Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penentuan Jalur Evakuasi Terpendek Pada Industri Plastik Menggunakan Ant Colony Optimization Khairansyah, Mades Darul; Luqman Ashari, Moch; Mufidah, Imroatul
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v8i1.312

Abstract

Industri plastik memiliki karyawan sebanyak 927 orang yang menempati lahan 12.062 m2. Jam operasional pada industri plastik untuk unit produksi adalah 24 jam non stop. Dengan jumlah dan jadwal tersebut mengkibatkan kepadatan pekerja yang memiliki risiko untuk mengakibatkan kecelakaan. Perusahaan plastik ini memiliki riwayat kecelakaan kerja. Pada perusahaan ini pernah terjadi kebakaran pada unit ABM pada bulan September tahun 2018 dan divisi bengkel pada Mei tahun 2014. Ant Colony Optimization (ACO) sangat cocok menentukan jalur evakuasi dalam penanganan bencana karena algoritma ini melakukan pembaruan pada feromon yang dapat menghasilkan simulasi dengan solusi lebih optimal karena memiliki laju konvergensi yang cepat, sehingga ACO akan digunakan dalam menentukan Jalur evakuasi terpendek pada industri plastik. Pada penelitian ini digunakan feromon awal sebesar 0,0098. Hasil penentuan parameter yang akan digunakan, meliputi number of iterations yaitu 500, number of ant sebesar 100, nilai Alpha sebesar 1 serta Beta sebesar 5 dan evaporation rate sebesar 0.5. Dari hasil optimasi cost yang paling rendah adalah cost 2 sehingga didapatkan rute evakuasi untuk ruang Circullar Loom menuju Koridor 3 dilanjutkan keluar melalui pintu exit 4 sehingga menuju Titik kumpul 1. Semakin tinggi cost yang dihasilkan maka akan mengakibatkan rute yang dilewati menajadi jauh sehingga meningkatkan waktu evakuasi.
Responsive Web-Based Inventory Information System Design Wardana, Dony; Ashari, Mochamad Luqman; Adianto, Adianto
Journal La Multiapp Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menteng Electricity Company, as a provider of electricity distribution services in the Jakarta area, is obliged to meet occupational safety and health standards to ensure safe and reliable working conditions. However, the lack of inventory optimization results in inconsistent manual recording, scattered facility locations, and minimal data integrity. Therefore, this study aims to design a responsive web-based inventory information system using the Next.js framework, the TypeScript programming language, and a MySQL database. It is equipped with an automatic reminder feature via short message service (SMS) to support regular monitoring. This can reduce human error.
Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) on Accidents Due to Tilting Ship Dewi Kurniasih; Aditya Maharani; Mochamad Luqman Ashari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.134

Abstract

The transportation industry is the main point of the distribution of goods and passengers. Data shows the number of shipwrecks is very high. The accident was caused by many factors, one of which was the tilting of the ship. The research starts from categorizing the causes of ship accidents through existing secondary data, FGD with expert judgments to find the root of the problem and also looking for what mitigations can be done so that similar incidents do not repeat. And the analysis is made in the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) method. The results of this study indicate that there are human factors in recurring events at all stages of HFACS such asunsafe acts, the preconditions for unsafe acts, unsafe supervision and organisational influences. For the stages of unsafe acts are Skill based Errors, decision errors, Perceptual Errors, and Exceptional. For the stage of the preconditions for unsafe acts are technological environment, physical environment, and adverse mental state; and for the stage of unsafe supervision is the lack of supervision; for organizational influences there are resource management and organizational climate.
Perancangan Sistem Keamanan dan Keselamatan pada Ruang Pimpinan di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Design of Security and Safety System in the Leadership Room at the Sepuluh Nopember Institute of Technology Campus Guruh Pramudita; Moch. Luqman Ashari; Nur Hasan
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 9 No. 2 (2025): June
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v9i2.7024

