Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENORE DENGAN SIKAP PENANGANAN DISMENORE Luluk Susiloningtyas
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.858 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1498

Abstract

Dismenore adalah masalah menstruasi yang terjadi pada remaja. Masih banyak remaja yang kurang mengerti tentang sikap penanganan dismenore. Salah satu faktor yang mempengaruhi sikap adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan sikap penanganan dismenore di MTs Zainul Hasan Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Tahun 2017. Design Penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini remaja putri di MTs Zainul Hasan yang didapatkan sampel berjumlah 81 responden yang diambil dengan teknik Stratified random sampling. Pengambilan data pengetahuan dan sikap dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 81 responden, sebagian besar yaitu 46 responden (56,8%) berpengetahuan baik, sedangkan sikap penanganan dismenore sebagian besar yaitu 51 responden (63,0%) bersikap baik. Analisa hasil uji statistik menggunakan Spearman’s Rank didapatkan angka probabilitas (p) = 0,022 < 0,05), maka H0 ditolak H₁ direrima, berarti ada Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Dengan Sikap Penanganan Dismenore. Sedangkan nilai r = 0,254 menunjukkan hubungan positif rendah. Diharapkan kepada remaja putri untuk lebih meningkatkan lagi pengetahuan tentang dismenorhea dengan sesering mungkin membaca buku, mencari informasi dimedia massa, orang tua, teman dan aktif bertanya kepada petugas kesehatan.
TUGAS TAMBAHAN PERAWAT DI BANGSAL PERAWATAN SEBAGAI PENGELOLA KEUANGAN; STUDI KUALITATIF: Extra task of Nurse at the Ward as financial administrator; a qualitative study Bambang Wiseno; luluk susiloningtyas; aris dwi cahyono
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.87 KB) | DOI: 10.53599/jip.v3i2.80

Abstract

Abstrak : Rumah sakit merupakan tempat untuk pelayanan kesehatan secara umum, namun juga termasuk pelayanan lainnya yang bisa memberi kepuasan semua pengguna rumah sakit. Karyawan rumah sakit sebagai pemberi layanan juga harus mendapatkan kepuasan dalam kegiatannya. Perawat selama ini tidak hanya memberi tindakan asuhan keperawatan pada pasien namun juga pelayanan lain salah satunya yaitu administrasi keuangan ruangan. Perawat dalam perannya di layanan kesehatan bisa sebagai advocator, educator, colaborator, coordinator, conselor dan sebagai pembaharu, dan ada tempat layanan kesehatan yang mengharuskan perawat menyelesaikan administrasi keuangan selama pasien dirawat di ruang tersebut. Pelaksanaan administrasi keuangan tidaklah mudah kecuali oleh tenaga profesional yang telah mendapatkan pendidikan khusus tentang administrasi keuangan dan hal tersebut menjadi beban tersendiri bagi perawat. Tujuan dari penelitian kualitatif ini yaitu untuk mengungkap respon perawat atas tugas administrasi keuangan di ruang perawatan. Wawancara secara mendalam terhadap perawat di rumah sakit untuk mendapatkan data tentang pengalamannya dalam mengelola administrasi keuangan. Setelah melalui analisa data dan diskusi dengan beberapa peneliti kualitatif serta klarifikasi dengan beberapa perawat didapatkan sebanyak 6 (enam) tema, yaitu; menyatakan tidak mempunyai dasar ilmu keadministrasian, merasa bertanggungjawab atas tugas-tugas diruangan termasuk administrasi keuangan, merasa bertanggungjawab atas data-data di ruangan untuk keberhasilan akreditasi rumah sakit, mengharapkan reward atas beban lebih, emosi karena administrasi dan merasa puas bisa membantu. Disimpulkan bahwa perawat merasa kegiatan administrasi keuangan pasien selama dirawat di ruangan merupakan beban tambahan diluar perannya, selain itu perawat merasa kesulitan menyelesaikannya karena harus membagi waktu dengan perannya sehingga merasa perlu adanya tenaga khusus yang menangani hal tersebut. Abstract : The hospital is a place for general health services, but also includes other services that can satisfy all hospital users. Hospital employees as service providers must get satisfaction in their activities. So far, nurses do not only provide nursing care to patients but also other tasks assigned by the institution. Nurses in their roles in health services are not only as providers of nursing care but also as advocates, educators, collaborators, coordinators, counselors and researchers, and there is health care facilities also require nurses to complete financial administration while the patient is being treated in the room. The implementation of financial administration is not easy except by professionals who have received special education about financial administration and this becomes a burden for nurses. The purpose of this qualitative research is to reveal the nurse's response to the task of financial administration in the treatment room. In-depth interviews were conducted on nurses at hospital to collect data and listen to nurses' thoughts about their experiences in managing financial administration. After going through data analysis and discussions with several qualitative researchers as well as clarification with several nurses, there were 6 (six) themes, namely; stated that he did not have a basic administrative knowledge, felt responsible for the duties of the room including financial administration, felt responsible for the data in the room for the success of hospital accreditation, expected rewards for the extra burden, was emotional because of administration and was satisfied to be able to help. It was concluded that nurses feel the financial administration activities of patients while being treated in the room are an additional burden outside of activities according to their roles, in addition to the difficulty of completing because they have to the provision of nursing care so that they feel the need for special personnel to handle this.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) : EMPOWERMENT OF CADRES IN THE POSYANDU HEALTH SERVICE MANAGEMENT SYSTEM INTEGRATED PRIMARY SERVICES (ILP) Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.281

