikasinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konstruksi hukum dan sosial perkawinan dini, mengeksplorasi dampak multidimensional praktiknya, serta merumuskan rekomendasi kebijakan holistik untuk mencegah dan menanggulangi persoalan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan studi kepustakaan mendalam melalui analisis peraturan perundang-undangan, literatur hukum, jurnal akademik, dan publikasi ilmiah terkait.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perkawinan dini merupakan produk kompleks dari interaksi faktor ekonomi, budaya, pendidikan, dan struktur sosial patriarkal. Kajian mendalam menunjukkan dampak multidimensional yang meliputi risiko psikologis, sosial, dan reproduktif bagi pasangan muda. Secara hukum, praktik ini menghadirkan tantangan fundamental dalam perlindungan hak asasi anak dan perempuan. Penelitian mengidentifikasi bahwa intervensi efektif membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup reformasi hukum, pemberdayaan ekonomi, dan transformasi sosial budaya. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa perkawinan dini bukan sekadar persoalan individual, melainkan refleksi kompleksitas struktur sosial Indonesia yang membutuhkan upaya komprehensif untuk melindungi dan memberdayakan generasi muda.