Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Simetris

Pengaruh Proses Heat Treatment Pada Kekerasan Material Special K (K100) Setiawan, Hera
Jurnal Simetris Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proses perlakuan panas (heat treatment) terhadap kekerasan material special K (K 100). Material Special K (K100) dengan ukuran 25 mm x 20 mm x 50 mm dilakukan proses heat treatment sesuai dengan instruction for treatment BOHLER STEEL MANUAL, yaitu hardening dengan temperatur 950ºC dan quenching dengan media pendingin oli, kemudian dilanjutkan tempering dengan temperatur 200 ºC dan holding time 60 menit. Kekerasan sebelum dan sesudah proses heat treatment diperiksa dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa harga kekerasan rata-rata raw material Special K (K100) adalah 20 HRC, setelah proses hardening dan quenching 64 HRC, dan setelah tempering adalah 62 HRC. Kata kunci : heat treatment, special K (K100), BOHLER, kekerasan.
PENGARUH CHILLER PENDINGIN PADA KEKERASAN PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM Setiawan, Hera
Jurnal Simetris Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.164 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini merupakan pengembangkan proses pembekuan searah (unidirectional solidifications) sehingga dihasilkan struktur columnar dendrite pada pengecoran alumunium  propeler kapal nelayan untuk meningkatkan sifat mekanis material. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting) dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pengecoran dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin yang dialiri air dengan dorongan pompa. Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material alumunium. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi  dengan beban mayor 100 kg (HRB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembekuan searah dengan chiller pendingin dapat meningkatkan kekerasan material alumunium propeler sebesar 3,99% dari 60,5 HRB menjadi 62,9 HRB.   Kata kunci: alumunium, propeler, chiller, kekerasan, pembekuan searah.
PENGARUH CHILLER PENDINGIN PADA KEKUATAN TARIK PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM Hera Setiawan, Hera
Jurnal Simetris Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.753 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh chiller pendingin terhadap kekuatan tarik pada proses pengecoran propeler kapal nelayan tiga sudu dengan material alumunium. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting) dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pengecoran dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin  yang  dialiri  air  dengan  dorongan  pompa.  Pengujian  kekuatan  tarik  menggunakan mesin servopulser dengan beban maksimum 2000 kg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengecoran dengan chiller pendingin pada propeler dapat meningkatkan kekuatan tarik material alumunium. Kekuatan tarik alumunium naik dari 70,1758 MPa menjadi 99,6408 MPa (41,99%) dan 99,7574 MPa (42,15%) atau rata-rata naik sebesar 42,07%.Kata kunci: alumunium, propeler, chiller, kekuatan tarik.
PENGUJIAN KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PRODUK COR PROPELER KUNINGAN Setiawan, Hera
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.773 KB) | DOI: 10.24176/simet.v3i1.90

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro propeler kapal nelayan tiga sudu dengan material kuningan (brass) produk dari UKM logam di Juana Pati. Proses peleburan logam kuningan dengan dapur crucible menggunakan bahan bakar minyak dan pengecoran dilakukan dengan teknik pasir cetak (sand casting). Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material kuningan. Untuk melihat struktur mikro digunakan mikroskop optik logam dengan perbesaran 200 kali. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi dengan beban mayor 100 kg (HRB). Mesin servopulser digunakan untuk pengujian kekuatan tarik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material merupakan kuningan atau paduan Cu-Zn tipe ?+? dengan kandungan Zn sebesar 46,95% dan titik cair (melting point) sekitar 900o C. Kekerasan material adalah 35,4 HRB dengan tegangan tarik maksimum smax=342 MPa dan regangan e =4,8%. Bentuk dari struktur mikro belum menunjukkan struktur columnar dendrite. Kata kunci: kuningan, propeler, pasir cetak, struktur mikro, kekerasan, tarik.
PENGUJIAN KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PRODUK COR PROPELER KUNINGAN Setiawan, Hera
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.773 KB) | DOI: 10.24176/simet.v3i1.90

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro propeler kapal nelayan tiga sudu dengan material kuningan (brass) produk dari UKM logam di Juana Pati. Proses peleburan logam kuningan dengan dapur crucible menggunakan bahan bakar minyak dan pengecoran dilakukan dengan teknik pasir cetak (sand casting). Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material kuningan. Untuk melihat struktur mikro digunakan mikroskop optik logam dengan perbesaran 200 kali. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi dengan beban mayor 100 kg (HRB). Mesin servopulser digunakan untuk pengujian kekuatan tarik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material merupakan kuningan atau paduan Cu-Zn tipe ?+? dengan kandungan Zn sebesar 46,95% dan titik cair (melting point) sekitar 900o C. Kekerasan material adalah 35,4 HRB dengan tegangan tarik maksimum smax=342 MPa dan regangan e =4,8%. Bentuk dari struktur mikro belum menunjukkan struktur columnar dendrite. Kata kunci: kuningan, propeler, pasir cetak, struktur mikro, kekerasan, tarik.
PENGARUH CHILLER PENDINGIN PADA KEKERASAN PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM Setiawan, Hera
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.164 KB) | DOI: 10.24176/simet.v5i2.215

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan pengembangkan proses pembekuan searah (unidirectional solidifications) sehingga dihasilkan struktur columnar dendrite pada pengecoran alumunium propeler kapal nelayan untuk meningkatkan sifat mekanis material. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting) dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pengecoran dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin yang dialiri air dengan dorongan pompa. Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material alumunium. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi dengan beban mayor 100 kg (HRB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembekuan searah dengan chiller pendingin dapat meningkatkan kekerasan material alumunium propeler sebesar 3,99% dari 60,5 HRB menjadi 62,9 HRB. Kata kunci: alumunium, propeler, chiller, kekerasan, pembekuan searah.
PENGARUH CHILLER PENDINGIN PADA KEKUATAN TARIK PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM Hera Hera Setiawan
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.753 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i1.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh chiller pendingin terhadap kekuatan tarik pada proses pengecoran propeler kapal nelayan tiga sudu dengan material alumunium. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting) dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pengecoran dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin yang dialiri air dengan dorongan pompa. Pengujian kekuatan tarik menggunakan mesin servopulser dengan beban maksimum 2000 kg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengecoran dengan chiller pendingin pada propeler dapat meningkatkan kekuatan tarik material alumunium. Kekuatan tarik alumunium naik dari 70,1758 MPa menjadi 99,6408 MPa (41,99%) dan 99,7574 MPa (42,15%) atau rata-rata naik sebesar 42,07%.Kata kunci: alumunium, propeler, chiller, kekuatan tarik.
Pengaruh Proses Heat Treatment Pada Kekerasan Material Special K (K100) Hera Setiawan
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.829 KB) | DOI: 10.24176/simet.v2i1.96

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proses perlakuan panas (heat treatment) terhadap kekerasan material special K (K 100). Material Special K (K100) dengan ukuran 25 mm x 20 mm x 50 mm dilakukan proses heat treatment sesuai dengan instruction for treatment BOHLER STEEL MANUAL, yaitu hardening dengan temperatur 950C dan quenching dengan media pendingin oli, kemudian dilanjutkan tempering dengan temperatur 200 C dan holding time 60 menit. Kekerasan sebelum dan sesudah proses heat treatment diperiksa dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa harga kekerasan rata-rata raw material Special K (K100) adalah 20 HRC, setelah proses hardening dan quenching 64 HRC, dan setelah tempering adalah 62 HRC. Kata kunci : heat treatment, special K (K100), BOHLER, kekerasan.