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan Posyandu fokus utama dalam pelaksanaan transformasi layanan primer salah satunya melalui edukasi penduduk melalui penguatan peran kader. Kader posyandu ILP  merupakan ujung tombak pemberdayaan masyarakat  dalam implementasi sistem manajemen pelayanan kesehatan di Posyandu ILP. Pengetahuan kader sangat penting karena sebagai pemberi informasi kesehatan masyarakat juga penggerak masyarakat datang ke posyandu. Saat ini kegiatan posyandu ILP merupakan program kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang masih baru. Desa Karangrejo merupakan salah satu Desa yang melaksanakan kegiatan Posyandu ILP. Posyandu ILP diselenggarakan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga ketingkat desa/kelurahan, dengan sasaran seluruh siklus hidup. Pelaksana utama kegiatan Posyandu ILP  adalah kader. Kader mempunyai peran sangat penting dalam posyandu ILP sebagai garda terdepan memberikan dasar kesehatan masyarakat di Desa/Kelurahan. Berdasarkan identifikasi masalah dari hasil observasi pelayanan kesehatan pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan Posyandu ILP di Desa Karangrejo belum semua kader mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang posyandu ILP dan partisipasi masyarakat Desa Karangrejo baik balita, remaja maupun lansia masih belum semua sasaran terpenuhi, masih tercapai  sebesar 80 %. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak agar pelayanan kesehatan  masyarakat desa  lebih optimal. Tujuan Pengabdian masyarakat ini memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kader tentang Posyandu ILP agar kader posyandu dapat membantu bidan meningkatkan derajat kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui sistem manajemen terpadu terintegrasi layanan primer. Metode yang digunakan adalah pemberian sosialisasi berupa edukasi bagi kader posyandu. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah kader posyandu. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik karena peran aktif dari 15 kader. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri dilaksnakan pada bulan Juli 2024. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian masyarakat, pengetahuan kader posyandu tentang sistem manajemen pelayanan kesehatan ILP sebelum pelaksanaan edukasi sebagian besar memiliki kategori baik 7 orang (46,7%) dan setelah pelaksanaan eduksi sebagian besar memiliki kriteria sangat baik sebanyak 13 orang (86,7 %). Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Rekomendasi hasil pengabdian masyarakat, perlu diupayakan pendekatan  Perspectif Co-production dalam upaya memaksimalkan pendayagunaan poyandu ILP. Pengetahuan kader perlu ditingkatkan secara terus menerus secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan ketrampilan kader posyandu  terutama ketrampilan dalam pelayanan kesehatan sehinga diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat lebih optimal. Kata Kunci:  pemberdayaan, Posyandu Integrasi Layanan Primer,  Sistem Manajemen Pelayanan Kesehaan, Kader   Abstract In  the implementation of Posyandu, the main focus in implementing the transformation of primary services is through educating the population by strengthening the role of cadres.The The Integrated Primary Service (ILP) Posyandu cadres are the spearhead of community empowerment in the implementation of the health service management system at the ILP Posyandu. Cadre knowledge is very important in the ILP Posyandu because they are providers of public health information and also motivators for people to come to the Posyandu. Currently, the ILP Posyandu activity is a new policy program of the Indonesian Ministry of Health. Karangrejo Village is one of the villages that implements the ILP Posyandu activity. The ILP Posyandu is organized by bringing health services closer through networks to the village/sub-district level, targeting the entire life cycle. The main implementers of the ILP Posyandu activity are cadres. Cadres have a very important role in the ILP Posyandu as the front guard in providing a basis for public health in the Village/Sub-district. Based on the identification of problems from the results of observations of community empowerment health services in the implementation of the ILP Posyandu in Karangrejo Village, not all cadres have received education and training on the ILP Posyandu and the participation of the Karangrejo Village community, both toddlers, adolescents and the elderly, has not all targets been met, still reaching 80%. Therefore, cooperation from various parties is needed so that village community health services are more optimal. The purpose of this community service is to provide socialization and education to cadres about Posyandu ILP so that Posyandu cadres can help midwives improve health standards in providing health services through an integrated primary service management system. The method used is providing socialization in the form of education for Posyandu cadres. The stages of the activity include preparation, implementation and evaluation. The target of the activity is Posyandu cadres. The activity can be carried out well because of the active role of 15 cadres. Community service was carried out in Karangrejo Village, Ngasem District, Kediri Regency, implemented in July 2024. The results of this community service were obtained at the end of the community service, the knowledge of the posyandu cadres about the ILP health service management system before the implementation of education was mostly in the good category of 7 people (46.7%) and after the implementation of education most of them had very good criteria of 13 people (86.7%). The results of the activity evaluation showed a significant increase before and after the implementation of the activity. Recommendations from the results of community service, it is necessary to strive for a Perspective Co-production approach in an effort to maximize the utilization of the ILP posyandu. The knowledge of cadres needs to be continuously improved in an effort to improve the skills of posyandu cadres, especially skills in health services so that it is hoped that community health services will be more optimal. Keywords: Empowerment, Integrated Primary Service Posyandu, Health Service Management System, Cadres  
Post-Stroke Rehabilitation Education at the ILP Dahlia Integrated Health Post (Posyandu) in Pelem Village, Pare District, Kediri Regency Family Empowerment Strategy Approach Dwi Rahayu; Erni Rahmawati; Luluk Susiloningtyas
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i2.748

