Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Faktor Individual dengan Work Pressure Karyawan Rumah Sakit Pada Masa Pandemi COVID-19 Suryono Suryono; Bambang Wiseno; Fannidya Hamdani Zeho
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v12i2.244

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini memberikan dampak yang sangat besar bagi setiap bidang terutama bidang kesehatan. Dampak yang di alami salah satunya timbul Tekanan kerja yang dirasakan oleh karyawan khususnya rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis work pressure yang dialami oleh karyawan rumah sakit dilihat dari tuntutan atau stressor yang dialami pegawai selama pandemic covid-19 berdasarkan faktor individual seperti jenis jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, status pernikahan, masa kerja, dan kategori karyawan. Jenis dan rancangan penelitian menggunakan observasional analitik dan cross-sectional dengan uji chi-squere untuk mengetahui hubungan antar variabel (nilai p <0,05). Jumlah responden sebanyak 40 subyek. Didapatkan hasil karakteristik karyawan RS Amelia Pare mayoritas tenaga kesehatan, perempuan, usia ≤35 tahun, lama kerja ≤10 tahun, tingkat pendidikan di bawah S1, status pernikahan sudah menikah. Hasil tingkat work pressure menunjukkan tingkat work pressure rendah sebanyak 1 responden (2%), dengan tingkat sedang sebanyak 19 (47%), tinggi 13 (33%), dan sangat tinggi 7 responden (18%). Tidak terdapat hubungan antara, jenis kelamin, usia, masa kerja, tingkat pendidikan, status pernikahan dengan work pressure. Hanya faktor individual pekerjaan atau kategori karyawan yang berhubungan signifikan dengan work pressure pegawai atau karyawan (p=0,007). Penyebab tingginya work pressure adalah adanya tuntutan organisasi dalam kaitannya tingginya peran tugas yang meningkat selama masa pandemic.
Tingkat Kemampuan Penyusunan RPPH Calon Guru PAUD di Era Kurikulum Merdeka Belajar Anggara Dwinata; Sayid Marifatulloh; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Fannidya Hamdani Zeho; Samsiah Samsiah
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sidu.v4i1.2718

Abstract

The role of the independent learning curriculum influences the level of early childhood education institutions. This institution has the responsibility to actualize the preparation of daily learning implementation plans as a form of guidance in carrying out the learning process every day. The format for compiling RPPH consists of program identity, materials, tools and materials, learning resources, series of activities, learning models, and assessments. The research method used is a quantitative study with a survey research design. The research sample was ten students of the Early Childhood Education Study Program who had prepared RPPH according to the location of the school they worked at. Data analysis techniques using percentages and statements. Based on the results of the study, the average survey level obtained results of 91% with a very good predicate. RPPH is classified as very good, categorized as RPPH that is relevant to be applied in early childhood education institutions to be able to maximize its potential to teach preschool children.
Strategi Pengembangan Agroeduwisata Petik Melon Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Dwinata, Anggara; Aida Arini; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Nur Hayati; Syaipul Pahru; Leny Suryaning Astutik; Fannidya Hamdani Zeho; Elly Rizeqia Fadilah
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v5i1.8861

Abstract

Pariwisata di era milenial menjadi kawasan destinasi menarik bagi masyarakat. Daya tarik sektor pariwisata secara adaptasi zaman tidak harus berdasarkan kemewahan tempat dan sarana, melainkan potensi kearifan lokal yang mengedukasi. Potensi kawasan tersebut diantaranya ada agroeduwisata petik Melon yang kini menjadi kegiatan penanaman buah menarik bagi masyarakat. Di desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri terdapat agroeduwisata petik Melon yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang tertarik untuk mengadakan kegiatan secara implisit bersinergi dengan pengelola agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk nyata dari peningkatan secara optimal kawasan tersebut. Langkah-langkah kegiatannya meliputi kegiatan analisis mitra, implementasi pelayanan dan promosi, dan evaluasi. Keseluruhan dari rangkaian kegiatan tersebut berdampak signifikan bagi keberlangsungan pengembangan agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk daya tarik destinasi kearifan lokal dengan pemanfaatan alam sebagai sarana dalam berkunjung dan berwisata
PEMBERDAYAAN KADER DALAM SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) : EMPOWERMENT OF CADRES IN THE POSYANDU HEALTH SERVICE MANAGEMENT SYSTEM INTEGRATED PRIMARY SERVICES (ILP) Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.281

