Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA GAME EDUKASI KAHOOT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MATA PELAJARAN EKONOMI SMA NEGERI 1 TELUK DALAM TAHUN 2024 Zendrato, Walsyukurniat
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6907

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh penggunaan media pembelajaran yang monoton hal ini disebabkan guru kurang mampu beradaptasi dalam penggunaan media pembelajaran terbaru dengan berbasis teknologi, sehingga tidak tercapainya kegiatan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Dengan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penggunaan media game edukasi kahoot. Tujuan penelitian: 1) untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran yang diterapkan dikelas X pada mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Teluk Dalam, 2)untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Teluk Dalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian lembar observasi, tes hasil belajar siswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan siswa berpartisipasi akif dalam kegiatan pembelajaran dari siklus I ke siklus II. Media pembelajaran game edukasi kahoot mampu meningkatkan cara berpikir kritis siswa, mempermudah proses pembelajaran, dan mempermudah guru dalam mengevaluasi secara langsung. Maka dapat disimpulkan bahwa melalui penggunan media game edukasi kahoot mampu meningkatkan kreatifitas dan keaktifan belajar siswa, serta meningkatkan hasil belajar siswa. Saran peneliti berikan untuk guru mata pelajaran ekonomi hendaknya menggunakan media pembelajaran dengan mengikuti perkembangan zaman misalkan yang berbasis teknologi diperbaharui dalam bentuk aplikasi diakses dengan menggunakan hp,leptop/komputer. Bagi siswa hendakanya lebih aktif dalam mencari refereksi belajar sesuai kegiatan pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT QUESTIONS HAVE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VIII SMP SMP NEGERI 2 TELUKDALAM Zendrato, Walsyukurniat
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah diketahui bahwa siswa hanya menghafal konsep, partisipasi dalam kegiatan pembelajaran kurang, enggan untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan dari dan untuk guru. Sehingga tercipta ketidakpahaman dalam menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata, pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman siswa terhadap dasar kualitatif dimana fakta-fakta saling berkaitan dengan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan tersebut dalam situasi baru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Student Questions Have terhadap hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Telukdalam dengan jumlah 26 orang. Hasil penelitian ini di peroleh nilai rata-rata tes awal sebesar 53,84%, nilai rata-rata tes akhir sebesar 88,46%. Kesimpulan, yaitu: (1) Model pembelajaran Model pembelajaran students questions have merupakan cara yang mudah untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan siswa, (2) Hasil belajar siswa 53,84% pada siklus ke satu, maka di lanjutkan pada siklus ke kedua meningkat 88,46%, hal ini dapat meningkat karena siswa mampu membangun tim dengan baik. Saran, yaitu: (1) Penerapan model pembelajaran students questions have memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, diharapkan bagi sekolah khususnya guru agar dapat menerapkan model pembelajaran students questions have pada materi lain yang sesuai dengan pembelajaran tersebut, (2) Bagi peneliti yang akan menggunakan model pembelajaran students questions have hendaknya dapat berkolaborasi yang baik dengan observer sehingga dapat memperbaiki proses pembelajaran untuk mendapatkan hasil yang optimal, (3) Hendaknya guru selalu memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih aktif sehingga guru hanya sebagai fasilitator bagi siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KREATIF PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DENGAN MATERI AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 HILISALAWA AHE TAHUN 2025 Zendrato, Walsyukurniat
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Hilisalawa Ahe dengan judul Penerapan model Pembelajaran Kreatif Problem Solving dalam meingkatkan hasil Belajar siswa pada mata Pelajaran Ekonomi dengan materi Akuntansi Perusahaan Jasa di Kelas XI SMA Negeri 1 Hilisalawa Ahe tahun 2025. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus pertama dilaksanakan dua kali pertemuan dan setiap akhir siklus peneliti melaksanakan evaluasi demikian juga dengan siklus II. Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan maka peneliti memperoleh hasil setiap siklus. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa diperoleh 67,70% sedangkan persentase ketidaktuntasan belajar siswa diperoleh 35,03%. Persentase ketuntasan pada siklus II diperoleh 100% sedangkan persentase ketidaktuntasan diperoleh 0% rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh 63,97 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa siklus II diperoleh 82,20. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kreatif Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran ekonomi dengan materi akuntansi perusahaan jasa . Peneliti menyarankan Guru mata pelajaran ekonomi agar pada proses pembelajaran menerapkan model pembelajaran kreatif Problem Solving, siswa hendaknya dapat mengganalisis gambar, Siswa hendaknya berlatih untuk terbiasa berbicara di depan umum, Bagi peneliti selanjutnya hendaknya hasil penelitian ini menjadi bahan perbandingan kepada peneliti berikut.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SMP SWASTA CITRA SAKTI KECAMATAN MANIAMOLO TAHUN PEMBELAJARAN 2024/2025 Zendrato, Walsyukurniat
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa SMP Swasta Citra Sakti Kecamatan Maniamolo Tahun Pelajaran 2024/ 2025. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf administrasi dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan pencatatan lapangan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, data display, kesimpulan/verifikasi. Paparan data dan temuan penelitian yang diperoleh peneliti adalah kepala sekolah melakukan kerjasama dengan masyarakat sekolah serta meminta dukungan orang tua siswa dan instansi pemerintah khususnya di tingkat kecamatan. Hal ini dipengaruhi kepahaman orangtua siswa dan sarana sekolah terutama gedung yang kurang secara fisik dan fasilitas sekolah di sisi prasarana. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti mengajukan saran: 1)Kepala sekolah hendaknya lebih menjalin kerjasama dengan berbagai pihak sebagai bentuk strategi implementasi manajemen mutu pendidikan, melalui peningkatan kerjasama dengan komite sekolah, para orang tua siswa, pemerintah daerah, dan masyarakat pada umumnya. 2)Guru hendaknya senantiasa meningkatkan kemampuan kinerjanya, karena apabila guru memiliki kinerja yang baik maka guru tersebut akan mampu melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik yang dapat menumbuhkan keinginan ataupun minat siswa dalam belajar.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DESA HILINIFAOSO MELALUI PENGOLAHAN ANYAMAN DAUN PANDAN MENJADI ASESORIES (KIPAS, TOPI TREND, TEMPAT TISU DAN KOTAK MAKANAN) SERTA KOMODITAS KEARIFAN LOKAL (BOLA-BOLA NAFO) TAHUN 2021 Zendrato, Walsyukurniat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.591 KB)