Abstract

Stroke is a brain dysfunction that occurs suddenly due to disruption of blood flow to the brain, and this condition can be experienced by anyone, at any time. In Indonesia, the prevalence of stroke has increased from 7% to 10.9%. It is estimated that around 500,000 people suffer from stroke each year, with around 25% dying and the remaining 75% experiencing hemiparesis, which is muscle weakness on one side of the body. At the ILP Dahlia Integrated Health Post (Posyandu), there are 10 elderly people who experience weakness and are unable to carry out activities due to stroke. The purpose of this community service is to provide education about post-stroke rehabilitation for the elderly. The community service method used is providing education to participants. The number of community service participants was 35 elderly people at the ILP Dahlia Integrated Health Post, Pelem Village, Pare District, Kediri Regency. The results of the Community Service showed an increase in knowledge of community service participants after the counseling on post-stroke rehabilitation for the elderly, with an increase in knowledge in the good category of 71% compared to before the counseling the knowledge was in the good category of 5%. Knowledge is the basis for someone in making a decision because it is related to a person's ability to make the right choice, where knowledge is the basis for forming behavior.
PENDIDIKAN KADER KESEHATAN TENTANG PENGOLAHAN DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN GIZI KELUARGA Tria Jaya, Susanti; Luluk Susiloningtyas; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.122