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan Posyandu fokus utama dalam pelaksanaan transformasi layanan primer salah satunya melalui edukasi penduduk melalui penguatan peran kader. Kader posyandu ILP  merupakan ujung tombak pemberdayaan masyarakat  dalam implementasi sistem manajemen pelayanan kesehatan di Posyandu ILP. Pengetahuan kader sangat penting karena sebagai pemberi informasi kesehatan masyarakat juga penggerak masyarakat datang ke posyandu. Saat ini kegiatan posyandu ILP merupakan program kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang masih baru. Desa Karangrejo merupakan salah satu Desa yang melaksanakan kegiatan Posyandu ILP. Posyandu ILP diselenggarakan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga ketingkat desa/kelurahan, dengan sasaran seluruh siklus hidup. Pelaksana utama kegiatan Posyandu ILP  adalah kader. Kader mempunyai peran sangat penting dalam posyandu ILP sebagai garda terdepan memberikan dasar kesehatan masyarakat di Desa/Kelurahan. Berdasarkan identifikasi masalah dari hasil observasi pelayanan kesehatan pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan Posyandu ILP di Desa Karangrejo belum semua kader mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang posyandu ILP dan partisipasi masyarakat Desa Karangrejo baik balita, remaja maupun lansia masih belum semua sasaran terpenuhi, masih tercapai  sebesar 80 %. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak agar pelayanan kesehatan  masyarakat desa  lebih optimal. Tujuan Pengabdian masyarakat ini memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kader tentang Posyandu ILP agar kader posyandu dapat membantu bidan meningkatkan derajat kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui sistem manajemen terpadu terintegrasi layanan primer. Metode yang digunakan adalah pemberian sosialisasi berupa edukasi bagi kader posyandu. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah kader posyandu. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik karena peran aktif dari 15 kader. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri dilaksnakan pada bulan Juli 2024. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian masyarakat, pengetahuan kader posyandu tentang sistem manajemen pelayanan kesehatan ILP sebelum pelaksanaan edukasi sebagian besar memiliki kategori baik 7 orang (46,7%) dan setelah pelaksanaan eduksi sebagian besar memiliki kriteria sangat baik sebanyak 13 orang (86,7 %). Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Rekomendasi hasil pengabdian masyarakat, perlu diupayakan pendekatan  Perspectif Co-production dalam upaya memaksimalkan pendayagunaan poyandu ILP. Pengetahuan kader perlu ditingkatkan secara terus menerus secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan ketrampilan kader posyandu  terutama ketrampilan dalam pelayanan kesehatan sehinga diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat lebih optimal. Kata Kunci:  pemberdayaan, Posyandu Integrasi Layanan Primer,  Sistem Manajemen Pelayanan Kesehaan, Kader   Abstract In  the implementation of Posyandu, the main focus in implementing the transformation of primary services is through educating the population by strengthening the role of cadres.The The Integrated Primary Service (ILP) Posyandu cadres are the spearhead of community empowerment in the implementation of the health service management system at the ILP Posyandu. Cadre knowledge is very important in the ILP Posyandu because they are providers of public health information and also motivators for people to come to the Posyandu. Currently, the ILP Posyandu activity is a new policy program of the Indonesian Ministry of Health. Karangrejo Village is one of the villages that implements the ILP Posyandu activity. The ILP Posyandu is organized by bringing health services closer through networks to the village/sub-district level, targeting the entire life cycle. The main implementers of the ILP Posyandu activity are cadres. Cadres have a very important role in the ILP Posyandu as the front guard in providing a basis for public health in the Village/Sub-district. Based on the identification of problems from the results of observations of community empowerment health services in the implementation of the ILP Posyandu in Karangrejo Village, not all cadres have received education and training on the ILP Posyandu and the participation of the Karangrejo Village community, both toddlers, adolescents and the elderly, has not all targets been met, still reaching 80%. Therefore, cooperation from various parties is needed so that village community health services are more optimal. The purpose of this community service is to provide socialization and education to cadres about Posyandu ILP so that Posyandu cadres can help midwives improve health standards in providing health services through an integrated primary service management system. The method used is providing socialization in the form of education for Posyandu cadres. The stages of the activity include preparation, implementation and evaluation. The target of the activity is Posyandu cadres. The activity can be carried out well because of the active role of 15 cadres. Community service was carried out in Karangrejo Village, Ngasem District, Kediri Regency, implemented in July 2024. The results of this community service were obtained at the end of the community service, the knowledge of the posyandu cadres about the ILP health service management system before the implementation of education was mostly in the good category of 7 people (46.7%) and after the implementation of education most of them had very good criteria of 13 people (86.7%). The results of the activity evaluation showed a significant increase before and after the implementation of the activity. Recommendations from the results of community service, it is necessary to strive for a Perspective Co-production approach in an effort to maximize the utilization of the ILP posyandu. The knowledge of cadres needs to be continuously improved in an effort to improve the skills of posyandu cadres, especially skills in health services so that it is hoped that community health services will be more optimal. Keywords: Empowerment, Integrated Primary Service Posyandu, Health Service Management System, Cadres  
Strategi Pengembangan Agroeduwisata Petik Melon Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Dwinata, Anggara; Aida Arini; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Nur Hayati; Syaipul Pahru; Leny Suryaning Astutik; Fannidya Hamdani Zeho; Elly Rizeqia Fadilah
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v5i1.8861

