Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Rancang Bangun Pembangkit Listrik Thermoelektrik Panas Matahari Berbasis Data Logger Indrayana, I Wayan; Dharmawan, I Made Diky; Kumara, I Nyoman Satya; Setiawan, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11107659

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi energi matahari yang cukup besar dengan memanfaatkan dua tipe dasar tenaga matahari berupa cahaya matahari dan panas matahari. Thermoelectric Generator (TEG) merupakan pembangkit listrik skala kecil yang mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik berdasarkan efek Seebeck. TEG dibuat menggunakan bahan padat atau semikonduktor dengan sisi panas dan dingin. Sisi dingin TEG akan terkonsentrasi menggunakan air es dan heatsink sebagai media sedangkan pada sisi panas digunakan aluminium sebagai kolektor dengan penambahan kaca pembesar untuk memfokuskan cahaya matahari, tetapi perubahan cuaca dapat menyebabkan keluaran TEG bervariasi. Pada penelitian ini juga dilakukan pemantauan data suhu, arus, dan tegangan berbasis IoT selama periode waktu tertentu untuk menganalisis apakah perangkat TEG bekerja secara efisien. Perancangan prototype ini menggunakan hardware yaitu mikrokontroler WeMos D1 R2, sensor DS18B20 dan sensor INA219 sedangkan software yang digunakan yaitu aplikasi Blynk dan Sktetcup pro. Sistem data logger memiliki tingkat akurasi yang tinggi dimana telah dilakukan pengukuran dengan cara membandingkan sensor DS18B20 dengan alat ukur thermometer dan sensor INA219 dengan avometer. Hasil dari penelitian ini yaitu Prototype telah berhasil menghasilkan daya listrik dimana perbedaan suhu sangat berpengaruh terhadap output yang dihasilkan. Pada penelitian ini juga berhasil menampilkan dan menyimpan data suhu, arus, dan tegangan pada aplikasi Blynk.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL PERONTOK PADI BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN CATU DAYA TENAGA SURYA Guna, I Kadek Diantara Adi; Sukadana, I Made; Wibawa, I Komang Ari Satya; Setiawan, I Nyoman; Janardana, I Gusti Ngurah; Pemayun, Anak Agung Gede Maharta
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38154

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia membutuhkan inovasi teknologi dalam sektor pertanian, khususnya pada proses perontokan padi. Proses manual perontokan padi seringkali menyebabkan kehilangan hasil, memerlukan waktu lama, dan membutuhkan tenaga yang besar. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini merancang sistem kontrol perontok padi berbasis mikrokontroler dengan sumber daya dari tenaga surya sebagai solusi yang lebih efisien. Sistem ini menggunakan panel surya untuk menyediakan energi bagi motor DC brush pada alat perontok, dengan mikrokontroler Arduino Nano sebagai pengendali utama kecepatan motor. Pengujian dilakukan untuk mengukur kinerja sistem dalam mengatur putaran motor (RPM) dan efisiensi energi dari tenaga surya. Alat perontok padi ini terdiri dari dua bagian: unit perontok dan dudukan panel surya yang terpisah. Pengujian dilakukan sebanyak lima kali pada kecepatan motor 100 RPM, 200 RPM, 300 RPM, 400 RPM, dan 500 RPM. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan motor berpengaruh pada kapasitas perontokan, dengan kapasitas tertinggi 15,7 kg/jam pada kecepatan 500 RPM. Sistem kontrol berbasis Arduino berhasil mengatur kecepatan motor secara efektif, dan panel surya mampu menyediakan daya yang memadai untuk operasional. Pengujian juga mengindikasikan bahwa konsumsi energi bertambah seiring peningkatan kecepatan motor, namun efisiensi perontokan tetap optimal pada kecepatan tinggi.
RANCANG BANGUN PURWARUPA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA POLA ATAP DILENGKAPI SISTEM MONITOR BERBASIS IOT DI TRANS STUDIO MALL DENPASAR Panggabean, Kevin; Meliala, Michael Devando Sembiring; Ndruru, Johanes; Setiawan, I Nyoman; Agung, I Gusti Agung Putu Raka
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.43277