Abstract

Potensi daun kelor untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh manusia sangat baik. Daun kelor memiliki manfaat sebagai produk olahan yang bernilai gizi dan bernilai ekonomi yang tinggi. Desa Jajar adalah salah satu mitra dalam Pengabdian Pada Masyarakat  yang terletak di Wilayah Puskesmas Wates Kabupaten Kediri. Desa ini memiliki banyak pohon kelor yang tersebar dibeberapa tempat, namun, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Daun kelor hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pagar dan diolah menjadi sayuran yang kurang memiliki daya tarik dan tidak memiliki nilai ekonomis serta variatif. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang makanan bergizi yang berasal dari olahan dari daun kelor sehingga mampu memproduksi makanan dengan kualitas dan kuantitas baik yang pada akhirnya mampu meningkatkan gizi keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui sosialisasi masyarakat mengenai manfaat dan cara pengolahan daun kelor dilaksanakan di Desa Jajar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, hadir 30 kader kesehatan sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan serta dapat memanfaatkan dan mengolah daun kelor untuk memenuhi gizi keluarga.  
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA IBU NIFAS DI RUANG TERATAI RSUD KABUPATEN KEDIRI Luluk Susiloningtyas; Ratih Kusuma Wardhani; Eva Nur Azizah
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.124

Abstract

Pengetahuan ibu hamil dan ibu nifas tentang protokol kesehatan Covid-19 sangat penting dalam memberikan kontribusi pengendalian pandemik untuk pencegahan dan penularan Covid-19. Penularan Covid-19 pada ibu hamil dan ibu nifas termasuk berisiko tinggi, dibutuhkan pencegahan melalui protokol kesehatan Covid-19 oleh karena itu peningkatan pengetahuan ibu nifas sangat dibutuhkan. Terdapat komite Pengendalian Penyakit Infeksi (PPI) untuk keberhasilan pengendalian pandemik di Rumah Sakit dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan melakukan skrining Covid-19 dan melakukan upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu nifas tentang protocol kesehatan Covid-19, memberikan pendidikan kesehatan melalui KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Pendidikan Kesehatan tentang protokol kesehatan Covid-19  merupakan aspek sangat penting dalam pelayanan asuhan kebidanan ibu nifas. Tujuan Pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang  protokol kesehatan Covid-19 pada ibu nifas di Ruang Teratai RSUD Kabupaten Kediri. Kegiatan ini berupa edukasi yang dilakukan pada ibu Nifas. Media yang digunakan adalah leaflet. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan (KIE). Jumlah ibu nifas di Ruang Teratei RSUD Kabupaten Kediri sebanyak 100 orang. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian masyarakat, pelaksanaan pelayanan edukasi tentang protokol kesehatan Covid-19 oleh Bidan sebagian besar kategori baik 66 orang (66 %). Pengetahuan ibu nifas tentang protokol Covid-19 sebagian besar cukup baik  42 orang  (42 %), sikap sebagian besar positif  67 orang (67 %), perilaku sebagian besar baik 44 (44 %). Diharapkan protokol kesehatan Covid-19  ibu nifas terus diupayakan sehingga mengurangi resiko tinggi penularan Covid-19 dan dapat membantu upaya program peningkatkan derajat kesehatan ibu nifas  
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMANFAATAN MORINGA OLEIFERA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN GIZI BALITA DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA KADER KESEHATAN DI DESA JAJAR WATES KABUPATEN KEDIRI: HEALTH EDUCATION UTILIZATION OF MORINGA OLEIFERA AS AN ALTERNATIVE FOR INCREASING TODDLER NUTRITION AND STUNTING PREVENTION IN HEALTH CADRES IN JAJAR WATES VILLAGE WATES DISTRIC KEDIRI REGENCY Luluk Susiloningtyas; Susanti Tria Jaya; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.163