Abstract

Pariwisata di era milenial menjadi kawasan destinasi menarik bagi masyarakat. Daya tarik sektor pariwisata secara adaptasi zaman tidak harus berdasarkan kemewahan tempat dan sarana, melainkan potensi kearifan lokal yang mengedukasi. Potensi kawasan tersebut diantaranya ada agroeduwisata petik Melon yang kini menjadi kegiatan penanaman buah menarik bagi masyarakat. Di desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri terdapat agroeduwisata petik Melon yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang tertarik untuk mengadakan kegiatan secara implisit bersinergi dengan pengelola agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk nyata dari peningkatan secara optimal kawasan tersebut. Langkah-langkah kegiatannya meliputi kegiatan analisis mitra, implementasi pelayanan dan promosi, dan evaluasi. Keseluruhan dari rangkaian kegiatan tersebut berdampak signifikan bagi keberlangsungan pengembangan agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk daya tarik destinasi kearifan lokal dengan pemanfaatan alam sebagai sarana dalam berkunjung dan berwisata
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PUBERTAS PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 DI SDN WATES KECAMATAN WATES: HEALTH EDUCATION ABOUT PUBERTY GRADE 5 AND 6 STUDENTS AT SDN WATES, WATES DISTRICT Nurin Fauziyah; Susanti Tria Jaya; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.161

Abstract

Abstrak Pubertas atau akil balig merupakan bagian dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, sikap atau perilaku, dan pematangan organ reproduksi. Umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Dimasa ini adalah masa rawan bagi anak yang tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pubertas, perilaku menjaga diri dan etika dalam menghadapi masa peralihan ini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah anak dapat mengontrol dan menjaga diri di masa pubertasnya dengan memberikan pengertian-pengertian tentang perubahan pada dirinya.  Penyampaian materi yang diberikan menggunakan media LCD, lembar balik dan tanya jawab. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan anak-anak mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang perubahan pada dirinya serta kesadaran tinggi tentang bagaimana upaya-upaya untuk menjaga dirinya di masa pubertas (100%). Oleh karena itu penting untuk dibuat suatu program inovasi untuk mengoptimalisasi pelayanan kesehatan anak di masa pubertas. Diharapkan program promosi kesehatan ini terus berlanjut sehingga membentuk generasi remaja yang berkualitas. Kata Kunci: Menjaga diri., Pubertas, Perubahan diri, Abstract Puberty or puberty is part of human development. This period is a period of change or transition from childhood to adulthood, where a child experiences physical changes, attitudes or behavior, and maturation of the reproductive organs. Generally begins at the age of 10-13 years and ends at the age of 18-22 years. This period is a vulnerable period for children who are not equipped with knowledge about puberty, self-care behavior and ethics in dealing with this transitional period. The purpose of this community service is that children can control and take care of themselves during puberty by providing insights about changes in themselves. Submission of material provided using LCD media, flipcharts and questions and answers. The end result of this dedication is that children gain increased knowledge about changes in themselves and high awareness of how to take care of themselves during puberty (100%). Therefore it is important to create an innovation program to optimize child health services during puberty. It is hoped that this health promotion program will continue to form a generation of quality youth. Keywords: Take care of yourself. Puberty, Change yourself.
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT : EFFORTS TO INCREASE COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH SOCIALIZATION OF VILLAGE FUND MANAGEMENT IN INCREASING THE DEGREE OF COMMUNITY HEALTH Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.219