Abstract

Di Indonesia, sebagian besar pasokan energi listrik masih bergantung pada sumber tak terbarukan seperti minyak bumi dan batu bara, yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Pengembangan energi terbarukan (EBT) menjadi solusi penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis kinerja sistem PLTS melalui pengukuran tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan dalam kondisi tanpa beban dan setelah diberi beban lampu 18 W dan micro USB B 5 W. Hasil kajian ekonomis juga dihitung berdasarkan perbandingan dari nilai investasi dan nilai keuntungan yang didapatkan. Pengukuran dilakukan dengan mengatur sudut kemiringan panel surya sebesar 13°, serta mengukur beberapa parameter, seperti tegangan pada panel surya, tegangan baterai, tegangan keluaran DC, dan perhitungan daya output dari modul surya. Selain itu, dilakukan monitor pada output AC dengan mengukur tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan menggunakan sistem IoT serta mengukur tingkat error sensor menggunakan rumus APE dan MAPE.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa purwarupa PLTS ini mampu menghasilkan rata-rata tegangan sebesar 24,76 V DC dan 223,7 V AC sebelum diberi beban. Pengujian pengaruh pembebanan dengan memasangkan lampu 18 W dan micro USB B 5 W menghasilkan rata-rata tegangan 23,56 V DC dan 218 V AC, dengan rata-rata arus 0,085 A dan daya 18,57 Watt. Perhitungan MAPE pada sensor PZEM-004T menunjukkan nilai sebesar 0,18%. Berdasarkan analisis data, purwarupa ini menunjukkan kinerja yang baik dalam menghasilkan energi listrik dari sumber surya, serta mampu mendukung kebutuhan listrik di lokasi penelitian dengan kestabilan tegangan yang minimal. Nilai investasi yang diperlukan sebesar Rp. 1,847,988,851. Dalam 1 tahun, keuntungan yang didapatkan sebesar Rp. 412.206.475, sehingga dapat balik modal di tahun ke 7.  
Rancang Bangun Prototype Automatic Transfer Switch dengan Interlock System untuk Peralihan Daya Antara Inverter (PLTS Off-Grid) dan PLN Sianturi, Rednal Josua; Jasa, Lie; Setiawan, I Nyoman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3695

Abstract

Ketergantungan terhadap suplai Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sering tidak stabil serta ketidakpastian keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid akibat kondisi cuaca menimbulkan kebutuhan akan Automatic Transfer Switch (ATS) yang mampu mengatur dua sumber daya secara andal. Namun, ATS konvensional umumnya memiliki jeda perpindahan yang cukup lama sehingga menyebabkan ketidakstabilan tegangan keluaran, dan sering tidak dilengkapi sistem keamanan yang memadai untuk mencegah arus hubung singkat. Penelitian ini bertujuan merancang bangun ATS dengan sistem interlock untuk menghasilkan perpindahan daya yang cepat, aman, dan mampu memprioritaskan PLTS sebagai sumber utama. Sistem dirancang menggunakan dua relay MK2P-I Omron yang dihubungkan dengan prinsip interlock serta dikendalikan oleh Low Voltage Disconnect (LVD). Pendekatan perancangan dilakukan melalui simulasi skematik menggunakan FluidSIM, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan prototipe dan pengujian langsung. Pengukuran jeda waktu perpindahan dilakukan menggunakan osiloskop untuk memastikan akurasi kinerja perangkat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perpindahan dari PLTS ke PLN memiliki rata-rata jeda 20 milidetik (rentang 5–40 ms) dengan gangguan redup singkat pada LED, sedangkan perpindahan dari PLN ke PLTS memiliki rata-rata 7,8 milidetik (rentang 4–15 ms) tanpa gangguan visual. Kedua hasil masih berada dalam standar industri ASCO sebesar 30–50 milidetik. Selain itu, sistem interlock bekerja efektif dalam mencegah kedua sumber terhubung bersamaan sehingga risiko arus hubung singkat dapat dihindari. Sistem juga memastikan PLTS tetap menjadi prioritas suplai selama kondisi tegangan memenuhi batas aman.