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberdayakan kader kesehatan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting. Pengetahuan kader sangat penting memberikan kontribusi pengendalian angka kesakitan, pencegahan dan penanggulangan stunting. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan pemanfaatan Moringa Oleifera karena merupakan bahan pangan kaya zat gizi makro dan mikro, memiliki nilai gizi sangat tinggi sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Program kesehatan pengendalian bebas stunting yang dilakukan tenaga kesehatan dan kader dengan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan skrining stunting dan upaya meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan. Tujuan Pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting pada kader kesehatan. Media yang digunakan adalah leaflet. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan . Kegiatan dapat terlaksana dengan baik karena peran aktif dari 30 kader. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian masyarakat, pengetahuan kader kesehatan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting sebelum pelaksanaan edukasi sebagian besar memiliki kategori cukup baik 13 orang (43,3%) dan setelah pelaksanaan pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki kriteria baik sebanyak 25 orang (83,3 %). Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan, Rerata tingkat pengetahuan responden sebelum pendidikan kesehatan sebesar 5,75 dan sesudah pendidikan kesehatan rata-rata meningkat menjadi 78,38. Pengetahuan kader perlu ditingkatkan terutama sikap dan ketrampilan dalam pengolahan variasi olahan Moringa Oleifera sebagai alternatif peningkatan gizi dan pencegahan stunting pada balita Kata kunci: Moringa Oleifera, Gizi Balita, Stunting, Kader Kesehatan. Abstract Community service is carried out by empowering health cadres about the use of Moringa Oleifera as an alternative to improving toddler nutrition and preventing stunting. Knowledge of cadres is very important in contributing to controlling morbidity, preventing and overcoming stunting. Stunting in children under five is considered high risk, nutritional improvement is needed, prevention of stunting is one of the uses of Moringa Oleifera because it is a food ingredient rich in macro and micro nutrients, has very high nutritional value which is very beneficial for the health of the body. The stunting free control health program is carried out by workers and cadres with health service facilities conducting stunting screening and efforts to increase knowledge throgh health education. Purpose this community service provides education and increases knowledge about the use of Moringa Oleifera  as an alternative to improving toddler nutrition and preventing for health cadres. The media used is a leaflet. The method is health education. Activities can be carried out well because of the active role of 30 cadres. The results of this community service wewr obtained at the end of community service, the knowledge of health cadres about the use of Moringa Oleifera as an alternative to improving toddler nutrition and preventing stunting before the implementation of education was mostly in the fairly good category 13 people (43,3 %) and after the implementation of health education most had good criteria as many as 25 people (83,3 %). The result of the activity evaluation showed a significant increase before and after health educatipon. The average level of knowlwdge of respondents before helath education was 5,75 and after health education the average increased to 78,38. Knowledge of cadres needs to be increased, especially attitudes and skills in processing processed variations of Moringa Oleifera as an alternative to improving nutrition and preventing stunting in toddlers.  Keyword : Moringa Oleifera, Toddler Nutrition, Stunting, Health Cadres
PROMOSI KESEHATAN TENTANG ANEMIA IBU HAMIL MELALUI EDUKASI DENGAN METODE EMOTIONAL DEMONSTRATION: HEALTH PROMOTION REGARDING ANEMIA OF PREGNANT WOMEN THROUGH EDUCATION USING EMOTIONAL DEMONSTRATION METHODS Ratna, Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas; Ratih Kusuma Wardhani
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.186

