Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Perbandingan Karakteristik Simulasi Antena Susunan Planar Dan Circular Untuk Sar 5,7 Ghz Primadita Banu Anggra; Wijanto Heroe; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pemanfaatan teknologi sekarang banyak dikembangkan perangkat yang canggih untuk pemanfaatan yang lebih luas, salah satunya pemanfaatan gelombang radio untuk perangkat SAR yang merupakan sistem RADAR untuk pencitraan pengindraan jarak jauh, digunakan untuk pengaplikasian geografis, militer, topografi atau lainnya karena mempunyai kehandalan pada sisi pengindraan dan komunikasi yang tahan pada gangguan cuaca atau gangguan fadding lain. Pada tugas akhir ini membahas perbandingan karakteristik model susunan antena (array antenna) pada simulasi untuk kegunaan SAR yang bekerja pada frekuensi C-Band (5,7 GHz) dengan bentuk patch lingkaran serta menggunakan 2 model array antenna. Konfigurasi antena menggunakan bahan dari tembaga dan bahan substrat FR-4 epoxy (4,4) adapun teknik pencatuan yang digunakan dengan coplanar feeding (microstrip line). Dari hasil simulasi kedua model array antenna tersebut dilakukan perbandingan nilai karakteristik. Pada tugas akhir ini didapatkan hasil dari dua simulasi antena susunan yang bekerja di frekuensi 5,7 GHz. Pemodelan planar array lebih baik dari circular array , nilai Bandwidth yang didapat yakni ≥ 591,8 MHz, Gain ≤ 6,53 dBi , Return Loss ≤ -10,696 dB, Polarisasi yang dihasilkan untuk model circular dan planar adalah polarisasi linear. Dengan pola radiasi unidirectional. Kata kunci : C-Band, Antena, Circular Polarization, Circular Array, Planar Array Abstract In the utilization of technology developed many sophisticated devices for wider utilization, one of the utilization of radio waves for SAR devices which is a RADAR system for remote sensing imaging, used For geographical, military, topography or other applications because it has reliability on the sensing side and communication that is resistant to weather disorders or other channel disorders. In this final task discusses the characteristics of the antenna composition model (array antenna) in the simulation for the use of SAR that works at a C-Band frequency (5.7 GHz) with a circular patch form as well as using 2 array antenna models. The antenna configuration uses copper material and RF-4 epoxy substrate (4.4) and the feeding technique (microstrip line). From the simulation results of the two array models antenna is done comparing characteristic values. At this final task obtained results from two simulated antenna arrays working at a frequency of 5.7 GHz. Planar array modeling is better than the circular array, the value of Bandwidth ≥ 591.8 MHz, Gain ≤ 6.53 dBi, Return Loss ≤ -10.696 dB, polarization produced for the circular and planar models are linear polarization. With unidirectional radiation patterns. Keywords: C-Band, Antenna, Circular Polarization, Circular Array, Planar Array
Perancangan Dan Realisasi Pandu Gelombang Persegi Panjang Pada Frekuensi 2,4 Ghz Dengan Menggunakan 3d Printing Muhammad Elsandrie Rakatama; Dharu Dharu; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Dan Realisasi Pandu Gelombang Persegi Panjang Pada Frekuensi 2,4 Ghz Dengan Menggunakan 3d Printing
Perancangan Dan Realisasi Purwarupa Sistem Komunikasi Satelit Nano Dengan Menggunakan Modul RF4463PRO – 433 Ikhwan Muzzaki; Levy Olivia Nur; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Satelit nano merupakan salah satu jenis satelit buatan manusia yang memiliki ukuran kecil yaitu 1U (10 cm x 10 cm x 10 cm) dimana ukuran tersebut berdasarkan standar cube – sat dan memiliki massa 1 – 10 kg. Pada satelit nano ini, terdapat sebuah sistem komunikasi yang menghubungkan antar segmen angkasa (satelit) dan juga segmen bumi (stasiun bumi) atau biasa disebut dengan sistem komunikasi satelit. Selain digunakan untuk berkomunikasi antar segmen, sistem komunikasi satelit ini juga dapat digunakan untuk mengontrol seluruh fungsi dari satelit oleh stasiun bumi. Pada sistem komunikasi satelit nano ini biasanya menggunakan pita frekuensi UHF (Ultra High Frequency) dan juga VHF (Very High Frequency). Kemudian frekuensi yang digunakan pada penelitian ini adalah frekuensi VHF sebesar 145 MHz. Adapun untuk melakukan proses pengiriman data pada sistem dibutuhkan sebuah modul yang mampu bekerja pada frekuensi VHF yaitu modul RF4463PRO. Selain itu, terdapat sebuah mikrokontroler yang digunakan untuk membantu modul RF4463PRO dalam melakukan pemrosesan data pada sistem. Hasil dari penelitian tugas akhir ini adalah purwarupa sistem komunikasi satelit nano yang menggunakan modul RF4463PRO dengan frekuensi 145 MHz. Setelah purwarupa sistem komunikasi satelit selesai dirancang, dilakukan percobaan dengan mengirim data antar segmen dengan baudrate yang berbeda dan juga modulasi yang berbeda. Oleh karena itu, purwarupa sistem komunikasi satelit ini dibuat berdasarkan dua segmen, yaitu segmen angkasa dan juga segmen bumi. Kata kunci— satelit nano, sistem komunikasi satelit, modul RF4463PRO, VHF