Abstract

Abstrak UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 melibatkan dua aspek utama yaitu Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Kemampuan pemerintah desa dari segi aspek pengelolaan dana desa  selalu mengalami  perbaikan dari tahun ke tahun, akan tetapi dari segi pemberdayaan masyarakat dalam hal partisipatif masyarakat penentuan program kerja dalam penggunaan dana Desa secara partisipatif oleh masyarakat desa masih minim, peran pemberdayaan masyarakat dalam partisipasi masyarakat belum sepenuhnya berfungsi untuk mendukung akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila warganya ikut berpartisipasi. Desa Darungan di Kabupaten Kediri adalah sebuah desa yang juga melaksanakan program-program dana desa dalam berbagai bidang. Pengelolaan dana desa merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam kerangka nation and state building. Pengelolaan yaitu mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pemberdayaan masyarakat desa dalam pengelolaan Dana Desa dapat dilihat pada kemampuan pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan desa yang dilaksanakan secara swakelola oleh desa, mengembangkan program dan kegiatan pembangunan desa secara berkelanjutan. Oleh karena itu upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan dana desa sangat diperlukan untuk meningkatkan derajat  kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dana desa bidang kesehatan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan untuk merealisasikan program pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi, pendampingan, evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri dari segi aspek pengelolaan dana desa sudah baik, akan tetapi dari segi pemberdayaan masyarakat dalam hal partisipatif masyarakat penentuan program kerja dalam penggunaan Dana Desa yaitu dalam menyelenggarakan peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa dan pembangunan desa yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat desa masih minim. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu masyarakat desa yaitu kurang berpartisipasi secara aktif dalam menentukan kegiatan. Diharapkan Masyarakat ikut serta dalam  perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi dari program  pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dana desa sehingga diharapkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Darungan dapat lebih Optimal. .Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Dana Desa, Kesehatan Masyarakat   Abstract UU no. 19 of 2023 concerning the APBN and Village Ministerial Decree no. 7 of 2023 concerning Details of Priorities for the Use of Village Funds in 2024 includes Priorities for the Use of Village Funds in 2024 involving two main aspects, namely Village Development and Community Empowerment. The capacity of the village government in terms of managing village funds always improves from year to year, however, in terms of community empowerment in terms of community participation, determining work programs for participatory use of Village funds by village communities is still minimal, the role of community empowerment in community participation has not yet fully functioned to support accountability in village government administration. Community empowerment can only occur if citizens participate. Darungan  Village in Kediri Regency is a village that also implements village fund programs in various fields. Village fund management is one of the keys to determining the success of development and implementation of village government within the framework of nation and state building. Management starts from the planning, implementation, reporting and accountability stages. Empowerment of village communities in managing Village Funds can be seen in the village government's ability to encourage community participation in village planning and development which is carried out independently by the village, developing sustainable village development programs and activities. Therefore, efforts to increase community empowerment through socialization of village fund management are very necessary to improve the level of community health. This  community service aims to increase community empowerment in managing village funds in the health sector to improve the level of community health in Darungan Village, Pare District, Kediri Regency. The methods used to realize this community service program are socialization, mentoring, evaluation. The results of community service show that the ability of the Darungan village government, Pare District, Kediri Regency in terms of village fund management aspects is good, but in terms of community empowerment in terms of community participation in determining work programs in the use of Village Funds, namely in carrying out improvements in the quality and capacity of community human resources. villages and village development carried out in a participatory manner by village communities is still minimal. One of the influencing factors is that the village community does not participate actively in determining activities. It is hoped that the community will participate in planning, implementing, utilizing the results and evaluating the community empowerment program in managing village funds so that it is hoped that the level of community health in Darungan Village can be more optimal.  Keywords : Community Empowerment, Village Funds, Public Health
Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer Terhadap Hasil Belajar Materi Sistem Reproduksi Manusia Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Anggara Dwinata; Noer Af'idah; Fannidya Hamdani Zeho
TANGGAP : Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2025): TANGGAP : Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/tjripd.v6i1.893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi sistem reproduksi manusia mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas VI di SDN Sepanyul, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang pada semester 1 tahun pelajaran 2024/2025 melalui penerapan model pembelajaran advance organizer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan subyek penelitian berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan meliputi observasi, tes, dan dokuementasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam siklus 1 memperoleh nilai rerata sebesar 75 dengan capaian ketuntasan sebesar 68%, sedangkan dalam siklus 2 memperoleh nilai rerata sebesar 85 dengan capaian ketuntasan sebesar 88%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran advance organizer dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi sistem reproduksi manusia pada siswa kelas VI di SDN Sepanyul, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang secara optimal.