Abstract

Abstrak Anemia merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian dan menjadi salah satu masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. Anemia pada ibu hamil akan berdampak terhadap tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak Metode dalam kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah dengan cara promosi Kesehatan pemberian edukasi tentang anemia serta Emo Demo ATIKA (Ati, Telur, Ikan) sebagai sumber zat besi. Emotional Demonstration atau di sebut Emo Demo adalah sebuah panduan kegiatan yang sangat partisipatif yang bertujuan untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara menyenangkan dan atau menyentuh emosi, menggunakan alat peraga sehingga membuatnya mudah diingat dan inovatif. Kegiatan ini terlaksana pada hari Jumat, 21 Juli 2023 di Pustu Kebonsari Desa Krenceng Kabupaten Kediri diikuti oleh 15 peserta. Sebelum dan sesudah kegiatan, peserta mengisi lembar pre dan post test untuk mengetahui pengetahuan peserta serta diadakan kuis untuk mengetahui seberapa paham peserta akan materi yang diberikan dan pesan kunci dari Emo Demo ini. Hasil pre dan post test menunjukkan peningkatan skor rata-rata ibu hamil dari 52,9% menjadi 80,1%.  Kegiatan pengabdian Masyarakat berlangsung dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti dan berpartisipasi aktif sampai acara berakhir. Ibu hamil mendapatkan informasi Kesehatan dan menggugah emosi yang dimiliki ibu hamil sehingga termotivasi untuk melakukan perubahan perilaku. Keinginan untuk menerapkan ATIKA (Ati Telur Ikan) merupakan salah satu emosional yang dapat dibangkitkan untuk menjadikan ibu hamil mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Kata kunci: Anemia, Emo Demo, Promosi Kesehatan  Abstract Anemia is a nutritional problem that needs attention and is a public health problem in Indonesia that can be experienced by all age groups, from toddlers, teenagers, pregnant women to the elderly. Anemia in pregnancy is a condition of the mother with Hb levels < 11 g/dl in the 1st and 3rd trimesters or Hb levels < 10.5 g/dl in the 2nd trimester. The method in this community service activity is by health promotion, providing education about anemia and Emo Demo ATIKA (Ati, Eggs, Fish) as a source of iron. Emotional Demonstration or what is called Emo Demo is a very participatory activity guide which aims to convey a simple message in a fun way and/or touch emotions, using props to make it easy to remember and innovative. This activity was held on Friday, July 21 2023 at Pustu Kebonsari, Krenceng Village, Kediri Regency, attended by 15 participants. Before and after the activity, participants filled out pre and post test sheets to determine participants' knowledge and a quiz was held to find out how well participants understood the material provided and the key messages from this Emo Demo. Community service activities went smoothly and participants were very enthusiastic and actively participated until the end of the event. Pregnant women receive health information and arouse the emotions of pregnant women so they are motivated to make behavioral changes. The desire to implement ATIKA (Fish Egg Ati) is one of the emotions that can be aroused to make pregnant women prevent anemia in pregnant women.  Keywords: Anemia, Emo Demo, Health Promotion
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG GIZI DAUN KELOR UNTUK IBU HAMIL: INCREASING HEALTH CADRES' KNOWLEDGE ABOUT MORINGA LEAF NUTRITION FOR PREGNANT WOMEN Tria Jaya, Susanti; Vide Bahtera Dinastiti; Luluk Susiloningtyas
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.201

Abstract

Daun kelor sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh manusia. Daun kelor memiliki manfaat sebagai produk olahan yang bernilai gizi dan bernilai ekonomi yang tinggi. Desa Jajar adalah salah satu mitra dalam Pengabdian Kepada Masyarakat  yang terletak di Wilayah Puskesmas Wates Kabupaten Kediri. Desa ini memiliki banyak pohon kelor yang tersebar dibeberapa tempat, namun masyarakat masih banyak yang belum mengetahui manfaat nutrisi yang terkandung didalamnya. Daun kelor hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pagar dan digunakan untuk kegiatan upacara pemakaman. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang gizi daun kelor untuk ibu hamil. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui sosialisasi masyarakat mengenai gizi daun kelor untuk ibu hamil dengan menggunakan media leaflet dan diskusi tanya jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jajar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, hadir 30 kader kesehatan sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang gizi daun kelor untuk ibu hamil dan dapat daun kelor dapat dijadikan sebagai salah satu alternative pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Kata kunci : daun kelor, gizi, ibu hamil, kader kesehatan   Abstract   Moringa leaves are very good for completing the nutritional needs of the human body. Moringa leaves have benefits as a processed product with high nutritional value and economic value. Jajar Village is one of the partners in Community Service located in the Wates Health Center Area, Kediri Regency. This village has many Moringa trees scattered in several places, but many people still don't know the nutritional benefits they contain. Moringa leaves are only used as a hedge plant and are used for funeral ceremonies. This community service activity aims to increase health cadres' knowledge about Moringa leaf nutrition for pregnant women. The method of implementing activity was carried out directly through community outreach regarding Moringa leaf nutrition for pregnant women using leaflets and question-and-answer discussions. This activity was carried out in Jajar Village, Wates District, Kediri Regency. The results of the activities carried out ran smoothly, 30 health cadres were present as participants who played an active role in the activity process. It is hoped that with this activity there will be an increase in health cadres' knowledge about Moringa leaf nutrition for pregnant women and that Moringa leaves can be used as an alternative to provide nutrition for pregnant women. Keywords: Moringa leaves, nutrition, pregnant women, health workers
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT : EFFORTS TO INCREASE COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH SOCIALIZATION OF VILLAGE FUND MANAGEMENT IN INCREASING THE DEGREE OF COMMUNITY HEALTH Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.219