Bandpassfilter Untuk Ultrawide Band Radar Dengan Metode Defected Ground Structure Dwi Desmelliana; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ultra wideband (UWB) merupakan teknologi yang dipublikasikan oleh U.S Federal Communication Commission (FCC) yang disetujui termasuk unlicensed frequency. Teknologi ini mempunyai low EIRP level sebesar (-41.3dBm/MHz), komsumsi daya yang rendah yaitu hanya 100 mW, mendukung resolusi yang tinggi terhadap suatu objek, dan memiliki keakuratan dalam orde milimeter. Radar (Radio Detection and Ranging) merupakan sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti pesawat terbang, kendaraan bermotor dan informasi cuaca. Gelombang radio yang dipancarkan dari suatu benda dapat ditangkap oleh radar kemudian dianalisa untuk mengetahui lokasi dan bahkan jenis benda tersebut. Walaupun sinyal yang diterima relatif lemah, namun radar dapat dengan mudah mendeteksi dan memperkuat sinyal tersebut. Defected Ground Structure adalah dimana ground dengan tujuan memperlebar bandwidth yang merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk mendeteksi objek di bawah permukaan tanah mengunakan gelombang radio. Penelitian ini direncanakan akan mendesain bandpassfilter uwb yang compact dapat bekerja pada rentang frekuensi kerja 2.3 GHz dengan menggunakan metode Defected Ground Structure dan simulasi filter dilakukan pada software ansys. Realisasi filter menggunakan bahan FR-4 Epoxy sebagai substrat dan tembaga sebagai bahan ground, strip dan patch. Hasil filter pada penelitian ini bekerja di frekuensi kerja 1.85-4.98 GHz dan frekuensi tengah 3.2 GHz. Dengan nilai bandwidth 2.3 GHz, Insertloss 3.05 dan filter memiliki dimensi 32 mm X 11 mm. Kata kunci : Ultra Wideband, Filter, DGS, Radar
Purwarupa Kamera Multispektral Pada Satelit Cubesat Untuk Mendeteksi Kualitas Tanaman Hijau Lita Kurnia Fitriyanti; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini satelit merupakan teknologi yang dikembangkan dalam berbagai bidang untuk mengatasi berbagai macam permasalahan. Satelit memiliki berbagai misi, ukuran serta berat yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Satelit dengan ukuran dan dimensi yang kecil disebut dengan satelit nano, salah satu jenis satelit nano yaitu Cubesat memiliki ukuran
Antena Mikrostrip Keping Rektangular Dengan Celah Bentuk-u Untuk Frekuensi Lora Pada Cubesat 1u Ihsan Nuur Razzak Hantriono; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan internet of things terus meningkat untuk system komunikasi Machine to Machine (M2M)Sensor yang berada di luar jaringan telestril membutuhkan satelit agar bisa menangkap informasi dari sensor tersebut dan membutuhkan modul agar satelit bisa menerima informasi. Modul yang digunakan adalah modul LoRa. Daya rendah yang dimiliki LoRa memungkinkan komunikasi dalam cubesat. Antena yang di rancang adalah antenna mikrostrip yang bekerja pada frekuensi LoRa yaitu 923 MHz menggunakan metode slotted patch agar sesuai dengan ukuran cubesat 1U (10 × 10 × 10 ) cm. Antena
Purwarupa Sistem Sonar Untuk Deteksi Objek Bawah Air Astenio Fahreza Dwiyuda; Erfansyah Ali; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sound Navigation and Ranging (SONAR) adalah teknologi untuk mendeteksi objek dan mengukur jarak dengan menggunakan gelombang suara atau akustik sebagai medianya. SONAR menggunakan metode perkiraan waktu kedatangan dari gelombang echo yang terkirim untuk mengetahui jarak terhadap objek tersebut. Salah satu penerapan sistem SONAR adalah pada kapal selam. Dari penerapan sistem SONAR yang ada, mayoritas sistem membutuhkan lebih dari satu transduser dan peletakannya berbeda-beda. Tujuan dari peletakan yang berbeda tersebut adalah meningkatkan kemampuan kerja, terutama sudut pancar dari transduser tersebut. Tugas Akhir ini mengusulkan