Abstract

Permasalahan keamanan dan keselamatan di ruang pimpinan perguruan tinggi masih tinggi akibat kurangnya implementasi nilai-nilai keamanan dan keselamatan yang memadai. Petugas keamanan bekerja dengan jumlah terbatas dan menghadapi tanggung jawab besar, sehingga diperlukan dukungan fasilitas yang efektif. Tujuan dari pembahasan ini adalah merancang sistem keamanan dan keselamatan yang mencakup deteksi dan penanggulangan dini terhadap kebakaran dan kriminalitas. Solusi yang diusulkan meliputi pemasangan CCTV, APAR, serta detektor asap dan panas sebagai alat bantu pemantauan dan penanganan kondisi darurat. Metode pelaksanaan dibagi menjadi empat tahap. Perancangan Pemasangan CCTV, APAR, detektor asap dan panas di ruang pimpinan seluas 898 m² dengan tinggi langit-langit 4 meter. Pemasangan CCTV menggunakan metode AHP untuk menentukan lokasi dan kriteria pemasangan, dengan hasil kesesuaian 28,5%, perlu tambahan 5 unit. Pemasangan APAR mengacu pada Permenakertrans No. 4 Tahun 1980, dengan hasil keseuaian 20%, dibutuhkan tambahan 8 unit dengan isi Dry Powder atau CO₂. Pemasangan detektor asap dan panas dirancang berdasarkan SNI 03-3985-2000 dan Permenaker No. 2 Tahun 1983, dengan kesesuaian 10,5%, kebutuhan total 34 unit untuk berbagai ruangan. Perancangan ini menghasilkan denah dengan sistem fasilitas keamanan yang dapat meningkatkan implementasi keselamatan yang lebih baik di ruang pimpinan.
Identifikasi Karakteristik Limbah Slag Aluminium sebagai Substitusi Semen dalam Uji Setting Time dan Kualitas Material pada Mix Design Beton K-250 (Studi Kasus : Kawasan Home Industry Kecamatan Sumobito) Balqis Ramadhani; Denny Dermawan; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peleburan logam bekas aluminium di kawasan home industry Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang menghasilkan limbah produksi berupa slag sebanyak 70% dari bahan baku. Limbah slag aluminium disalahgunakan oleh warga setempat sebagai material penguruk jalan hingga tanggul untuk mencegah banjir kiriman tahunan, namun limbah tersebut berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat hingga menimbulkan gagal panen. Aluminium oksida dikenal sebagai salah satu bahan pembuatan semen dengan kata lain, limbah slag aluminium memiliki potensi sebagai material penyusun semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik limbah slag aluminium dan potensinya sebagai material pengganti semen. Penelitian dimulai dengan karakterisasi dengan analisa SEM, ICP, dan XRD; pengujian kualitas material dan perencanaan campuran berdasarkan SNI 03-2834-2000, dan pengujian waktu pengikatan semen akhir. Hasil analisa SEM, ICP, dan XRD limbah slag berukuran 10-55mm mengandung unsur Al, Na, Cl, K, F, Si, Mg, Ca, Fe, Cu, N dengan didominasi senyawa Al2O3 sebanyak 20%. Nilai setting time semen diuji dengan jarum vicat mengalami kenaikan pada substitusi limbah slag aluminium 10% dan 11%. Pengujian kualitas material beton memenuhi standar, kecuali kadar lumpur kerikil 8%, sehingga harus dicuci dahulu. Kebutuhan material berdasarkan mix design beton mutu sedang 25 MPa untuk satu spesimen tanpa substitusi limbah yakni 965gr semen, 338gr air, 850gr pasir, dan 1.579gr kerikil.
Pengaruh Limbah Phospo Gypsum sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Uji Setting Time Kurniawan Aji Sasono; Moch. Luqman Ashari; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah phospo gypsum adalah limbah dari hasil proses produksi pembuatan asam fosfat. Asam fosfat terbentuk karena proses asam sulfat di kontakkan dengan batuan phospat yang menghasilkan limbah berupa phospo gypsum. Limbah gypsum menurut lampiran PP 101 tahun 2014 adalah termasuk limbah B3 sumber spesifik khusus kategori bahaya 2 dengan kode limbah B414. sehingga perlu adanya pengelolaan limbah B3 mengingat limbah tersebut merupakan limbah yang berbahaya. Pengujian kualitas dan kelayakan bahan limbah phospo gypsum yang akan digunakan sebagai bahan bangunan dapat dilakukan dengan pengujian setting time. Pengujian setting time dilakukan dengan menggunakan jarum vicat. Setting time terdiri dari setting time awal dan setting time akhir. Penelitian ini menggunakan 5 variabel yaitu menggunakan semen, air dan limbah phospo gypsum, dengan prosentase limbah phospo gypsum sebesar 0%; 5%; 10%; 15%; dan 20%. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan didapatkan nilai uji setting time awal sebagai berikut 63,46 menit, 30 menit, 30 menit, 45 menit, dan 69 menit dan akhir sebagai berikut 120 menit, 120 menit, 120 menit 135 menit dan 150 menit. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan mengenai pengaruh limbah phospo gypsum sebagai bahan pengganti semen terhadap nilai setting time dapat disimpulkan bahwa prosentase 5%, 10%, dan 15% dapat mempercepat setting time pada semen.
Alternatif Pengolahan Instalasi Air Limbah Industri Kecap, Saos, dan Permen Ting-Ting Jahe Nedya Nayaka Sastri; Denny Dermawan; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kecap, saos dan permen ting-ting jahe dalam proses produksinya menghasilkan limbah, baik limbahpadat maupun cair dengan kadar COD dan BOD yang cukup tinggi. Kandungan organik dalam limbah, akanmenurunkan kualitas lingkungan bila dibuang langsung ke lingkungan. Karakteristik air limbah dari industriini melebihi Baku Mutu Pergub Jatim No 72 Tahun 2013 dengan nilai COD 6.048,9 mg/L, BOD 2.397,5 mg/L,dan TSS 1.840 mg/L. Pengambilan sampel air limbah mengacu pada SNI 6989.59:2008. Penelitian inibertujuan sebagai acuan pemilihan unit IPAL yang sesuai untuk industri ini. Teknologi IPAL yang dipilih yaitualternatif 1 yang terdiri dari unit barscreen, bak ekualisasi, tangki netralisasi, Anaerobic Baffle Reactor/ABR,Extended Aeration/EA, dan clarifier.
RISK ASSESSMENT ON INSTALL AND DISMANTLE SCAFFOLDING USING TASK RISK ASSESSMENT METHOD Azura, Talitha Cornelia; Ashari, Moch. Luqman; Sandora, Rina
Tibuana Vol 2 No 02 (2019): Tibuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.598 KB) | DOI: 10.36456/tibuana.2.02.1940.9-13

Abstract

Accidents can occur anytime and anywhere such as accidents that occur at work at height. This study aims to identify and analyze potential hazards in the install and dismantle scaffolding work using TRA (Task Risk Assessment) method. The results of the risk assessment using TRA on this work obtained four job description with 2 jobs at low risk, namely initial risk of 4 and after controlling for residual risk of 2. For install and dismantle scaffolding show that medium risk was obtained with an initial risk of 12 and after controlling, the residual risk becomes 9.