Abstract

Abstrak UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 melibatkan dua aspek utama yaitu Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Kemampuan pemerintah desa dari segi aspek pengelolaan dana desa  selalu mengalami  perbaikan dari tahun ke tahun, akan tetapi dari segi pemberdayaan masyarakat dalam hal partisipatif masyarakat penentuan program kerja dalam penggunaan dana Desa secara partisipatif oleh masyarakat desa masih minim, peran pemberdayaan masyarakat dalam partisipasi masyarakat belum sepenuhnya berfungsi untuk mendukung akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila warganya ikut berpartisipasi. Desa Darungan di Kabupaten Kediri adalah sebuah desa yang juga melaksanakan program-program dana desa dalam berbagai bidang. Pengelolaan dana desa merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam kerangka nation and state building. Pengelolaan yaitu mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pemberdayaan masyarakat desa dalam pengelolaan Dana Desa dapat dilihat pada kemampuan pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan desa yang dilaksanakan secara swakelola oleh desa, mengembangkan program dan kegiatan pembangunan desa secara berkelanjutan. Oleh karena itu upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan dana desa sangat diperlukan untuk meningkatkan derajat  kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dana desa bidang kesehatan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan untuk merealisasikan program pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi, pendampingan, evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri dari segi aspek pengelolaan dana desa sudah baik, akan tetapi dari segi pemberdayaan masyarakat dalam hal partisipatif masyarakat penentuan program kerja dalam penggunaan Dana Desa yaitu dalam menyelenggarakan peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa dan pembangunan desa yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat desa masih minim. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu masyarakat desa yaitu kurang berpartisipasi secara aktif dalam menentukan kegiatan. Diharapkan Masyarakat ikut serta dalam  perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi dari program  pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dana desa sehingga diharapkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Darungan dapat lebih Optimal. .Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Dana Desa, Kesehatan Masyarakat   Abstract UU no. 19 of 2023 concerning the APBN and Village Ministerial Decree no. 7 of 2023 concerning Details of Priorities for the Use of Village Funds in 2024 includes Priorities for the Use of Village Funds in 2024 involving two main aspects, namely Village Development and Community Empowerment. The capacity of the village government in terms of managing village funds always improves from year to year, however, in terms of community empowerment in terms of community participation, determining work programs for participatory use of Village funds by village communities is still minimal, the role of community empowerment in community participation has not yet fully functioned to support accountability in village government administration. Community empowerment can only occur if citizens participate. Darungan  Village in Kediri Regency is a village that also implements village fund programs in various fields. Village fund management is one of the keys to determining the success of development and implementation of village government within the framework of nation and state building. Management starts from the planning, implementation, reporting and accountability stages. Empowerment of village communities in managing Village Funds can be seen in the village government's ability to encourage community participation in village planning and development which is carried out independently by the village, developing sustainable village development programs and activities. Therefore, efforts to increase community empowerment through socialization of village fund management are very necessary to improve the level of community health. This  community service aims to increase community empowerment in managing village funds in the health sector to improve the level of community health in Darungan Village, Pare District, Kediri Regency. The methods used to realize this community service program are socialization, mentoring, evaluation. The results of community service show that the ability of the Darungan village government, Pare District, Kediri Regency in terms of village fund management aspects is good, but in terms of community empowerment in terms of community participation in determining work programs in the use of Village Funds, namely in carrying out improvements in the quality and capacity of community human resources. villages and village development carried out in a participatory manner by village communities is still minimal. One of the influencing factors is that the village community does not participate actively in determining activities. It is hoped that the community will participate in planning, implementing, utilizing the results and evaluating the community empowerment program in managing village funds so that it is hoped that the level of community health in Darungan Village can be more optimal.  Keywords : Community Empowerment, Village Funds, Public Health