Abstract

Desa hilinifaoso merupakan salah satu desa tertinggal yang terdapat di Kab. Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Akses jalan untuk menempuh wilayah ini dari kota kecamatan banyak jalan yang belum tersentuh oleh pembangunan dan tidak jarang masyarakat yang mengalami kecelakaan apabila berkunjung ke kota kecamatan dan kota Kabupaten. Salah satu hasil alam yang dapat dikelola dan banyak terdapat di desa Hilinifaoso adalah daun pandan. Selama ini hanya beberapa keluarga yang memiliki kreatifitas untuk mengelola daun pandan ini menjadi tikar dan topi petani (seubagoa) itupun banyak hasilnya yang tidak dijual akan tetapi di produksi untuk kebutuhan sendiri atau dibagikan kepada tetangga atau sanak keluarga. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh tim PHP2D mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Nias Selatan di desa Hilinifaoso, umumnya masyarakat tidak ada pengetahuan untuk mengelola daun pandan menjadi sumberdaya ekonomi, adanya ketidakberanian menanggung resiko apabila tidak laku, desa tidak memberikan informasi jika penting peningkatan ekonomi kreatif bagi masyarakat. Dari kegiatan yang dilakukan Tim PHP2D Pendidikan Ekonomi di Desa Hilinfaoso, adanya ketertarikan tim Penggerak PKK dan Kelompok Pemuda untuk mengelola daun pandan menjadi Kipas, Topi Trend, tempat tisu, Kotak makanan dan komoditas kearifan local Bola-bola Nafo. Terkait dengan pemasaran, melalui kepala Desa bersedia menampung produk untuk dipasarkan di kota gunungsitoli dan juga di pekan2. Selain itu masyarakat juga menjual produk jika berkunjung ke kota kabupaten dimana ada rumah kreatif yang siap emnampung hasil kerajinan tangan masyarakat. Dari kegiatan ini diperoleh hasil bahwa melalui kegiatan ekonomi kreatif masyarakat dapat meningkatkan perekonomian masyarkaakat desa bawonifaoso, Kec. Ulususua, Kab. Nias Selatan.
Community Assistance in Cultivating IoT-Based Hydroponic Plants as an Effort to Improve Food Security in Baruyu Lasara Village, Batu Islands Fauzi, Rahmad; Zendrato, Walsyukurniat; Historis Manao, Leonardus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2401

Abstract

The community assistance program for hydroponic cultivation based on the Internet of Things (IoT) was implemented in Baruyu Lasara Village, Tello Island, South Nias Regency. This initiative aimed to strengthen food security in coastal areas with limited agricultural land and freshwater resources. Using a participatory approach, the program involved socialization, technical training, implementation of an IoT-based Nutrient Film Technique (NFT) hydroponic system, and agricultural entrepreneurship mentoring. The results demonstrated a notable improvement in the community’s capability to independently manage hydroponic systems, achieving a 90% growth success rate for pakcoy and a 60% increase in water-use efficiency compared to conventional farming methods. Participants’ knowledge levels increased by 80%, and a hydroponic farmer group was established to ensure program sustainability. The initiative had positive impacts on local economic resilience, social collaboration, technological literacy, and environmental sustainability. Overall, the program successfully enhanced food self-sufficiency and served as an effective model for applying modern agricultural technologies in small island regions.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI KELAS X SMA NEGERI 1 LUAHAGUNDRE MANIAMOLO TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Zendrato, Walsyukurniat
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.8001

Abstract

Siswa dapat berperan aktif dengan cara melakukan aktifitas yang dapat mendukung proses belajar. Tujuan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran STAD (student team achievement division) dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dikelas X SMA Negeri 1 Luahagundre Maniamolo tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 67,5 dengan nilai tertinggi 75 dan nilai terendah 60 dan persentase ketuntasan hanya 67,85% dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 77,14 dengan nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 65 dengan persentase ketuntasan 96,42%. Dengan demikian pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II sudah tercapai sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu 75%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran STAD (student team achievement division) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan materi permasalahan ekonomi dikelas X SMA Negeri 1 Luahagundre Maniamolo tahun pelajaran 2024/2025. Peneliti memberi saran yaitu (1) hendaknya guru mata pelajaran ekonomi lebih memperhatikan kesesuaian model pembelajaran yang digunakan dengan materi yang diajarkan. (2) hendaknya siswa-siswi X SMA Negeri 1 Luahagundre Maniamolo khususnya kelas X dapat lebih berpartisipasi dalam proses pembelajaran. (3) hendaknya kepada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dengan perencanaan waktu yang lebih lama agar hasil penelitian yang diperoleh lebih maksimal dan efektif.