untuk menggunakan sebuah motor stepper pada transdusernya dengan tujuan sistem mampu melakukan pemindaian secara berotasi satu putaran penuh. Sistem SONAR pada Tugas Akhir ini menggunakan mikrokontroler untuk membangkitkan frekuensi kerja sebesar 60KHz. Sistem SONAR ini mampu mendeteksi target mulai dari jarak 70 cm hingga 600 cm dan mampu menampilkan hasil dalam peta dua dimensi, lengkap dengan informasi mengenai jarak dan sudut. Pada jarak 70 cm, akurasi sistem mampu mendeteksi hingga 100 persen. Namun seiring dengan meningkatnya jarak, akurasi sistem mulai berkurang. Tingkat akurasi sistem bervariasi antara 87.23% hingga 97.5%. Bahkan pada jarak 120 cm sudut 180° dan 470 cm sudut 45°, sistem mengalami kesalahan atau kelebihan deteksi dengan margin kesalahan masing masing 1.67% dan 3.19%. Namun, kelebihan ini jarang terjadi dan penyebabnya adalah modul AJ-SR04M sebagai menjadi modul pengukur jarak yang terkadang mengalami kesalahan.Kata Kunci: Sistem Sonar, Deteksi Objek Bawah Air, Mikrokontroler, Motor Stepper
Perancangan dan Analisis Antena Mikrostrip untuk Mendeteksi Glukosa Dalam Sebuah Produk Sania Uswah Nafisah; Aloysius Adya Pramudita; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Susu mengandung kadar gula dan perlu diidentifikasi atau diukur karena penting untuk informasi sebelum dikonsumsi. Untuk mengukur kadar gula melalui sifat dielektrik dalam susu memiliki beberapa metode tradisional dan akan memakan waktu lama serta mahal. Namun dengan teknik gelombang mikro menggunakan antena microstrip yang berfungsi sebagai sensor dapat berguna sebagai metode yang lebih cepat untuk menentukan sifat dielektrik susu. Gelombang mikro adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi yaitu berada diatas 3 GHz. Antena dirancang dengan tujuan berfungsi sebagai sensor untuk menentukan kadar gula, sehingga frekuensi dari antena ini adalah 6,8 GHz. Ketika perubahan kadar glukosa susu, sifat dielektrik jaringan sekitarnya juga akan berubah sehingga dapat dikalibrasi untuk mendeteksi perubahan konsentrasi glukosa dalam sebuah produk. Hasil simulasi antena yang telah ditempelkan dengan objek gelas yang berisi susu bekerja di frekuensi 6,8 GHz yaitu Return Loss dan VSWR yang bergeser dibandingkan dengan antena yang tidak ditempelkan dengan objek. Hasil frekuensi yang didapatkan kemudian di analisis menggunakan Teknik pencocokan kurva (Curve Fitting). Persamaan Curve Fitting mendapatkan nilai R-square sebesar 1, maka model regresi linear fourier yang dihasilkan mampu melakukan estimasi dengan baik karena mendapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 1 memberikan pengertian bahwa hanya 100% kemampuan model taksiran atau persamaan garis lurus. Kata Kunci — Susu Murni, Microstrip, Glukosa. Return Loss, VSWR
Perancangan Dan Realisasi Slot Ring Patch Wearable Antenna Dengan SRR Metamaterial Untuk Mengurangi Specific Absorption Rate (SAR) Dzulfikar Natya Afif Hakim; Bambang Setia Nugroho; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Keamanan antara pasien dan tenaga kesehatan menjadi perhatian terlebih saat pandemi Covid-19. Banyak tenaga kesehatan yang terpapar saat berinteraksi dengan pasien walaupun dengan protokol yang ketat. Cara untuk mengurangi interaksi pasien dengan tenaga kesehatan adalah membuat sebuah perangkat yang dapat memonitor pasien secara jarak jauh yang berfungsi mengirimkan informasi dari pasien menuju ke pusat rumah sakit sehingga nantinya bisa diakses oleh tenaga kesehatan, salah satu komponen dari perangkat tersebut adalah antena. Agar antena tersebut nyaman dengan membuat antena tersebut fleksibel, selanjutnya disebut sebagai wearable antenna. Namun antena tersebut tak luput dari kekurangan, yaitu efek radiasi yang dihantarkan oleh antenanya. Cara untuk menguranginya dengan menambah metamaterial di belakang antena. Percobaan dilakukan dua kali, kondisi on-body dan offbody. Pada percobaan off-body, antena konvensional mendapatkan nilai gain 6,203 dBi dan bandwidth 147,4 MHz sedangkan antena dengan metamaterial mendapatkan hasil gain 6,455 dBi dan bandwidth 163,6 MHz. Percobaan on-body jarak 0 mm, antena konvensional mendapatkan nilai SAR sebesar 1,39712 W/Kg dengan bandwidth sebesar 146,8 MHz sedangkan dengan penambahan komponen metamaterial mendapatkan nilai SAR sebesar 1,17096 W/Kg dengan bandwidth sebesar 151,7 MHz. Kata kunci Wearable antenna, microstrip, SAR, ISM, Metamaterial, off-body, on-body.